
Kesuksesan itu diraih dengan kerja keras dan optimis.
Aku ingin kamu sukses, aku yang akan mendukungmu untuk maju dan meraih mimpimu!"
*****
Handoyo mengikuti langkah ibu Aleesha dan Nadia yang berjalan cukup cepat di lobby Kantor "Diamond Grup". Ini pengalaman pertamanya memasuki kantor dan diminta oleh Ibu Aleesha untuk bekerja sebagai assisten dari perempuan yang diperkirakan mengetahui masa lalu ibunya.
Suasana di lantai lima belas dimana ruangan milik Ibu Aleesha cukup sepi . Begitu lift dibuka, hanya ada 5 orang yang sedang serius bekerja menatap komputer mereka masing-masing.
Ruangan besar itu untuk 5 orang yang terdiri dari sekretaris dan empat staf khusus dari tiap perusahaan yang tersebar di empat kota. Dan semuanya adalah wanita yang sedang serius bekerja. Tidak ada satu priapun di lantai ini yang bertugas. Semuanya wanita.
"Adiguna..." Panggil Ibu Aleesha yang memecahkan keheningan dan matanya menatap Handoyo seakan kode, bahwa namanya di kantor ini telah berganti.
Panggilan itu cukup mengejutkan Handoyo, Namun refleks dia memahami panggilan itu untuk dirinya, karena di ruangan besar ini hanya dirinya yang cocok dengan nama itu.
"Ya bu Alesha..."Handoyo berkata pelan dan melangkah mendekati Ibu Aleesha.
"Mulai besok kamu yang mengatur mereka semua selagi aku tidak di tempat, Kamu adalah wakilku di perusahaan ini dan segala urusan kantor harus melalui Viana yang memang telah menjadi sekretarisku disini selama 3 tahun " Ibu Aleesha berkata sambil menunjuk seorang wanita berambut pendek.
Wanita yang baru berumur sektiar tigapuluhan dan berwajah cantik itu langsung otomatis berdiri dari tempat duduknya."Selamat siang Pak Adiguna, saya Viana," Ujar wanita itu sambil tersenyum ramah dan Handoyo hanya menganggukkan kepalanya.
Viana duduk di paling kiri dan posisinya dekat pintu yang menuju ruangan direktur. Disebelahnya terdapat dua buah meja besar yang ditempati oleh empat orang dengan berbagai aneka perlengkapan kantor yang dibutuhkan mereka sebagai penunjang perlengkapan bekerja.
"Pak Adiguna, saya perkenalkan teman-teman saya di ruangan ini, Yang ini Maricel yang bertugas menangani Diamond Surabaya, Inneke yang bertugas menangani Diamond Semarang, Hanifah yang menangani Diamond Palembang dan Linda yang menangani Diamond Medan," Viana menjelaskan tugas keempat rekannya.
Otomatis dari setiap nama yang disebut oleh Viana, para wanita itu langsung otomatis berdiri dan menganggukkan kepala dan memberikan salam. Handoyo cuma menganggukkan kepala saja.
"Besok saya dan Nadia akan ke Semarang, maka Inneke akan ikut saya, sementara Viana dan lainnya semua harus berkordinasi dengan Adiguna, kuharap kita semua dapat bekerja sama dalam tim,"
"Baik bu, " Jawab kelima wanita itu kompak.
"Adiguna, kamu ikut saya ke ruangan dan Nadya tolong pesankan makan siang kita, aku ingin ruangan rapat di selasar ini dalam 40 menit sudah tersaji makanan untuk kita berdelapan makan bersama, Nad !" Ibu Aleesha memberikan perintah kepada Nadya.
Handoyo melangkah mengikuti Ibu Aleesha yang memasuki ruangan kerjanya di lantai itu. Sesungguhnya Handoyo bingung, apa yang akan dilakukan Ibu Aleesha padanya? Tahukah wanita ini selain senjata dan membongkar mesin-mesin berat, dia tidak mengetahui apapun dalam berbisnis. Apakah ini kamuflase yang diciptakan Ibu Aleesha untuknya?"
Ruangan kerja Ibu Aleesha cukup luas dan ada dua meja besar yang letaknya tidak jauh. Meja pertama adalah meja yang bertuliskan nama perempuan itu. Aleesha Gaffar, Direktur.
"Duduklah di kursi itu !" Aleesha menunjuk sebuah meja yang letaknya tidak jauh dari meja Aleeha dan betapa terkejutnya Handoyo melihat meja ke dua adalah meja yang bertuliskan nama "Adiguna Yohan" Direktur.
"Lihatlah itu kartu pengenal dan pasport baru untukmu, ingat namamu adalah Adiguna Yohan " Dan jika suamiku bertanya padamu, katakan bahwa kau adalah anak angkatku yang kubesarkan di Palembang !" Jangan pernah sekalipun keluar dari mulutmu tentang asal usulmu dan bisa diketahui oleh orang disini, cukup kita dan kiyai Umar kecuali kau ingin menghancurkan cita-cita Yona," Aleesha berkata pelan namun penuh nada ketegasan.
Deg.
__ADS_1
Yona, Ibu Aleesha menyebut nama perempuan itu. Nama ibunya yang baru diketahui beberapa hari yang lalu. Handoyo ingin bertanya tapi lidahnya mendadak kelu.
"JIka di dalam perusahaan Kau panggil aku adalah Ibu Aleesha dan di luar perusahaan , kau panggil aku Mama.. karena sesungguhnya aku cukup berhasil menyembunyikanmu selama ini, meskipun Setiono hampir berhasil menemukanmu dan mencurigaimu... untungnya, dia sudah mati !"
"Bu Aleesha, boleh aku bertanya?"
"Ya, katakanlah Handoyo... aku sesungguhnya senang melihat kau berhasil menjalani missimu dengna sukses, berarti Yona mendukung langkahku!"
"Pertama, kenapa aku yang harus duduk di kursi ini?" Bisakah aku mendapat alasan kenapa kau menitipkanku ke panti asuhan dan tidak pernah menengokku sama sekali, apakah "pria" itu mengancammu atau apakah aku akan dibunuh oleh pria itu?" Handoyo berkata agak keras dan mulai berdiri dan melangkah meninggalkan kursinya.
"Pria yang kau maksud itu adalah bukan Gaffar kan?'
"Bukan... maksudku... emh,... dia maksudku... kau tahu kan yang ku maksud, yang mengakibatkan ibuku terbunuh itu !" Pria yang kejam tapi berlagak menjadi orang paling bijak di negeri ini!"
"Katakan padaku, apakah kau sayang pada Yona, Han ?" Aleesha menatap Handoyo dengan tajam.
"tentu saja, aku menyayanginya ibuku meski aku belum pernah menemuinya." Kurasa dia wanita baik dan berusaha menjagaku jika ia masih hidup, tapi sayang umurnya begitu pendek." Handoyo berkata pelan dan mulai duduk kembali di kursinya
"Apakah kamu marah atas ketidakadilan yang di alami Yona?"
"Tentu saja, aku marah dan benci pada pria itu!" Pria yang tidak mampu melindungi istrinya !" Pria yang tidak mampu menjaga keluarganya !" Handoyo berkata agak keras dan membuat Aleesha itu tersenyum.
"Bagaimana jika kau bertemu dengan pria yang menggantikan posisimu di samping pria itu?" Apakah kau membencinya atau mengasihinya?"
"Aku tak tahu, dan kurasa biar saja dia di posisi itu... aku tak mau menjadi bagian dari keluarga itu !"
Handoyo cuma terdiam dan mendengarkan penjelasan Aleesha.
"Kenapa aku menjadikanmu direktur disini , ini adalah untuk membalas jasa Yona dan ini adalah saat yang tepat menunjukkan kepada dunia, bahwa Yona itu bisa membalas perbuatan Tiara yang begitu angkuh dan selalu mengatakan aku adalah perempuan gatal dan tidak setia , dia melakukan segala cara ingin menghancurkan rumah tanggaku dan membuat Aku dan Gaffar jadi eperti ini, dan yang harus kau ingat, semejak kau dilahirkan , kau hjrus kehilangan ibumu,.... keegoisannya membuat dia bisa bertahan sebagai satu-satunya wanita di samping pria itu."
Handoyo masih terdiam mendengar penejlasan Aleesha. Ia melihat Aleesha seperti mengingat masa lalu dirinya bersama Yona. Wanita itu berkata seakan menahan tangisnya.
"Han... Ibumu wanita baik dan sangat menyayangiku, dia berpesan... apapun caranya, kamu harus hidup, makanya aku menitipkanmu di panti itu."
"Ya bu, sekarang aku paham, terimakasih atas semua hal yang ibu lakukan untukku!"
"Besok aku berangkat dan aku akan di Semarang selama sebulan, Selama aku di Semarang, atur waktumu untuk bekerja di kantor, dan minggu depan pada waktu malam, buatlah janji dan temuilah Gaffar , katakan padanya, Kau akan di tes darah., dan katakan padanya menurut "Mama Aleesha, Jendral ingin mengantarnya dan mengetahui hasilnya, Ikuti sesuai permintaannya, kapan test itu akan dilakukan.... dia selama ini minta untuk bertemu dengan anak angkatku... temui dia, dan tanpa ijin darinya, jangan sekalipun mengangkat kepalamu, tanpa di suruh olehnya .... usahakan jangan terlalu lama kontak matamu, dengan Gaffar , kau sangat mirip dengan pria itu, Han !" Aku ingin menyusun rencana lebih matang... !
"Baik , Bu Aleesha." Sahut Handoyo pelan.
Handoyo mulai menyadari posisi dan permainannya. Mimpinya mengetahui siapa orang tuanya akan semakin lebih jelas. Sahabat ibunya yang mengulurkan tangan untuk mewujudkannya.
"Kamu harus berhasil, Han... Aku ingin membalaskan sakit hati Yona,... kamu harus dapat mewujudkannya..
"Terimakasih atas bantuan ibu, semoga aku dapat membereskan pria itu!" Sahut Handoyo tegas.
__ADS_1
"Aku ingin kamu sukses, Han.... aku yang akan mendukungmu untuk maju dan meraih mimpimu!" Tapi tidak hanya untuk pria itu, lakukan juga, hal yang sama untuk Tiara!" Aleesha berkata dengan tatapan berkaca-kaca.
"Baik bu Aleesha.
"Ingat, Han... katakan pada Gaffar ... dulu kehidupanmu di pesantren dan sibuk berjualan di pasar, kau diajar langsung oleh kiyai Umar, sehingga kau bisa memiliki insting yang bagus dan sedari kecil kau dititipkan untuk diasuh oleh mbok cuci yang ada di pesantren, sehingga Gaffar tidak mungkin menemuimu ..., Katakan itu!"
"Baiklah," Sahut Handoyo sambil memikirkan wajah kiyai Umar yang memintanya untuk mengajak Aleesha dan Gaffar berbaikan.
"Bu... aku ada titipan pesan dari kiyai Umar... "Ucapan Handoyo langsung terpotong oleh Aleesha.
"Aku tahu apa yang diinginkannya, dia ingin aku dan Gaffar kembali, tapi itu nanti setelah kamu jalankan tugasmu, Han... kita harus berjuang dalam mencapai misimu itu!" Yona terlalu disakiti disini, dan tidak ada satupun yang membela ataupun mengingatnya,.... Ingat Nadia juga tidak boleh tahu semua rencana kita.." Aleesha berkata pelan namun dengan pandangan tegas pada Handoyo.
"Baik bu. " Handoyo berkata dengan serius dan mereka saling bertatapan penuh keyakinan akan perjuangan ke depan yang masih panjang.
Tak lama kemudian, pintu ruangan mereka itu diketuk dari luar.
"Masuk !" Aleesha menjawab dengan agak keras dan membuat orang yang dibalik pintu itu membuka dan masuk ke dalam ruangan kerja mereka.
"Bu Aleesha dan Pak Adiguna, makanan sudah siap... kami menunggu Ibu dan Pak Adiguna untuk makan siang bersama, Apakah mau makan sekarang ?" Ujar Nadia dengan ramah
"mari kita makan dulu,panggil yang lainnya juga, Nad !" Ayo Adiguna !"
"Mari bu...." Handoyo berusaha membiasakan dirinya dengan nama panggilan baru itu!" Matanya melirik ke arah nadya yang keluar lebih dahulu.
Handoyo berjalan bersama Aleesha meninggalkan ruangan itu. Ini adalah dunia baru Handoyo, apakah dia mampu menjalankan misinya. Semoga saja !"
*****
Happy Reading Guys, Semoga kalian masih mau membacanya, dan tentunya berbaik hati meninggalkan jejak kalian disini . Thanks A Lot ya!"
"
__ADS_1