Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
61. Segiempat


__ADS_3

Cinta adalah dua hati yang saling memberi dan berbagi bukan ada tiga hati disana sehingga akan melukai salah satunya.


 


*****


 


Ballawa baru tersadar dari operasinya. Dia terkejut karena ternyata dirinya sudah dipindahkan dari ruangan perawatan darurat di dermaga  dan  ditempatkan di ruangan khusus di salah satu rumah sakit di kota Cilacap. Bisakah dirinya bertemu dengan Jessy lagi?" Akh...


Dilihatnya ruangan perawatan  itu kosong, dan tidak ada penjagaan tapi tubuhnya masih lemah dan penuh lilitan kabel, dan  yang menggelikannya adalah ternyata tangan kanannya juga diborgol ke ranjang besi yang berat ini. Sialan.


Huh...!"  Desis Ballawa dengan sedikit marah dan menghempaskan tangan kanannya.


Apaan ini? Siapa juga yang mau melarikan diri?"


Borgol di kanannya yang nempel di ranjang sedikit melukai harga diri Ballawa. Tapi apa mau dikata, Dia terdiam dan marah. Ballawa  berfikir apakah tim-nya sudah mengetahui tindakannya. Terserah jika ia dikeluarkan dari tim 5  tapi dia lelah bersikap menuruti kemauan semua orang demi karirnya, demi keluarga besarnya, demi sukunya.


Di otak Ballawa adalah harus menyelamatkan Jessy dari tindakan salah dari wanita itu yang akan menikahi pria jahat dan merupakan target polisi selanjutnya. Aku harus dapat memisahkan Jessy dengan pria itu.


Adakah keluarganya memikirkan kebahagiaannya? Semua hanya mengatur demi membanggakan keluarga dan sukunya di Kalimantan sana.


Umai... Maafkan aku.  Balawa sesungguhnya teringat perkataan ibunya yang berpesan harus menghindari Jessy dan mengatakan tidak ada jodoh diantara mereka. Jika dipaksakan akan banyak orang yang terluka. Pesan Umai itulah yang membuat Ballawa harus melepaskan Jessy sebelum Jessy akhirnya memutuskan menerima Alex sebagai calon suami.


Aku tak sanggup jika harus melepaskan Jessy, Umai.  Maafkan aku!"    Akan kutanggung semua kesalahan ini tapi aku tidak mau mengorbankan Jessy lagi. Sudah cukup dia terluka. Aku yang salah, aku yang bermain hati padanya dan tidak mampu menjaga sebuah kepercayaan dari kepala suku dayak kayan.


Hal yang sama juga terjadi pada Alex. Bedanya ia dipindahkan dalam keadaan sadar. Pria itu selalu didampingi oleh Jessy dan Jenny menuju Rumah Sakit tentara di Cilacap. Mereka  mendampingi Alex  yang mendapat surat  perintah tidak boleh meninggalkan kota Cilacap selama 10 hari ke depan untuk kepentingan penyelidikan.


Jessy dan Jenny menyewa dua buah kamar di sebuah hotel  yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit. Mereka memilih menunggu sampai Alex benar-benar pulih. Keduanya akan bergantian menjaga Alex di rumah sakit. Jenny memilih shif malam sedangkan Jessy memilih shift pagi.


Sebenarnya jika boleh jujur Alex tidak ingin ditungguin oleh Jenny jika malam hari, Dia merasa tidak nyaman  dengan sahabat Jessy namun melihat kesepakatan dan ketulusan Jessy dan Jenny, hingga membuat dirinya tidak dapat menolak.


Sedangkan Dede  Sang Pengacara hanya mengunjunginya jika ada keperluan untuk kepentingan penyelidikan. Dia meminta ijin ke pulang ke Bandung dahulu karena penyelidikan barun dimulai 3 hari mendatang.


"Jess... "Panggil Alex pada kekasihnya yang sedang menata buah di nakas sampingnya.


"Ya Al...


"apakah dia baik-baik saja?" Bagaimana keadaanya sewaktu kau melihatnya?"


"Aku tak tahu kondisinya sekarang, tapi yang kutahu... kemarin dia baru dioperasi dan hari ini seluruh keluarganya datang... aku tidak mau melihatnya lagi, Al... Aku takut dan trauma akan kejadian yang dulu jika ketemu dengan keluarganya." Jessy berkata pelan dan memandang Alex hingga membuat pria itu menarik jemarinya dan menggenggamnya erat.


' Jangan takut... aku akan melindungimu, jika ada yang memaksamu untuk melihat dia lagi, akan kupastikan harus bersamaku melihatnya...


"Terimakasih Al... " Jessy memeluk prianya hingga membuat pria itu meringis karena mengenai bekas operasinya.


'Aww....

__ADS_1


"Maafkan aku, Al... maaf... apakah menjadi semakin terluka? Aku panggil dokter ya?"


Alex tersenyum dan meminta Jessy duduk di ranjangnya dan tepat disampingnya. "Disini aja biar aku merasa hangat dan tidak takut kamu menghilang,"


"Ih... apaan sih Al... ntar dokter datang dan menegurku !"


"aku yang akan negur dokter jika dia dia berani menegurmu," Sahut Alex sambil menarik Jessy duduk di ranjang itu.


 


 


*****


Tim 5 dan keluarga Ballawa juga telah datang di kota Cilacap. Mereka terkejut dengan tindakan Ballawa yang diluar prediksi dan berbeda dari kebiasaan. Pria yang berbadan tegap dan diikuti oleh seorang perempuan muda yang cantik dan berambut panjang itu berjalan tegap mengikuti langkah para polisi. Mereka menuju ruang perawatan Ballawa.


Pintu itu dibuka oleh Arief dan ia  akan segera memasuki ruangan itu diikuti oleh Jphn, Pramono d... an Zaenal.  Mereka  sudah melihat  Ballawa yang masih terbaring .  Mereka   sesungguhnya ingin menanyakan kabar  dengan gaya mereka di kantor  dan yang terpenting adalah alasan sahabatnya melakukan tindakan itu.


Tapi Arief  tidak mampu berkata banyak karena ia diikuti oleh dua petugas komite etik dari kepolisian pusat. Belum lagi mereka membawa keluarga dari Ballawa yang harus dijaga perasaannya.


"Sebentar pak... bolehkah pihak keluarga dahulu yang bertemu dengan Petugas Ballawa," Ujar Arief  kepada dua petugas dari komite etik. "Kita berikan dahulu waktu kepada keluarganya sekitar 30 menit, bagaimana?'


"Baiklah...  Silahkan dari pihak keluarga dahulu yang masuk.... waktu kalian kami berikan 1 jam sebelum kami memulai penyelidikan,"


"Terimakasih pak Arief atas kebijakannya... sekarang saya dan putri saya akan melihat keadaannya dahulu," Ujar pria yang berbadan tegap itu dan diikuti oleh perempuan cantik itu. Wajah mereka serupa dan dari parasnya, orang langsung mengetahui bahwa mereka ayah dan anak perempuannya.


Mereka berdua  memasuki ruangan itu dan membiarkan pintu ruang perawatan tetap terbuka. Hingga beberapa saat kemudian Arief menoleh ke dalam sumber suara  ketika ia mendengar suara tangisan perempuan yang merupakan istri dari Ballawa.


"Kakak.... kenapa ? Apa yang terjadi? Katanya kakak menembak orang?  Mana yang sakit kak? " Briana bertanya pada Ballawa sambil menyentuh lengannya yang masih diperban dan melihat kaki Ballawa yang masih diperban. Hatinya sakit melihat luka yang dialami suaminya.


"Maafkan aku, Brianna...  maafkan aku,... harusnya kamu tetap di rumah saja... aku bisa membereskan semuanya.... maafkan aku  Yapang ... "Ballawa berusaha tegar menatap istri dan mertuanya.


"Kamu masih berani memanggilku Yapang (Ayah)? Bukankah Umai (Ibu) sudah sering mengingatkan agar dirimu menjauhi wanita itu... kamu akan hancur jika bersama wanita itu... kami berbuat ini untuk melindungi kamu, Al!" Seharusnya kamu bisa berfikir... atau aku harus membunuh wanita itu dengan tanganku sendiri?"


"Jangan Yapang, jangan lakukan itu !"  Teriak Brianna sambil menangis. "Jika kau melakukannya , maka Kakak Al akan mati dan akupun pasti mati...


Pria itu berusaha menata emosinya. Ia sesungguhnya  tahu bahwa selamanya Ballawa hanya mencintai wanita yang bernama Jessy dan tidak  pernah mencintai putrinya. Tapi egonya sebagai kepala suku dan ayah membuat dia memaksa Ballawa menikahi Briana sebelum pria itu mengambil dinas di kepolisian dengan perjanjian darah.


"Yapang... kumohon ijinkan aku menemui wanita itu... aku yang salah dari dulu meminta Kakak Al untuk menikahiku... dia hanya menganggapku adik kecilnya... aku tahu itu... tapi aku sayang pada kakak Al... bolehkah jika wanita itu menjadi istri kakak Al juga... aku yakin  kakak Al akan semakin mencintaiku!"


"Briana!"  Al terkejut dan tak mampu berkata apapun lagi.


"Kau bodoh Briana.... bodoh... tidak ada pernikahan yang  seperti itu di suku kita...!"


"Tapi Yapang, aku yakin jika Kakak Al kau ijinkan menikahi wanita itu, dia akan lebih menyayangiku dan mau memberikanku seorang anak... seorang cucu yang kau inginkan!"


" Tidak Briana... kalian masih muda dan masih banyak kesempatan!" Sahut Yapang dengan penuh ketegasan.

__ADS_1


"Yapang.... kau tahu... aku mencintai Kakak Al semenjak kecil karena dia selalu baik dan mau menjagaku... kau yang memaksanya hingga dia tidak bisa menolak apapun perkataanmu .. dia tidak punya siapapun di desa selain ibunya.... untuk itu kau memaksanya untuk menikahiku dan membiayai sekolahnya .... Yapang, kumohon, biarkan aku membantunya..."


"Briana, jangan lakukan itu... maafkan aku!" Bujuk Al pada briana yang bersimpuh di kaki ayahnya."briana.. kemarilah," Ujar Al sambil berupaya bangkit dari tempat tidurnya untuk duduk meskipun rasa nyeri menjadi  hadir akibat tindakannya barusan.


"kakak Al... maafkan aku yang sering tidak peduli pada luka hatimu... aku yang egois ya kakak!"


"Bri... dengarkan aku... aku memang sayang padamu seperti sayang pada adik perempuanku, tapi aku bukan berencana untuk meninggalkanmu... aku hanya tak rela jika ia menikahi penjahat... aku cuma bermaksud melindunginya saja!"


"Kakak Al, semalam Umai sudah mengingatkanku dan meberi tahu semuanya.... semua karena wanita itu... aku ingin melihat kakak Al bahagia tapi aku tak bisa jika kita berpisah... tapi bolehkah, kita tetap bersama dan kumohon setelah menikahinya, kamu juga harus meniduriku dan  memberikanku anak.... biarkan aku memiliki buah cinta darimu, Kakak Al!"  kumohon kakak al!"


"Bri... Cinta adalah dua hati yang saling memberi dan berbagi bukan ada tiga hati disana sehingga akan melukai salah satunya...  kau akan terluka jika mengijinkanku bersamanya... aku bukan pria yang adil dan wanita yang kau paksa untuk menikah denganku itu  juga tidak mau bersamaku...


"Aku yang akan membujuknya kakak Al... kumohon setujui aku!"


"Bri.... aku tak sanggup melakukannya!" maafkan aku!"


Brianna menangis mendengar jawaban Al. Hatinya terluka karena Al tetap bersikukuh dengan pendiriannya. Apakah Al lebih memilih mati daripada menjadikannya istri sesungguhnya?   Benarkan dia tidak memiliki kesempatan untuk menjadi istri sesungguhnya dari  kakak Al....


 


 


 


*****


 


Happy Reading Guys!"


Bolehkah tinggalkan jejak disini? Thanks atas segala masukan, komentar, like, poin, vote dan hadiahnya!


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2