
Kesetiaan itu tidak perlu dicari. Dia akan kamu dapatkan ketika kamu mencintai dan menyayangi seseorang dengan tulus."
*****
"Selamat pagi Anneke, Sayangku.... ibu dari anak-anakku, kekasihku " Warmen berkata sambil terus menciumi istrinya yang masih belum berpakaian dan masih berada di pelukannya.
"emmh..... Abang... "
"Sayangku.... aku ko masih pingin lagi deh .... capai banget yah, sayang !"
"Abang ... geser ah.... jangan mulai lagi deh... semalam saja aku capai sekali, badanku patah-patah... lihat saja, aku sampai kesiangan dan harus ke toko segera " Anneke berusaha melepaskan pelukan suaminya, namun Warmen tidak mau melepaskan pelukan istrinya itu.
Semalam setelah mereka melepaskan kerinduan satu sama lain di kamar mandi, mereka masih melanjutkan sesi panas mereka di ranjang di kamar rumah kontrakan mereka. di kawasan Depok.
Lelah luar biasa bagi Anneke yang sedang mengandung namun Warmen yang pandai berbicara dan membujuk membuat Anneke hanya bisa menganggukkan kepala ketika Warmen terus mendesakkan miliknya ke dalam inti tubuhnya.
Anneke yang baru membuka matanya, karena gangguan yang dibuat oleh suaminya yang terus menciumi sepagi ini. Kesadaran Anneke belum terkumpul seluruhnya, dan tiba-tiba Anneke terhenyak dalam hitungan detik akibat pagutan, jilatan yang dibuat suaminya itu makin turun ke bagian lehernya dan semakin turun ke bawah .
"Abang.... ih geli tau.... sudah jika gak berhenti, aku anntinya bisa kesakitan "
"Suruh siapa kamu cantik dan sexy begini, terlebih jika kamu telanjang sayang.... abang gak bisa berhenti karena kamu terlalu lama menghilang di hidupku, Ne "
"Abang... ini sudah pagi.... kita harus kerja ,Bang !" Lepaskan pelukkannya, Anne harus mandi dan masih tetap ke toko... teman-temanku sudah menungguku!"
"No....No... kamu tidak boleh kerja lagi , kamu hanya boleh berkunjung ke tokomu saja, aku sudah siapkan seorang assisten untukmu, jadi semua pekerjaanmu dihandel olehnya , nanti aku juga akan menjelaskan pada sahabat-sahabatmu itu ... aku tidak ingin ibu dari anakku terlalu lelah....kecuali kelelahan akibat kita bercinta.... " Warmen masih menatap lembut pada istrinya dan mengusap kening Anneke. "Nurut sama aku ya, Ne !" Aku sayang kamu, melebihi apapun...jadi kumohon, biarkan dia membantumu!"
"Tapikan kemarin abang gak bilang gitu, ....abang bohong lagi, katanya aku boleh tetap bekerja asalkan tidak mengajukan cerai," Mulut Anneke langsung cemberut dan matanya sudah berkaca-kaca.
"Hei.... abang bilang, kamu boleh berkunjung ke toko karena kau kan hanya bekerja untuk mengawasi, semua sudah dikerjakan oleh assistenmu, hari ini dia datang ke toko dan benar-benar akan membantumu dalam menyelesaikan tugasmu.... jadi kau tidak lelah, mana yang disebut berbohong, cuma tidak semua dikerjakan oleh kamu, seperti berbelanja dan menghitung pembukuan hingga larut malam sayang...
"Bagaimana jika ia tidak jujur dan akhirnya merugikan kami semua, Bang?"
"Aku yang akan menggantikan kerugian kalian setelah aku memenggal kepalanya jika dia berani berbuat curang pada kalian....
"Ih... ko gitu, ntar abang bisa dipenjara, karena melukai orang!" Abang gak boleh jadi orang jahat.... abang gak sayang Anne jika Abang sampe dipenjara!"
"Gak papa... asal istri dan anakku sehat, bahagia dan melihat pengorbananku untuk menjaga kalian.... abang tak bisa melihatmu terlalu lelah bekerja, abang yang salah , Ne... Jangan bekerja terlalu lelah, masih ada abang, Ne!" Bisakah kamu percaya pada abang ?"
__ADS_1
"Tapi bagaimana, jika nanti akhirnya abang berubah lagi seperti kemarin melupakan kami?" Abang kalau ada pekerjaan suka lupa.
"Abang tak pernah melupakan kalian... kalian adalah prioritas abang, jadi abang mohon percayalah pada abang dan kamu yang jangan terlalu lelah bekerja... abang yang akan mencukupi kebutuhan kalian!"
"Abang akan setia pada Anne dan tidak ada wanita lain lagi di hidup abang... apalagi punya anak lagi dari wanita lainnya. ... emh tentunya selain Nicky?"
"Abang itu semenjak bersama kamu, tidak pernah ada wanita lain... jadi bisakah kamu percaya padaku, Ne ?"
"Anne takut bang... jika Anne tidak punya uang dan tidak punya pekerjaan terus abang menikah lagi dengan orang lain, terus bagaimana dengan Anne, terlebih dulu Anne yang memaksa abang untuk menikahi Anne... Anne yang salah ... Anne yang gak tahu diri ya!" Harusnya Anne dulu tidak bersikap seperti itu, sehingga membuat abang bingung.."
Hormon kehamilan Anneke yang membuatnya menjadi lebih cengeng dan itu telah disadari oleh Warmen. Ia tersenyum pada istrinya. Tubuh Anneke yang semakin berisi membuat Warmen makin gemas dan senang meremas bagian tubuh istrinya.
"Gak sayang.... kamu boleh meminta apapun pada abang, asal jangan perceraian, abang selalu sayang kamu dan anak ini... abang akan cinta kamu selamanya, setia sama kamu sampai mati... jadi jangan sedih lagi ya!"
Anne sayang sama abang juga kan?"
Wanita yang sedang menangis pelan itu mengangguk.
"Dengarkan abang ya, Ne... Kesetiaan itu tidak perlu dicari.- cari, Dia akan kamu dapatkan ketika kamu mencintai dan menyayangi seseorang dengan tulus..... dan kejadian kemarin itu membuatku menyadari, aku gak bisa kehilangan kamu lagi.... terlebih kamu mau menerima Nicky, apakah salah jika aku akan terus bersyukur memilikimu?"
"Abang... Anne ko sekarang laper... tapi Anne mau makan sate kambing yang ada di dekat rumah abang yang di cempaka putih itu lho...
"Hah... pagi-pagi belum buka sayang... ntar malam, abang belikan ya?"
"Kan abang kenal dengan pedagangnya... jadi kita kesana aja ya bang, pagi ini jadi aku hanya ke toko sebentar ....terus kita jemput Nicky, dan ajak dia tinggal bersama kita disini?" bagus kan ideku ?'
"Abang kenapa? Abang gak suka jika aku mengenal Nicky?" Abang gak mau mengenalkan aku pada keluarga Melinda?"
"Bukan begitu sayangku ... tapi Nicky itu berada jauh dan itu tidak bisa mendadak , aku harus bicara terlebih dengan orang tua Melinda.... nanti jika mereka mengijinkan, kita akan menjemputnya, sekarang gini saja .... kita mandi dan segera ke toko biar kenalan dulu dengan assisten kamu yang baru, bagaimana?"
Anneke mengangguk dan sambil tersenyum manja. "Baiklah tapi kita makan di dekat toko saja... emh apa yach" Sahut Anne sambil berfikir dan tiba-tiba saja senyuman itu hilang dan menjadi sebuah helaan nafas kesal dan membuat Warmen makin bingung menghadapi istrinya yang sering berubah mood-nya.
"Kenapa lagi sayang?"
"bagaimana jika Devon dan Lira menolaknya? Ntar mereka pikir, Anne egois, Bang.... kemarin aja, semangat cari duit dan sekarang malah mengirimkan assisten untuk membantu toko... aku gak enak sama mereka.".
"Hei... sayang, dengarkan dulu deh , biar abang yang menjelaskan pada mereka, dan kalian tidak perlu menggaji assistenmu itu... biar aku yang membayarnya... sehingga bagian kalian tidak ada yang berubah alias pembagian keuntungan tetap sama... kurasa Devon dan Lira tidak akan keberatan."
"Baiklah jika abang yakin bahwa mereka akan setuju.... Yuk kita mandi dulu sebelum berangkat, dan ingat hanya mandi ya bang!" Tidak ada aktifitas lainnya, Anne masih pada sakit semua nih badan,"
"Ya... kau pikir aku mau ngapain sih sayang?" .... yang pasti nanti malam aku gak janji ya sayang," Warmen bangkit dari ranjang dan mengikuti istrinya ayng lebih dulu melangkah ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian, ketika Anneke akan menggunakan berbagai perlengkapan make upnya, betapa terkejutnya Anneke, ketika memperhatikan begitu banya bulatan kemerahan di lehernya, dan itu terlihat sangat jelas bekas kecupan buas suaminya, hingga membuatnya berteriak histeris.
__ADS_1
"Abaaaaaaaaang ........" Teriak Anneke sambil emosi yang melihat suaminya yang sedang mengancing kemeja birunya.
"Kenapa sayang? Ada apa... sampai kaget abang nih... kenapa musti teriak-teriak, kan abang ada di sampingmu,"
"Kenapa leherku merah semua?" Ini bagaimana jika teman-temanku tahu?" Ujar Anneke sambil menunjuk lehernya yang kemerahan.
"Bilang saja sama mereka .... abang yang melakukannya... dan memang abang berhak ko melakukannya..."
"Abaaaang... kalo begini , aku kan gak bisa berangkat ke toko dong....Anneke malu dan pasti Devon dan Lira akan mengejek Anne .... ini tidak bisa ditutup dengan foundation..... oh.... kenapa aku sampai bisa gak sadar sih... kelakuan abang ini!"
Warmen tersenyum puas, Ia memang sengaja melakukan itu agar istrinya tidak bekerja lagi dan ingin banyak beristirahat.
"Maaf sayang... abang itu suka khilaf tapi semalam kamu juga menikmatinya kan? " Abang tidak bisa melakukan sebanyak itu jika kamu juga gak ingin sayang..... bagaimana jika hari ini abang yang ke tokomu saja dan bertemu dengan assistenmu.... !"
Anneke masih menangis kesal karena ulah suaminya yang membuatnya tidak bisa ke toko. Ia bingung menutupinya. tidak mungkin cuma dengan foudation... Ting. .... sekilas ada ide bagus mampir di kepala Anneke, oh bisa pakai syal... kan depok juga agak dingin... bisa pakai syal... tapi aku gak punya syal di rumah ini. Semua masih di rumah lama.
" ihhhhhhhhh kesel banget deh, Anneke sama abang !" Kita harus ke pasar dulu, beliin Anneke syal warna biru.... pokonya abang beliin Anneke syal ya!"
"Iya sayang... apapun itu!"
******
Happy Reading Guys....
Terimakasih telah membacanya, bolehkah tinggalkan jejak kalian disini? Thanks ya!"
"
__ADS_1