Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
83. Is he crazy ?"


__ADS_3

Masa lalu tidak bisa diubah dan masa depan masih ada harapan untuk memperjuangkannya.


 


 


*****


 


Ballawa, Leeroy , Dody dan Andre, masih duduk mengelilingi meja makan di  pondok pelangi dan mereka menyusun jadwal, serta pembagian tugas secara mendetail . Hal itu harus dilakukan mengingat panglima meminta laporan sore ini harus jadi ,pembagian tugas mulai menjaga depan rumah, keliling rumah tiap 15 menit, mengemudikan kendaraan ketika mereka harus mendampingi Mas Pram ataupun mereka jalan dalam formasi lengkap.


"Akhirnya selesai juga pembagian kerja dengan 4 model shift , tapi ini sesungguhnya ada tugas maha penting yang belum tertulis," Andre yang bertugas mengetik dan sedang mengeprint Job Description mereka selama bertugas 6 bulan ke depan.


"Iya... apakah itu tugas Ballawa saja karena ia sedang jadi ketua?" Timpal dody santai dan sambil mengunyah keripik.


"Tugas apa yang mahapenting dan tidak kita tulis itu?" Ballawa bertanya pada ketiganya dan disambut oleh senyuman yang penuh arti.


"Kau akan tahu setelah menemui mas Pram ..."  Jawab Leeroy pelan. "Sekarang kau bersiap ke tempat panglima dan kami akan hadir di rumah itu tepat jam makan malam... ingat Ball, Mas Pram makan pukul 19.25, dan kita tidak boleh terlambat sedetikpun... atau itu adalah kegagalan pertamamu !"


"Ya... aku paham, aku akan mempelajari hal-hal yang disukai mas Pram dan hal yagn tidak disukai mas Pram. Thanks Leeroy,"   Ballawa berkata sambil menepuk pundak Leeroy yang berada di sebelahnya. " Aku jalan ke markas naik mobil itu, bagaimana kalian ke rumah mas Pram?' Jalan kaki ?'


Ketiganya tertawa mendengar jawaban Ballawa yang belum mengetahui, bahwa pintu belakang pondok pelangi ini bisa langsung ke rumah mas pram yang hanya berselang 1 rumah.


Rumah Pelangi itu adalah rumah perlindungan untuk keluarga orang nomor 1 negara ini. Disebelah rumah pelangi adalah rumah milik panglima Gaffar yang ditempati oleh salah seorang keluarganya yang lain. Ballawa baru memahami ketika Leeroy menjelaskan dan pria itu juga yang mengingatkan untuk segera menemui Panglima di markas.


 


*****


Panglima sudah menunggu Ballawa di depan markas dan tanpa menunggu Ballawa keluar dari mobil itu, Panglima segera memasuki mobil yang dikemudikan Ballawa.


"Jalan !" Seru Panglima begitu duduk di kursi di samping Ballawa.


"Siap !'


Mobil itu berjalan menuju kediaman mas Pram dan Ballawa mengemudikan dengan tenang. Ia sudah meletakkan tas yang berisi pakaiannya dan beberapa perlengkapan pribadinya di dalam mobil. Dan saat ini Ballawa memang siap menjalankan tugas apapun yang dikatakan panglima.


Mobil itu terlihat memasuki sebuah rumah berdinding kuning,  Panglima sendiri yang membuka gerbangnya dan membiarkan Ballawa memasukkan mobilnya dan pria paruh baya itu menutup kembali gerbang pintu masuk. Tidak ada satupun petugas jaga dan orang yang menyambutnya.


Ballawa menghampiri panglima yang menunggunya di teras rumah. Pria itu langsung berkata pelan di sampingnya.


"Kau harus siap atas apapun yang terjadi!" Tetap bersikap sopan saja meskipun dia mengesalkan!" Pahami tabiatnya dan mohon kamu maklumkan!" Ada alasan atas apa yang membuatnya seperti itu!"


Mereka memasuki rumah itu. Sepi dan terkesan tidak ada kehidupan. Panglima mengetuk sebuah kamar yang berada di lantai dua dan tidak ada sahutan apapun dari penghuni yang di dalam. Sementara Ballawa hanya mendampingi panglima kemanapun berkeliling di rumah yang besar itu.


"Mungkin dia berenang... ayo kita ke belakang rumah!" Panglima Gaffar mengajak Ballawa meninggalkan area lantai dua.


Mereka berjalan mendekati kolam renang yang letaknya ada di belakang rumah dan tampaklah sebuah kepala yang keluar masuk di dalam air dengan cepat.


Seorang pria tampak sedang berenang dengan gaya bebas dan hampir mendekati ujung.  Panglima Gaffar dan Ballawa menunggu pria itu menyelesaikan gerakan di air dan pria itu menepi dan berusaha melompat keluar dengan mengijak pijakan khusus di pinggiran kolam renang.


"Om... sudah datang? Apakah sudah dapat anggota timnya?" Pria itu berkata pada Jendral Gaffar dengan dada bidangnya yang telanjang dan terlihat mengembang kempis  karena nafasnya terengah -engah.

__ADS_1


Pria itu mengambil handuk yang sudah ia persiapkan sebelumnya dan mengeringkan rambutnya dan meletakkan di pundaknya. "Apakah dia ketua timnya? Dan anggota si bodoh-bodoh itu akan kemari  pada makan malam ?"


"Ya.. dia ketua tim yang baru.... Namanya Ballawa, dia anggota pasukan khusus yang kemarin terlibat dalam penangkapan cepot berdarah !"  Kau pasti pernah mendengar berita tentang penangkapan cepot berdarah itu !" Jendral Gaffar berusaha menjelaskan latar belakang Ballawa dan membuat pria yang berusia sepantar dengan Ballawa menatapnya dengan pandangan yang tidak dapat dipahami oleh Ballawa.


Pria yang dipanggil mas Pram itu memiliki tinggi kurang lebih 165 cm, hanya beberapa cm di bawah tinggi Ballawa. hanya kakinya saja yang bagian kanan kecil dan itu membuat langkahnya menjadi tidak imbang dan terkesan diseret.


"Ballawa ... nama yang unik!" pria itu terus menatap Ballawa dengan tatapan yang belum dimengerti oleh Ballawa.


"Siap terimakasih pak!" Sahut Ballawa dengan nada tegasnya.


"Aku bukan bapakmu, panggil aku mas Pram !" dan berbicaralah selayaknya manusia pada umumnya , tidak usah berteriak siap!" Bisa kau lakukan itu ?"


"Ya Mas Pram !" Ballawa mengubah panggilannya namun tidak mengubah intonasi yang tegas itu.


"Dan bicaralah seperti pada teman bukan pada atasan yang ada disebelahmu itu !" Pram berkata sambil melirik Panglima Gaffar yang tanpa ekspresi.


"Baik," Sahut Ballawa lebih pelan.


Mereka masih berdiri di samping kolam renang, Saat itu Ballawa masih menggunakan pakaian dinas dan bersepatu lengkap. Posisinya persis di samping kolam dan Panglima Gaffar juga sama sepertinya terus memperhatikan Mas Pram yang masih mengeringkan tubuhnya dengan handuk putih.


"Selama di rumah ini, aku tidak mau kau menggunakan baju itu, gunakan kemeja atau kaos berwarna putih karena aku ingin melihat semuanya bersih!" Pram masih mengeringkan  tubuhnya dengan handuk  dan tidak menatap kedua orang yang menghampirinya itu.


"Baik mas," Ballawa mengangguk dan satu hal yang tidak disadarinya bahwa ia mendapat serangan tiba-tiba dari pria yang akan dijaganya nanti selama 6 bulan ke depan.


Pria itu menendangnya cukup keras dan membuat dirinya tercebur ke kolam renang. Tidak masalah Ballawa dengan berenang, karena ia mampu berenang di laut sekalipun. tetapi ia masih menggunakan pakaian lengkap. Ketika ia mengeluarkan kepalanya ia mendengar suara tertawa pria yang disapa mas Pram itu.


"ha... ha...  ha.... rasain tendangan kakiku!" Biar kakiku kecil, kau tahu Om Gaffar yang melatihku hingga tendanganku kuat seperti itu !"  Jadi jangan sekali-kali meremehkanku!"


Ketika Ballawa berusaha keluar dari kolam dan mengangkat tubuhnya  untuk meninggalkan kolam. Pria itu berteriak," Kita lomba siapa yang sampai di ujung sana duluan , kalau kau kalah maka tidak diterima menjadi pengawalku !"


Ada tatapan tidak suka di mata pria itu mengetahui ia kalah cepat."Katanya kau ini pengawalku, kenapa kau lebih cepat!" harusnya kau dibelakangku bukan di depanku!" Aku tidak suka kau mendahuluiku! " Ingat ketika di jalan  atau dimanapun, posisi teman itu disamping bukan di belakang atau di depan!"


Eh ... kenapa begitu? Dia yang tadi mengajak lomba, giliran kalah, dia yang marah. Pantas panglima dan teman-teman setim mengatakan dia mengesalkan dan menurutku agak gila. Batin Ballawa berkata dalam hatinya.


 


*****


Tepat pukul 19.00 Panglima meninggalkan rumah itu dan Ballawa sudah berganti pakaian dengan kaos putih dan celana panjang jeans. Kepergiaan Panglima bersamaan dengan kemunculan teman-teman se-timnya yang membawa makanan untuk makan malam mereka.


Ballawa memperhatikan teman-temanya sudah menata meja dan berdiri tepat di sekeliling meja  dengan sikap sempurna hingga tepat pukul 19.25 mas Pram keluar dan langsung duduk di meja makan.


"duduklah semua!"


"Baik mas," Sahut keempatnya kompak.


"Besok pagi kita akan ke Palembang jam 6.25 pagi , tidak ada yang terlambat sedetikpun dan aku akan minta kita semua berangkat dan sudah sarapan dengan kenyang  !"  Kalian siapkan selama perjalanan hanya menggunakan kaos berwarna putih dan celana jeans!" Leeroy sudah menyiapkannya itu!" Kita akan pergi selama 5 hari!"


"Baik mas," Sahut Leeroy cepat.


Pria itu berfikir cepat, bahwa malam ini juga ia harus berbelanja sesuai permintaan mas Pram, jika tidak pria ini akan mengamuk.


Bagi Pram, uang bukan masalah, setiap pengawalnya sudah mendapatkan kartu yang berisi uang tunai dalam jumlah besar yang disediakan ayahnya untuk menopang keperluannya. Jadi dengan perintahnya , berarti itu adalah kewajiban untuk menggesek uang dan berbelanja.

__ADS_1


Mereka makan malam dengan tenang, hingga pria itu berkata dengan memberikan tugas lain lagi kepada salah satu anak buahnya yang sedang makan bersamanya.


"Oh iya Andre, aku ingin kita semua sarapan pagi dengan Mpek-mpek kapal selam dan lenjer yang di samping bioskop metropole, malam ini kau beli ke sana, dan itu untuk sarapan kita semua pagi !" Jangan lupa minumnya juga juice markisa asli dan tidak  ada gulanya ," Mas Pram berkata sambil mengunyah makan malamnya.


Ucapan itu membuat semuanya terperangah, bahwa besok pagi mereka akan sarapan makanan mpek-mpek dan juice markisa asli. Luar biasa untuk sarapan pagi dengan menu yang asam dan pedas.


Asam dan pedas sudah memenuhi otak mereka dengan  aroma dan rasa yang akan mereka makan besok. Leeroy yang tidak mampu makan asam dan pedas sudah mulai berfikir kecut. Karena pria itu akan mendapat porsi yang sama dengan yang Mas Pram makan dan  ia tidak sanggup jika suruh makan sampai habis, tapi membantahpun percuma.


"Dody... "


"Ya mas," Jawab Dody dengan pelan.


"Besok aku mau kau bawakan 2  ayam jantan dan 4 ekor ayam betina  yang masih hidup, aku ingin memberikan oleh-oleh untuk keluargaku disana?" Dan ayam itu letakan di dalam mobil biar ramai suasana di mobil nanti.


Ballawa hanya memandang ketiga temannya dengan tatapan penuh arti. diliriknya pria yang terus mengunyah itu dalam diam. Benarkah pria ini sama dengan ayahnya yang begitu bijaksana? Kenapa rasanya beda sekali ?" Pria ini sepertinya agak gila?"


 


 


*****


 


 


 


 


 


 


Happy Reading Guys!"


Bolehkah tinggalkan jejak disini?" Terimakasih semuanya temans!"


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2