Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
55. Bahagiaku itu cuma sama kamu


__ADS_3

Aku tahu hari ini memang bukanlah hari yang baik untukmu, karena kamu yang senantiasa kuat dan mandiri harus membiarkan  orang lain  bisa melihatmu terbaring lemah tidak berdaya,  tapi kumohon jangan lakukan hal bodoh lagi untukku karena  diantara kita sudah usai.


 


*****


 


 


Ballawa terbaring di salah satu sofa panjang di ruangan itu. Dia menolak diberikan tindakan oleh tim medis yang disediakan oleh kepolisian. Tim 5 dari Jakarta dan keluarga Ballawa belum hadir.  Mereka masih dalam perjalanan menuju Cilacap.  Kepolisian Cilacap akhirnya mengambil keputusan menunggu tim 5 untuk hadir di Cilacap dan membantu membujuk Ballawa untuk diberikan tindakan medis untuk menghentikan pendarahan di kaki dan lengannya.


Beruntungnya Iptu Supriyanto berhasil membujuk Ballawa untuk berkomunikasi, sehingga polisi yang menjadi tersangka utama penembakan Alex  itu  mau meminta tolong pada  Iptu Supriyanto menjemput Jessy yang berada bersama Alex.


Hati Jessy berdebar menaiki lantai 2 dan mengikuti langkah Iptu Supriyanto. Benarkah Al kritis? Kenapa Al sampai harus melukai Alex?  Bukankah ini yang dimau Al bahwa dia harus mencari pria lain agar tidak menunggu Ballawa kembali bersamanya.


Pemikiran itu membuatnya hampir menabrak tubuh polisi di depannya ketika polisi itu tiba-tiba berhenti di depan sebuah pintu kayu.Iptu Supriyanto membuka pintu ruangan dan memberikan kode agar Jessy memasuki ruangan itu.


"Masuklah bu Jessy, dia sedang menunggumu dan kumohon bujuklah dia, agar  dia mau dioperasi oleh tim dokter, kami sudah kewalahan untuk membujuknya!" dia bilang hanya ingin berbicara dengan ibu dan mau mati saja setelahnya... maaf  perkataan saya agak kasar, itu pesan beliau tadi.... kami menunggu disini dengan tim dokter yang telah bersiap memberikan tindakan.


Jessy hanya mengangguk tanpa mampu mengeluarkan kata.


Dilihatnya pria yang pernah mengisi hari- harinya dan melukai dirinya begitu parah.  Pria itu terlihat lemah dan tidak berdaya. Pria yang selama ini begitu kuat dan dijadikan pegangan oleh jessy ketika ia merasa lemah dan tak berdaya. Pantas saja dirinya merasa tidak nyaman ketika mendampingi Alex dioperasi. Apakah Ballawa memanggil-manggilnya tadi?"


Kenapa Jessy merasa Ballawa sendirian? Kenapa dia merasa Ballawa yang selalu riang  gembira menjadi berubah drastis. Pria itu menjadi pria yang pendiam dan tidak memiliki apapun dalam jiwanya. Benarkah Ballawa  juga sama seperti dirinya yang sama-sama menderita akan perpisahan mereka.


'Al...  "Panggil Jessy sendu pada Ballawa.


Pria itu hanya membuka matanya ketika mendengar suara Jessy telah hadir di sebelahnya. Sesungguhnya rasa nyeri akibat tembakan itu makin berasa dan terus menyerang di sekujur tubuhnya. Tapi ia hanya merasa tidak ada guna lagi ia hidup jika ia yang sudah mengecewakan Jessy masih harus melihat Jessy menikahi pria yang dianggapnya tidak layak mendampingi Jessy,


"kamu akhirnya datang, Jessy!'


"Al... kenapa gak mau dioperasi? Diobatin ya?' Mana yang sakit Al?"


"Aku gak kenapa-kenapa, Jessy... bagaimana penjahat itu? Apakah dia sudah mati tertembak?"


"Penjahat... penjahat mana Al?"

__ADS_1


"Dia yang mau menikahimu... dia itu penjahat, Jess!" JIka bukan karena itu, tidak mungkin aku senekat ini, aku  melakukannya untuk melindungimu ... aku tidak mau kamu menikahi orang yang salah, Jessy.... aku ingin melihatmu bahagiaa.. aku ingin melihat kamu bahagia dengan orang yang tepat.


"Al... seharusnya kebahagianku itu memang bersamamu.... bukan bersama orang lain... kamu itu yang aku mau, tapi apa hendak dikata... kamu bukan untukku...bahkan tahukah kamu Umai itu datang menengokku ketika aku dirumah sakit... dia yang bilang bahwa kamu bukan jodohku dan aku harus merelakanmu, Al... memang dia menekankan bahwa kita harus berpisah dan kita tidak ada jodoh.


"Benarkah Umai datang menemuimu?" kenapa dia tidak bilang padaku?" Ballawa bertanya heran karena ibunya datang menemui Jessy tanpa memberitahunya.


"Iya ketika di rumah sakit Al... jika semuanya  boleh kuputar ulang, aku ingin tidak mengenalmu tapi kita kan tidak bisa merubah takdir... jika aku boleh egois, aku ingin kamu yang bersamaku tapi aku bisa apa jika seluruh dunia menentang kita...bahagiaku itu cuma sama kamu, tapi jika aku memaksakan itu berarti aku perempuan jahat dan egois , Al!"


"Maafkan aku Jessy...  aku bukan melarang kamu menikah , jess... aku tidak mau kamu menikahi penjahat itu!"  tahukah kamu jika pria yang bersamamu itu bukan orang baik, dia itu bagian dari tim Handoyo...


"Aku tahu.... tapi dia selalu baik dan mau tulus mencintaiku dan menikahiku... kumohon ijinkan aku menikah dengannya, biar aku mampu melupakanmu, Al.... boleh ya?   Al...kamu juga kan yang bilang aku harus belajar melepaskanmu... sekarang kumohon biarkan aku melihatmu hidup bersama wanita itu dan menjalankan pilihanmu, biarkan aku melihat kamu sukses sebagai temanmu ...


"Baiklah... tapi jika penjahat itu  melukaimu, maka aku akan membunuhnya tepat di jantungnya dan kamu tidak boleh membenciku.... Jessy ... jika boleh jujur, sesungguhnya hatiku sakit melihat dia bisa memelukmu dan tertawa bersamamu... itu melukaiku begitu dalam, rasanya labih sakit dari peluru yang ada di tubuhku ini!"


"Al...


"Jess, apakah kamu pernah merasakan seperti yang kurasakan ini?"Katakan sejujurnya ,Jessy!"


"Sesungguhnya setiap malam aku memikirkanmu Al...memikirkan kamu memeluk dan mencumbu istrimu... aku hampir gila karena kamu,... karena itu, aku mau berusaha menerima orang lain.  Kehadiran Jenny, Mas Handoyo dan Alex lah yang mengalihkan pikiranku darimu... maafkan aku... aku memang menggunakan mereka untuk belajar merelakanmu... tapi ini harus kulakukan kalo tidak aku tetap berfikir untuk merebutmu darinya!" Aku juga sepertimu Al... tapi aku bisa apa?


"Maafkan aku, Jessy.. seharusnya dari dulu kukatakan yang sejujurnya... tapi aku tak mampu berkata jujur tentang keadaanku...karena aku baru merasakan cinta yang sesungguhnya  itu ketika bersamamu..... maafkan aku ,Jess!"


"Aku bisa berteman denganmu tapi tidak dengan penjahat yang menjadi suamimu itu!"


"Kumohon jangan lukai dia, Al .... Alex adalah orang baik, Al!"


"JIka dia orang baik, maka aku adalah penjahatnya kan Jess... pergilah!" Biarkan aku mati ... cukup sudah aku melihatmu...


"ih ... apaan sih... kamu biasa aja dong, Al!" Sahut Jessy agak marah. "Kamu harus mau  dioperasi dan aku akan memanggil dokter, Al aku akan  menunggumu dioperasi ... emh... sebenarnya ini akal-akalanmu saja kan?" Kamu takut dioperasi kan?" Aku panggil dokter dulu!"


Ballawa memejamkan matanya kembali dan berpura-pura tak mendengar Jessy yang meledeknya dan wanita itu berjalan ke arah pintu memanggil dokter untuk segera dioperasi. Rasanya belum pernah dia merasa selemah ini sebelumnya. Dan sungguh ia membenci perasaan dirinya yang tidak berdaya ini.


Benarkah dirinya yang selama ini berani sekarang takut menghadapi operasi. Bukan karena operasi. Bagi dia tidak masalah melakukan operasi.  Oh tentu tidak bukan takut, hanya tidak siap dioperasi. Bodohnya aku, kenapa tidak bisa menghindari tembakan Handoyo itu. Pria yang diluar ekspetasinya.  Handoyo itu  benar-benar penembak jitu.


Gerakan dari tim dokter yang memindahkan tubuh Ballawa ke ranjang perawatan dirasa makin mengguncang sakit di lengan dan kakinya ketika  ia sedang memejamkan mata.


Ketika dokter akan menyuntikkan , Jessy meminta waktu sebentar pada ketua tim untuk berbicara sebentar pada Ballawa sehingga membuat tim dokter menyingkir sebentar dan membiarkan keduanya berbicara.

__ADS_1


"Al...


"Hem...


"Jika istrimu belum hadir setelah kamu selesai dioperasi, maka aku yang  akan menemuimu ya?" Bolehkah aku melakukan itu, Al?"


"Ada juga gak papa.. kamu yang disini."Sahut Al pelan.


"Benarkah ?"


"Hemm... "Ujar Al dengan masih menutup mata


" Al,   Aku tahu hari ini memang bukanlah hari yang baik untukmu, karena kamu yang senantiasa kuat dan mandiri harus membiarkan  orang lain  bisa melihatmu terbaring lemah tidak berdaya,  tapi kumohon, Al  jangan lakukan hal bodoh lagi untukku karena  diantara kita sudah usai... tapi sebelum kita benar-benar berpisah, ada hal yang harus kusampaikan padamu... "Ujar Jessy pelan dan berbisik di telinga pria itu.   " cintaku hanya untuk kamu selamanya, Al... jadi kamu harus berjuang dan tetap hidup dan tolong pegang terus rahasiaku. Terimakasih untuk selalu berusaha melindungiku."


Jessy tersenyum melihat Al membuka matanya kembali. Diambilnya jemari tangan kanan Al, dan dikecupnya punggung tangan pria itu.


Al hanya terdiam dan tercekat melihat  tindakan Jessy. Hingga wanita melepaskan tangannya dan akan beranjak pergi meninggalkannya. Kesadaran Al akhirnya datang dan langsung  bergerak cepat. Ditariknya tubuh wanita itu dan dipeluknya erat.


"Di dunia ini, aku cuma sayang dan cinta kamu, Jessy... maafkan aku,"Bisiknya pelan.


Jessy yang terkejut tertarik ke dalam pelukan pria yang sebelumnya terbaring di ranjang. Pria itu tiba-tiba sudah memeluknya erat. Kata-kata Al seolah membangkitkan masa lalu mereka. Hingga pria itu menciumnya tepat di bibir. Hati mereka menjadi hangat. Ini adalah ciuman tulus dari sebuah perpisahan. Mata Jessy meneteskan air mata. Ia tahu ini salah tapi ia pun merindukan Al. Sakit tapi mereka tetap harus berpisah.


"Maafkan aku juga , Al... kamu harus sembuh ya.!'


Dokter yang akan bersiap melakukan operasi hanya mampu menggelengkan kepala dan saling lirik kepada sesama tim dokter. Hingga akhirnya Jessy melepaskan pelukan itu dan berlari meninggalkan Ballawa. Hatinya sudah tidak sesakit tadi. Mereka menyadari bahwa mereka sudah tidak ada lagi kesempatan bersama tapi mereka saling menyayangi namun ada sebuah jurang pembatas  di depan mereka .


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


*****


Happy Reading Guys. Bolehkan tinggalkan jejak disini?" Thanks a lot ya temans!


__ADS_2