
Terkadang kamu harus kehilangan seseorang dahulu sebelum kamu akhirnya menyadari betapa berartinya dia dalam hidupmu.
*****
Warmen baru keluar dari Ruang Administrasi dan Informasi Kampus Universitas Indonesia di Depok. Sedikit mengejutkan berita yang didapatnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari staf administrasi kampus tersebut, diperoleh informasi bahwa Anneke sudah mengajukan cuti selama 2 semester kemarin.
Ternyata prediksi dirinya benar ketika Anneke dulu belum mengetahui bahwa Warmen dan Handoyo adalah teman baik.
Warmen merasa sudah pernah mengingatkan dahulu , waktu itu, dia takut Anneke akan menyesali keputusannya.Keputusan wanita itu untuk menikahinya dan berpisah dengan keluarga Setiono. Tapi apa daya, dia pun mencintai wanita dari keluarga Setiono itu.
Cinta ikut berperan membuat mereka berdua melupakan logika. Batas Cinta dan Benci itu tipis. Perasaannya makin tidak enak ketika mengingat Anneke masih belum ditemukan dan sedang dalam keadaan mengandung buah cinta mereka.
Apakah ia adalah pria yang tidak bertanggungjawab pada keluarganya? Apakah ia mengabaikan istri dan anaknya dan lebih mengutamakan janji pada sahabatnya?
Perasaan itu makin tidak enak di hatinya. Harusnya ia tidak meninggalkan Anneke di malam itu tanpa pesan dan pamit. Akh benar-benar bodoh. Warmen masih duduk di mobilnya di parkiran kampus UI . Kakinya yang mendadak lemas dan sakit kepalanya makin menjadi. Ditenggaknya botol air mineral yang memang tersedia di mobilnya.
Warmen memejamkan matanya, mencoba menahan berbagai emosi yang mendadak hadir di hati dan kepalanya. Janji untuk hadir di markas besar kepolisian dan menjalankan tugas sebagai pengacara membuatnya meninggalkan kampus itu.
Jika boleh jujur, perasaan sakit ini sama dengan yang pernah dirasa ketika Melinda memilih meninggalkannya dan memilih bekerja di Inggris. Perasaan itu berusaha dihilangkan dengan upaya dia mendekati banyak wanita yang cantik dan mau menemaninya di kala kesepian. Anneke menyembuhkan luka sakitnya dan membuatnya menjadi pria yang lebih bertanggungjawab.
Berbeda dengan Anneke yang polos dan mencintainya sepenuh hati serta memasrahkan dirinya pada Warmen sehingga ia benar-benar bahwa Anneke berani meninggalkannya.
Rasa luka ini terasa makin sakit, membayangkan jika Anneke memilih bekerja menghidupi dirinya dan anak dalam kandungannya sendirian. Sedih, perih, marah semua berkumpul jadi satu di hatinya. Mampukan dia menemukan Anneke? Kemana dia harus mencarinya?
Dijalankannya mobil itu menuju kota Jakarta untuk menemui Handoyo, Ia harus menyiapkan perkara dan pendampingan yang akan dihadapi Handoyo. Rasa lelah dan suntuk masih terlihat bagi orang yang berpapasan dengan Warmen.
Pria yang terbiasa rapih, bersih dan klimis itu menampilkan sesuatu yang berbeda bagi orang yang terbiasa melihatnya. Kusut , berantakan dan terkesan sangar. Penampilan yang berbeda untuk seorang Warmen.
__ADS_1
" Warmen.... " Sapa Dede Muhadar yang merupakan pengacara pendamping yang dikirim oleh Alex dengan tatapan terkejut melihat penampilan Warmen yang acak-acakan.
"Hai.... Sduah lama?....yuk masuk!" , pasti Handoyo sudah menunggu kita!"
"Kamu lagi kurang sehat ya, War?" Dede bertanya lagi dengan tatapan lebih intens.
Pertanyaan itu membuat Warmen sedikit tersentak dan menyadari bahwa pasti penampilan dia yang buruk pada hari ini.
"Gak sih.... aku cuma lagi pusing, istriku ngambek dan kabur entah kemana De...
"Ha... ha..... ha..... kamu bisa berantakan gini karena wanita..... ha... ha.... aku harus tahu wanita macam mana yang bisa membuat dirimu berantakan dan kusut begini..... hebat sekali wanita itu!' Dede terus tertawa sambil menggelengkan kepala ketika memasuki ruangan yang dijadikan tempat diskusi Dede, Warmen dan Handoyo.
Handoyo yang melihat penampilan Warmen pada hari itu juga terkejut dan seolah melirih Handoyo yang tertawa puas melihat penampilan berantakan Warmen.
"Kenapa War?" Kenapa kamu kacau balau begini?' Handoyo bertanya dengan nada prihatin. "Kamu baik-baik saja? "
"Hemmm.... "Sahut Warmen pelan dan kemudian menjatuhkan tubuhnya di sofa samping Handoyo.
"Dia lagi galau, istrinya kabur Han.... kebanyakan main cewek kali ya?' Jadi istrimu marah!"
"Hemmm.... sudahlah kita bahas kasus kita aja lah..." Warmen berusaha menghindari dan mengganti topik pembicaraan.
"Han... kamu mengenal istri Warmen?' Tanya Dede pada Handoyo.
"Istri dia adalah anak dari Jendral Setiono.... dan Warmen jatuh hati ketika wanita itu masih sekolah dan ketika Jendral itu meninggal , ia berhasil menikahinya... ya begitulah.... sudah kuduga.....War, sebaiknya kamu melepaskan kasus ini dan cari istrimu dulu... Anneke tidak mungkin pergi begitu saja dari hidupmu, War!" ... ini pasti karena kasusku, dia tidak mau kamu menjadi pengacaraku.... bener kan tebakanku?" Handoyo berkata tegas dan menatap tajam pada pria yang duduk di sebelahnya.
"Tenanglah Han, aku bisa membereskannya... sekarang kita fokus di kasus ini saja.... Anneke sudah tahu ko... jangan khawatir, aku akan tetap mendampingimu hingga ada keputusan dari hakim... pantang bagiku untuk mundur... jadi kamu konsen, mari kita bahas kasus kita saja!" Sahut Warmen pelan.
Warmen begitu tenang karena di pikirannya, Anneke begitu mencintainya dan dia hanya marah sesaat. Mereka berdua saling mencintai dan ada bukti cinta mereka di perut Anneke. Dan dulu dia sudah pernah bilang pada Anneke bahwa Anneke akan menyesali menikahinya tapi dia yakin jika Anneke bisa diketemukan, semua akan berubah bila wanita itu mendengar penjelasannya.
"War... aku punya teman yang kerja semacam detektif swasta, dia bisa cari orang yang hilang selama masih di Indonesia dan hidup, dia bisa ditemukan.... bagaimana? Kau mau aku menghubunginya?" Bagaimana War?" Dede menawari Warmen untuk membantu mencari Anneke dan menggunakan jasa detektif swasta.
"Boleh juga.... sore ini kita ketemuan sama itu detektif deh!" Sahut Warmen penuh semangat.
__ADS_1
"Semoga Anneke bisa diketemukan ya, War!" Sahut Handoyo pelan. "kau benar-benar mencintainya, War.... sama seperti aku mencintai Lidya.... dan dulu kau mentertawakan bahwa cintaku cuma satu, harusnya cinta pada banyak wanita.... dan kau bener-bener memiliki cinta pada satu wanita.... kau tidak bisa berbohong lagi, War!"
Handoyo sesungguhnya merasa bersalah pada Warmen yang memilih membela kasus perkaranya dan harus berpisah dengan wanita yang dicintainya. Wanita itu merupakan anak bungsu dari Jendral Setiono. Ternyata Handoyo bisa mencintai wanita benar-benar tulus, tidak seperti penampilannya yang terkesan tidak memerlukan wanita dan tidak masalah jika kehilangan wanita.
"Jika kau terus meledekku, Han... aku pulang nih.... tidur... aku hanya kecapekan mencari dia ke Bandung, ke kampus dan langsung kesini... jadi benar-benar kelelahan saja.
"ya.... mari kita bahas kasus kita,"Sahut Dede dan mulai mengeluarkan berkas-berkas yang ada di tasnya.
****
Waktu hampir pukul sebelas malam ketika Warmen memasuki rumahnya di kawasan Cempaka putih. Ia sudah meminta bantuan detektif swasta yang direkomendasikan oleh Dede Muhandar untuk membantu menemukan Anneke yang menghilang. Sedikit harapan diberikan oleh sang detektif yang dibayar Warmen dengan cukup mahal,dan dijanjikan akan ditemukan dalam satu minggu ini.
Aku pasti bisa menemukanmu Anneke dan membuatmu kembali ke rumah ini. Kau harus pulang , Anneke! Rumah ini sepi tanpa kamu, Anneke.
Warmen berjalan tertatih menuju kamarnya dengan kakinya yang lemas dan tidak bertenaga. Dilemparkannya tas kerjanya sembarangan dan dia menjatuhkan tubuhnya di ranjangnya. Warmen memejamkan matanya lekat.
Tiba-tiba Warmen terduduk di ranjangnya. Sedikit kesadaran sebagai manusia yang lemah membuat ia teringat masih bisa memperoleh bantuan dari Yang Maha Kuasa. Ia melipat tangannya dan memohon pada Tuhan.
"Tuhan.... tolong bantu saya menemukan istri saya, maafkan saya yang sering melupakanmu dan jarang menemuimu.... tapi kumohon Tuhan , Jaga Anneke dan anak yang ada di dalam kandungannya.
Tanpa ada yang mengetahui seorang Warmen akhirnya meneteskan air matanya. Ia menangis dalam gelapnya malam di dalam kamarnya.
*****
__ADS_1
Happy Reading Guys!" Bolehkan tinggalkan jejak disni?" Thanks telah membaca dan meninggalkan jejak kalian. Love you guys!'