Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
14. Memori


__ADS_3

Ketika hati masih menginginkan seseorang di masa lalu kembali dengan kenangan indah dulu, lihatlah bahwa hidup itu terus berputar dan  maju untuk masa depan."


 


*****


 


Handoyo harus berputar arah karena ada pembangunan jalan layang yang akan memperpendek jarak antara Jakarta ke Cilegon. Menurut RRI yang tadi menyiarkan informasi bahwa pembangunan jalan layang ini akan selesai dalam 2 tahun lagi yakni tahun 1992. Putaran itu membuat mobilnya harus melalui Jakarta Pusat.


Di perempatan cempaka putih ketika ia menoleh di lampu merah, iHandoyo menengok ke arah  samping bersamaan dengan pengemudi  mobil yang ada di sebelahnya. Kedua pengemudi itu saling bersitatap dan sama-sama tersenyum dan Handoyo menunjuk ke arah kiri sehingga pengemudi mobil  yang baru ditemui hanya mengangkat jempolnya tanda setuju. Mobil berjalan beriringan menuju salah satu warung kopi di pinggir jalan bypass itu.


Begitu melihat warung kopi yang memiliki parkiran agak luas di jalan utama bypass, Handoyo membelokkan mobilnya ke arah warung kopi itu. Langkahnya diikuti oleh mobil yang dibelakangnya. Handoyo memilih menunggu di teras warung dan segera memesan kopi dan cemilan gorengan untuk dirinya dan sahabat masa lalunya.


"Apa khabar Bro ?"  Sapa pengemudi ke dua itu sambil mengangkat tangannya mermberikan kelima jarinya  di atas kepala pada Handoyo. Telapak tangan mereka saling menepuk dengan hangat. Sapaan sederhana bagi keduanya setelah lama tidak berjumpa. Terakhir bertemu di rumah Handoyo 2 tahun yang lalu.


"Baik Warmen.... gimana keadaanmu?" Kelihatannya tubuhmu makin berisi. dan terawat sempurna.....emh  sepertinya  kau sudah menikah sekarang, men?"


"Kau takkan percaya.... siapa istriku sekarang?" Warmen menjatuhkan tubuhnya di kursi depan Handoyo. Ia segera mencomot pisang goreng yang baru matang. Sesungguhnya ia kangen ngobrol dengan teman lamanya ini. Wajahnya tersenyum hangat.


"Siapa? Rekan kantormu ? Atau pejabat di pengadilan?  .....oh .... tidak pasti si  bungsu anak si bajingan itu kan?" Handoyo menatap Warmen dengan  tidak percaya. "Kau benar-benar menikahinya? Kapan?"


"Tidak  lama setelah peristiwa pembakaran di alun-alun itu..... kau terlibat kan?" Warmen bertanya sambil menenggak kopi yang masih panas itu.


"Hemm.... aku tidak membereskan semuanya...karena ingat pesananmu.... tapi kudengar anak yang bungsu itu memang sudah lama pergi dari rumah utama sang Jendral. "Handoyo menjelaskan pelan pada Warmen. "kapan kau menemui si bungsu itu.?"


"Seminggu setelah peristiwa itu, jenasah dua orang itu mulai dikenali identitasnya ....dan polisi memanggil keluarganya, hal itu bersamaan dengan gugatanku yang diterima di pengadilan...aku sedang mengamati petugas pengadilan untuk menyegel rumah itu.... dan ketiga anak Setiono itu datang dari pemakaman.... kakak lelaki yang kedua itu nyaris memperkosa si bungsu...hingga ia kabur, dan baru kembali hari itu....kemudian aku mengajaknya untuk ikut denganku.. dan dia mau dengan sukarela.


"Hebat kau.... tapi apakah dia tahu kita berteman? bagaimana jika ia sampai tahu? "Handoyo menatap Warmen dengan sedikit cemas.


"Dia tidak akan tahu...kita harus menjaga semua itu....aku berjanji akan menjaga wanita itu dengan nyawaku" Warmen menatap tajam pada Handoyo.


"kau benar-benar mencintai wanita itu , Warmen!" Handoyo menepuk pundak temannya itu.

__ADS_1


"Aku punya banyak cinta untuk wanita Han.... tapi wanita ini memang spesial dan mampu memuaskanku di ranjang... bagaimana denganmu? Sudah ada pengganti Lidya?"


"Bagiku cintaku cuma satu.... cuma Lidya yang dapat menemaniku dan aku sedang menunggunya menjemputku... Setiap malam aku memimpikan dia, han.... Setiap malam dia menemaniku tidur di ranjangku!"


"kau carilah wanita yang benar-benar ada.... aku takut kau gila.... dengar aku punya teman wanita yang bersedia kau tiduri tanpa ikatan.... bodynya aduhai.... dan suara merdu, mainnya hebat .... pokoknya elo gak akan nyesal.


"Aku bisa mencari wanita untuk kutiduri tapi semua tidak ada yang bisa menggantikan Lidya, Men !" Bila kau berkata seperti itu.... berarti kau pernah meniduri wanita itu.


"Dia yang menawariku.... dia yang menghampiriku dan memintaku untuk menemaninya waktu malam tahun baru kemarin..... ngomong-ngomong Han,   Kau melakukan itu  dengan bersih kan? "Kudengar polisi sedang menyelidiki dan katanya namamu ada di daftar periksa polisi... emh  lagi ada penyidikan...katanya sumber terpecaya  .kau ada di sana tapi... sedang bersama wanita semalaman .... wanita itu tetap ngotot bahwa ia semalaman bersamamu...bahkan wanita itu berani bersumpah bahwa kau yang menidurinya pertamakali dan melakukan sepanjang malam.


Handoyo tersenyum mendengar cerita Warmen. Tindakan tepat untuknya bahwa ia memilih Yani untuk ditiduri dan dijanjikan memperoleh rumah. Wanita yang baik.


"Warmen.... jika sampai polisi mencariku dan menemukanku... tawaran menjadi pengacaraku itu masih berlaku? "


"Tentulah Bro.... kenapa kau ragu padaku?" Warmen bertanya dengan nada tegas/


"entahlah.... aku takut kau berubah pikiran setelah menikahi wanita itu.


"Han.... aku memang sayang pada wanita itu.... tapi hubungan persahabatan kita tak kan berubah... aku bisa menjelaskannya padanya... dia percaya padaku.


"Tunggu Han.... Dia hanya memori.....dia tak mungkin kembali, Han......Lepaskanlah dia dan relakan dia di surga sana, Lidya hanya ada di kenangan indah dulu, lihatlah bahwa hidup itu terus berputar dan  maju untuk masa depan..... Handoyo, masih banyak wanita baik , dia pasti sedih melihatmu seperti ini.


"Lidya yang  memintaku setiap malam  tetap bersamanya.... sudahlah...aku pulang dulu!" Handoyo sudah melangkah meninggalkan Warmen.


"ya... hati-hatilah dalam mengemudi dan tetap waspada!"


Handoyo melambaikan tangan tanpa menengok pada temannya yang masih duduk di warung kopi itu . Warmen memperhatikan Handoyo yang memasuki mobil dan menjalankan kendaraanya tanpa menengok lagi. Akhirnya Warmen  menenggak habis gelas kopi itu dan langsung membayar ke ibu pemilik warung.


 


*****


 

__ADS_1


Begitu tiba di rumahnya di Cilegon, Handoyo langsung membereskan perbekalannya, mandi dan segera berganti pakaian. Begitu aktifitasnya selesai, handoyo  langsung jatuh terlelap dalam hitungan detik.  Lelah dan sunyi di rumah ini. Beberapa saat kemudian dalam tidurnya, serasa  suara Lidya terus memanggilnya dan seolah membangunkannya dari tidur lelapnya.


"Mas Han.... kenapa lama sekali?" Cepat pulang, kami menunggumu !" Lidya terus memanggilnya dan mengoyang-goyangkan tubuhnya.


Semua terasa nyata. Sentuhan dan Aroma Lidya ada di kepalanya.


"Bentar Lid.... Sabtu ini aku pasti pulang.... minggu kemarin aku lembur untuk nambah uang tabungan untuk biaya melahirkan anak kita dan bekal biaya akekah... setelah itu aku cuti sebulan ya sayang...


"Benar ya, mas Handoyo.... Jangan pernah pergi meninggalkan aku dan baby kita!"


"Pasti sayang...


Hening sesaat. Namun kembali hadir suara  yang begitu dirindukannya.  Suara Lidya masih  terus menggema di telinganya. Handoyo hampir tersadar dari tidur lelapnya ketika ia mendengar Lidya berbisik kembali.


:Mas Handoyo , lapar gak? Aku buat  tumis kangkung dan Ayam bakar kesukaanmu....makan dulu yuk< " Ujar suara itu .


Semua terasa nyata di kepala Handoyo. Ketika ia membuka matanya, ia sedih dan meratap. Tidak ada Lidya di kamar ini. Bukankah tadi ada Lidya di sini, tapi mengapa wanita itu mendadak pergi setelah membangunkannya. Marah, Sedih dan kecewa menjadi satu di dadanya.


Lidya begitu mencintainya dan merindukannya. Wanita itu tidak mungkin meninggalkannya.


"Lidya.... aku tahu kamu sedang sembunyi.... keluarlah sayang... aku benar-benar merindukanmu, ....bisa kita sudahi permainan ini!" Handoyo berkata dengan lirih.


Hening.


Tatapan Handoyo benar-benar kosong. Ia terdiam beberapa saat dan akhirnya tangisnya pecah dalam sendiri. Aku harus apa Lidya? Haruskah kumati sekarang untuk menemuimu ?"


 


 


*******


 

__ADS_1


Happy Reading Guys. Terimakasih telah membacanya! Bolehkan tinggalkan jejak disini, temans!' Thanks a lot!


__ADS_2