Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
143. Maaf... Aku harus pergi !


__ADS_3

Maafkan ku harus pergi, kutak suka dengan ini.... Aku tak bodoh ... Aku tak seperti yang lain...  ( "I am Sorry Goodbye, dipopulerkan oleh Krisdayanti)


*****


Nadia terbangun dari tidurnya  saat ia merasakan embusan nafas Adiguna di pipinya. Pria yang sedang memeluk perutnya. Ia tersenyum tapi hatinya sakit menyesali kebodohannya yang naif akan cinta pada Adiguna. Sungguh menyesali tapi di dalam perutnya ada buah cintanya dengan pria ini.


Adiguna yang amat dicintai Nadia, tetapi tega menyembunyikan rahasia besarnya sendirian. Pria itu tega sekali merahasiakan identitasnya dan mengetahui rahasia terbesarnya. Benar-benar tidak adil untuk Nadia, pikirnya.


Tubuh Nadia sudah lebih baik dibandingkan dua hari yang lalu. Tapi sakit hatinya makin terasa jika ia berada di dalam pelukan pria ini. Pria yang selama ini dia jaga bahkan membuatnya mengkhianati suaminya. Teringat pada Pramoedya yang entah bagaimana keadaanya. Aku harus kembali padanya dan meminta maaf pada pria yang sesungguhnya lebih baik dari Adiguna.


Mengapa Adiguna itu tidak mempercayainya?  Mengapa pria itu menutupi rencana besarnya?  Bukankan  selama ini dia yang selalu membantunya dalam menjalankan tugasnya dan selalu bercerita apapun pada pria itu.


Sakit rasa hatinya jika mengingat bahwa ia begitu mempercayai Adiguna ataupun Handoyo. Ia memiih memanggil Adiguna agar tidak bersaing dengan Lidya. Dia yang meminta selama bersama dirinya, pria itu menjadi Adiguna,dan menjadikan dirinya satu-satunya wanita yang dicintai dan dipikirkan oleh Adiguna. Tapi mungkin pria itu memikirkannya tidak.


Bodohnya dirinya begitu percaya ucapan manis pria yang masih tertidur pulas dan mendekapnya. Ia bahkan rela melepas Pramoedya yang dipikirnya adalah anak dari musuh bebuyutannya, tapi ia salah , ternyata Pramoedya bukan anak dari Suhartono.


Kebodohan yang ia benci adalah ia benar-benar mencintai  Adiguna yang merupakan anak kandung  Suhartono. Pramoedya yang ia kira anaknya malah bukan dan Adiguna membiarkannya menduga yang salah. Benar-benar jahat sekali pria ini. Tidak ada aku di hatinya. Benar-benar dia tidak menganggapku sebagai orang yang dicintainya.  Benar-benar pria yang kejam . Nadia menatap wajah tampan Adiguna lagi.


Nadia menggerakkan tangannya perlahan, mencoba menyentuh wajah Adiguna dengan tangannya. Namun mendadak  Adiguna membuka matanya, Sekalipun ia baru terbangun, tatapan penuh waspada langsung hadir di wajah Adiguna.


"Kenapa sayang?"  Mana yang sakit?" Adiguna bertanya dengan suara parau


"Kamu  itu ganteng mas ... " Nadia mengelus pipi Adiguna lembut dan matanya menatap wajah Adiguna "Aku akan membesarkan anak kita... dia akan besar dengan wajah ini... dia akan mewarisi keberanianmu, kepintaranmu  tapi tidak boleh seperti  hatimu.... "


Adiguna yang mendengarnya langsung mendelik tidak suka pada Nadia.

__ADS_1


"Nad... kamu masih marah ya?" Maafkan aku... aku tidak bermaksud membohongimu... hanya saja aku tidak tahu bagaimana cara mengatakannya ... Sungguh Nad, aku hanya terlambat mengatakannya, bukan bermaksud merahaaku tidak mau kehilanganmu... Nad... maafkan aku ya sayang !" Adiguna mencium jemari Nadia berkali-kali.


Adiguna tahu wanita ini marah ketika ia menceritakan kisah yang sesungguhnya tentang dirinya yang merupakan anak kandung Suhartono, sementara Pramoedya adalah bayi yang ditukar oleh ibunya untuk menyelamatkannya. Dia hanya tidak ingin kehilangan Nadia. Sudah beberapa kali ia meminta maaf dan Nadia tidak menjawab permintaan maafnya dan mengalihkan ke topik yang lain.


"Maafkan aku, Nad... aku tidak pernah bermaksud untuk merahasiakannya... aku hanya tidak menemukan waktu yang tepat untuk kita berbicara dari hati ke hati."


"Mas Han... tahukah bahwa aku sangat membenci kebohongan.... Seandainya kamu mengatakan sebelum misi kita berjalan... aku tak akan seperti ini."


"Nad... kumohon jangan pernah tinggalkan aku ya... maafkan aku... aku sayang kamu , sungguh!"Maafkan aku ya!" Bujuk Adiguna sekali lagi.


Deg.


"Nad... Berjanjilah padaku untuk tidak pernah meninggalkanku dan memisahkan aku dan anak kita... aku mencintai kalian berdua,"  Bujuk Adiguna kembali. "Aku sayang kalian .."


Nadia terkejut, bahwa Adiguna mengetahui rencananya.  Tatapan pria itu terlihat seperti menyesal. Tapi ia tidak boleh terpengaruh hatinya lagi dan kembali ke pelukan pria ini.


Nadia menarik nafasnya pelan untuk meredam emosinya.


"Mas Han, dengerin aku deh... ada beberapa hal yang makin jelas kurasakan  setelah aku tahu semuanya..."


"Nad... jangan ambil keputusan ketika kamu marah... kita bisa melalui bersama... aku mencintai kamu dan anak dalam kandunganmu itu anakku.."


Nadia terdiam mengatur nafasnya kembali. Tegaskan hati. Jangan terpengaruh lagi, dia keluarga dari pembunuh orang tuanya. Persetan dengan cintanya, ia bisa hidup tanpa Adiguna. pria ini tidak pernah mencintainya. Cinta pria ini hanya pada Nadia.


"Mas Han... aku pernah berjanji untuk tidak mencintai anak dari pembunuh keluargaku... dan kau anak dari pria itu, sedangkan Pramoedya bukan... tapi aku terlanjur mencintaimu... aku amat sangat mencintaimu... tapi aku sudah janji mas.. dan kau tidak berkata yang sejujurnya dari sebelum misi... kau sengaja merahasiakannya... kupikir itu adalah bagian ketidak pedulianmu padaku , mas...

__ADS_1


"Nad... bukan seperti itu...


"Mas  han... dengar dulu... biarkan aku pergi membalut hatiku.. aku akan membesarkan anakku dan mungkin untuk sementara aku kembali pada mas pram.. dia yang seharusnya bersamaku.. kau sudah tau dari awalnya... biarkan aku pergi... aku harus memikirkan dengan tenang... jika aku masih bersamamu sekarang... yang kurasa adalah kau tidak pernah mencintai dan menyayangiku... di hatimu tidak pernah ada aku..  kau hanya mencintai Lidya .. cintamu cuma satu sama wanita itu, mas !"


"Nad... katamu sebagai Adiguna, aku adalah milikmu...


"Tapi sebagai Adiguna-pun kau tak pernah membiarkan aku ada di hatimu... kau tak pernah memikirkan aku... aku sudah memikirkannya, mas... maaf... aku harus pergi... aku harus membesarkan anak kita dulu... jika aku sudah tenang aku kembali..! Ingat kau masih harus membunuh ayahmu itu!"


"aku akan tepati janji denganmu... apa kita pergi sekarang dan melakukannya... Aku bisa menembak kepala Suhartono di depan anak buahnya sekarang juga, asalkan kau tidak pergi sekarang!"


"Aku pasti menemuimu, mas... biarkan aku pergi !"


Adiguna terdiam sesaat sebelum dia berkata dengan pelan.


"Aku tidak tahu bagaimana cara membuktikan bahwa aku benar-benar mencintai kamu, Nad... memang benar Lidya lebih dulu ada di hatiku... tapi dia sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, aku memang tidak bisa melupakannya , dia pernah mengisi hatiku dan kamu juga ada di hatiku ... dan sekarang aku benar-benar mencintaimu, nad... aku tidak mau kehilangan anak kita." Adiguna berkata pelan dan sedikit frustasi.


"Beri aku waktu untuk memulihkan rasa percayaku padamu ... Mas han yang akan mengantarku untuk membunuh pria tua itu dengan tanganku sendiri... sekarang biarkan aku pergi.... aku akan membiarkanmu menemaniku ketika aku melahirkannya nanti!"


"Baiklah... tapi aku harus mengetahui keberadaanmu selama tidak ada di sisiku!"


'Ya.. kau pasti mengetahuinya, mas !"


*****


Happy reading guys.

__ADS_1


Bolehkah tinggalkan jejak kalian di sini? Terimakasih masih selalu support aku dan karyaku, tetap jaga kesehatan dan tetap semangat dalam menjalani hari ya!"


__ADS_2