
Jangan pernah menyia-nyiakan seseorang yang tulus mencintai kamu, jangan sampai kamu menyesal setelah dia pergi !"
*****
Sudah dua hari Anneke terbaring di sofa menunggu suaminya pulang. Pria itu menitipkan pesan pada sekretarisnya empat hari yang lalu bahwa ia ada pekerjaan penting di luar kota dan meminta sang sekretaris untuk menemani Anneke di rumah. Namun Anneke merasa tidak enak ditemani oleh orang lain dan merasa bersalah merepotkan orang lain.
Warmen biasanya menghubungi jika pulang larut , dan biasanya dilakukan setelah Anneke pulang kuliah di sore atau malam hari, melalui telephone rumahnya. Namun selama tugas Warmen keluar kota ini, , pria itu tidak menghubungi apapun padanya. Cemas dan khawatir ada di hati Anneke, Namun ia mencoba untuk percaya pada sang suami.
Tanpa sadar tangannya menyentuh perutnya yang masih rata, seminggu yang lalu ia sempat mencoba mengetes kehamilannya sendirim dan terdapat dua garis merah. Hal itu disambut oleh Warmen dengan sukacita, dan ia berjanji akan mengantarnya kemarin ke dokter. Apakah dia lupa? ataukah ada masalah yang menderanya? Anneke terus berdoa di dalam hatinya.
Anneke masih menonton televisi sambil berbaring di sofa. Lelah seharian beraktifitas di kampus membuat dirinya cepat terlelap dan televisi masih menyala untuk menemani tidur malamnya selama beberapa hari.
Waktu menunjukkan pukul 1 dini hari ketika Warmen memasuki rumahnya. Mobilnya ditinggal di kantor, karena ia tidak sanggup menyetir setelah tadi pagi pulang dari Anyer, Ia langsung mengantar Melinda, kemudian mendampingi klien untuk menangani kasus berat.
Warmen memasuki rumahnya dan membuka pintu ruang tamu dengan kunci yang dipegangnya. Ia sedikit terkejut ketika melihat lampu ruang tengah dan televisi yang menyala. Dilihatnya Anneke sedang terbaring di sofa ruang tamu rumahnya. Wanita ini pasti setiap malam menunggunya pulang. Ada sedikit rasa sesal di hati Warmen, melihat Anneke terbaring di sofa dalam posisi tidak nyaman. Maaf, bisik Warmen pelan.
"Kenapa tidur disini sih, Ne?" Apakah setiap malam kamu menungguku?" Warmen bersuara pelan.
Sedikit sesal ada di hati Warmen ketika melihat Anneke terlihat tidak nyaman tidur di sofa itu. Warmen berusaha bergerak dengan hati-hati agar tidak mengganggu tidur Anneke yang cukup pulas di sofa panjang itu.
Digendongnya tubuh wanita hamil yang sedang mengandung buah cinta mereka. Seharusnya kemarin sore adalah waktu kontrol dan pemeriksaan pertama anak dalam kandungannya. Warmen melihat perut rata istrinya, ada anaknya juga di sana.
Namun Permintaan dari Melinda dan Nicky yang ingin memperpanjang waktu berlibur di Anyer membuat Warmen membatalkan janji ke dokter kandungan tanpa mengabari Anneke. Ia pun tak sanggup menolak permintaan Nicky, karena Nicky-pun anaknya. Huff...
__ADS_1
Warmen berjalan sambil sesekali melirik Anneke yang masih tertidur nyenyak di gendongannya tanpa terganggu. Ketika tiba di ranjangnyapun, Anneke masih terlelap di dunia mimpinya, Warmen membaringkan wanita itu.
Pria itu menarik nafas dan langsung melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai dengan aktifitasnya, ia menjatuhkan tubuhnya sambil memeluk istrinya yang masih terlelap.
Aroma Anneke yang dirindukannya selama beberapa hari di Anyer meski di dalam pelukannya ada Melinda. Maaf, bisiknya pelan dan Warmen pun terlelap tidak lama kemudian sambil memegang perut Anneke. Salahkah aku menginginkan keduanya. Anneke dan Melinda yang kucintai, aku takkan pernah melepaskan kalian berdua. Terlebih ada anakku bersama kalian, aku harus bisa membuat Melinda kembali bersama Nicky.
*****
Tidur malam yang nyaman ketika Anneke menbuka matanya di dalam kamar. Ia akan menguletkan dengan menggerakkan tubuhnya ketika terbangun pagi hari ini, Namun tubuh bagian bawahnya, seolah tidak bisa digerakkan,karena kakinya ditimpa oleh kaki suaminya yang menjadikannya guling.
Akh... abang akhirnya pulang. Berarti semalam abang yang mengangkatku dari sofa. Pantas tidurku pulas sekali. Anneke tersenyum memandang pria yang dirindukannya beberapa hari ini. Pria itu masih terpejam dan seolah tidak menyadari sentuhan kecil yang dilakukannya. Disentuhnya kembali pipi pria yang sedang terlelap itu.
"Kemana saja sih, bang? Gak ngabarin Anne beberapa hari ini, " Anneke berkata pelan dengan masih menekan-nekan pipi suaminya dengan jemari lentiknya.
"Good morning honey.... " Warmen membuka matanya dan langsung menciumnya, Anneke belum sepenuhnya sadar dengan gerakan cepat suaminya yang menariknya kembali ke ranjang.
" Tidak ada kiis in the morning untuk abang, nih Ne?" Padahal Abang kangen banget lho... kamu bukannya tadi yang bangunin abang yang lagi tidur dengan cubit-cubit pipi abang berulang kali," Goda Warmen pada istrinya.
Anneke mengerjap kemudian kembali terhenyak ketika Warmen merubah posisi mereka dengan menggulir tubuh istrinya dengan cepat. Pria itu langsung bergerak cepat melepaskan kancing piyama tidurnya. Hampir terpedaya pagi hari dengan tindakan nakal suaminya, namun kuliah perpajakan pagi hari membuat Anneke tersadar akan tanggungjawabnya.
"bang.... aku ada kuliah pagi dan aku sudah terlambat..."Ujar Anneke sambil menahan tangan dan mulut Warmen yang lagi bekerja pada tubuhnya.
Warmen menghela nafas kasar dan merasa hasratnya yang menggebu batal tersalurkan. Sedikit kecewa pada istrinya.
__ADS_1
"Baiklah...nanti malam saja deh..." Warmen bekata sambil menarik tubuh Anneke ke pelukannya." Aku kangen kamu, Ne... tapi kayaknya kamu gak kangen sama abang nih...
"ih... abang , anne itu beneran ada kuliah pagi dan dosennya galak... Anne takut terlambat bang!" oh iya bang... kapan kita ke dokter kandungan....
"Hemm... entahlah kerjaan lagi banyak, tapi kuusahakan minggu ini ya , Ne!"
"Abang kemana saja sih... ko gak pernah ngabarin Anne?' Anne khawatir, abang ada apa-apa di jalan ... emang begitu sibukkah sampai tidak ada waktu 1 menitpun untuk mengabari Anne, Bang?"
Warmen mengeratkan pelukannya dan mengecup kening kepala Anne seakan mengucapkan permintaan maafnya.
"Kamu setiap malam tidur di sofa?" kamu menungguku tiap malam? Apakah Dita tidak menjelaskan kepergianku, Ne?"
"Iya, Dita tiap hari kemari dan membawakanku bermacam-macam makanan dan menawariku untuk menemani, bang... tapi bang, Anne mau ketemu Abang... Anne khawatir sama abang... apa karena bawaan anak ini ya Bang?" Ujar Anne sambil mengelus perutnya.
"Maaf... karena kerjaanku yang menumpuk, membuatmu harus menunggu di rumah sendirian... gak papa ya, ... kurasa dia akan jadi jagoan deh... karena berani di rumah sendirian, Ne.
"Tapi bagaimana jika dia perempuan, Bang?"
"Gak papa ... dia pasti tetap menjadi anak yang permpuan yang pintar dan berani, Ne... nanti sore aku usahakan pulang cepat... aku antar kuliah pagi ya, jadi gak terlambat kan?" Bisik Warmen sambil mengecup kening istrinya kembali dan melanjutkan tindakannya yang tadi dihalangi Anneke.
" Bang..... aku ada kuliah pagi, " Teriak Anne ketika suaminya menyerangnya dengan aktifitas pagi yang menguras energinya. Olahraga pagi itupun berdampak pada keterlambatan kuliah Anneke yang tidak dapat terhindarkan.
*****
__ADS_1
Happy Reading Guys..... Bolehkan tinggalkan jejak juga disini?" Thanks a lot ya!"