Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
12.Every word that I say is True, Honey


__ADS_3

Aku tidak menjanjikan bisa menyelesaikan semua masalahmu, tapi ini janjiku,  kamu tak akan menghadapi semua masalahmu sendirian."


 


*****


" Ne.... Anne... You need to calm down, " Ujar Warmen pelan sambil menatap Anne yang mengabaikannya.


Anneke  benar-benar merasa sakit hati di bohongi oleh pria yang dicintainya. Pria yang berkata di depan kedua kakaknya dan berkata akan menjaga dan melindunginya.  Pria Jahat.  Pandangan mata Anneke terus menengok ke arah datangnya mobil sambil berharap bis antar kota antar provinsi segera  datang.


"Pergilah Bang... Jangan kasihani aku...aku bisa melakukan semuanya sendiri.... aku tidak suka menjadi orang bodoh ataupun harus mengemis cintamu,... abang yang bilang sama kedua kakakku,.... abang  akan menjaga dan melindungiku.... abang pembohong... pergilah dan aku tidak mau melihat kamu lagi, bang Warmen " Anne berkata dengan sedikit terisak.    "Jangan kau pikir keluargaku tidak menginginkanku dan abang bisa seenaknya .... abang jahat ...abang  menganggapku manusia bodoh!"


"Anne.... "Warmen merasa hatinya sakit melihat wanita itu menangis disebabkan olehnya.


Wanita itu begitu cantik, kulitnya kekuningan , badannya tinggi langsing dan mampu menggetarkan hatinya. Wanita itu mencintai Warmen sejak dulu, tapi dia adalah bagian dari keluarga Setiono. JIka bertambah dewasa, wanita ini akan matang berfikir dan akan menyesali pria seperti apa yang di nikahinya. Warmen menarik nafasnya dengan tenang.


"Ne... dengarkan abang...  abang cuma takut kamu akan menyesal nanti jika ikut dengan abang.... Ne, beneran ini....abang takut kamu menyesal nanti jika ikut denganku dan hidup bersamaku.... abang bukan kasihan denganmu,....abang juga cinta padamu..... tapi abang.... emh....aku punya istri di Jakarta, Ne," Ujar Warmen pelan.


Warmen harus membohongi wanita yang sedang marah ini. Warmen takut Anneke menyesal di kemudian hari ketika ia membawanya dan tinggal bersamanya. Wanita ini adalah bagian dari keluarga Setiono. Warmen harus membuat wanita ini tidak menginginkan mengikutinya secara pribadi.


"Kalau gitu jadikan aku simpananmu, Bang !" Ujar Anneke pelan dan matanya menatap pria yang dicintainya itu.


"hah....


"Aku hanya ingin bersama abang  selamanya atau.... abang jangan pernah pedulikan apapun lagi tentangku!"  Aku akan menghilang dan tidak ada di dunia ini,"   Anneke membuat Warmen terkejut mendengar jawaban Anneke itu


"Anne.... apa-apaan sih.... kamu harus berfikir segalanya dengan tenang!"


"Tidak ada yang akan kusesali, Bang.... Selamat tinggal Bang Warmen dan jangan mencariku lagi!' Anne memantapkan hati ketika melihat muncul sebuah bis antar kota dari tikungan di ujung jalan. Anne bersiap melangkah meninggalkan pria yang mengecewakannya itu.


"Anne.... kamu boleh ikut denganku .... tapi  kamu harus ikut apa kataku.... bisakah kamu , ne .....tidak boleh muncul dihadapan istri dan kolegaku.... maka aku akan jadikan kamu simpananku sesuai permintaanmu!" Warmen menjawab dengan cepat ketika ia melihat sebuah bis antar kota muncul.


Bis dengan jurusan Lampung Bandung itu hampir mendekat dan membunyikan klakson dan  Anneke hampir menghentikan  bis itu. Anneke seolah tidak mendengar perkataan pria itu. Namun Warmen lebih sigap dan menarik tubuh Anne hingga berada di dalam pelukannya.


"Anne.... maukah  kamu menikah denganku hari  ini?" Warmen menarik wajah Anne  ke atas hingga mereka saling bersitatap.


Tindakan itu  membuat  Anneke tidak bisa melihat bis antar kota  itu melewatinya dengan sangat cepat.  Anneke tidak marah lagi dan  tersenyum mendengar ajakan Warmen, tapi kemudian dia cemberut. Ini pasti kebohongan lainnya dari pria dengan sejuta akal.


"Ini pasti trik agar aku ketinggalan bis itu kan?" Anneke berkata sambil sedikit merajuk dan itu sangat menggemaskan di mata Warmen.


"ini bukan trik.... ini lamaran dari pria yang bodoh yang hampir kehilangan kekasihnya, " Ujar Warmen santai.


"Ini beneran bang?" Anneke masih tidak percaya dengan ucapan pria itu.


"Every Word that I say is true, Honey, " Warmen berkata sambil menarik Anneke ke pelukannya. "Habis makan ini kita langsung ke KUA dan malam ini juga ..kamu adalah istriku.... dan kamu akan patuh pada setiap kataku dan tidak boleh muncul di depan istriku lainnya, bisakah kau lakukan itu untukku, Anne ?"


"Bisa bang.... aku cinta sekali sama abang..... aku tidak akan muncul di depan istri abang..... aku tidak akan protes asal abang bisa bersikap adil padaku.... abang bisa bersamaku 3 hari dan untuk wanita itu 4 hari.... bagaimana ideku bang?"


"Hah.... "Warmen terkejut mendengar ucapan Anneke yang mengijinkannya bersama wanita lain. Wanita yang sebenarnya tidak ada di kehidupan mereka.


"Kenapa Bang ?" Apakah aku tidak boleh meminta waktu abang 3 hari ...kan itu cuma sebentar...lebih banyak waktu abang bersama istri lainnya... ya udah aku yang 2 hari deh... itu aku sudah mengalah , " Ujar Anneke sedikit merajuk dan menatap Warmen dengan sedikit tidak puas.


"Waktuku itu  milikku... aku ingin tidur  kemana terserah aku... kau tidak boleh mengatur.... termasuk jika setiap malam aku ingin menidurimu," Ujar Warmen sambil manaik -turunkan alisnya.


"Ih .... Abang deh..."Anneke bahagia mendengarkan gombalan lelaki itu.


"Ne... tapi abang sekarang  lapar, kita makan dulu ya..... baru kita ke KUA.," Ujar Warmen sambil menarik Anneke melangkah ke restoran.


Warmen tahu bahwa ia harus menikahi wanita keras kepala yang dicintainya. Warmen tidak ada masalah menikahi Anneke, cuma satu yang dikhawatirkannya, Anneke menyesalinya. Dia adalah pria biasa yang harus bekerja keras mencukupi hidupnya, namun hati kecilnya meyakini Anneke mampu menerima kondisinya. Wanita dari keluaga Setiono yang kondisi keuangan keluarganya sedang dihancurkan oleh Warmen.

__ADS_1


 


*****


 


 


Waktu menunjukkan pukul 2 pagi ketika Warmen tiba di rumahnya di bilangan Cempaka putih. Rumah itu tidak besar tapi cukup untuk ditempati oleh  keluarga kecilnya. Rumah berpagar hitam itu memiliki sedikit halaman  yang tidak ditanami apapun dan garasi mobil. Ada 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, dapur dan 1 kamar mandi. Letak rumah itu di tengah kota Jakarta dan berada di jalan utama yang cukup padat, menjadikan salah satu investasi yang cukup menjanjikan bagi Warmen.


Awalnya Warmen  tidak menyangka akan segera menikah. Rumah ini juga baru dibelinya beberapa bulan yang lalu setelah memenangkan kasus perdata di pengadilan. .Ia hanya bosan tinggal di rumah indekost dan merasa perlu memiliki rumah untuk beristirahat dan tidak diganggu pekerjaan. Tidak banyak perabot yang dimilikinya karena ia merasa tidak membutuhkan banyak barang.


Warmen menatap wanita cantik yang baru menjadi istrinya beberapa jam yang lalu. Wanita itu tertidur lelap di kursi penumpang. Semoga kamu tidak menyesali keputusan ini, Anneke.


Warmen mengangkat tubuh Anneke dari mobil ke kamarnya dan ia segera membaringkannya di ranjang miliknya. Lelah setelah seharian menyetir dan membujuk wanita ini membuat Warmen langsung terlelap tanpa mengganti pakaian lagi.


Pagi harinya, Anneke merasa sedikit aneh dengan tidurnya, Ada benda berat di perutnya dan pahanya. Anneke terkejut ketika mendapati Warmen sedang memeluknya erat. Pria itu menjadikan dirinya guling yang dipeluk erat. Anneke tersenyum memperhatikan pria yang kemarin menikahinya dengan sangat sederhana.


"Bang.... Bang.... " Panggil Anneke pelan sambil berupaya melepaskan tangan dan kaki pria itu. Warmen hanya bergerak sedikit dan masih terus mendengkur dan tidak merasa terganggu dengan ulahnya membangunkannya.


Anneke tersenyum melihat pria itu masih terus tertidur dan akhirnya  ia bangkit dari ranjang. Ia melangkahkan kakinya memperhatikan kondisi rumah ini. Mungkinkah ini rumah Warmen yang tidak diketahui istrinya?'


Sedikit berantakan, banyak sisa makanan tergeletak di sana-sini dan hanya memiliki  beberapa perabot. . Tidak ada nampak wanita lain pernah tinggal di sini. Anneke membuka pintu kamar yang letaknya di samping kamar tidur yang semalam ditempatinya. Hanya meja tulis, kursi kerja , berkas, telephone dan lemari buku....  ini seperti ruang kerja Warmen.


Di ruang tamu hanya terdapat satu sofa panjang dan sebuah televisi. Ruangan itu terasa polos dan berdebu. Anneke membuka hordeng dan jendela agar mendapati pemandangan di luar rumah. Ahh... sudah siang dan  lalu lintas di depan rumah yang cukup dan banyak orang berlalu lalang di depan rumah. Anneke meneruskan tour-nya ke bagian lain di dalam  rumah menuju ke bagian dapur dan kamar mandi. Kulkas dan perlengkapan mandi seadanya. Sederhana tapi cukuplah.


Hampir tiga jam Anneke membersihkan rumah dan sudah memasak nasi dan ikan dalam kemasan kaleng yang ada di rumah itu. Warmen masih terlelap. Anneke merasa lapar namun ia merasa tidak enak jika makan sendiri. Ditatapnya pria yang baru sehari menjadi suaminya.


"Bang.... Bang Warmen.... " panggil Anneke sambil  terus menggoyangkan tubuh pria yang masih terbaring itu.


"Hemm...


"Bangun ya bang...aku sudah masak  nasi dan ikan,  sekarang aku lapar.....ayo abang bangun dulu terus kita makan bersama," Anneke berkata dengan sangat lembut dan terus menggoyangkan tubuh pria itu.


"Sudah jam 11 bang...


"Hah.... aku terlambat.... "Warmen tersentak dari tidurnya dan segera bangkit.


"Ini hari minggu Bang...."Anneke tertawa ketika melihat pria itu  terkejut dan langsung bangkit meninggalkan ranjang.


"oh...untunglah.... hei...kenapa kamu menggunakan kemejaku ?" Warmen terkejut ketika ia memperhatikan wanita itu hanya menggunakan kemeja putihnya dan tidak menggunakan pakaian lain sehingga nampak sekilas dan memperlihatkan lekuk tubuh dan  bagian tubuh intinya.


" Tadi aku mencuci seluruh bajuku dan bajuku di koper  tertinggal di mobil kak Akhsan... dan aku tidak membawa apapun ke sini kecuali tas kecilku yang berisi dompet dan kosmetikku, Bang.... bisakah hari ini abang mengantarku membelikan baju beberapa stel.... ntar kalo sempat... abang antar aku ke Bandung atau aku pergi  sendiri ke bandung  untuk ambil pakaianku dan pindah ke sini...


"Aku yang akan membelikanmu pakaian...biar saja barang-barangmu di bandung...itu untuk kalo kita istirahat dan main-main ke sana saja.... emh... mungkin  minggu depan saja kita ke Bandung sekalian kita mengurus kepindahan kuliahmu disini, " Ujar Warmen sambil melangkahkan tubuhnya ke kamar mandi.


Ketika Warmen keluar dari kamar mandi , ia cukup terkejut melihat keadaan rumahnya yang lebih rapi dari sebelumnya dan ia segera memasuki ruangan kerjanya. Huff.... untunglah. Mejaku masih sama seperti sebelumnya tidak dibereskan , hanya ruangan ini kenapa jadi harum ya? Warmen masih berfikir dan terkejut ketika mendengar Anneke sudah di sampingnya.


"kenapa Bang? Apakah ada yang hilang?" Anneke bertanya dengan khawatir ketika melihat Warmen yang belum berpakaian dari kamar mandi , dan hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya, langsung memeriksa ruang kerjanya.


'Tidak kupikir kamu membereskan berkas-berkasku yang di meja dan sangat  berantakan.... Kau boleh membereskan dan mengatur seluruh bagian di rumah ini... tapi jangan merapihkan barang-barang yang ada di ruangan ini..banyak berkas kerjaku yang sangat penting!"


"Aku tidak membereskan ruangan ini bang...aku hanya menyapu dan mengepel serta membuang sampah-sampah makanan yang dipojok itu dan aku meletakkan kopi bubuk untuk menghilangkan bau....maaf ya bang .. aku membautmu khawatir.... emh ,berkas di meja tidak ada yang kusentuh... Jadi masih di posisi semula.


"Aku tahu itu ...terimakasih Ne..... kamu hebat sekali...  dalam sekejab semua rumahku jadi bersih dan wangi.... kamu tidak merasa lelah," Warmen bertanya dengan lembut pada wanita di depannya.


"Tidak bang...aku sudah memasak juga untuk sarapan pagi ...eh makan siang ya bang?" Anneke tersenyum mengingat waktu sudah hampir jam 12.


"Kurasa tanggung...kita makan siang saja...emh sebelum makan siang .... bolehkah aku..... bolehkah aku.... meminta ciuman selamat pagi dari dari istriku?" Warmen sedikit gugup memandang wanita yang ada di depannya dan berpakaian sekedarnya dan menggodanya semenjak bangun dari tidurnya.

__ADS_1


Anneke mengangguk dan berjinjit mencium pipi lelaki itu. Ketika Anneke selesai mencium pipi lelaki itu, Warmen menarik leher wanita itu dan menyatukan bibir mereka beberapa saat. Cukup lama dan terus berlangsung beberapa saat hingga Sang Wanita mendorongnya karena hampir kehabisan oksigen. Mereka saling bertatapan.


"Ne.... Bolehkah aku.... memintanya?" Aku menginginkanmu ... "Warmen makin merasa bahwa ia harus segera menyalurkan hasratnya, namun ia tidak menyakini bahwa Anneke mengijinkannya.


"Aku milikmu Bang.....


"terimakasih Honey.... aku bahagia bisa memilikimu," Ujar Warmen tanpa ragu dan langsung mencium kembali wanita itu.


"Abang gak lupa kan ....abang akan menjagaku dan menemaniku seumur hidupku?" Anneke bertanya pelan ketika Warmen masih menciumi lehernya dan semakin turun ke bahunya. Pria itu menghentikan tindakannya sesaat.


" Ne, Abang  tidak bisa menjanjikan bisa menyelesaikan semua masalahmu, tapi ini janji abang,  kamu tak akan menghadapi semua masalahmu sendirian... abang tidak kaya.. tapi abang yakin bisa mencukupi kebutuhanmu ....abang cuma  minta kamu patuh dan percaya sama abang, apakah bisa?"


Anneke mengangguk dan melingkarkan tangannya ke lelaki yang masih belum berpakaian.  Warmen mengangkat tubuh Anneke ke dalam kamar dan melepaskan kemeja putih miliknya yang digunakan Anne di pagi itu.


"Ne.... apakah kamu akan menyesalinya.?"Aku masih bisa berhenti sekarang..... tapi jika aku sudah memulainya...aku tidak akan  bisa berhenti...


"Lakukanlah Bang.... aku hanya memberikan diriku untuk pria yang mencintaiku, " Ujar Anne sambil menarik kepala Warmen dan menciumnya lembut.


 


 


 


*****


 


 


 


Happy Reading Guys.... Bolehkah tinggalkan jejak di sini!


Thanks telah berbaik hati membacanya.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2