Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
40. Kamu populer !"


__ADS_3

Tantangan dan masalah adalah langkah awal untuk sebuah kesuksesan.


Tidak masalah aku gagal tapi aku akan bangkit kembali! Camkan itu!"


 


 


 


*****


Ketika mobil  rombongan polisi yang membawa Handoyo tiba di Gedung markas Besar Kepolisian RI, sudah tampak beberapa wartawan media cetak dan televisi nasional dan bersiap untuk meliput " Penangkapan Cepot Berdarah" yang mengguncangkan tanah air.


Begitu Handoyo keluar dari mobil tampak jepretan kamera dan berbagai teriakan warrtawan yang meminta wawancara padanya dan dilewati Handoyo dengan langkah pasti dan kepala tegak.


Handoyo tidak tersenyum dan santai saja dalam  memperhatikan begitu banyaknya orang yang mengambil gambarnya. Diperhatikannya orang-orang yang memanggilnya ataupun mengajaknya bicara. Sayup-sayup suara orang banyak didengarkannya dengan tidak berkomentar apapun.


" Apakah benar anda Cepot berdarah?"


Kenapa Anda  tidak melawan polisi?


Bukannya anda memiliki tembakan jitu?"


Apakah anda adalah orang yang dikorbankan polisi?


"Apakah anda bener yang melakukan berbagai pembunuhan sadis itu?"


Adakah anda mau meninggalkan pesan untuk para pendukung "Cepot berdarah" karena anda sering melakukan pembunuhan kepada tokoh-tokoh yang memang dibenci masyarakat?'


"Pak.... tolong berikan komentar... di luar sana banyak yang mendukung anda!"


Polisi tidak memberikan kesempatan pada para wartawan untuk bertanya ataupun berbicara dengan Handoyo. Ketika Handoyo berada di ruangan penyelidikan itu dan duduk sendirian menghadapi ruang kaca gelap di depannya. Handoyo paham bahwa ruangan kaca gelap di seberangnya berisi beberapa polisi yang bersiap untuk menanyainya dan menjebaknya dengan berbagai jenis pertanyaan.


Handoyo tidak takut. Ia bersiap menerima konsekuensi apapun yang diberikan oleh para aparat negara itu.Tidak masalah ia dihukum berapa lamapun ia siap bahkan jika di hukum mati, karena mempermudah langkahnya untuk bertemu Lidya dengan bangga di akhirat nanti.


Tiba-tiba Handoyo teringat satu hal yang penting , semoga Jessy tidak membantu kekasihnya yang polisi itu untuk membantu mengungkap tempat senjata dan topeng itu. Sesungguhnya teman sekelompoknya tidak ada yang tahu di mana ia meletakkannya.  Sedikit cemas jika Jessy yang diminta menanyainya dan wanita itu bisa mendengar suara hatinya. Disusunnya sebuah pikiran baru untuk mengalihkan perhatian jika Jessy yang diminta untuk menanyainya nanti.


sudah tiga jam Handoyo masih terdiam di ruangan itu sendirian. Para polisi itu belum melakukan interogasi semenjak ia dibawa ke markas kepolisian . Di depannya hanya ada air mineral. Rasa Dahaga membuatnya ia menenggak air mineral itu. Tiba-tiba pintu ruangan tempat dia duduk termenung sendirian dibuka dari luar dan masuklah dua pria.


Pria pertama yang masuk adalah pria yang tadi emosional dan diliriknya nama pria itu di bagian kiri kemejanya. "John".  dan pria kedua adalah "Arief". Handoyo memperhatikan keduanya dengan intens dan melihat John menyusun beberapa foto di meja dan rekannya yang satunya hanya melihat tajam kepadanya.


John meletakan foto sejumlah 76 foto di hadapan Handoyo. Setiap foto dapat dilihat jelas oleh Handoyo. Begitu John selesai menata foto-foto itu  di atas meja, Arief langsung membuka percakapan investigasinya.


"Selamat malam Pak Handoyo.... baiklah kita akan mulai investigasinya.... Untuk informasi saja, apapun yang kita bicarakan dalam ruangan ini direkam, jadi mohon kerjasamanya dan paham akan konsekuensinya  jika setiap perkataan bapak yang tidak sesuai dapat berakibat hukum.  ...... silahkan sebelumnya  bapak lihat foto-foto orang yang saya taruh di meja... adakah yang anda kenal dan apa pernyataan anda mereka?"

__ADS_1


Foto yang pertama adalah foto orang yang terbakar di tengah alun-alun dan foto ke dua adalah orang yang tampak meringkuk di atas kursi yang sedang terbakar,  Handoyo tersenyum memandang kedua foto pertama dan foto kedua.lebih lama dibandingkan  dengan foto -foto lainnya,


Foto yang ditunjukkan polisi itu memang merupakan korban dari perbuatannya. Rasa menyesal tidak ada di hati Handoyo. Sedikit bangga, bahwa masih ada yang belum dimunculkan di foto-foto itu. Foto itu memang semua dia kenal tempat dan latar foto seluruh foto itu.


Pemandangan Handoyo  kembali kepada foto pertama dan foto kedua yang begitu disukainya. Andi setiono dan ayahnya yang dia bunuh dan bakar dan itu sebagai balasan kematian atas istri , mertuanya dan anak yang ada di dalam kandungan Lidya.  Itu adalah langkah awalnya menjadi pembunuh dan sniper terbaik yang menurut   Alex banyak yang ingin menyewa jasanya, sehingga membuatnya semakin bangga dengan foto-foto  itu.


"Pak Handoyo,... ada yang mau kau katakan tentang korban-korban ini?" Arief bertanya penuh ketegasan dan memandang ekspresi Handoyo yang memang terkesan dengan foto pertama dan kedua.


"Mereka semua sudah tenang di alam sana... sama seperti istri, mertuaku dan anakku yang belum sempat dilahirkan... mereka semua tenang dan mungkin sedang  ngobrol bersama... ha...ha...


"Mohon bicara yang relevan ya pak Handoyo... mohon berkaitan dengan foto-foto ini," Jawab Arief


"jadi harus relevan.... emh baiklah... foto pertama dan kedua sedang meminta ampun karena melukai orang yang tidak bersalah di surga sana pak....


"Handoyo... jawab yang benar!" Teriak John dengan ekspresi tidak suka.


"Iya pak polisi... apa yang mau ditanyakan? " Handoyo menatap kedua polisi di ruangan itu dengan tenang.


"Apakah kau yang membunuh mereka semua?," Tanya Arief.


"ya bisa saja aku akui semua orang di foto itu adalah hasil perbuatanku... tapi mana bukti-buktinya pak Polisi?" Handoyo berkata tenang seakan meremehkan kedua polisi itu.


"Kau pikir kami tidak punya bukti... kami hanya inginkan pengakuan...." Teriak John makin  tidak suka dengan tingkah Handoyo yang terkesan menghinanya. Aku punya bukti  kau ada di Lampung, Palembang dan makassar ini berkas ini adalah buktinya... lihat ini tiket pesawatmu di Makasar dan foto mu sedang ada pekerjaan merakit mesin di Palembang dan ini adalah foto-foto kamu di lokasi prostitusi.


"Itu cuma menunjukkan bahwa saya memang pernah ada di kota itu.... berapa banyak orang  yang ada dikota itu dan menunjukkan bahwa mereka di sana bersamaan dengan pembunuhan orang-orang ini., kurasa pak polisi belum mempunyai bukti yang akurat... "Handoyo kembali berucap dengan tenang.


"Baiklah jika yang di Lampung yaitu Keluarga pak Setiono , mari kita anggap pak polisi memang bisa membuktikan dengan entahlah uji keringat dan motifku,....  kurasa satu kota Lampung, memang mengetahui hubunganku dengan keluarga Setiono.... Bagaimana dengan senjata pembunuhan apakah sudah ketemu dan  bagaimana dengan   kasus yang terjadi di kedua kota lainnya? "Handoyo terkesan meremehkan kedua polisi yang sedang menginterogasinya.


"Jadi untuk pembunuhan yang di kota Lampung terhadap keluarga Setiono dan anak buahnya , kau mengakuinya, Pak Handoyo?"


"Tidak masalah.... karena memang aku membenci mereka semua.... Aku bangga melihat mereka semua mati mengenaskan seperti yang terjadi pada Lidya dan Mertuaku...


Belum sempat Handoyo melanjutkan perkataannya,  pintu itu diketuk dari luar dan membuat John bangkit dari kursinya dan menyeret langkahnya membuka pintu. Handoyo dan Arief memperhatikan ke arah pintu, siapakah orang yang mengganggu interogasinya.


"Selamat malam Pak Arief.... mohon dihentikan interogasinya karena Pak Handoyo tidak didampingi pengacara, dan ini adalah pengacaranya,  "Ujar Letnan Budi Prabowo yang merupakan pimpinan dari tim 5  menatap mereka sambil mempersilahkan seorang pria masuk .


Pria yang baru masuk itu tersenyum dan disambut oleh senyuman kembali oleh Handoyo. Kamu menepati janjimu, Warmen.  Bisik Hati Handoyo ketika melihat Warmen mengambil kursi dan duduk disebelah Handoyo.


"Interogasi yang tadi dinyatakan batal demi hukum, pertama karena Pak Handoyo tadi  tidak ditawarkan akan diberikan pengacara atau ditanya apakah beliau  mempunyai pengacara, jadi segala macam pertanyaan dan jawaban yang diberikan oleh Pak Handoyo batal," Ujar Warmen dengan penuh ketegasan dan menatap Arief dan John yang memandangnya dengan intens.


"Tapi memang Pak handoyo tidak minta pengacara Kok?" Dan Anda, mana surat pernyataan bahwa ia memang telah mengontrak Anda menjadi pengacaranya..


"Surat tugas saya ada di meja kerja Letnan Budi.... bagaimana?" Saya bisa berbicara dengan klient saya dan tolong matikan rekaman ruangan, dan apapun yang  direkam sebelum saya datang tadi batal demi hukum!"  Jawab Warmen dan membuat Arief bangkit dan mematikan mikrofon ruangan dan video rekaman interogasi.


"Baik... silahkan kalian diskusi dahulu.... dua jam lagi kita mulai interogasinya dari awal.... Kita keluar John," Arief langsung melangkahkan kaki menuju pintu keluar ruangan dan diikuti oleh John dengan langkah tidak rela dan menatap sinis pada Warmen dan Handoyo.

__ADS_1


Warmen dan Handoyo memperhatikan kedua polisi itu keluar ruangan  dan Warmen bangjkit untuk menutup hordeng pembatas kaca gelap di depan ruangan agar pembicaraan yang akan di lakukan dengan Handoyo tidak bisa dilihat di cermati melalui gerak bibir.


"Han... gila juga, berita nasional dan televisi memuat dirimu.... kamu terkenal.... kamu populer...!"  Warmen berkata sambil duduk di samping Handoyo.


"tidak sia-sia apa yang kulakukan selama ini, War...


"Kau belum mengakui apapun kan pada mereka... sekarang kita siapkan strategi untuk mematahkan teori mereka dan minimal hukuman kamu tidak lama," Sahut Warmen pelan. "kamu tahu dukungan untuk membela "Si cepot " Dari masyarakat mulai bergerak.... kurasa ini akan panjang dan berat, Han...


"Aku tahu, aku selalu ingat perkataanmu Warmen untuk tidak menyerah dan jadikan Tantangan dan masalah adalah langkah awal untuk sebuah kesuksesan.... aku serahkan semuanya padamu, aku memang melakukannya semua.... dan terserah kau strateginya, aku ikuti semua perkataanmu!"  Handoyo berkata pelan dan menatap sahabatnya itu.


 


 


 


 


*****


Happy Reading temans.... semoga tidak bosan menungguku, maaf habis ada tugas luar kota, Thanks atas kebaikan hati dan kesabarannya. Tetap semangat ya dalam menjalani hari. Love you.


Bolehkah tinggalkan jejak disini?" Thanks


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2