Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
77. Waiting for you


__ADS_3

Sebenarnya tak ada manusia yang terlalu sibuk, yang ada bagi mereka yang benar-benar mengasihi seseorang, maka  ia akan menyempatkan waktu".


Tahukah bahwa rasa rindu ini menyiksaku?"


 


 


 


*****


Jessy melirik jam dinding di kamarnya, masih pukul 21.40. Dibukanya gorden jendela kamarnya dan di lihatnya rumah yang baru dibeli Alex untuk tempat tinggal mereka.


Rumah itu tepat berada di sebrang salonnya. Hanya lampu di luar halaman yang menyala, dan di luar masih sepi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di rumah itu  Alex dan mobilnya masih belum ada. Dihelanya nafas Jessy. Apakah pria itu begitu sibuk dan lupa janjinya untuk pulang. Tidak bisa kah ia mengabari ke telephon rumahnya  1 menit saja, dan memintanya untuk tidak menunggunya.


Sudah tiga  malam  ini etelah mereka menggelar pesta pernikahan  sederhana yang dihadiri oleh kerabat dan tetangga terdekat dan Alex yang pamit berkaitan pekerjaan masih belum menampakkan batang hidungnya. Tidak ada malam pertama ataupun kehangatan pengantin baru.


Jessy  serasa masih single di rumah ini  dan cuma pada jenny saja ia mampu bercerita. Dia sempat memikirkan perkataan Ballawa yang mengatakan bahwa Alex adalah penjahat dan merupakan rekan Handoyo. Apakah benar dan bagaimana jika sekarang Alex yang tertangkap?


Jessy kembali berbaring di kamarnya. Resah dan gelisah begitu memenuhi hatinya.  Ia sesungguhnya malu jika pernikahan ini gagal. Terlebih ayahnya yang sering bertanya, apakah Alex datang malam ini? " Entah jawaban apa lagi yang diberikan kepada Ayah untuk besok pagi jika ayahnya bertanya soal Alex.


Jessy menangis pelan sambil memikirkan suaminya yang belum pulang juga pada malam itu. Apakah rumah tangga yang dia jalani adalah rumah tangga bohongan dan bagaimana perasaan ayahnya jika ia dibohongi kembali.


Didengarnya suara kompor gas dinyalakan, Jessy menduga ayahnya tidak bisa tidur. Pasti ayah menyeduh kopi lagi. Pria itu pasti memikirkan rumah tangganya.   Maafkan aku, Ayah.  Maaf. Jessy berkata dalam hatinya dan ia  memilih tetap berbaring di kamarnya dan berpura pura terlelap.


Satu jam berlalu dan membuat Jessy yang kelelahan menangis akhirnya terlelap.


Sebuah mobil berhenti di depan salon Jessy. Pria itu melihat pintu ruang kaca salon masih terbuka. Dilangkahkan kakinya menuju ke dalam salon.


Ah apakah Jessy masih  menunggunya? Sudah larut... apakah wanita itu menunggunya seperti ini setiap malam. Ada rasa bersalah di hati Alex. Huff.  Ternyata sang ayah mertua masih menunggunya dengan masih merokok dan gelas kopi yang hampir habis.


"Selamat malam ayah... maaf aku baru pulang!" Alex  membuka percakapan sambil tersenyum pada sang ayah yang bangkit menyambutnya.


"Akhirnya kau datang, lex!"  Jessy sudah tidur... kau mau mandi dulu atau mau makan dulu?" Biar ayah bangunkan Jessy!"


"Gak usah ayah... aku cuma mau tidur saja... jadi gak usah bangunkan Jessy, biar dia tetap istirahat saja... aku juga sudah mengantuk banget, ayah!"


"Baiklah... masuklah ke kamar Jessy !" Ayah menunjuk sebuah kamar yang tertutup rapat di bagian belakang salon itu.  "Ayah  masih belum mengantuk dan akan tertidur beberapa saat lagi!" Kamu duluan saja sana!"


"Baik ayah... saya tidur duluan... " Alex  berkata sambil  melangkahkan kaki menuju kamar yang berada di dekat dapur rumah itu.


Dibukanya pintu kamar itu, ternyata Jessy sedang berbaring di ranjangnya dengan menggunakan gaun tidur selutut. Alex menutup kembali pintu kamar tidurnya dan menghampiri istrinya yang sudah terlelap. Ini adalah pertama kalinya ia memasuki kamar Jessy. Dipandangnya ruangan kamar Jessy yang rapih dan khas aroma dirinya.

__ADS_1


Alex tersenyum sambil membuka kemeja lengan panjangnya sehingga ia hanya menggunakan kaos dalam dan celana panjangnya. Ia memilih di bagian kosong ranjang di sebelah Jessy.


"Maafkan aku, Jessy... urusanku baru selesai!"  Maaf membuatmu menungguku lama dan keadaan yang memaksaku untuk melakukan itu!"   Gumam Alex sambil mengangkat kepala Jessy untuk dibaringkan di lengan kanannya dan tangan kirinya digunakan untuk melingkari pinggang istrinya itu.


Wanita itu masih terlelap dan tidak menyadari bahwa pria yang ditunggunya sudah pulang dan sedang memeluknya.dengan erat, hingga dering alarm mengusik tidur mereka di pagi hari pukul 05.00 pagi.


Jessy ingin membanting jam wekernya, namun tubuhnya tidak dapat bergerak karena seperrti tertimpa sesuatu yang berat.


Dengan malas ia membuka matanya dan mendapati Alex yang masih tertidur di sampingnya. Pria itu masih memejamkan matanya dan seakan tak peduli dengan suara nyaring alarm. Jessy mematikan alarm sambil terus memandang pada suaminya yang masih tidur. Entah jam berapa dia datang? bagaimana bisa masuk ke kamar? Apakah ayah yang membukakan pintu untuknya?"


"Al... Alex,... kamu pulang juga?" Kapan sih kamu datang ? Ko aku gak dibangunin!" Jessy memanggil alex sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya. "Al....


"Tidurlah lagi Jess... aku masih lelah , ntar agak siangan aku ceritain... " Alex sambil menarik Jessy ke pelukannya dan membuat Jessy akhirnya ikut berbaring dalam pelukan suaminya.


Hangat.  Ini pengalaman  pertama bagi Jessy berbaring di ranjang miliknya  bersama seorang pria. Untungnya mereka sudah resmi menikah. Tentu tak apa-apa, tapi bagaimana jika Ayah mendadak memanggilnya, Ia merasa malu. Akh jangan seperti ini.


"Tapi Al... aku harus masak untuk sarapan kita dan ayah... kamu tidur saja dulu, biar aku bangun pagi dan melakukan aktifitasku seperti biasa..."


"Tidur  saja dulu sampai agak siang... tadi malam aku sudah bilang ayah ko, aku ijin bahwa kita akan bangun siang dan ayah bilang akan maklum gitu...!" Alex berkata sambil terus memejamkan mata.


"Hah... kamu bilang begitu sama ayah?"


"Hemm....


"Al... awas... aku harus buatkan sarapan untuk ayah, karena ayah selalu sarapan pagi di rumah sebelum dia pergi kemana-mana, kemarin ayah bilang mau ke kota membeli beberapa peralatan untuk merapihkan kebun... Al... "Jessy berusaha mendorong tubuh Alex yang masih memeluknya.


"Ih apaan sih," Jessy berusaha mendorong tubuh pria itu sekali lagi,  Namun tidak bergeser sedikitpun.


"Al....


"Cium dulu !"


""Gak usah deh... udah jangan berisik, ntar ayah bangun dan suaramu itu kencang banget tahu... sekarang lepaskan aku... ini masih pagi dan biasanya ayah belum bangun, jadi lepaskan aku sebelum aku teriak panggil ayah kesini  !"


Alex tersenyum mendengar jawaban Jessy, namun matanya masih terpejam.


"Teriak saja, Jess ... Ayah sudah tahu apa yang ingin kulakukan dari semalam, dan kurasa ayah  maklum dengan semua perbuatanku ini " Alex tiba-tba membalik posisi yang awalnya tertidur menyamping dan membuat Jessy berada di bawahnya.


Kaki Alex yang menahan berat badannya dan berusaha tidak menimpa seluruhnya ke atas tubuh Jessy. Posisi itu membuat Jessy tidak nyaman dan berupaya makin kuat mendorong pria itu.


" Hei...matamu bengkak Jess... apakah kau habis menangis sayang?" Alex sangat terkejut mendapati mata istrinya yang bengkak.


"Kamu jahat , Al... dari kemarinan tidak mengabariku... ayah pikir kamu tidak akan pulang lagi!" Aku  terus menunggumu dan aku takut ..

__ADS_1


"Maaf... tapi urusanku sudah selesai dan aku akan  selalu menemanimu disini!"  Alex berkata sambil mencium kening Jessy dan ciuman itu akhirnya  turun juga ke mata, terus ke hidungnya.


Sesaat ciuman itu berhenti dan tatapan mereka bertemu.   Jessy meneguk ludahnya dan melihat kedua bola mata pria yang sejak semalam ditunggunya. Pria itu sekarang mengingininya.  Jessy cukup memahami pandangan pria yang selama beberapa hari ini menghilang tanpa kabar.


Alex segera  meraup bibir istrinya dan memasukan lidahnya sehingga lidah mereka saling bertaut.  Selama beberapa saat Jessy terkejut atas tindakan Alex padanya itu. Awalnya ia tidak merespon namun ciuman itu makin  menuntut dan membuatnya akhirnya ikut membalas dan menikmati pagutan itu.


Ciuman itu akhirnya berhenti dan Alex membelai pipi istrinya dengan lembut.


"Malam ini kita pulang ke rumah kita ya.... aku akan minta hak aku sebagai suami kamu, ya Jess? Apakah boleh? JIka gak boleh, aku akan melakukannya disini dan saat ini?"


Jessy hanya bisa mengangguk dan berusaha mendorong tubuh Alex yang mengungkungnya.


"Al... jika kamu pergi  ada pekerjaan , bisakah kamu selalu mengajakku?" Aku gak mau kehilanganmu atau sedih karena tidak mendapatkan kabar apapun darimu ?"


"Tentu... aku akan mengajakmu kemanapun aku pergi sayang... karena aku begitu merindukan kamu, tapi aku kepentok keadaan.... aku sayang banget sama kamu Jessy !"


"Bohong... kalo sayang .. ko kamu  gak punya waktu 1 menitpun untuk menghubungiku ?" Sebenarnya tak ada manusia yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya  yang ada jika dia sayang , maka dia akan menyempatkan waktu bagi orang yang disayanginya ".


Alex tersenyum dan mencium kening istrinya sekali lagi dan membelai wajah istrinyayang setengah merajuk.


"Kita teruskan di rumah kita... kecuali kamu mau ayah mendengar dan melihat apa yang akan kita lakukan!"  Jadi lakukan tugasmu di rumah ini setelah sarapan kita jalan-jalan ya!"


"Ya Alex.... terimakasih sudah menepati janjimu untuk pulang !"


"Tentu sayangku !" I Love you, Jessy !"


 


 


*****


 


 


 


Happy Reading Guys.


Terimakasih telah berbaik hati membacanya, Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini !"  Thanks a lot.


"

__ADS_1


 


 


__ADS_2