Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
97. Arti dari Maaf.


__ADS_3

Kamu dapat menutup matamu dari suatu hal yang mungkin tak bisa kamu lihat. Namun  mengapa kamu bisa menutup hatimu dari suatu hal yang tak ingin kau rasakan.  Apakah tidak ada aku di hatimu saat itu?  Mengapa kau tidak mengerti aku?" Harusnya diantara semua orang di dunia yang tak mungkin mengkhianatimu itu adalah aku, tapi kamu tak tahu dan tak peduli.


 


*****


 


Aleesha sedang terlelap di sofa ketika aroma parfum  yang sangat dirindukan tiba-tiba hadir dan  tercium di dalam ruang kerjanya. Aleesha masih berusaha mengingat-ingat dengan mata terpejam. Dia menyakini ada seseorang di balik punggungnya.


Ketika aroma itu makin menguat karena pria itu mengelus rambutnya dan membetulkan rambut yang di dekat telinganya. Hal yang tidak pernah disadari Aleesha akan dilakukan suaminya yang begitu sombong dan egois selama hampir dua puluh tahun terakhir. Suami yang dicintainya tidak mempercayainya dan menuduhnya mengkhianati pernikahan mereka.


Suami yang memilih menahannya dalam pernikahan yang mirip penjara dan membuatnya tidak bisa banyak bergerak karena lingkungan suaminya yang memiliki penjagaan yang ketat.  Aleesha masih memejamkan matanya seolah oleh tertidur.


Perkataan suaminya yang lembut dan terkesan tulus meluruhkan pertahanan dirinya yang selama duapuluh lima tahun terakhir amat membencinya dan membuat dirinya membuat organisasi yang mungkin akan menyerang kedudukan suaminya.


"Maafkan aku... maafkan aku yang pernah tidak mempercayaimu.... aku selalu sayang kamu, Aleesha !" Maafkan keegoisanku.... aku yang akan mengikuti apapun yang kau katakan.... bisakah kau memaafkanku sayang ?" Aku selalu mencintaimu, Aleesha...


Suara Gaffar yang begitu lembut di telinganya membuat kemarahan Aleesha yang selama ini dipendam dalam hatinya mendadak hilang.   Kenapa aku ini? Kenapa aku begitu mudah tersentuh hanya oleh sebuah perkataan maaf yang belum tentu dinyatakan dari hati.  Namun tubuh Aleesha yang semula terbaring dikursi itu serasa melayang karena Gaffar telah mengangkatnya dari sofa.


Aleesha terdiam dalam gendongan Gaffar. Ketika pria itu mendekap kepala Aleesha ke dadanya, tanpa Aleesha sadari air matanya menetes dari matanya.  Suatu rasa hangat yang menghilang itu kembali lagi. Ia merindukan pelukan pria yang sedang menggendongnya.


Gaffar membuka pintu kamarnya dan mendorongnya dengan kakinya, hingga pintu itu terbuka lebar, dan menutupnya kembali dengan kakinya pelan sehingga tertutup. Dibaringkannya tubuh istrinya di ranjang. Dipandanginya wanita yang masih terlelap.


Dikecupnya kening istrinya lama sekali. "Maafkan aku, Aleesha...."   Maukah kau memaafkanku, sayang... aku yang salah... aku yang selalu  tidak percaya padamu."


Aleesha tidak menjawab dan air matanya semakin tidak dapat dikondisikan. Ia akhirnya meneteskan air matanya kembali di depan suaminya. Hal itu diketahui oleh suaminya dan Gaffar kembali mencium tetesan air mata itu.


"Jangan menangis sayang... aku yang salah... maafkan aku," Gaffar memilih memeluk Aleesha yang masih bersikeras menutup matanya dan menangis. Tangisan itu makin keras ketika Gaffar mempererat pelukannya dan berbaring di samping istrinya.


"Apakah aku tidak layak mendapatkan maafmu?"


Aleesha masih menangis di pelukan Gaffar dan tetap tidak membuka matanya memandang suaminya. Gaffar mencium mata istrinya dan sambil mengucapkan kata-kata maaf itu.


"Kau ingin apa dariku Aleesha sebagai pemberian maafmu untukku?" Apapun akan kuberikan asalkan kau memaafkanku sayang... buka matamu sebentar sayang...lihat aku, sebentar ya!"


Aleesha masih menangis di pelukan suaminya dan tetap tidak ingin membuka matanya. Pelukan pria yang begitu dirindukannya. Tapi bagaimana mungkin jika ia saat ini membuka mata dan memandang pria itu ,  ia bisa luruh karena seluruh rencana yang dirancangnya selama ini akan siap dalam beberapa bulan ke depan. Ia tidak sanggup jika melihat mata suaminya dan akhirnya seluruh misi dibatalkan.

__ADS_1


"Aleesha.... apakah kesalahanku tak termaafkan?" Aku tahu Adiguna adalah  anak Yona yang kau selamatkan... aku yang salah, aku juga membawanya kemari, sayang  ,,, aku juga akan membantumu mewujudkan cita-cita Yona agar anaknya bisa berhasil dan aku sudah memintanya memanggilku papa."


Aleesha masih menutup mata dan tangisnya sudah mulai berhenti. ia tidak boleh goyah pada pria itu. sesungguhnya ia ingin memeluk pria itu dan berkata bahwa ia sudah memaafkannya. Tapi ia tidak boleh goyah karena organisasi "Elang hitam" membutuhkan dirinya karena rancangan yang dibuatnya harus diwujudkan dalam beberapa bulan ke depan.


"Maafkan aku... jika memang kesalahanku tak terampuni, ,,, Aleesha sayang!" Aku tak menyalahkan semua sikapmu, tapi aku ingin kau tahu, aku menyesali kebodohanku, sungguh!"


Deg...


Aleesha terkejut dengan kalimat nada putus asa dari suaminya. Sungguh ia ingin membuka mata dan memeluk pria itu dan berkata, betapa sayangnya dirinya pada Gaffar dan tersiksa akan segala sikap yang dilakukan Gaffar padanya.


Gaffar  akhirnya melepaskan Aleesha  dalam pelukannya dan  ia bangkit dari ranjangnya. Dibukanya lemari diujung ruangan  itu . Aleesha mendengarkan langkah pria itu dan merasa dapat membaca pikiran Gaffar.


Pria itu mengambil senjata yang ada di dalam lemari. Ketika pintu lemari itu dibuka dan Gaffar membuka laci di dalamnya, Pistol itu diambilnya dan akan diarahkan ke kepalanya sendiri. Untuk apa hidup jika ia terlalu banyak melukai wanita yang dicintainya.


Aleesha segera membuka matanya dan memastikan bahwa benar yang ada di pikirannya. Gaffar benar-benar sedang mengambil pistol itu. Ah tidak... tidak boleh terjadi. Aku marah tapi aku tidak ingin dia mati.  Aleesha bangkit dari tidurnya dan berlari ke arah suaminya. Dipeluknya tubuh suaminya yang kekar itu. "Aku sudah memaafkanmu, bang !" simpan kembali pistolnya... kita bicara baik-baik saja !"


Gaffar meletakkan kembali pistolnya dan membalikkan tubuhnya dan memeluk istri yang dicintainya. "Benarkah? "


Aleesha terdiam sejenak sebelum tersenyum pada suaminya. Sesungguhnya sebagian hatinya masih belum rela tapi ia tidak mau melihat suaminya mati konyol. Tapi misi dibentuknya Elang Hitam itu harus dijalankan, bagaimana mungkin dia menghancurkan misi demi suaminya. Bisakah ia menjalankan keduanya sekaligus. Misi berhasil dan ia bisa berdamai dengan suaminya.


"Kamu tahu, kamu tak pernah kehilanganku, aku selalu memperhatikan dan menyayangimu dibalik semua kesibukanku dan sikap diamku ... makanya meski kau minta cerai beberapa kali, aku tak akan pernah menceraikanmu... Aleesha... aku sayang padamu melebihi apapun di dunia ini , bahkan  nyawa ini milikmu... jika kau marah lagi padaku, maka kau  boleh mengambilnya... hanya kau yang boleh mengambilnya,Aleesha."


"Abang... ko bicaranya seperti itu!"


"Aku tahu kesalahanku besar, Aleesha, ....Harusnya aku sadar dari dulu diantara semua orang di dunia yang tak mungkin pernah mengkhianatiku itu adalah kamu, tapi aku egois dan memilih mempercayai bukti -bukti yang diberikan oleh Setiono dan aku tak tahu bahwa itu hanya berupa jebakan dan aku tidak pernah  menelitinya... aku yang bodoh  dan tak peduli.... maukah kamu memaafkanku, sayang ?"


"Aku sudah memaafkanmu... dan ingat kata-katamu tadi, nyawamu adalah milikku !"  Hanya milikku, Bang !"  Aleesha tersenyum dan memandang suaminya yang tengah menatapnya penuh kasih.


"Iya sayang... nyawaku adalah milkimu, kau boleh ambil kapanpun kau mau.. aku tak masalah "


"Jadi jangan pernah mati tanpa seijinku."


"Siap... sayangku,"  aku selalu sayang kamu, Aleesha!"


"Aku juga bang..!"


 

__ADS_1


Gaffar kembali memeluk istrinya erat. Kebahagiaanya serasa sempurna. Bolehkah jika mereka tetap terus bersama hingga sang pemilik kehidupan menjemput mereka bersamaan.


Aleesha tersenyum bahagia dalam pelukan suaminya. Hanya satu kata maaf dari suaminya telah mampu membuat kemarahan Aleesha hilang dalam sekejap dan rasa marah dan benci selama bertahun-tahun hilang dalam sekejap. Mengapa?  Aku masih mencintai Gaffar.


itulah rasa dari sebuah cinta sejati yang mampu mengampuni tanpa syarat.


 


 


*****


 


 


 


 


Happy Reading Guys.


Terimakasih telah membacanya dan berbaik hati meninggalkan komentar/like, poin /hadiah untukku.


Love you all, guys.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2