Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
53. I did it for you


__ADS_3

Musuh terbesarmu adalah kebenaran yang disembunyikan.


 


 


*****


Sekelompok orang tampak berdiri di pintu masuk Dermaga Cilacap. Penjagaan polisi cukup ketat mengingat hari ini "Cepot Berdarah" akan di bawa ke Lembaga Permasyarakatan Nusa Kambangan. Hanya orang yang berijin khusus dari Kementrian hukum dan HAM ataupun kejaksaan yang diijinkan untuk menemui narapidana ini.


Jessy duduk bersama Alex, Udin, Jeany dan Dede Muhadar di salah satu sudut ruang tunggu Dermaga. Demikian juga Dessy, Bu Prawiro dan Shinta,putri Pak Wanto yang merupakan tetangga Handoyo di Lampung. Mereka semua terduduk menunggu kedatangan Cepot berdarah dalam diam. Mereka bersedih atas penahanan yang akan terjadi.


Sedikit sedih dan sesal ada di wajah mereka, Namun mereka sesungguhnya memahami tindakan Handoyo yang terkadang bertentangan dengan norma dan hukum yang berlaku di masyarakat.


Mobil Lapas akhirnya tiba di dermaga Cilacap dengan pengawalan cukup ketat. Semua orang yang di ada di sekitar dermaga berdiri dan kembali bersiaga di posisi masing-masing.  Beberapa masyarakat yang memang sudah mengetahui kedatangan "Cepot Berdarah" masih ada yang berdiri dan berkerumum  di pintu gerbang dermaga.


Banyaknya dukungan masyarakat pada 'Cepot Berdarah" membuat polisi harus ekstra hati- hati dalam penjagaan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.  Handoyo keluar dari mobil dengan kepala terangkat.


Handoyo tersenyum melihat para teman baiknya hadir dan tersenyum. Dede Muhandar, Sang Pengacara dan berbicara untuk meminta waktu 10 menit untuk percakapan sebelum Handoyo ditahan. Anggukan dari sang Kepala Sipir membuat mereka tersenyum.


Salah satu ruangan tunggu itu dijadikan tempat pertemuan Handoyo dengan para koleganya berkumpul dan saling bertukar kata. Para Polisi berjaga di sekitar dan memberikan ruang kepada keluarga dan teman baik Handoyo.  Hanya 3 polisi yang berdiri di dekat pintu dan jendela.


"Handoyo..... kenapa harus begini? Ibu tetap bangga padamu dan selalu doakan kamu tetap sehat dan jadilah kuat ya," Bisik Bu Prawiro sambil menangis di pelukan Handoyo.


Demikian juga Dessy dan Shinta yang dibiayai oleh Handoyo untuk menempuh pendidikan sekolahnya dan biaya hidup keluarga mereka.  Keduanya memeluk Handoyo dengan berurai air mata  dan merasa pahlawan mereka akan berpisah dengan waktu yang lama.


"Kalian harus berprestasi dan bekerja dengan baik. Buat orang tua kalian bangga... JIka kalian sukses, aku juga akan ikut bangga karena kalian... bisa kalian lakukan itu untukku?" Tanya Handoyo pada Deasy dan Shinta.


Keduanya mengangguk dalam tangis. Pandangan Handoyo pun teralihkan pada Jessy dan Jeany yang berdiri tidak jauh darinya.  Handoyo hanya menepuk pundak mereka dan tersenyum.


"Jess.... maaf aku tak bisa menghadiri pernikahanmu di bulan depan.... tapi aku benar-benar mendoakan kamu dan bang Alex menjadi suami istri yang saling setia , dan mungkin jika aku sudah bebas, aku akan menemui kalian dan anak-anak kalian.... dan Jenny,..... semoga kamu bisa meneruskan usaha salon Jessy ya... Jangan lupa belajar yang benar supaya salon Jessy tetap laris.

__ADS_1


"Mas han.... kenapa sih kita gak boleh masuk ke dalam sana?" Kita gak bisa ketemu lagi di masa 7 tahun ini ?" Jessy sambil menangis dan Alex hanya terdiam memperhatikan di belakang Jessy.


"Jess.... jaga Alex  dan udin untukku ya..... "Bisik Handoyo pelan.


"Maksud mas Han...


"Kamu pasti mengerti maksudku, Jess...


Pandangan mata Handoyo  melihat sedikit kilatan cepat  di dekat jendela dan itu menuju ke arah Alex. Serangan dari luar yang ditujukan padanya. Penjagaan polisi ini menurut Handoyo terlalu lemah hingga tidak mampu memprediksi ada penyusup di sini.


Handoyo segera menarik cepat tubuh Alex ke arahnya. Dan terlambat peluru itu akhirnya tetap bersarang di pundak bagian atas dan lengan kanan Alex tanpa suara.  Dua peluru itu sukses bersarang di tubuh Alex.


Alex hanya sedikit terhuyung dan terdiam, ada darah keluar dari pundaknya dan  itu mengakibatkan suasana menjadi lebih gaduh. Alex tersenyum ketika mendengar Jenny berteriak mengetahui dirinya terluka.


"Bang  Alex tertembak dan terluka  parah," Teriak Jenny.


Jessy menoleh dan ikut berteriak karena shock.


Ruangan  itu menjadi sedikit kacau karena para wanita mulai menangis dan terduduk di lantai. Sementara para polisi mulai kembali bersiaga karena mereka tadi sebagian besar berpencar karena merasa kondisi aman dan terkendali.


Handoyo yang melihat pria berpakaian serba hitam di luar Jendela, segera berlari dan menuju jendela yang nyaris ditutup oleh salah satu polisi.


Gerakan cepat Handoyo yang tidak di prediksi oleh para polisi membuat para polisi terkejut. Handoyo menarik pistol yang ada ditangan salah satu polisi yang dekat jendela dan mengarahkan kepada pria yang berada di luar sambil berlari.


Dan..... Dor.... ...


Dua tembakan itu langsung bersarang di bagian  kaki dan lengan pria yang menggunakan kemeja hitam. Membuat pria itu terjatuh, dan berusaha bangkit kembali untuk berlari meninggalkan bagian dalam ruang dermaga utama. langkah pincang menahan sakitnya membuat pria itu tidak bisa berlari cepat.


Semua yang hadir di ruangan itu  menoleh ke arah luar jendela, dua  polisi yang didekat jendela segera menarik dan melumpuhkan Handoyo .Situasi mendadak mencekam.  Senjata yang tadi direbut Handoyo dari polisi sudah diambil kembali. Mereka cemas, jika pimpinan mereka mengetahui bahwa mereka bisa kewalahan menghadapi seorang Handoyo.


Para polisi segera membagi dua kelompok. Satu kelompok berjaga untuk penjagaan Handoyo dan serangan yang ditujukan pada kerabat Handoyo. Dan satu lagi berupaya menangkap pria misterius yang terluka dan berlari meninggalkan dermaga.

__ADS_1


"Bang Alex,.... kamu gimana? " Ada dokter disini, pasti segera tertangani.... " Dede sambil mencari dokter untuk menenangkan Jessy dan Jenny yang mulai panik.


Handoyo hanya terdiam memperhatikan para polisi yang lalu lalang dan memperhatikan yang terjadi di luar ruangan melalui kaca. Ia merasa mengenal bentuk dan langkah pria yang berlari pincang itu . Dilirknya Jessy yang sedang duduk memapah Alex ke kursi panjang.


Rombongan Dokter jaga langsung masuk dan segera bertindak memberikan penanganan pada Alex. Operasi kecilpun terpaksa  langsung dilakukan di ruangan itu. Mereka harus bertindak cepat untuk menghentikan pedarahan yang ada akibat serangan mendadak.


Untungnya yang ada di ruangan itu tidak ada media sehingga polisi merasa tenang. Hanya anggota polisi dan keluarga terpidana.


Sementara di luar ruangan para polisi juga berhasil menangkap pelaku yang tadi memberikan serangan . Tidak ada perlawanan yang berarti yang dilakukan pria bermasker hitam itu. Dia langsung menyerahkan diri di hadapan sekelompok polisi. Ia mengetahui percuma melakukan perlawanan.


Mereka membawa pelaku penembakan ke ruangan lain di dermaga utama.  Dan betapa terkejut mereka ketika mereka berhasil menangkap pria bermasker dan berlari terpincang itu.


Polisi yang menangkap  langsung membuka masker dan melihat orang yang ditutup masker hitam itu ternyata seorang polisi juga. Polisi ini  yang pernah menangkap Handoyo. Semuanya terdiam karena dia adalah anggota tim khusus yang cukup terkenal karena kasus yang sukses  dipecahkan oleh tim 5. Liputan dari televisi mengenai penangkapan Handoyo membuat nama tim 5 menjadi bersinar dan dibicarakan orang.


Ballawa adalah penembak misterius yang melakukan serangan itu. Dia tidak pernah benar-benar mengincar  Handoyo. Serangan itu dilakukan untuk memberikan peringatan pada Alex. para polisi akhirnya membiarkan Ballawa untuk diinterogasi oleh tim khusus dari Jakarta. Mereka hanya meminta tim dokter untuk melakukan operasi di ruangan terpisah itu untuk Ballawa.


Sementara Ballawa tersenyum memandang para polisi dengan tanpa takut. Dipikirnya tembakannya sukses melukai Alex dan mungkin menyebabkan pria itu terluka parah. Pernikahan dengan Jessy harus dihentikan.


Jessy, aku akan melakukan apapun untuk melindungimu, Jess!"  Gumam Ballawa pelan. Tidak pantas seorang penjahat menikahimu. Maafkan aku!'


 


 


*****


Happy Reading temans.  Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini.? Thanks a lot ya!


 


 

__ADS_1


__ADS_2