Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
76. Happiness can be create


__ADS_3

Hari ini mungkin kamu adalah segalanya baginya, tapi  besok lusa bisa jadi kamu bukan siapa-siapa lagi. Hati manusia mudah  berubah, tapi sayang orang tua tidak akan berubah.


 


*****


 


Air mata bahagia Jessy akhirnya tumpah ketika Alex berhasil menyelesaikan ikrar pernikahannya di depan penghulu dan ayahnya. Ucapan Sah dari para saksi pernikahan, ikut membuatnya lega dan bahagia, akhirnya ia bisa benar-benar memiliki pasangan hidup yang akan mendampinginya seumur hidup.


Pernikahan yang sederhana itu sengaja di gelar, karena Jessy trauma jika pesta yang diadakan bisa dibatalkan sepihak.   Cukup sekali dia dipermalukan oleh keluarga Ballawa yang membatalkan pesta pernikahannya dengan Al. Hubungan baik kedua keluarga langsung terputus. Ayahnya yang kemarin masih menjadi TKI di Malaysia, langsung pulang ke Cilegon.


Alex yang telah membeli sebuah rumah di depan salon Jessy, membuat ayah Jessy makin yakin dengan calon menantunya, bahkan ia yang mendesak agar Alex segera menikahi Jessy meskipun pria itu belum pulih dari luka tembakan di Cilacap.


Ayah Jessy sangat khawatir, Jika Ballawa yang merupakan mantan kekasih/ suami  Jessy yang membatalkan pernikahan sebelumnya  mengganggu Jessy kembali ataupun  meminta Jessy menolak pernikahan Jessy dan Alex, sehingga Ayah Jessy  memaksa Alex untuk segera menikahi Jessy.


Alex yang memang terlihat  begitu mencintai Jessy ,tanpa pikir panjang segera menyanggupi dan membeli tempat tinggal tidak jauh dari salon Jessy. Rumah yang cukup nyaman dan letaknya di depan salon Jessy.


"Alex dan Jessy, sekarang kalian sudah resmi menikah ...... ayah sangat berharap, kalian bisa hidup bahagia,  langgeng dan ingat  jangan pernah kalian saling tidak bertegur sapa jika diantara kalian ada yang berselisih paham...


" Baik Ayah," Sahut Jessy dan Alex bersamaan dan tangan keduanya masih saling menggenggam.


"Alex......   Ayah mau titip Jessy pada Alex, mohon jangan sakiti hatinya... sudah cukup kejadian kemarin yang melukainya... Ayah sangat berharap kamu dapat membimbingnya dan menjaganya... jika dia ada salah, mohon maafkan dia, dan tegur dia baik-baik ... tapi  jika akhirnya kamu bosan padanya... ayah akan sangat berterimakasih jika kamu mengembalikan pada ayah, tapi jangan pernah tangan kamu turun untuk melukainya... bisakah kamu janjikan itu pada Ayah, Alex!"


"Ayah... aku berjanji akan menjaga dan menyayanginya selamanya dan tidak akan pernah menyakitinya!"  Alex segera menjawab tegas permintaan mertuanya.


"Ayah... Alex ini adalah pria yang sangat pengertian dan bertanggungjawab, Ayah bisa percaya padanya!"  Timpal Jessy manja sambil memeluk ayahnya.


" Jessy... syukurlah jika kamu akhirnya dapat menemukan kembali cintamu... tapi ingatlah tidak selamanya rumah tangga itu selalu manis dan baik-baik saja, ada kalanya masalah datang..... Hari ini mungkin kamu adalah segalanya baginya, tapi  besok lusa bisa jadi kamu bukan siapa-siapa lagi. Hati manusia mudah  berubah, tapi sayang orang tua tidak akan berubah.... tapi ayah mendoakan kalian berdua bisa melewati semua kerikil rumah tangga dengan bijaksana dan dapat mengarunginya bersama!"


"Terimakasih ayah," Jessy menangis di pelukan ayahnya. " Aku akan bahagia bersama Alex, Ayah...!'


Alex memperhatikan ayah dan anak yang masih saling berpelukan. Ia memahami mereka berdua jarang bertemu, terlebih ayah Jessy baru tiba dari Malaysia, seminggu yang lalu. Sungguh persiapan pernikahan yang cepat. Jika tidak dibantu oleh Jenny, tentu agak sulit terlaksana.


"Jess... Alex, ini para tetangga mau kasih selamat... ayo sudah pelukan ayah!" Panggil Jenny yang mengurai pelukan mereka.


Jessy dan Alex pun pamit pada Ayahnya untuk bersalaman pada tamu-tamu yang memang mengetahui pernikahan mereka dan akan mengucapkan selamat. Rata-rata mereka adalah tetangga dekat dan sahabat Jessy semasa sekolah. Ucapan selamat dan doa restu mengalir untuk pasangan baru tersebut.


Hampir 30 menit mereka bercengkrama dengan para tetangga dan sahabat sebelum acara ditutup oleh Jenny yang bertindak sebagai seksi acara. Pesta pernikahan Alex dan Jessy tidak dihadiri oleh Handoyo, karena mereka memahami bahwa Handoyo sedang di tahan dan hanya Udin yang menyaksikan pernikahan itu.

__ADS_1


Malam semakin larut, dan tamu-tamu mulai bergegas pulang, namun Dede Muhandar yang semula sudah ijin pamit di siang hari dan  meninggalkan acara kembali lagi ke pesta dan menghampiri Alex. Kedatangan Dede yang mendadak di malam hari  membuat Alex dan Udin berfikir keras. Ini  pasti ada hal penting yang terjadi .


Pria itu membisikkan sesuatu kepada Alex dan membuat ia tidak percaya bahwa ia harus melakukan tugasnya malam ini.


Alex menghela nafas sebelum ijin berpamitan pada keluarga barunya. Tatapan Jessy padanya membuat Alex makin merasa tidak nyaman dan merasa bersalah. Tidak ada yang bisa disembunyikan Alex, karena ia memahami Jessy bisa mendengarnya seruan hatinya.


"Ada apa Al?  Kenapa? Apakah kamu harus pergi sekarang?"  Jessy bertanya langsung pada Alex. "Apakah urusanmu tidak bisa ditunda besok... ini malam pernikahan kita, Al !" Mengapa mereka memaksamu melakukannya sekarang sih?"


"Iya sayang... maafkan aku... aku harus berangkat ke Jakarta sekarang,  tapi  besok malam aku pasti kembali.... bisakah kau mengijinkanku berangkat sekarang.... karena aku adalah penanggungjawab utama dari kerjaan ini!" Alex berusaha membujuk Jessy.  "Tapi kalau kau tidak mengijinkannya, jess ...  maka aku gak pergi sih!"


"Apa gak apa-apa kalo kamu gak berangkat malam ini , Al ?" Jessy berkata sambil menatap Alex.


Alex memilih untuk membuang mukanya dan memilih menatap arah lain, agar Jessy tak melihatnya.


"Gak papa sih, Jess ... cuma gak enak aja sih  sama kolegaku, Jess!" Alex berkata pelan dan  ia  memilih duduk di bangku yang letaknya tidak jauh dari mereka.


Ucapan Alex itupun  didengar oleh Udin dan Dede yang sedikit terkejut, karena pentingnya pekerjaan ini bagi mereka.


"Bohong Jess... jika bang Alex  gak pergi sekarang , maka dia akan dipecat dari kerjaan dia dan proyek dia akan lepas semua!"  Timpal udin berapi-api dan ia menatap Jessy dengan penuh permohonan. "Bolehkan Jess... dia pergi sebentar, aku pastikan dia akan kembali besok  malam ... !" Jika besok perginya semua sudah terlambat... ayo bang... masa untuk malam pertama itu, Jessy bisa kan mundur sebentar?"


Kedua bola mata Jessy melebar begitu mendengar ucapan Udin. Ia tahu ada yang tidak beres dengan urusan Alex, tapi apakah pria itu akan kembali lagi padanya, Ini malam pernikahan mereka, tapi lelaki itu minta ijin pergi untuk mengurus pekerjaan di Jakarta. Apakah ini akan berulang kembali padanya?" Apakah ini pertanda bagi mereka akan gagalnya pernikahan mereka. Ah... Alex pasti tidak seperti itu. Alex orang baik ko!"


Alex melihat tatapan sendu Jessy dan ia pun akhirnya berkata," De. dan Udin...kalian pergilah dulu, aku akan menyusul kalian besok pagi!"  Biar aku yang membereskan besok!"


"Tapi. bang .....  "ucapan udin terpotong oleh Jessy.


"Pergilah Al... aku percaya padamu!" Aku akan menunggumu disini!" Selesaikan urusanmu!" Biar aku yang bilang pada ayah nanti..!" Jessy berusaha rela melepas suaminya pergi.


"Aku yang akan minta ijin pada ayah, kamu jangan kuatir!" Alex menggenggam jemari Jessy seolah memberikan kekuatan pada istrinya itu.  "Terimakasih Jess...


Alex mendekatkan wajahnya ke Jessy, dan melingkarkan tangannya ke pinggang ramping Jessy," Aku memang bukan lelaki yang baik, dan mungkin bukan suami yang sempurna untuk kamu, Jess.... tapi aku  akan pastikan kamu akan hidup bahagia bersamaku dan anak-anak kita... jadi kumohon, ijnkan aku pergi malam ini, sayang!"


Kata-kata itu di telinga Jessy terasa manis dan ia pun menyadari, bahwa hidupnya setelah hari ini tak akan sama lagi.


"Pergilah Al... aku akan menunggumu!" Sahut Jessy pelan dan membuat Alex  tersenyum hangat padanya.


"terimakasih istriku!" Alex berkata sambil mengecup kening istrinya lembut.


 

__ADS_1


 


 


*****


 


 


 


 


Happy Reading Guys!"


Bolehkan sebar like, poin , hadiah atau apapun itu? terimakasih untuk kebaikan hatinya dan telah membaca novelku ini!" Love you all!"


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2