
Perubahan hanya bisa dilalui oleh mereka yang kuat dan mau menghadapi tantangan , biarkan saja jika terjatuh tapi aku akan berusaha bangkit kembali
*****
Dari luar ruangan milik Mangatur Sitompul, Kepala Sipir Lapas kelas I, Batu Nusa Kambangan, terdengar suara obrolan yang diselingi gelak tawa orang- orang yang di dalam ruangan. Ada 3 orang yang di dalam ruangan itu, Kepala Lapas, Nadia dan temannya dari Jakarta.
Indra dan Handoyo yang baru saja tiba di depan ruangan itu hanya dapat saling pandang mendengar tertawaan dan obrolan mereka yang terdengar akrab dan riuh. Keduanya harus mengatur nafas setelah berjalan cepat dan berjalan cukup jauh menuju kantor ini sebelum mengetuk pintu itu. Tidak disediakan transportasi untuk para narapidana di lapas ini.
Setelah merasa siap, maka Indra mengetuk pintu kayu itu dan baru memasuki ruangan setelah mendapatkan ijin dari pemilik ruangan.
"Masuk !" Suara Mangatur Sitompul itu terdengar nyaring di telinga kedua pria yang berada di luar ruangan.
Keduanya memasuki ruangan dengan tenang. Nadia tersenyum melihat Handoyo yang semakin bertambah legam kulitnya dan makin terlihat kekar di lapas ini. Nadia segera bangkit dari kursinya dan tersenyum penuh arti pada Handoyo. Tatapan mata mereka saling bertemu seakan saling berbicara.
"Sayangku,.... maafkan aku, baru datang sekarang.... kamu baik-baik saja kan?" Sapa Nadia sambil bergelanyut manja di lengan kekar Handoyo.
Handoyo tercekat dan ia langsung mengetahui ini hanya bagian dari rencana wanita ini untuk mengeluarkannya dari penjara ini. Ia harus mengikuti sandiwara wanita yang baru ditemui beberapa waktu yang lalu. Dibalasnya senyum wanita yang merupakan tangan kanan dari pimpinan Organisasi Elang hitam ini.
"Ya.... sudah kau bereskan semua urusan kita?' Jawab Handoyo tenang.
"Sudah dong sayang .... aku sudah bicara dengan Pak Mangatur dan membawa surat perintah dari Kejaksaan yang memang meminjammu dengan catatan tertentu yang tertutup dan rahasia , ini semua agar dapat membantu keamanan negara, jadi di dalam sel-mu akan ditempati oleh Mas Natsir... dia akan berperan jadi dirimu selama dua tahun ini... dan Bapak Mangatur sudah mengetahui bahwa ini adalah operasi Senyap, jadi beliau akan menyimpan berkasnya dalam tingkatan keamanan maksimal.
"Baiklah jika itu keputusannya, sayangku..... apakah kau bawa makanan? Aku lapar sekali..."Sahut Handoyo sambil melihat begitu banyak makanan diatas meja.
"Tentu saja... aku sudah siapkan untukmu di mobil. tapi menurut Pak Mangatur kita boleh meninggalkan lapas setelah makan malam diantarkan jadi tidak akan membuat tahanan lain yang diisolasi curiga....kita akan pastikan dahulu Mas Natsir memasuki ruangan sel-mu untuk menggantikan tugasmu... setelah itu baru kita berjalan!"
"Oh... "Sahut Handoyo pelan sambil menganggukkan kepala.
"Pak Mangatur , boleh saya mengajak suami saya ke mobil sebentar, kami takkan pergi sebelum memastikan bahwa Mas Natsir yang menggantikan Mas Handoyo bisa masuk ruangannya?"
Pandangan mata Mangatur dan Indra berpusat pada keduanya. Mereka memperhatikan interaksi suami istri yang baru bertemu setelah dipisahkan hampir sebulan lamanya. Mereka tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Nadia adalah bukan istri Handoyo. Bahkan wanita itu berani mengenalkan diri sebagai Lidya. Mereka begitu mempercayai cerita Nadia sehingga membiarkan Nadia bersikap seperti itu pada Handoyo. Sedangkan Natsir adalah bagian organisasi dari Elang hitam yang memang ditugaskan menggantikan Handoyo dan ia mendapatkan jaminan bahwa selama dia bertugas disini keluarganya dijamin oleh organisasi dengan bayaran yang fantastik.
"Kenapa tidak makan yang ini saja, Bu Lidya... kan ada sangat banyak makanan ?" Mangatur mengajak mereka menikmati makanan yang dibawa oleh Nadia dan memang jumlahnya sangat banyak.
__ADS_1
"Oh itu sesungguhnya memang untuk Pak Mangatur dan beberapa petugas disini... sedangkan untuk Mas Natsir sudah saya pisahkan juga.... jadi rasanya tidak enak, jika saya memakan yang sudah saya berikan... rencananya tadi...
"Sudahlah , yang dimobil itu untuk bekal di perjalanan kalian saja ... ini untuk kita makan bersama sambil menikmati kebersamaan kita dulu... Handoyo ini seperti keponakanku, Bu Lidya.... jadi tak usah merasa tidak nyaman dengan kami, ayo Indra dan mas Natsir... mari kita makan bersama... nanti setelah ini, Indra akan membagikan ke seluruh petugas disini!"
"Baiklah kalau begitu,"Sahut Nadia sambil terus memegang lengan Handoyo.
Sementara Handoyo tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti sandiwara yang dilakukan oleh Nadia. Wanita ini terus menempel padanya dan berperan sebagai istrinya. Mereka mengobrol dengan intens sambil menikmati makan siang yang dibawa oleh Nadia . Handoyo harus menceritakan detail kegiatan proses pengelolaan kebun jagungnya pada Natsir yang akan berperan selama 2 tahun di lapas ini. Kegiatan yang dilakukan di lapas selama hampir sebulan ini.
Handoyo memang tidak mengerti bahwa memang ada orang yang bersedia bekerja sebagai narapidana pengganti. Jadi ia merasa sedikit bersalah pada Natsir yang memang bersedia menggantikan dirinya untuk menanggung hukumannya di lapas ini dan terlebih apakah sistem keadilan di negara ini memang begitu mudah dikendalikan oleh Organisasi elang hitam. Organisasi yang luar biasa untuk dimasuki, itu ada di benak Handoyo.
*****
Malam semakin larut, ketika Handoyo, Indra, Natsir dan Nadia berhenti di depan Bangunan depan isolasi hijau. Handoyo pernah merasa tersiksa dengan peraturan dan kewajiban yang harus dijalani selama di Lapas ini. Tapi Natsir adalah orang yang tidak dikenalnya, tetapi pria ini mau menggantikan hukuman yang ditanggungnya
Mereka berempat berdiri di depan pintu gerbang bangunan isolasi itu. Keempatnya memandang lingkungan yang diterangi oleh lampu yang nyalanya kalah oleh gelapnya malam.
"Tentu Mas handoyo... saya melakukan ini untuk keluarga saya di kampung... ini adalah pekerjaan yang bisa saya lakukan dan untuk biaya keempat anak saya sekolah, "Sahut Natsir dengan penuh keyakinan.
"Kau tidak akan menyesalinya? kau tidak bisa menemui keluargamu selama 2 tahun ini dan jika aku meninggal selama tugas dari negara, maka kau yang akan meneruskan hukumanku selama 7 tahun lho?" Sahut Handoyo mengingatkan pada pria itu betapa keras hidupnya.
"Saya tahu mas Handoyo, tadi mbak Lidya sudah menginformasikan dan dia berkata selama saya tugas, maka anak dan istri saya akan hidup dalam kelimpahan.... itu yang paling penting, jadi tenanglah menjalankan tugasmu... aku tahu apa yang akan kulakukan dua tahun ke depan," Natsir berkata tegas sehingga membuat Handoyo hanya bisa menepuk pundaknya , seraya berkata terimakasih.
'Pak Indra.... terimakasih atas bimbingannya selama saya disini.... saya berharap jika ada kesempatan, saya dapat membalas kebaikan bapak?" Ujar Handoyo yang beralih pada pengawasnya selama di lapas beberapa saat ini. "Saya usahakan kembali dalam 2 tahun sesuai perjanjiannya.... "
"Sama-sama Handoyo... terimakasih juga telah menjadi teman dan warga binaan yang baik di sini... jaga dirimu dan hati-hatilah di luar sana.... Setiap tindakanmu semoga dapat membuat hukumanmu disini bisa dikurangi... itu doaku untukmu, Han!"
"Terimakasih Pak Indra dan Mas Natsir... saya dan istri saya mohon pamit," Ujar Handoyo .
Nadia membukakan pintu samping pengemudi untuk Handoyo memasuki mobil itu. Sementara kedua pria itu memasuki bangunan isolasi hijau dan berperan menjalankan tugasnya masing-masing.
Nadia yang mengemudi mobil itu karena ia merasa Handoyo tidak mengetahui Medan jalan di pulau kecil yang memang lampunya terbatas dan jalannya sempit. Mereka harus sampai di dermaga harus sebelum tengah malam. Hal itu harus dilakukan karena kapal pendukung operasi yang memang membatasi orang mengetahui pergerakan mereka dan ada di tengah malam.
"Jadi apa sesungguhnya rencanamu Nad?" Tanya Handoyo begitu mobil berjalan meninggalkan lapas.
__ADS_1
"Big mama berpesan bahwa aku harus menjemputmu, dan kau sudah ditunggu di Kota Semarang besok sore, tugas pertama kita adalah membereskan seorang pembelot, dia adalah orang penting di kota itu tapi ia menjual informasi pada salah satu kerabat panglima.... dan tugas kita nanti akan berperan sebagai suami istri dan kau adalah pengusaha yang akan membeli koleksi keris emasnya.... dan setelah koleksi itu dikeluarkan maka keris itu pastikan menancap di jantungnya... Kau paham kan tugasmu?"
"Ini yang kau sebut tugas negara?" Kenapa kau bisa menipu dengan mudah kepala sipir itu?"
"Kau akan semakin paham setelah makin lama di organisasi ini.... kita harus "All Out " disini.... dan aku adalah mentormu, meski aku tahu kemampuan menembakmu diatasku.... aku tahu ketepatan menembakmu luar biasa... tapi aku di organisasi ini lebih senior!"
"Baiklah..."Sahut Handoyo pendek.
*****
Happy Reading Guys!" Selamat membacanya, bolehkan tinggalkan jejak disini? Thanks a lot
__ADS_1