Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
81. Jaga dia untukku


__ADS_3

Cinta adalah sesuatu yang irasional, sesuatu yang tidak masuk akal dan akan membuatmu gila! ' Benar-benar membuatku melakukan tindakan bodoh.


 


*****


 


 


Ballawa mengikuti langkah kaki Panglima Gaffar menuju istana kediaman orang nomor satu di negara ini. Ini adalah tugas pertamanya di pekerjaan tim khusus yang semua misi adalah bersifat rahasia.


Mereka menunggu di ruangan "Bhineka" yang memang ruang kerja utama Jendral Suhartono dalam memimpin negara ini. Tidak sampai 10 menit merekapun dipersilahkan masuk ke dalam ruangan kerja itu dan terlihat sang jendral besar sedang sibuk membaca banyak berkas.


"Duduklah Gaffar !" oh kau sudah bawa  pesananku ....Sebentar aku selesaikan tugasku sebentar lagi... nanti aku kelupaan karena besok aku ada kunjungan kerja ke Banjarmasin !"  Jendral Suhartono berkata tanpa menatap tamunya karena  ia sedang sibuk  menandatangani berkas-berkas penting di mejanya.


"Siap,  Presiden !"  Jendral Gaffar tetap berdiri di posisinya meski telah dipersilahkan duduk dan ia memperhatikan bahwa Jendral Suhartono tetap fokus pada pekerjaannya.


Demikian juga  Ballawa tetap bersikap sempurna mengikuti tindakan pimpinannya.  Mereka sudah terbiasa dalam pola militer yang menunjukkan sikap hormat dan patuh pada atasan.


Tidak berapa lama kemudian Jendral Suhartono bangkit meninggalkan meja kerja dan beralih ke sofa yang berada di sudut dekat jendela.


"Kemarilah kalian !" Duduk di sebelahku, kau anak muda,"  Jendral Suhartono menatap Ballawa lekat.


Ballawa terkejut dan otomatis menengok pada Jendral Gaffar dan kemudian jendral itu mengangguk dan memberikan ijin agar Ballawa duduk di samping Jendral Suhartono.


Ballawa melangkahkah kaki ke sofa dan duduk di samping Jendral Suhartono, demikian juga Jendral Gaffar duduk di hadapannya.


Dengan hati berdebar, Ballawa duduk tegap di sofa panjang  yang letaknya cukup dekat dengan sang pemimpin itu. Benar-benar tidak dipikirkan bahwa tugas pertamanya adalah menemui sang pemimpin negeri ini. Bukankah aku dikeluarkan dari tim 5 karena kesalahanku tapi kenapa aku bisa ketemu dengan orang sepenting ini


Benarkah aku tidak sedang dihukum? Mengapa aku bisa seberuntung ini ? Benarkah tugas penting akan diberikan kepadanya? Apakah ini hanya kunjungan biasa?"


"Kau yakin dia orangnya, Gaffar?"


"Ya Presiden, " Sahut Gaffar tegas. "Saya sudah menelitinya dengan seksama... dan kebetulan dia baru terlibat penyerangan karena mantan kekasihnya menikah dengan orang lain, jadi saya memang meminta pimpinan kepolisian untuk memintanya dan meminjamnya dan melakukan misi ini,"


Presiden memperhatikan Ballawa dari dekat. Wajah Ballawa yang coklat dan memiliki porposi yang tampan untuk lelaki muda dan menggunakan seragam dinas , makin membuatnya terlihat macho dan menarik bagi kaum wanita.


"Siapa namamu anak muda?"


"Siap . Ballawa . Presiden!"


"Kamu sudah tahu bahwa missi yang akan kau lakukan ini berbahaya?'"


"Siap Presiden!"


"Bagus... begini... Ballawa... tugas ini berkaitan dengan anak bungsuku, seperti yang  masyarakat luar sana ketahui, aku punya anak bungsu ,tapi apakah  kau tahu anak bungsuku ?'


"Siap, Tidak tahu Presiden."


" Ya... sebagian besar masyarakat memang mengenal  Marrisa sebagai anak bungsuku, tapi sesungguhnya aku memiliki seorang anak laki-laki berumur 27 tahun, kira-kira sebaya denganmu,... tapi dia memiliki kondisi tubuh yang tidak terlalu sehat, kakinya kecil satu dan ia sepanjang hidupnya menjadi incaran pembunuh, dan dia tidak bisa menjaga dirinya karena  keterbatasannya, aku sangat menyayanginya melebihi apapun di dunia ini.... dia memang disembunyikan, Ball !"


Ballawa dan Jendral Gaffar tetap dalam posisi mendengarkan dan tidak memberikan komentar hingga pria paruh baya itu melanjutkan


"Jadi aku mau minta tolong padamu untuk menjaganya, karena ia ingin pergi ke suatu tempat tapi tidak boleh diketahui siapapun dan jaga nyawanya dengan nyawamu!"  Tahukah kamu tim penjaga sebelumnya tewas dalam menunaikan tugas dua tahun lalu dan itu cukup membuatnya trauma !"  Jadi bisakah kau berjanji padaku untuk selalu menjaga dan melindunginya?"


"Siap Presiden," Ballawa menjawab dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


"Dia hanya meminta seorang teman yang menjaganya dan mengantarnya ke suatu tempat dan teman itu tidak boleh banyak bicara padanya tanpa ditanya.... menurut Gaffar, itu sesuai dengan profilmu di kesatuan... dan kudengar kau ahli menembak, cuma bisa dikalahkan oleh si cepot berdarah... benar begitu berita yang kudengar?"


"Siap presiden... tidak benar, saya hanya ceroboh waktu itu, saya akan menjaganya dengan nyawa saya!"


"Bagus... besok kamu bisa menemuinya, dan katakan pada istrimu, kau ada tugas keluar kota selama 6 bulan, dan kau tidak boleh mengabari keluargamu apapun itu... dan selama di Jakartapun kau akan tinggal di rumahnya...ingat kau akan bertugas sebagai temannya, dan gaffar akan mengantarmu menemuinya , besok pagi pukul 09.00.


"Siap Presiden,"


 


******


 


Hari belum begitu larut ketika Ballawa tiba di rumah. Tidak ada yang  menyambutnya seperti biasa.  Kemana Briana, apakah dia sedang sibuk di dapur?' Briana memasuki ruang tamunya dan bisa melihat wanita yang selalu menyambutnya hangat.


Wanita itu begitu fokus belajar, dan  tidak mendengar deru mobilnya datang. Dilihatnya Briana sedang membaca dan membuat coretan di buku kuliahnya,sepertinya dia akan ujian karena melihat di ruang tamu penuh buku-buku kuliah Briana.


"Besok ujian, Bri ?" Sapa Al dan langsung duduk salah satu sofa.


"Eh kak Al sudah pulang, ko briana  bisa gak dengar kakak sudah pulang,  bentar  ya kak kusiapkan makan malam... kakak mandi dulu deh..."


"Aku gak makan malam, bri.......  tadi pimpinanku ngajak makan di kantor... kamu sudah makan belum?"


"Sudah kak, aku pikir kakak pulang malam, jadi briana makan duluan,"


"Baguslah !" Sekarang kamu belajar saja, aku mau mandi dan langsung tidur, besok bangunkan aku pagi, jika aku kesiangan.... Kamu lanjutkan saja belajarnya!"


"Aku sudah selesai ko kak... aku akan siapkan pakaian kakak dan menemani kakak istirahat  " Briana hanya menatap suaminya yang langsung melangkah menuju kamarnya.


Pria itu tidak berkata apa-apa dan hanya mengambil handuk lalu memasuki kamar mandi.   Brianna menarik nafas panjang dan merapihkan buku-bukunya. Ia melangkah memasuki kamar yang sudah tiga hari ini ia tiduri bersama Ballawa.


Ketika Ballawa keluar dari kamar mandi, ia masih menggunakan handuk dan mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh Briana di atas tempat tidur. Sementara Briana sedang membersihkan wajahnya sebelum tidur malamnya.


"Besok aku ada kerjaan penting dan pulang 6 bulan lagi, kamu baik-baik di rumah, apakah aku perlu menghubungi umai untuk menemanimu disini ?"


"oh.. tidak usah kak, aku berani ko, terkadang umai suka kemari jika siang hari dan aku tidak sedang kuliah... jadi kakak kerja aja yang fokus, aku pasti baik-baik saja," Briana berkata pelan.


"Baguslah !"


Sesungguhnya Briana ingin bertanya lagi pada Ballawa tapi ia yakin pria itu tidak akan menjawabnya. Ballawa selesai berpakaian dan melewatinya yang masih terduduk di depan kaca riasnya.  Pria itu  langsung berbaring di ranjangnya dan menutup matanya. Kelelahan dan tak lama suara dengkur halus sudah terdengar di telinga Briana.


Tak lama kemudian Briana akhirnya mematikan lampu kamar dan mengikuti suaminya berbaring di ranjang itu. Ia berusaha berbaring pelan agar tidak mengganggu suaminya  Dipandanginya pria yang akan meninggalkannya itu selama 6 bulan. Tugas apa yang membuatnya begitu kelelahan. Apakah tugasnya berbahaya? Briana terus memandangi suaminya itu dalam gelap.


Hingga sebuah tangan mengejutkannya dan menarik Briana ke dalam  pelukan hangat Ballawa.


"Tidurlah !"  Suara serak Ballawa terdengar.


"Kakak belum tidur..?" Briana menatap wajah suaminya, matanya masih terpejam.


"sudah, tapi aku jadi terbangun ketika kamu tidak segera tidur !"


"Kak, apakah tugas kakak berada di tempat yang jauh sekali?"


"Hemm..


"Kak, apakah tugas kakak itu sangat berbahaya?" "

__ADS_1


"hemm...


"Hati-hati ya kak, aku akan selalu mendoakan kakak setiap malam, semoga kakak kembali 6 bulan lagi dan tidur disini lagi bersamaku," Briana berkata pelan namun tetap terdengar di telinga Ballawa.


Diamnya Ballawa membuat Briana mengerti pria itu tidak ingin diganggu, Briana memeluk kembali suaminya sehingga sebagian tubuhnya ada di atas Ballawa. Hal itu tidak pernah disangka oleh keduanya ketika kedua tubuh yang berlainan jenis saling berdekatan dan bersentuhan.


Briana menutup matanya dan itu berkebalikan dengan Ballawa yang membuka matanya.  Tubuh Ballawa menjadi panas dan seketika ia merasa mendapatkan sinyal ingin melakukannya dengan Briana. Seolah tanpa menyadari, Dibaliknya tubuh Briana hingga wanita yang hampir terlelap itu  terkejut dan membuka matanya kembali.


Awalnya Ballawa  hanya menempelkan bibirnya ke bibir Briana. Dari sebuah ciuman dan ternyata semakin dalam ciuman itu  dan makin melibatkan  anggota tubuh yang lain  hingga Balalwa telah melepaskan pakaian yang dikenakan Briana dan ia makin menggila ketika Briana makin bergerak  resah dan itu memancingnya sehingga Ballawa menggila dan lepas kendali di malam itu.


Ballawa melakukan yang kedua kalinya dan ini lebih panas dan  intens dibandingkan dengan yang mereka lakukan sebelumnya. Tubuh pria itu mendesak bagian inti milik Briana yang semula perlahan dan menjadi lebih cepat. Des*han dan er*angan Briana membuat Ballawa makin menggebu dan memuntahkan cairan miliknya di dalam tubuh Briana.


alam ini Ballawa benar-benar menikmatinya.  Hingga ia tak menyadari sudah dua kali cairan miliknya ada di dalam tubuh Briana, Wanita itu benar-benar kelelahan.


Ballawa menghapus peluh di kening Briana dan mengecupnya pelan. Ballawa menarik bagian tubuhnya itu dan menggeser tubuhnya. Tatapan mereka berkata banyak dan pria itu memeluk Briana kembali.


"Terimakasih Briana... jika dia berhasil hadir di dalam rahimmu, kumohon, jaga dia untukku!"


"Aku pasti menjaganya, tapi kuharap kita bisa menjaganya bersama, kembalilah 6 bulan lagi kak!"


"ya, aku akan kembali untukmu, Briana !"


 


 


 


 


 


 


 


*****


Happy Reading Guys !"


Terimakasih telah berbaik hati membacanya, Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini ? Thanks a lot.


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2