
Berbohong demi kebaikan bisa jadi positif ketika hal tersebut dilakukan atas dasar empati. Jika kamu memahami bahwa kebohongan kecil dapat menyelamatkan perasaan orang,terlebih orang yang kamu kasihi bahkan kebohongan itu dapat membuat mereka merasa lebih percaya diri.
*****
Warmen baru mengeluarkan mobilnya dari garasi rumah dan bersiap melakukan perjalanan menuju kota Bandung bersama Anneke. Mereka akan melakukan perjalanan menuju Bandung untuk mengurus mutasi kuliah Anneke. Berdasarkan informasi dari pihak kampus, bahwa Anneke tinggal melanjutkan beberapa mata kuliah saja jika membawa mutasi dari kampus sebelumnya.
Sudah dua minggu usia pernikahan mereka dan Anneke baru didaftarkan oleh Warmen di sebuah kampus Swasta terkenal yang berada di Jakarta Barat. Anneke bukan tipe penuntut, ia sangat patuh ketika Warmen memintanya menunggunya di rumah dan baru mendaftarkan dirinya kuliah setelah dua minggu di Jakarta.
"Ne.... ntar di kampus barumu banyak cowok-cowok keren lho...'Warmen membuka percakapan sambil menyetel salah satu radio mobil yang sering menyampaikan informasi lalu lintas.
"emang kenapa bang... kan aku sudah punya bang Warmen yang keren juga," Anneke tersenyum memandang suaminya yang sedang fokus menyetir mobil mereka.
"Jika mereka menggodamu.... jangan kau hiraukan mereka ya!" Aku tidak suka jika wanitaku disentuh oleh pria lain... aku bisa sangat marah, ne," Warmen melanjutkan ucapannya.
"Aku pasti setia sama abang..kan cintaku cuma sama abang..."Anne tersenyum dan memandang suaminya yang juga tersenyum kemudian beralih pada lalu lintas yang mulai macet.
Ditariknya tangan Anneke dan diciumnya punggung tangannya. Ada sebuah cincin perak yang dikenakan Anneke di jari manisnya. Cincin itu dibeli Warmen ketika mereka akan menikah di KUA, lima belas hari yang lalu. Tidak ada toko emas ataupun toko besar di pinggiran kota Lampung dan hari sudah sore, mereka memilih cincin seadanya.
"Ne... kita beli cincin lagi yuk... cincin pernikahan yang ini gak bagus... aku ingin beli cincin yang bagus di Bandung, mau gak?"
"Abang mau beliin Anne cincin lagi?" Anne langsung menengok pada pria yang sedang menyetir dan masih menciumi punggung tangannya beberapa kali.
"Iya ...kenapa? Apakah Anne gak suka?" aku takut orang lain akan menghina kamu, Ne .... ketika kamu menunjukkan cincin pernikahan kamu cuma perak biasa yang bisa dibeli dimana saja.... mau yah? Aku ingin kamu memakainya dengan sebuah kebanggaan.
"Bang Warmen... aku paasti mau dibelikan cincin baru oleh abang... tapi gak dibelikan juga gak papa..aku akan bangga menggunakan cincin ini... aku menyukai cincin ini karena disitu aku baru tahu bahwa abang tulus padaku... abang benar-benar sayang Anne, .... abang langsung menikahiku dan berusaha memenuhi permintaanku... aku tidak akan melepas cincin ini jika abang membelikankanku cincin yang baru... apakah boleh ?"
"Boleh sayang.... jika pernikahan kita tidak mendadak ..aku akan memberikanmu cincin yang bagus sebagai hadiah pernikahan kita.. Abang tidak akan pernah melepaskan kamu,Ne ... termasuk jika kakakmu datang mengancamku .. aku akan bilang... mau apa kau... dia sudah jadi istriku, jadi tidak ada hak kau , untuk ganggu istriku! Ujar warmen dengan sedikit meninggikan nadanya dan membuat Anne tertawa bahagia.
"Ne... kamu bahagia gak menikahiku?"
__ADS_1
"Bahagia banget... meski abang sibuk dan suka pulang malam sekali...Anne bahagia banget nikah sama Abang, . kalo abang bahagia gak nikah sama Anne?"
"Sure... aku bahagia banget sayang.... kalo tidak kan, abang tidak akan selalu pulang dan meniduri kamu setiap malam, "Ujar Warmen santai.
"Ihh... abang...."Anne memukul pelan suaminya. "Bang... Anne mau tanya donk?'
"tanya apaan sih.. pake minta ijin segala?"
"Janji ya... abang gak akan marah kalo Anne tanya?"
"Iya ... mana pernah abang marah sama kamu, Ne .... tanya apa? Asal jangan minta yang aneh-aneh ya!" Warmen sambil menyentil pelan dahi istrinya itu.
"Emh.... itu.... istri pertama abang apakah gak marah, jika setiap malam abang tidak pulang ke tempat dia.... sudah lebih dari dua minggu kita menikah dan abang belum pernah pulang dan mengunjunginya, " Anneke berkata pelan dan menunduk.
Sesungguhnya Warmen lupa bahwa ia pernah membohongi Anneke bahwa ia memiliki istri lainnya. Namun ia memang pernah memiliki kekasih yang sedang menempuh pendidikan di Inggris. Wanita yang menjadi masa lalunya yang indah. Wanita yang pertamakali ditidurinya sebagai pria dewasa.
Melinda adalah kekasih Warmen semenjak kuliah hukum di Universitas Indonesia. Wanita itu memilih meninggalkan Warmen yang sedang merintis karir di dunia hukum dan memilih mengambil bantuan beasiswa dari salah satu pengusaha kaya dan menjadikan dirinya simpanan pengusaha kaya yang tidak memiliki anak.
"Kamu tidak suka kalo abang selalu tidur di rumah kita... kamu ingin abang pulang ke rumah istri abang gitu?' Warmen bertanya pelan dan terus mengemudikan kendaraan yang mulai padat.
"bang... kalo abang gak pulang-pulang ke rumah istri abang itu, ntar dia pasti curiga dan kemudian nyari aku dan pasti suatu sat aku dihajar sama istri abang satunya ?' terus abang tidak bisa memilih diantara kami berdua...pasti istri abang akan mengusirku...lalu kemana aku harus pergi bang?" Anneke berkata dengan mata berkaca-kaca menatap suaminya.
"ha.... ha... kamu kebanyakan nonton drama di TVRI nih.... Anneke sayangku," Warmen tertawa terbahak-bahak mendengarkan alasan Anneke yang dianggapnya lucu.
"Abang.... benerkan yang Anne bilang?" Bagaimana jika istri abang meminta abang untuk memilih diantara kami berdua, " Anneke mulai menangis perlahan. "pasti Abang akan meninggalkanku.... Anne gak punya siapapun selain abang... huaa..... huaa....."Anneke menangis kencang.
Warmen terdiam mendengar kata-kata Anne dan berusaha menepikan kendaraaannya di pinggir jalan utama Jakarta- Bandung itu. Ketika kendaraan sudah berada di bagian terkiri dari lalu lintas dan Warmen berhasil berhenti di pinggir jalan itu.
"Ne... dengarkan abang yach.... Abang tidak akan pernah menemukan kalian berdua dalam kesempatan apapun... kamu gak usah khawatir... dia sedang kuliah di Inggris, dia akan berkarir disana... abang sudah pernah melarang dia untuk kuliah disana... abang pernah bilang jika kamu berani kuliah disana, maka kamu tidak bisa kembali bahkan mungkin sudah ada Warmen Junior dari wanita lain... dan istri abang itu bilang... silahkan saja.... jika ada yang mau melahirkan anak untukmu... aku tak masalah... tapi dia tidak mau abang ceraikan.... jadi tidak ada wanita yang akan menghajarmu... dan abang tidak akan pernah meninggalkanmu selagi kamu patuh sama abang dan selalu cinta sama Abang, " Warmen memeluk Anneke yang masih menangis sedih.
"Abang ini bukan trick abang lainnya kan?" Anneke tiba-tiba teringat bahwa Warmen suka membohonginya dan mengatakan itu adalah bagian dari trick.
"Gak dong sayang... coba kamu ingat-ingat deh...pernahkah abang menggunakan ****** ketika kita bercinta? "Pernahkah abang mengeluarkan benih abang di luar... itu selalu di dalam tubuhmu... abang ingin kamu yang melahirkan anak abang... kamu mau kan melahirkan anak untuk abang?' Warmen menarik wajah Anneke dan membersihkan sisa air matanya.
__ADS_1
Anneke mengangguk, " Anne sayang sekali sama Abang... jangan pernah tinggalkan Anne , Ya bang," Anneke menangis tenang dalam pelukan suaminya.
"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, apapun keadaanmu, Anneke," Ujar Warmen pelan dan pasti.
*****
Happy Reading Guys.... bolehkah tinggalkan jejak kalian disini?" Thanks a lot.
__ADS_1