
Arti hadirmu sangat penting di hidupku. Saling merasakan tapi tak dapat diungkapkan . Ini kulakukan untuk menjaga hubungan kita tetap selamanya. Aku akan selalu melindungimu apapun yang terjadi. Kita sama-sama tahu bahwa kita tidak hanya sekedar teman.
Aku menganggapmu lebih dari seorang sahabat tapi bukan yang terdekat di hatiku.
*****
Deburan ombak di bawah cottage tempat Nadia dan Handoyo bermalam makin kencang. Kedua insan itu masih tertidur berpelukan hingga pagi hari.
Nadia terbangun dengan tubuh pegal-pegal tetapi ia merasakan pelukan Handoyo. Setelah menikmati surga dunia mereka masih makan malam dan melanjutkan sesi ke dua,kegiatan panas mereka. Kehangatan dan kenikmatan yang mereka lalui masih terbayang di mata Nadia.
Dilihatnya pria yang masih tertidur pulas dan masih memeluk tubuh telanjangnya. Nadia bahagia melihat pria ini ternyata menyayanginya juga.
"Mas... terimakasih atas semalam.... Kamu adalah orang baik dan aku sayang banget sama kamu..... tapi besok malam adalah hari terakhir kebersamaan kita.." Nadia berbisik pelan dan ia mengecup kening Handoyo lama sekali.
Suara serak Handoyo keluar dan ia masih menutup matanya meski lengannya menarik Nadia dan mempererat pelukannya."Kau sudah bangun Nad/"
"Sudah..." Mas Han...masih ngantuk?'
'Hemm... aku masih ingin memeluk kamu begini.... !" Handoyo berkata masih dengan suara yang berat. "
"Aku mau berenang di laut Mas Han... kita berenang yuku?' Ajak Nadia sambil menggoyangkan tubuh Handoyo yang masih mengantuk dan terganggu oleh ulah Nadia.
"Nad.......r semalam itu rasanya menyenangkan sekali... aku sangat bahagia, Nad... kamu tidak menyesal kan kita melakukannya semalam?" Handoyo membuka matanya dan menatap wanita yang masih berbaring dalam pelukannya.
"Mas Han... aku bahagia sekali... aku ingin kita seperti ini selamanya.... tapi.."
"Kenapa tapi? Aku mau kita bersama selamanya... Kau bisa menjadi wanita Adiguna satu-satunya dan selamanya!" Handoyo menatap wanita yang disampingnya .
Wanita itu tersenyum hangat padanya. Nadia mengelus kening Handoyo dan menciumnya lama sekali. Ia tampak sedang berfikit keras dan menata hati dan keraguannya.
Handoyo melihatnya dan ragu untuk mengungkapkan isi hati dan pemikirannya pada Nadia. Apakah Nadia menyesali apa yang dilakukan mereka semalam? Apakah dia mengingat Pramoedya ? Ada perasaan bersalah di hati Handoyo setelah mengingat Pramoedya itu.
'Ada apa Nad?" Kamu marah padaku?"
__ADS_1
Nadia menggeleng.
"Aku bahagia sekali... aku ingin bersamamu mas Han... aku ingin menghabiskan masa tuaku bersamamu... aku ingin kita pergi meninggalkan organisasi itu dan memulai keluarga kecil kita... tapi Jessy bilang tidak mungkin, mas han!"
"Jessy.... kau bilang apa pada Jessy?" Handoyo terkejut mendengar jawaban Nadia.
Handoyo mengetahui Jessy adalah wanita yang pernah dianggapnya aneh. Tapi Jessy adalah wanita yang serba tahu dan bisa mengungkapkan segala sesuatu dengan tepat. Ditatapnya mata Nadia, dan tidak ada kebohongan di mata hitam itu.
"Nad... katakan padaku... apa yang Jessy katakan?"
"Apakah mas Han memiliki hubungan asmara dengan Jessy ? Apakah mas Han pernah mencintainya ? Dia sangat mengkhawatirkanmu mas Han., dia bahkan bilang bisa tahu isi hatimu tanpa dikatakan padanya"
"Aku tak ada hubungan yang melebihi daripada teman... dia hanya membantuku ketika Lidya baru meninggal dan kami tak pernah ada hubungan khusus... kami murni berteman."
"Apakah berteman seperti yang kita lakukan mas Han?"
"Kau gila Nad.... Aku tak pernah menyentuhnya... aku juga tak tahu kenapa kita semalam bisa jadi seperti ini.... Aku menganggapmu lebih dari seorang sahabat tapi bukan yang terdekat di hatiku. dan aku ingin bersamamu selamanya sebagai keluarga dan bisa menghabiskan masa tua bersama."
"katakan Nad.... Jessy bilang apa padamu ?" Handoyo penasaran dengan apa yang dikatakan Jessy pada Nadia.
Handoyo mulai mengkhawatirkan apakah perkataan Jessy yang membuat Nadia seperti itu.
"Jessy bilang... aku tak mungkin menjadi wanita Handoyo apalagi menikahimu dan hidup bersama denganmu sampai tua... kata Jessy kalau kita bersama paling bagus hanya tiga bulan dan itu segera berpisah demi kebaikan kita berdua,... tapi jika kita memaksakan maka kita berdua akan mati tragis di tangan anak kita yang terkecil dan akan banyak darah di sepanjang kebersamaan kita dan yang paling tragis, anak - anak kita akan saling membunuh dan si bungsi itu akan mengalami nasib yang sama denganmu dan dia akan dikucilkan dan menderita sepanjang hidupnya!"
:Deg...
Ramalan macam apa itu. Handoyo tercekat dan tak mampu berkata. Benarkah yang dikatakan Jessy pada Nadia, tapi mengapa Jessy tak berkata apapun padanya.
"Kau percaya pada ramalan Jessy, mas Han?" Ujar Nadia berusaha bangun dan duduk bersandar pada headbed dan itu diikuti oleh Handoyo yang menjadi lebih serius untuk membicarakan masalah ini.
"Kenapa Jessy bisa meramalmu Nad?" Handoyo berusaha menenangkan hatinya. dan ia menarik Nadia ke pelukannya dan bersandar di dada bidangnya.
"Aku hanya ingin tahu awalnya tentang kedekatan kalian... dan dia malah membacaku dan menyebutkan dengan detail masa laluku... dia wanita yang hebat dan dari situ aku mengetahui bahwa Jessy bisa disebut cenayang hebat tapi katanya sekarang ia tak bisa melihat orang yang mengisi hatinya atau yang paling dekat dengannya seperti Alex karena menjadi tidak jelas, apakah itu penglihatan atau kemauannya."
__ADS_1
Jessy terdiam agak lama dan Handoyo masih menunggu Jessy melanjutkan ceritanya.
"Terus dia bertanya padaku mengenai hubungan kita... kujawab, tidak ada apa-apa diantara kita... kita hanya berteman baik dan menjalankan tugas bersama. tapi Jessy bilang aku sedang berbohong... katanya kita lebih dari seorang teman.
'Dia benar... kita lebih dari teman... buktinya semalam kita melakukannya dua kali.." Handoyo berkata sambil mencium kembali Nadia di kening Nadia. "Aku tak menyesal melakukannya denganmu... katakan dengan jujur, apakah kau menyesalinya?"
"Tidak... aku ingin kita bersama sampai misi kita ini berakhir....Minggu depan aku sudah berhenti dari organisasi dan aku akan mempersiapkan pernikahanku dengan Pramoedya!"
'Apa? " Handoyo kembali terkejut. "Kau ... kau mau menikahinya, Nad?"
'Iya itu demi kebaikan kita mas Han... aku gak mau jika kita bersama kita akan mati tragis dan dibunuh oleh anak kita... aku ingin dunia mengetahui persahabatan kita dan semua dapat berjalan sempurna dan hubungan ini hanya perlu kita berdua yang mengetahuinya mas Han... bisakah seperti itu?"
"Aku tidak mau kehilanganmu Nad... jangan menikah dengan Pramoedya... kita akan pergi jauh di tempat dimana dia tak bisa menemukanmu Nad..."
"Mas Han... Jessy sudah mengingatkanku tentang hal ini... bahwa kau takkan melepaskanku jika aku mengungkapkan isi hatiku padamu... aku sayang kamu melebihi apapun di dunia ini, mas Han... tapi aku gak mau anak kita menjalani nasib yang buruk...tapi aku bisa mengubahnya menjadi hal yang menyenangkan dan itu membutuhkan bantuanmu mas .."
"Maksudmu Nad..."
"Berikan aku benihmu dan biarkan aku menikahi Pramoedya... aku akan buat anakmu jadi orang yang berhasil dan dunia akan mengetahui bahwa ia anak Pramoedya... Jadi ramalan Jessy tidak akan terjadi , maukah kau melakukannya untukku , mas Han?"
"Tidak... aku tidak mau... Jessy sialan... aku akan membunuhnya sekarang !" Aku yang akan membesarkan anak kita dan akan melindunginya selama hidupku....
'Mas han... jangan marah dulu... dengarkan aku!"
'Tidak ... aku mau mandi dan setelah misi ini akan kubantai Jessy ... berani-beraninya dia membuat ramalan sialan... awas kau Jessy!" Lupakan ramalan itu...setelah missi ini kita pergi dan menghilang, Nad !
"mas Han... tunggu mas han..!"Teriak nadia pada Handoyo yang langsung bangkit dari tempat tidur.
Handoyo memasuki kamar mandi dan membanting pintu itu keras-keras. Dia emosi mendengarkan ramalan Jessy yang membuat Nadia memiliki rencana untuk meninggalkannya dan menikahi Pramoedya. Ramalan apa itu . Aku akan putar balik dan hancurkan ramalan itu.
*****
Happy Reading Guys. Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini? Thanks a lot ya. Love you all...
__ADS_1