Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
127. She is mine


__ADS_3

"Karena dalam rumah tangga bukan tentang siapa yang paling baik, melainkan bagaimana kita bersama-sama untuk menjadi lebih baik setiap hari dan saling melindungi satu sama lain.


*****


Pramoedya dan Nadia  baru turun dari mobilnya dan langsung memasuki rumah Jendral Gaffar.  Tangan Pramoedya menarik jemari Nadia seolah menunjukkan kamu adalah milikku. Seperti biasa tidak melalui birokrasi karena penjaga rumah mengenali mereka.


"Om Gaffar..... Om Gaffar....!' Teriak Pramoedya begitu memasuki rumah milik Jendral Gaffar sambil berteriak tidak sabar.


"Mas Pram... kita tunggu dulu, biar mereka melaporkan kedatangan kita dulu!" Nadia merasa tidak enak dengan kebiasaan suaminya yang memang suka seenaknya.


"Tak ada yang berani menegurku, nana... ayo, biar kita bisa segera ke istana!" Aku tak ingin berlama-lama di Jakarta, aku ingin segera ke Palembang."


Awalnya Pramoedya  tidak ingin mampir ke rumah ini lagi dan ingin langsung ke Palembang, namun Nadia memintanya untuk berpamitan terlebih dahulu pada keluarga Gaffar yang merupakan keluarga angkat Nadia.


Sebenarnya tak masalah menemui keluarga Gaffar, tapi ia tak menyukai anak angkat Gaffar dan Aleesha. Benar saja seperti perkiraannya, ia melihat Adiguna sedang sarapan pagi di rumah itu. Sudah cukup kebersamaan mereka beberapa waktu yang lalu. Ditariknya nafasnya dengan berat.


"Kau masih di sini Di?"  Sapa Pramoedya dengan tatapan tidak suka pada Adiguna yang sedang menikmati sarapannya dan duduk di sebelah Jendral Gaffar, sementara Aleesha tengah menyeduhkan kopi untuk kedua pria itu.


"Pram dan Nadia... mari kalian makan dulu!" Aleesha mengajak keduanya sarapan bersama.


Entahlah apa yang membuat Pramoedya tidak menyukai pria itu. Ada perasaan kalah jika harus bersaing dengan anak angkat Jendral Gaffar. Irikah ? Pria itu lebih tinggi dan terkesan lebih hebat darinya. tapi dia itu cuma pintar berkata-kata saja, pikirnya. benarkah ia iri pada Adiguna?"


Tentu saja  tidak. Ia lebih segalanya. Ia anak pemimpin negara ini yang meski disembunyikan oleh keluarganya, ia memiliki istri yang merupakan anak angkat dari istri  jendral Gaffar. Ia yang mendapat pelatihan khusus dari Jendral Gaffar. Tapi rasa tak suka dia tetap ada, tanpa disadarinya langsung muncul begitu melihat Adiguna.


"Tidak usah tante... kami cuma sebentar dan hanya ingin berpamitan.. sore ini kami ke Palembang,"


"Oh... nanti kami akan mengunjungi kalian disana ya...Pram!" Jendral Gaffar bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri anak manja yang baru menikah itu.


'Baiklah... kami berangkat dulu om dan tante," Pramoedya langsung balik badan dan melangkah sambil menarik Nadia kembali dan wanita itu hanya bisa berkata lewat pandangan mata pada Aleesha dan Adiguna.

__ADS_1


Hingga suara Aleesha menghentikan langkah Pramoedya.


"Pram.... tak sopan kamu seperti itu... kami ini adalah orang tua bagi Nana... jadi kalian makan dulu sebelum pergi dan jangan sampai aku menarik restuku untukmu !"


Pramoedya terkejut dan langsung berbalik. Ingin marah tapi melihat ada Jendral Gaffar yang telah begitu baik padanya, membuatnya ia segan melawan Aleesha. Pramoedya menata hatinya dan tersenyum pada Aleesha.


"Baiklah... jangan marah tante Aleesha, aku sebenarnya tadi terburu-buru tapi baiklah kita makan lagi Na... sedikit aja ya tante !"


"Nah gitu dong.... tante kan kangen juga sama Nana!" Aleesha tersenyum manis pada Pramoedya meski ia mengetahui sandiwara dari Pramoedya itu.


"Baik kami akan makan disini, tante Aleesha tapi bolehkah Adi pergi ke kantornya? Aku tak suka melihatnya jika ia tetap  makan disaat ini, Dia  bisa memperhatikan Nana... dan itu membuatku marah !" Pramoedya menunjukkan ketidaksukaannya pada Adiguna.


Adiguna yang semula diam saja dan berusaha tidak mempedulikan kehadiran keduanya, mulai terpancing.  Dia meletakkan sendoknya.


Jika boleh jujur Adiguna juga tidak menyukai pria arogan  itu. Pria yang merebut wanitanya dan mungkin merebut hati ayahnya dan mengambil seluruh fasilitasnya jika ia yang ada di posisinya. Apa juga kelebihan pria itu selain fasilitas dari sang ayah.


hening sesaat. keduanya saling bertatapan dan diperhatikan oleh seluruh orang di ruang makan keluarga Jendral Gaffar.


Jendral Gaffar dan Aleesha yang melihat bibit akan pertengkaran berusaha menengahi. Pria tua itu berusaha menetralkan keadaan karena ia sangat mengenal Pramoedya yang tidak pernah mau tunduk dan kalah pada pria lain. Terlebih pria itu merupakan kepercayaan Nadia yang telah diperistrinya.


" Pram... kau tidak bisa seperti itu pada anakku... aku akan mengajaknya kemanapun aku bertugas nanti... jadi kau harus bisa menghargainya, lagipula ia juga pemegang sabuk hitam. biar bagaimanapun kau harus hormat padanya..dia akan membantumu, jika ada masalah !".


"Baiklah... karena ada Om Gaffar, maka aku berusaha mengalah.. tapi kau tidak boleh terlalu dekat pada istriku," Pramoedya berusaha menjelaskan ketidaksukaannya pada Adiguna.


"Kenapa kau berfikir yang tidak -tidak mas Pram... Mas Adi itu sahabat dan penjagaku ketika kami bertugas... kumohon kau tidak membencinya!" Nadia berusaha membujuk suaminya.


"Biar saja Nad..... jika dia tak mempercayaimu, untuk apa kau bersamanya !" Adiguna berkata dengan tenang dan berusaha memprovokasi Pramoedya." Kau tahu Pram... aku mengenal Nadia lebih baik daripadamu... kau mau marah lagi? Silahkan !"


Adiguna tersenyum sinis dan bangkit dari kursinya. Ia ingin menghampiri Pramoedya, namun Aleesha menariknya dan memintanya menunggu di ruangan atas.  Sementara tangan kanan Pramodya mengepal untuk menahan amarahnya pada pria itu.

__ADS_1


"Saya ke atas dulu papa dan mama .. saya mau ganti pakaian... permisi Mas Pram terhormat dan mbak Nadia, Selamat makan !"  Ujar Adiguna dengan sedikit meledek dan matanya mengedip pada Nadia.


Nadia tersenyum manis dan itu dilihat oleh Pramoedya. Awas kau Adiguna. Pramoedya makin tidak menyukai Adiguna. Beraninya menggoda istrinya. Untungnya ia tidak kalah set untuk menikahi Nadia. Biar bagaimanapun, aku adalah pemenang dan pemilik Nadia. Menjauhlah !"


"Pram... duduklah !" Ada yang harus kubicarakan dengan kalian !" Gaffar berusaha mengalihkan pandangan Pramoedya dari Adiguna yang mulai menapaki lantai atas.


"Ya Om.


"Dengarkan om ... dalam rumah tangga tidak selamanya mulus dan tidak ada pertengkaran... tidak cukup hanya cinta dan merasa saling memiliki saja, tapi akan ada banyak masalah di depan kalian , om harap kalian bisa melewatinya."


"Ya. Om... cuma aku...


"Pram... kamu harus lebih dewasa dan belajar mengalah pada istrimu, jika kau tidak ingin kehilangannya suatu hati nanti... belajar dari kesalahan ayahmu dan aku... kau tahu persis apa yang terjadi di keluarga kita... kuharap kau dapat membesarkan anak kalian nanti!"


Pramoedya dan Nadia terdiam mendengar nasihat Jendral Gaffar. Keduanya mengetahui maksud dari Gaffar dan menjadi sedikit merasa tidak enak.


'Dalam rumah tangga itu diperlukan rasa  saling percaya... jika kalian saling percaya satu sama lain , maka tak ada yang mampu memisahkan kalian berdua !"


"Ya , aku mengerti. Om... maaf ya Na... aku agak keras tadi pada Adi... kau jangan terlalu baik padanya, aku tak suka "Pramoedya berkata pelan, jemarinya menggenggam jemari Nadia dan itu juga diperhatikan oleh Aleesha.


Nadia tersenyum dan mengangguk pada perkataan suaminya.


"Pram,.. tante Aleesha  tahu kamu  sangat menyayangi Nana... kumohon kalian bisa terus bersama sampai maut memisahkan kalian... jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain termasuk orang tuamu itu, Nadia memang bisa melindungi diri dan berani dalam bertindak, tapi tidak menjadikan dia seorang yang berani terhadap suaminya,... dia sudah tidak memiliki orang tua, sekarang dia hanya memilikimu... jadi jaga dan perlakukan dia dengan baik,  Karena dalam rumah tangga bukan tentang siapa yang paling baik, melainkan bagaimana kita bersama-sama untuk menjadi lebih baik setiap hari dan saling melindungi satu sama lain.. kuharap kalian mengerti dan dapat saling mengasihi selamanya!"


"Baik tante " ujar keduanya bersamaan.


*****


Happy Reading Guys, Boleh tinggalkan jejak kalian di sini? Thanks a lot ya

__ADS_1


__ADS_2