Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
48.Lose to Win or vice versa


__ADS_3

Karena ungkapan tak berarti harus selalu dengan ucapan, tak jarang sikap jauh lebih mampu untuk dapat membuktikan segalanya.


 


 


 


*****


 


Hari ini adalah jadwal pertemuan terakhir ayng diijinkan oleh negara sebagai  kordinasi antara Handoyo dan tim pengacaranya untuk mempersiapkan sidang yang akan berlangsung minggu depan.


Handoyo  tersenyum sinis ketika  mengingat pertemuan yang mengejutkan dengan"big Mama" yang sudah menginfokan hasil keputusan dari sidang.  Benarkah yang dibicarakan wanita paruh baya itu. Organisasi apakah itu yang akan dia ikuti. Apakah kekuatan organisasi itu begitu besar sampai bisa menentukan nasibnya sebelum persidangan.


Saat ini Handoyo  sedang menunggu kedatangan tim pengacara di ruangan khusus yang disediakan oleh Mabes untuk tempat mereka berkordinasi. Status istimewa yang dimiliki  Handoyo yang merupakan tersangka dengan dukungan warga membuat polisi memisahkan dia di sel khusus milik kepolisian dengan ekstra ketat.


Hal itu merupakan antisipasi dari kepolisian dan kejaksaan atas dukungan warga menengah ke bawah yang sangat banyak dan  menjadikan "Cepot berdarah" sebagai pahlawan kegelapan yang membantu menyingkirkan tokoh-tokoh yang dianggap bersebrangan dengan kemanusiaan. bahkan bersebrangan dengan pemerintah yang sedang berkuasa.


Pintu ruangan dibuka dari luar oleh Dede Muhandar dan assistennya. Dibelakangnya sudah hadir kembali Warmen  Paris Sitompul, sahabat  Handoyo.  Wajah pria itu masih sedikit berantakan dan tampak kelelahan, namun ia mencoba tersenyum pada sahabatnya itu.


"Hai Bro.... apa khabar? " Sapa Warmen begitu melihat Handoyo yang sedang duduk menunggu kehadiran tim pengacaranya.


"Kapan datang War?" Tanya Handoyo lagi dan tidak menjawab pertanyaan Handoyo. "Gimana, apakah kamu bisa bawa anakmu ke Jakarta?"


"Aku baru sampai... tadi jam 5 pagi, terus si Dede ini menelpon dan  ngajakin kita untuk kordinasi, meski aku masih jetlag karena baru sampai Jakarta, aku usahakan ke sini.... mengenai anakku yang di Inggris berhasil kubawa tapi kutitipkan dulu pada orangtua Melinda, yach... kalau dia sekarang harus ikut aku, siapa yang menjaganya, Anneke masih belum ditemukan....  oh iya, ini ada titipan dari orang tua Melinda, katanya makanan ini khas Menado dan bisa membangkitkan semangat dan membuatmu tenang, Jadi ntar kau makan, Han.... Mereka  sangat mengidolakanmu, Han ... jika bukan karena aku pengacara kau, Han... Ayah Melinda akan tetap memusuhiku dan dia hampir setiap hari di London ,  selalu menanyakan apa yang sudah kulakukan untukmu dan kenapa sulit sekali  membebaskanmu..... akh sudahlah... mari kita bahas saja rencana kita untuk membereskan perkaramu saja, Han.... Dede, kau bilang ada tawaran dari tim jaksa, gimana?" Warmen meletakan bungkusan dari orang tua Melinda untuk Handoyo dan ia melihat Dede sudah bersiap dengan aneka berkasnya.


Sementara Assisten Warmen sudah mematikan sambungan rekaman di ruangan itu dan menggantikan dengan musik instrumental , yang bertujuan untuk  mengantisipasi adanya kebocoran suara sehingga merugikan tim mereka di persidangan. Ruangan milik mabes yang digunakan mereka biasanya dilengkapi oleh kamera dan perekam sehingga semua ornamen itu dimatikan dahulu sebelum mereka berkomunikasi strategi untuk di persidangan.

__ADS_1


"Gini War.... ada 2 tawaran jaksa kemarin yang disampaikan dan itu tidak akan pernah  dibahas di persidangan, semua hanya internal saja jadi kumohon kita pikirkan dengan matang karena ini akan menentukan nasibmu, Han.... yang pertama menurut Jaksa, lemahnya alat bukti yakni tidak ada senjata pembunuhan dan topeng si Cepot, Kau memang bisa akan bebas setelah bersidang tapi nanti Hakim akan memintamu melakukan beberapa hal  karena ada bukti keringatmu di kasus pembunuhan Jendral Setiono, maka kau akan kena wajib lapor selama 6 bulan dan kasus akan dibuka lagi jika senjata dan topeng diketemukan dan ini yang agak berat, .... kau wajib konferensi pers ke masyarakat bahwa kau mengutuk pembunuhan yang dilakukan oleh "Cepot berdarah"  dan di depan media kau harus menyampaikan bahwa kau merasa kehilangan atas orang yang dibunuh oleh cepot berdarah dan meminta para pendukungmu untuk berhenti karena kau bukan si cepot.... intinya kau harus menyampaikan rasa duka ke keluarga yang dibantai oleh Cepot, draf naskah ada padaku, jika kau bersedia... " Ucapan Dede langsung terpotong oleh Handoyo.


"Gila.... masakah jika gak ada bukti yang memberatkan aku  tapi aku harus mengutuk perbuatan si Cepot Berdarah.... harus menyampaikan rasa duka.... apalagi untuk keluarga setiono... tidak sudi!" Handoyo menjawab sambil berdiri dan mengepalkan tangannya dengan penuh emosi.


"Han.... duduklah, dengarkan dulu tawaran ke dua.... "Sahut Warmen bijak.


Handoyo akhirnya duduk kembali dan wajah amarah masih tampak. Warmen memperhatikan raut Handoyo dengan seksama. Sesungguhnya kedua pengacara itu mengetahui bahwa memang Handoyo adalah Sang Cepot Berdarah. Dan mereka bangga bisa menjadi pengacara handoyo.


" Apa tawaran ke dua, De?" Tanya Warmen.


"Tawaran ke dua adalah kau akan dipindana selama sepuluh tahun dan dipenjara di rutan yang ada di Cilacap, Mereka akan membiarkanmu menyimpan semua dokumen dan memastikan kamu tetap dipenjara tanpa ada yang boleh menjengukmu selama 5 tahun pertama....


"Akh itu bukan tawaran dong Dede, " Sahut Warmen. "Mereka tidak bisa menjerat Handoyo , tapi kan kita bisa buka fakta di persidangan dan mereka akan terpaksa membebaskan Handoyo, kita yang akan konferensi pers.... jadi tidak ada itu persyaratan pertama... sudahlah kita berjuang saja, pasti bebas kau Han... , ntar kita cari wartawan untuk support Handoyo... pasti bebas... belum lagi dukungan masyarakat yang sangat besar pada handoyo.... gak usah kau pedulikan tawaran tim jaksa!"


"Tapi menurut informasi yang kudapat, War.. Handoyo beberapa hari yang lalu sudah menemui Pimpinan "Elang Hitam" dan ia menyatakan bersedia bergabung dengan organisasi itu... otomatis dia memilih pilihan ke dua?" Benarkah informasi yang kudapat Han?"  Dede bertanya meminta kepastian dari Handoyo.


"Han... benarkah kamu masuk organisasi itu?" Kau gila Han... itu sama saja kau resmi masuk kelompok sayap kiri dan bersiap melawan negara ... Kau tahu siapa pimpinan organisasi itu,Han?" Warmen  terkejut dengan informasi yang baru di dapatnya. "Jangan bilang kau sudah  terjerat dengan organisasi itu, Han ?"


"Aku tidak tahu... aku sendiri bingung,  dua hari yang lalu sepulang dari persidangan sebelum masuk ke rutan,  mobil kami berhenti karena menunggu orang penting, kami menunggu di pinggir jalan ... dan kau tahu siapa yang kutemui.... aku tak tahu bagaimana menyampaikannya.... kalian mungkin tak percaya...


"Aku percaya... karena aku adalah salah satu pengacara dari "Organisasi itu" dan  kuharap kau han... tidak perlu menyebutkan detail organisasi itu... kecuali Warmen bersedia bergabung, maka kau kuijinkan menjelaskan.... gimana kau Warmen? Apakah kau mau join dengan kami?" Organisasi ini bisa menjamin masa depan kita dan meskipun dari luar kami terdengar seperti yang kau bilang tadi bahwa kami bersebrangan dengan pemerintah, tapi kami sebenarnya hanya mengkritisi kebijakan pemerintah.... apa yang kami lakukan demi kebaikan rakyat juga.


'Bah.... organisasi elang hitam  itu adalah salah satu sayap kiri yang sering bersebrangan dengan pemerintah dan sering melakukan teror tapi karena ada dukungan orang kuat jadi tak terjamah.... no... aku memilih  ada di pihak netral... aku akan punya dua anak dan mereka masih kecil ... sudahlah terserah kau saja Han... sebaiknya tidak mengambil satupun dari kedua pilihan itu... ayo kita bertarung di persidangan saja , Han !" Ujar Warmen dengan tegas.


"Tapi War... kemarin ketika aku bertemu dengan pimpinan organisasi itu, aku  sudah bilang, aku akan mengikuti persidangan dan menerima keputusan dari hakim yang akan menahanku, tapi sebulan kemudian dia akan menyuruh orang menjemputku.... kurasa aku ingin bergabung dengan organisasi itu, War... rasanya aku seperti menemukan duniaku yang hilang.


"kau tahu Han... Di era Orde ini, tidak ada yang bisa melawan pemerintah yang berkuasa... jadi kusarankan ... pikir ulang... kita bisa menang ko di persidangan, karena tim jaksa tidak punya bukti yang kuat selain bukti cairan keringatmu di samping Jendral Setiono.... sudahlah.... jangan takut, han... aku akan berjuang untukmu... mungkin kau paling lama dua tahun dipenjara.


"Tidak Warmen... aku ingin bergabung dengan organisasi ini.... aku pilih tawaran yang kedua, Warmen dan Dede, " Sahut Handoyo dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Kau yakin Han... kau siap dengan konsekuensinya?" Warmen bertanya lagi. " Kita masih bisa berjuang dan kupastikan aku akan "all out"


"Ya, aku yakin warmen. Maafkan aku, bukan aku tidak menerima usulmu, aku juga tidak punya keluarga yang harus kujaga, aku suka dengan tantangan..."Sahut Handoyo dengan penuh keyakinan.


"Kalo begitu aku mundur dari pengacaramu dulu Han... tapi aku tetap temanmu, aku akan mendukung apapun yang menjadi keputusanmu.... aku harus berada di pihak yang netral... apakah kamu baik-baik saja jika aku mundur mendampingimu?'  Warmen berkata pelan namun tegas.


Sesungguhnya Warmen menyesali Handoyo menerima tawaran Jaksa penuntut, karena ia yakin bisa membebaskan tanpa tawaran jaksa penuntut ataupun hukuman yang diterima Handoyo tidak lama. Warmen hanya tidak suka menjadi pihak yang bersebrangan dengan pemerintah. Di era Orde ini orang yang bertentangan dengan pihak yang berkuasa suka mendapatkan kesulitan baik dalam pekerjaan ataupun kegiatan lainnya.


"Tidak masalah Warmen, aku hargai keputusanmu... maaf ,aku ingin mengenal organisasi itu... dan memang kau harus tidak menjadi pengacaraku, carilah Anneke, dan nanti aku akan menemui kalian jika aku sudah bebas... Kamu bicara saja ke media, bahwa kamu mengundurkan diri menjadi pengacaraku, dan akan fokus pada keluargamu dahulu !"  dan kita tetap bersahabat....." Handoyo berkata bijak pada sahabatnya yang menatap penuh dengan keraguan atas keputusan yang baru diambilnya.


"Baiklah... Dede, kamu yang harus berjuang untuk mendampingi Handoyo, aku titip kawanku ini  dan kupercaya kamu bisa membantunya... ,maaf aku tidak bisa menerima tawaranmu... tapi terimakasih ya atas pertemanan kita selama beberapa waktu ini... Aku harus mencari istriku yang hilang dan merawat anakku satunya.


"tentu sobat... aku juga menghargai pilihanmu.... jika kau berubah pikiran...kau bisa hubungi aku..."Sahut Dede penuh keyakinan dan menyalami Warmen yang bangkit dari duduknya.


"Selamat berjuang, han.... minggu depan, kupastikan aku akan  tetap hadir di persidanganmu tapi sebagai pendukung saja," Ujar Warmen sambil memeluk Handoyo. erat. Kedua sahabat itu berpelukan sebelum berpisah karena prinsip yang berbeda.


 


*****


 


 


Happy Reading Guys.... Terimakasih telah berbaik hati membacanya.  Bolehkah tinggalkan jejak kalian di sini?" Thanks for support me, allways.


 


 

__ADS_1


__ADS_2