
Sahabat itu bukan orang yang selalu memuji dan berada di dekatmu ketika kau berhasil, tetapi sahabat itu adalah orang yang mentertawakan kegagalanmu dan juga akan mengajakmu untuk bangkit bersama dan menjadikan impianmu berhasil."
*****
Ballawa segera memasuki ruangan kerja Panglima Gaffar karena ajudan dari Panglima menyuruhnya masuk. Tiba di dalam ruangan , telah berdiri tiga orang yang berposisi siap dan berpandangan lurus ke depan. Sementara panglima hanya diam menatap mereka.
Tim baru-nya, yang ditugaskan Panglima beberapa waktu yang lalu. Ballawa berusaha menenangkan hatinya karena ia tidak terlambat dan sesuai jadwal yang dikatakan panglima,tetapi kenapa suasana di ruangan ini terasa mencekam.
Dia memang sudah pernah menemui tim barunya yang merupakan pasukan khusus pertemuan itu, keempatnya tidak banyak mengobrol dan hanya menyebutkan nama panggilan mereka kemampuan yang dimiliki, pengalaman dan keahlian dalam menggunakan senjata masing-masing.
Dalam pertemuan itu begitu terasa Anggota tim-nya menyatakan baru akan menerima Ballawa dan merasa bagian jika tugas pertama dirinya dari Panglima berhasil. Andre. Leeroy dan Dody adalah nama panggilan mereka dan ketiganya sudah diinformasikan bahwa dilarang memanggil nama pangkat mereka selama ditugaskan dalam misi rahasia.
Tampaknya tiga orang yang berdiri tegap di depan panglima , mengetahui misinya. Mereka semuanya tidak menunjukkan ekspresi apapun di depan panglima. Semua berdiri dengan sikap sempurna. Meski seragam yang mereka pergunakan memiliki warna dan tanda yang sama, tapi Ballawa merasa ketiga temannya belum menerima kehadirannya/
Suara panglima menghentikan keheningan di antara mereka. Ketiganya menatap panglima dengan sikap sempurna.
"Dengarkan dan lakukan semua perintah saya dengan tepat !' Saya mau tim ini menjadi tim terbaik dar seluruh tentara muda binaanku...., sekarang lupakan asal usul kalian dan latar belakang kalian tentang dimana kalian dididik dan ditempa, .... Saya ingin kalian berempat bekerjasama dalam menghancurkan kelompok "elang hitam." secara rahasia, dan kalian akan berkumpul setiap tanggal 15 setiap bulannya di "Pondok Pelangi " yang dekat dengan tempat tinggal " Mas Pram" .. kalian akan berempat akan bertemu dua minggu lagi dan pastikan tidak ada komplain lagi tentang kalian dari Mas Pram!"
"Siap Panglima," Sahut mereka berempat kompak.
"Semua pasukanku yang berseragam akan ditarik, dan kuminta hanya kalian berempat yang menjaga mas Pram... dan kalian akan pindah di rumah barunya di kawasan menteng.... Tugas kalian tidak hanya menjaga mas Pram, tapi kalian membersihkan rumah itu, mengantar kemanapun dia ingin pergi, dan memesankan makanan. Kalian akan berperan sebagai teman se rumah mas Pram dan menyewa rumah itu bersama. Aku hanya meminta ART dari rumahku untuk membersihkan rumah itu dan melakukan tugasnya setiap dua hari sekali...sisanya kau yang atur, dengar semua harus patuh dengan apa yang Ballawa katakan !"
"Siap Panglima," Sahut keempatnya kembali.
Panglima terdiam menatap ke empatnya dengan serius. "Aku ingin kali ini Ballawa tidak gagal, jadi kuminta sebutkan kegagalan kalian dalam mendampingi Mas Pram !' aku ingin tidak ada kesalahan lagi yang dilakukan oleh Ballawa, sekarang kalian sebutkan satu persatu !"
" Siap Panglima!" Saya Andre gagal dalam misi karena terlalu banyak bicara dan mengajak mas Pram ngobrol yang tidak penting serta bercanda, Mohon tidak lakukan kesalahan seperti saya!" Andre berkata dengan tegas dan menyebutkan dengan lantang kesalahannya.
"Siap Panglima !" Saya Dody , gagal dalam missi karena tidak mengetahui sehingga menggoda kekasih mas Pram dengan meminta nomor telpon mbak Nana!" Mas pram tidak suka dengan semua yang berbau romantisme!"
"Siap Panglima!" Saya Leeroy gagal dalam missi karena dianggap terlalu mengatur mas Pram dan menjaganya dengan over protective, sehingga diketahui salah satu media dan membuat panglima harus membrendel tabloid hiburan "Cemerlang"
"Jadi kau tahu , Ballawa bagaimana bertindak dan mengatur ketiga temanmu.. Kalian bersiap dan buat pembagian tugas siapa yang bertugas pagi dan malam dalam menjaga rumah itu, aku ingin yang membuat laporan padaku setiap kalian di Jakarta adalah 'Dody" dan itu harus disampaikan ke rumah saya tiap pukul 4 pagi!"
"Siap Panglima !"
"Sekarang kalian berempat siapkan pembagian tugas utama dan mobil yang akan kalian pakai di rumah itu!" Ballawa ktia temui mas Pram , sore ini!" Dan kita akan bertemu di rumah Mas Pram, malam ini juga!" Kalian harus datang tepat makan malam!" Sekarang kalian boleh bubar !"
'Siap Panglima !"
__ADS_1
Ballawa mengikuti ketiga anggota tim-nya meninggalkan ruang kerja panglima. Mereka semua melangkah keluar ruangan dalam diam. Mereka terus melangkah menuju keluar gedung dan mereka berjalan melangkah sejajar sehingga terkesan mereka adalah tim yang akan berperang.
Ballawa melangkah sambil berfikir, sesungguhnya ia sedikit bingung kemana dia harus melangkah untuk mengajak ketiga temannya berdiskusi karena ketiga temannya hanya lurus memandang ke depan. Apakah tim-nya benar-benar bisa bekerja sama dengan dirinya.
Tiba-tiba Andre memecahkan keheningan itu dengan berhenti tiba-tiba dan berkata agak keras sehingga membuat ketiganya berhenti.
"Kita mau bahas dimana tugas dari panglima itu teman-teman ?"
"terserah Ballawa !" Sahut Leeroy yang agak kecewa karena tidak menjadi pimpinan grup ini." Kamu punya ide apa Ball?" Jangan cuma tebar pesona pada kami, karena kami belum yakin akan kemampuanmu!"
Ketiganya terkejut dengan jawaban Leeroy dan Ballawa paham kenapa pria itu bersikap sedikit arogan padanya.
"Apakah kalian tahu, dimana pondok pelangi itu? " Apakah tempat itu bisa menjadi base camp kita untuk membahas misi kita?" Ballawa bertanya pada ketiga temannya itu.
"Bagus juga, ayo kita kesana kan hanya dua puluh menit dari sini!" Jika Andre yang nyetir... tapi Jika aku yang nyetir mungkin bisa lima belas menit? Bagaimana Ball?" Doddy menatap Ballawa dengan pandangan bersahabat.
"Baik... mari kita pakai mobilku kesana!" Sahut Ballawa dengan bijak dan bersiap memberikan kunci mobilnya pada Doddy.
"Hei, kau lupa pesan panglima, kita harus cari mobil yang cocok untuk kita bawa mengantar mas Pram?" Ayo kita ke garasi perbekalan misi !" Sahut Leeroy lagi. "Untuk kau ketahui , Ball, selama misi, mobil ataupun semua yang berkaitan dengan kita akan ditinggal di markas panglima, jadi mobilmu tetap disini untuk mengecoh bahwa kau ada disini!" Dan memang markas itu untuk tempat kita membahas rencana aman, untungnya kau tanggap, baguslah otakmu jalan !"
"Thanks Leeroy info dan pujiannya, ... apakah mas Pram itu adalah..." Mulut Ballawa tiba-tiba langsung ditutup oleh tangan kekar Andre.
'Jangan pernah kau menyebut nama Beliau dengan sembarangan !" Ingat, jangan sebutkan nama keluarganya!" Apalagi disini !" Kau ingin kita berempat langsung mati di tempat!" Timpal Andre dan disambut oleh anggukan Ballawa sehingga membuat Andre melepaskan tangan dari mulut Ballawa.
"Oh Maaf, teman-teman .. tunjukan jalannya padaku Andre !"
Setelah memastikan mobil yang dipilih disetujui oleh keempatnya, mereka mengisi form peminjaman mobil untuk misi selama 6 bulan. Pilihan mereka jatuh pada sebuah mobil tua yang memiliki mesin bagus, kursi cukup empuk dan kacanya gelap. Sebuah Mobil kijang super, yang sedang jaya pada masa itu dan baru dipakai misi kelompok lain satu kali di Denpasar.
Ketika mobil meninggalkan markas waktu masih menunjukkan pukul 10.00. Andre segera mengecek keamanan suara dengan detektor rahasia yang berukuran kecil rancangan Rusia yang memang mampu mengetahui apakah mobil itu benar-benar bersih dan tidak disadap.
Setelah memastikan aman karena sudah agak jauh dari markas, Leeroy baru memulai percakapan kembali.
" Ballawa, kau harus banyak belajar dan ingat kami adalah pendukungmu dan memastikan keberhasilanmu !" Ingat kita hanya bisa sekali jalan keluar rumah dengan mas Pram adalah dua orang, satu berperan sebagai sopir dan satu berperan sebagai pendampingnya!"
"Kau ingin bersama siapa Leeroy ?" Apakah tidak memungkinkan kita menjaga dan mendampinginya bersama?" Oh ya, boleh aku memanggilmu Lee atau Roi ?" Ballawa menatap Leeroy dengan tegas.
"Kau bisa panggil aku Lee.... untuk kau ketahui, dia tidak mau dalam misi terlihat menyolok dan kita harus selalu tidak terlihat ketika menjaganya, itu yang dia mau ketika kasusku ramai...dan selalu berbaur di masyarakat, dan kita tidak boleh menunjukkan kekurangan fisiknya !" Kupikir kau tinggal pilih mau bersama Andre atau Dody, yang pasti jika seminggu kau jadi tim pagi, maka seminggu berikutnya aku jadi tim malam, bagaimana?"
"Baiklah... terimakasih atas masukan dan idemu.. aku bisa dengan siapa saja? Bagaimana dengan Kau, menurutmu mana yang lebih cocok ?"
"Kalau gitu aku dengan Dody dan kau dengan Andre... seminggu ke depan kau jadi tim pagi, aku yang tim malam untuk bertugas, tapi kita tetap berada di rumah itu,.. Bagaimana Ball ?"
"Aku setuju, kalo andre dan Dody, bagaimana?"
__ADS_1
"Tak masalah aku tugas dengan kamu Ball... tapi aku yang jadi sopir atau apapun itu, jangan aku yang jadi pendamping, ntar mulutku bawel dan mengajak dia bicara lagi !" Sahut Andre sambil cemberut dan disambut dengan tertawaan Dody dan Leeroy.
"Ah... sensi amat sih!" Emang mas Pram aja yang agak lebay," Sambung Dody pelan. " lagian, dia yang gagal dekatin nana, aku yang disalahkan ...makanya jadi laki jangan sok cuek... !"
"Sudah j Dody , jangan bicara sembarangan !" nanti keceplosan dan biarkan Ballawa melihatnya sendiri dan melakukan penilaian terhadap orang itu sesuai dengan apa yang dialaminya," Leeroy menengahi dengan bijak.
"Baiklah... oh iya, satu lagi, Mas Pram itu tidak suka makan seafood... dia punya alergi yang parah, berarti kita selama 6 bulan ke depan jangan sekali-kali makan seafood, karena penciuman mas Pram sangat tajam !"
Ketiganya terus bercakap-cakap hingga mobil mereka memasuki pondok pelangi yang letaknya hanya berselang dua rumah dari tempat tinggal Mas Pram. Ballawa hanya memperhatikan rumah berdindingkan kayu itu dan ia langsung keluar dari mobil ketika tiba di depan pondok pelangi. Angin begitu semilir dirasakannya dan membuatnya merasa akan nyaman di pondok itu.
"Semoga misiku berhasil dalam 6 bulan ini!" Bisik Ballawa dalam hati dan melangkah masuk ke dalam rumah yang berada di kompleks elit di pusat Jakarta.
*****
Happy Reading Guys!"
Terimakasih telah membacanya dan bolehkah tinggalkan jejak kalian disini ? Part akan semakin runcing ya !" Ditunggu ya temans !"
__ADS_1