Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
29. Investigasi 2


__ADS_3

Bekerja tidak hanya mencari materi tetapi jadikan pekerjaanmu itu memberikan manfaat bagi orang lain.


*****


Jakarta,  1 Februari 1993,


Setiap polisi  selalu diingatkan dalam bekerja bahwa  tujuan utama mereka bekerja adalah melindungi dan Malayani warga. Demikian juga polisi yang mendapat tugas khusus di Ruangan "Connan, Lantai 10 ,Markas besar Kepolisian RI, mereka sedang berdiskusi dan mengumpulkan data-data yang akurat setelah melakukan penyelidikan secara intensif sejak mereka ditugaskan.


Tim 5 sedang bekerja keras membaca data dan mengelompokkan kasus yang sedang di tangani mereka berlima.  Kasus sudah mulai mendapatkan titik terang dan akan melakukan  pemanggilan saksi-saksi tertentu secara resmi dan kemungkinan akan ada yang  naik menjadi level tersangka.


Arief sebagai pimpinan tim 5 meminta seluruh anggota tim memaparkan ulang sebelum tindakan pemeriksaan saksi akan dimulai pada minggu depan untuk mencegah keresahan warga akibat salah dalam penyidikan dan pemanggilan saksi-saksi . Mereka duduk di meja tengah dan saling memperhatikan berkas yang akan dipresentasikan.


File 1 : John yang akan presentasikan. kasus Lampung


File 2 : Ballawa  yang presentasikan Kasus penembakan pengusaha baja  di Jakarta Pusat


File 3 : Zaenal yang presentasikan Kasus di Palembang.


Notulen akan dicatat oleh Pramono yang akan mencatat kekurangan dan kelebihan  dari tiap file dan masukkan dari anggota tim.


"John... silahkan kamu mulai dan kami semua mengamati apa yang ada di file 1 !" Seru Arief agar mereka fokus pada hasil penelitian sebulan yang lalu.

__ADS_1


John segera bangkit berdiri dari kursinya dan melangkah di samping papan yang ditempel banyak foto korban. Ada 3 papan tulis yang diletakkan di ruangan itu. Papan 1 yang berukuran paling besar untuk kasus Lampung, papan 2 untuk kasus Jakarta dan papan 3 untuk kasus Palembang.


"Baik ... Selamat pagi teman-teman, saya akan memaparkan isi file tentang file 1 adalah "Lampung" Nama Korban, saya kelompokkan dari Tempat  kejadian perkara yang akan saya singkat TKP jadi ada 3 TKP yaitu TKP 1 ,  TKP2 dan  TKP 3. Berikut adalah rincian yang saya susun:


TKP 1  adalah : Alun-alun dimana tempat diketemukan  Jendral Agusta Setiono  dan putranya  yang bernama Andi Setiono tewas secara mengenaskan. Keduanya mendapati luka tembak di kening dari jarak dekat dan luka bakar, khusus Andi Setiono di tambah luka tembak di perut. Lokasi  diketemukan : Alun-alun kota Lampung. Saksi kejadian  cukup banyak  : ada 7 orang semuanya adalah pedagang di sekitar alun-alun yang tidak melihat kejadian tapi hanya menemukan korban dalam keadaan masih terbakar dan mereka adalah yang memadamkan api ), foto-foto korban sudah saya tempel di papan 1, sebelah kiri.


TKP 2 " Kediaman Rumah Jendral Agusta. Korbannya adalah para ajudan dan pembantu yang berada di rumah , semuanya berjumlah 12 orang yaitu :Asep,  Budi, Ervan, devon, Benny, Tommy, Sidik, Purwo, Biyan, Yusuf, Pendi dan Benyamin. Semua korban meninggal langsung di TKP dengan luka tembak di kening mereka masing-masing dan tanpa sempat melakukan perlawan. Foto-foto korban sudah saya tempel di papan 1 sebelah tengah.


TKP 3 : Kediaman Rumah Andi Setiono, Korban meninggal 15 orang dan 3 orang yang selamat yaitu pembantu rumah tangga yang melihat pelaku yang ditutup masker hitam dan kepala tertutup topi. Hasil wawancara dengan ketiga saksi mata  yang bernama  Pardi, Siti dan Aisyah mengatakan, mereka tidak berani melihat pelaku dan ada kesamaan jawaban yaitu hanya berbadan tinggi sekitar 170 cm, tubuh tinggi dan  suaranya seperti  tentara yang galak/ tegas dengan kata lain. Mereka tidak mungkin melupakan suara. Jadi jika ada contoh suara maka mereka bertiga bisa mengenali.  Adapun korban adalah  Aris, Vicky, Fadel, ikhsan, Andres, Setyanto, Devan, Arya,  dimas,  Capung, Ariel, Noel ,  Bagas , Irwan dan Erick. Semua korban ditembak juga di kening masing-masing.di papan satu sebelah kanan.


Adapun Prediksi Tersangka :


1.  Jendral Bastian yang memang sedang berkonflik dan dibuktikan dengan beberapa ancanam yang terbuka pada surat kabar ataupun pernah ditayangkan di televisi berkaitan dengan korupsi yang diduga dilakukan oleh kroni Jendral Agusta , File belum dapat dibuka oleh kita karena menunggu ijin dari Panglima Angkatan Darat yang mungkin akan keluar minggu ini.



3.Warmen "Amsterdam " Sitompul, seorang pengacara yang sedang naik daun karena perkara yang ditanganinya dan ia memang memiliki masalah dengan keluarga ini karena ada penyerobotan tanah dan berbagai aset keluarga dan diduga Andi Setiono yang membunuh ayah dan ibu Warmen. Namun salah seorang anak Jendral Agusta, yaitu Akhsan, menyatakan bahwa Warmen membawa lari adik kandungnya dan ini harus kita periksa lagi.


Ramli Abubahar, Seorang pengusaha yang memang memiliki kemahiran menembak dan pernah mengancam Andi Setiono di pasar bahwa ia akan membantai keluarga Andi, dan ini dibuktikan bahwa ia memiliki banyak anak buah dan sering berkonflik dengan Andi, Alibi yang dimilik Ramli ini tidak ada bahkan ia mengakui bahwa ia ada di alun-alun


Hengky sulaiman adalah salah satu anak buah Andi Setiono yang melaporkan ke polisi mengenai kejahatan Andi pada beberapa kasus, karena ia merasa ditipu mentah-mentah oleh Andi karena kekasihnya diambil oleh Andi dan dijadikan salah satu gundik Andi. Hengky ,mengakui bahwa ia berada di alun-alun dan membakarnya , namun Henky itu tidak memiliki keahlian dalam menembak, tetapi ia hanya ahli dalam penggunaan senjata tajam dan penganiayaan berkelompok. Cuma ia tetap berkoar di manapun, bahwa ia yang membereskan Andi dan sang jendral.

__ADS_1


6.  Jack Dompu adalah salah satu pembunuh bayaran, ia berada di Lampung pada saat itu dan berdasarkan hasil investigasi awal , memang ia akan membunuh Jendral Agusta dan dari kejahatan sebelumnya Jack memang suka menembak target, hanya tidak di kening, tapi ia memang salah satu penembak jitu jika dipesan untuk melakukan pernbuatannya.



" Nah teman-teman apakah ada masukan untuk investigasi yang saya rangkum berdasarkan informasi dari kita sekalian, apakah ada mau ditambahkan?" Tanya John pada keempat rekannya di Conan Room.


"John... tambahkan untuk Handoyo, beberapa waktu yang lalu aku lihat di media "Jakarta Post, dia memenangkan kejuaraan menembak perorangan dan beregu, kurasa dia bisa dijadikan tersangka utama melihat dari pola tembakan yang selalu akurat dan dia memenangkan hadiah pertama di Jakarta...nanti aku minta korannya di perpustakaan Polri lantai 4 ya!"  Balawa menambahkan info dan dicatat oleh Pramono langsung.


"Tapi Jack Dompu itu sedang menerima pekerjaan dari Jendral Agusta, aku lagi minta berkas dari Aksan anaknya Jendral Agusta... kurasa kita bisa menyingkirkan nama 'Jack" jika kita mendapati hubungan mereka cukup baik," Sahut Arief. "Mungkin sore nanti, kurir akan mengambil berkas dari kediaman Akhsan di Lampung dan langsung membawanya kemari.


Selagi mereka berdiskusi dengan alot, telephone di ruangan itu berbunyi nyaring dan  mengejutkan peserta diskusi. Arief langsung berjalan ke meja kerjanya tempat telephone berada. Umumnya telephone yang masuk diperuntukan untuk dirinya ataupun berkaitan dengan kasus ini. Anggota yang lain sedang menambahkan beberapa fakta untuk file 1 , hingga Arief kembali bergabung di kursi mereka dan berkata.


"Teman... cepot berdarah beraksi lagi di Makasar, kali ini yang jadi korbannya adalah "Daeng Taufan" yang memiliki perkebunan dan ia tewas ditembang di kening kemudian lehernya di tebas oleh Si Cepot" dan disaksikan oleh banyak warga, namun warga tidak ada yang mau memberikan kesaksian... karena Daeng Taufan merupakan rentenir yang menyengsarakan rakyat... jadi tindakan si Cepot banyak yang mendukung... "Ujar Arief lirih,


"Makin berat saja target kita.... apalagi jika si Cepot dianggap pahlawan, maka jika kita berhasil menangkapnya penduduk akan marah dan makin tidak menyukai polisi... masyarakat tidak melihat ada keluarga lain yang kehilangan akibat kesadisannya," Ujar Ballawa lemas.


"Iya... tapi jangan menyerah kawan...kita harus ungkap kasus ini sebelum dia makin terlena pada pujian semu masyarakat yang mengganggap dirinya pahlawan....  cepat bagi tugas rief, siapa yang ke Makasar, " Sahut John tegas.


Mereka terus bekerja di tengah tuntutan pekerjaan yang makin menggila dan target untuk menangkap cepot berdarah belum berubah.  Bagi mereka berlima , Bekerja tidak hanya mencari materi tetapi jadikan pekerjaanmu itu memberikan manfaat bagi orang lain.


*****

__ADS_1


Happy Reading Guys, semoga masih suka membacanya dan bolehkan tinggalkan komentar disini, berharap sih ada yang memberikan masukan, atas si "Cepot dan Tim 5"   dan jika  repot , bolehkah  lik like donk. Thanks ya.


__ADS_2