Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
113.Found Out


__ADS_3

Kita akan baik-baik saja selama kita masih bisa bersama dan saling percaya.


*****


Pagi hari pukul 08.00 di kediaman Alex.


Para pria sedang berbicara cukup serius di ruang tamu rumah itu. Sementara Jessy, Anneke dan Nadia beserta Nicky memilih untuk mengobrol dan merawat diri di salon milik Jessy. Para pria itu sengaja meminta Nadia membawa Anneke keluar rumah, agar mereka bisa berbicara lepas karena harus membahas masalah yang sangat krusial bagi keselamatan mereka.


Nadia memang protes di awal pagi itu, namun ia harus melindungi Nicky dan Anneke dimanapun. Dan cuma ialah yang terlihat tidak terkesan membututi para wanita itu di salon.


Warmen baru menyadari bahwa Jeremy, kakak tiri Nicky yang baru datang dari Inggris  tidak tanggung-tanggung mengejar mereka dengan menyewa banyak orang. Selain membawa dua kelompok tentara bayaran dari Inggis, dia membawa beberapa kelompok pasukan bayaran lokal. Hal itu baru diketahui ketika Alex dikunjungi  pagi ini oleh salah satu sahabatnya , Udin yang merupakan mantan rekan Handoyo dulu.


Jeremy adalah kakak tiri Nicky yang memang mengincar warisan Nicky dari ayah dan ibunya. Ia tidak rela jika Nicky memperoleh warisan sama besar dengannya. Ia ingin Nicky mati dan membuat seluruh warisan milik Jeremy. Ada 5 kelompok tentara bayaran yang disewanya.


"Jadi sebaiknya kita harus berganti rencana,.. " Alex bersuara dan terdengar agak sedikit putus asa. "Kau masih anti dengan organisasi "Elang hitam", War?"


"Apakah saat ini kalian disini membantuku tanpa seijin organisasi itu?" Warmen kembali bertanya dan pandangannya mengarah pada Handoyo yang merokok dan bersandar di sofa singel. 'Han.. katakan yang sejujurnya!"


Handoyo hanya terdiam dan matanya menatap Alex dan Warmen bergantian  "Kau yang pernah bilang padaku tidak mau terlibat dengan organisasi itu, maka aku meminta bantuan Alex, udin dan Nadia sebagai sahabat dan tanpa bayaran... tapi entahlah jika kita maju perang terhadap banyak kelompok bayaran... kurasa sebentar lagi aksi kami diketahui Big Mama.. belum lagi jika kemarin kita membereskan banyak orang di rumah Thomas... dan , kurasa anak buahmu sudah ditangani oleh Steven, orang kepercayaan Big mama."


Thomas mendengar perkataan itu seakan baru menyadari sesuatu." Aku sebenarnya sudah curiga, tak mungkin kau begitu mudah bebas tanpa bantuan Elang hitam.. tapi aku memang ingin mandiri dan tidak bergabung dengan organisasi itu... katakan padaku , Lex... adakah cara agar aku bisa lepas dari organisasi itu?"


"Kau harus lepaskan Warmen dan jemput anak buahmu dan katakan pada Steven, Alex menyuruhmu mundur dari proyek penyelamatan Nicky, dan itu harus cepat... hari ini juga kau ke Jakarta!" Bagaimana?"


"War.... maaf.. aku tak bisa membantumu!" Thomas berkata pelan dan merasa tidak enak hati. "Kedua temanku yang lagi berurusan dengan Elang hitam,  Reza dan Danang adalah mantan pasukan khusus  yang dipecat oleh Jendral Gaffar karena kelalaian dan aku tidak mungkin membiarkan mereka tidak mendapat tempat atau ditolak lagi, mereka sudah banyak membantuku, War...  maafkan aku jika kali aku tak bisa mendukungmu!"


"Pergilah Thomas... kau sudah banyak membantuku, aku yakin pada Adiguna, Alex dan Udin bisa membantuku!" Sekarang selamatkan teman-temanmu dahulu, kita bertemu di proyek berikutnya!"


"Terimakasih Warmen... maaf aku harus melepas kau dan keluargamu.... aku berhutang budi pada keduanya, mereka menyelamatkanku dulu!"


"Baiklah aku mengerti..."

__ADS_1


Thomas pergi meninggalkan Warmen, Adiguna, Alex dan Udin. Mereka tetap duduk di posisi mereka. Banyak hal yang bergejolak di pikiran mereka. Warmen masih bingung dengan apa yang harus dilakukan. Ia ingin tidak terlibat dengan organisasi Elang hitam, yang baginya adalah bertentangan dengan pemerintah.


"Aku bukan membenci organisasi kalian... tapi aku harus berdiri di pihak yang netral!" Salahkah dengan prinsipku ini, Lex?'


"tidak.... dengar, karena Handoyo begitu menjagamu, maka biarkan kita berjuang bersama sampai titik darah penghabisan... kau takut tidak War..?" Alex bertanya dengan tegas/


"Aku tidak takut, asalkan Nicky dan istriku selamat!'


"Baiklah aku punya rencana... tapi ini agak berat dan ingat apapun yang terjadi tanganmu harus tetap bersih dan tanpa senjata!'  Kau tidak boleh membunuh satu orangpun.."Sahut Alex kembali.


"Aku tak pernah membunuh orang... aku adalah seorang pengacara, aku pasti berjuang di pengadilan... jadi apa yang harus kulakukan...!"


"Kita akan bongkar  keamanan kita dan biarkan mereka menyerang tapi sebelum menyerang Handoyo, aku dan nadia akan membereskan mereka semua. Rumah ini akan diekspos agar mereka menyerang ...  Kau tiap hari menggendong Nicky sebagai umpan setelah itu kau akan bersembunyi , Gimana War?"


"Baiklah... apakah kalian akan selamat? Bagaimana jika rencana tidak berjalan dengan baik!" Warmen mulai berfikir dan ia agak khawatir dengan teman-temanya/


"Kau lupa siapa adiguna itu? Dia adalah Cepot berdarah...belum pernah ada yang lolos dari bidikannya?" Timpal Udin santai. "Kau belum tau kan bagaimana jika bang Alex bertindak... tapi bang... bagaimana dengan Jessy, dia bisa marah jika mengetahui kau membunuh orang!'


"Dia terpaksa harus ditidurkan... mau gimana lagi?"


"Aku merasa tidak enak dengan kalian.. apakah tidak ada rencana lainnya Lex?"  JIka memang tidak ada jalan lain, baiklah aku ikut organisasi kalian saja..!'


"Tidak.... Kau harus menjadi orang netral yang nantinya akan membela kami di pengadilan !" sahut Alex dengan tenang.


Alex  menarik tangan Warmen dan pria itu akhirnya menuruti ketiga temannya untuk menumpuk tangan tanda persaudaraan dan siap berjuang untuk melawan para tentara bayaran itu. Ia akan bersembunyi demi keselamatan keluarganya.


*****


Warmen sedang menggendong Nicky di sofa depan rumah Alex. Tampak biasa saja dan ia membiarkan Udin mengambil foto-fotonya beberapa kali. Ia tersenyum begitu natural. Demikian juga Nicky yang tidak menyadari bahwa itu bagian dari rencana ayahnya.


Sementara beberapa bagian rumah sudah dilapisi kaca tebal yang diperkirakan mampu menghalang peluru, Adiguna dan Alex benar-benar menyiapkan semuanya dengan baik.  Hanya Jessy saja yang mulai curiga pada tindakan suami dan sahabatnya.

__ADS_1


"Al... katakan padaku, apa yang kau rencanakan pada rumah ini? Apakah kita dalam keadaan bahaya/" Jessy mulai resah dan sedikit kuatir pada perbuatan suaminya dengan membuat benteng di dalam rumah.


'Tenanglah sayang... sidang dimundurkan sebulan lagi, kami khawatir sebelum itu rumah ini akan diserang oleh orang-orang yang mengincar keluarga Warmen!"


"kenapa kau tidak lapor polisi dan katakan bahwa mereka terancam?" Timpal Jessy dengan sedikit menekan suaminya yang terkesan memilih menjadi pahlawan kesiangan.


"tidak bisa... karena kita tidak tahu, bagaimana jika mereka memiliki mata-mata di kepolisian!"


"Al...kenapa kau tidak menatapku... katakan dengan jujur!'


"Aku harus menyelamatkan mereka, Jess... salahkah ? " Mereka sahabatku, dan mereka juga akan melakukan hal yang sama untukku jika aku dan kau dalam posisi bahaya seperti Warmen dan keluarganya.


"Apakah kau mau mengorbankan anakmu juga?" Sahut Jessy pelan sambil mengelus perutnya .


Alex terkejut dan melihat perut istrinya yang memang terlihat lebih besar dari biasanya."Apakah kau hamil, Jess?"


Jessy mengangguk. Alex memeluk istrinya erat dan berkata dengan gembira."Terimakasih sayang... kau telah hadir di kala usiaku tidak muda lagi...aku pasti menjagamu dan anakku dengan baik... Aku bahagia sekali... terimakasih Jessy, sayangku... jangan takut, aku takkan biarkan mereka melukai kalian!" Tenanglah!"


Ketika Alex memeluknya, Jessy tiba-tiba  melihat sesuatu.


Ting.


Bayangannya tiba-tiba melihat  Alex memegang senjata dan menembak ke segala arah,demikian juga Nadia dan Handoyo . Ada begitu banyak darah di halaman rumah ini dan itu.. Banyak yang terluka , kenapa suasana sangat mencekam dan itu ....Nadia dan Ujang terjatuh di dekat pintu depan. apakah itu yang akan terjadi? Oh tidak mereka gagal... apakah ini adalah akhir dari kehidupan keluarganya. Alex... tidak.... dan..


Dor.... Alex pun terjatuh...


Ting.


"Kalian akan berperang Al?" katakan padaku... kalian akan berperang... aku melihat Ujang dan Nadia tergeletak di sana!"  dan kau juga tertembak...." Jessy  berkata dengan emosional dan menangis pelan di pelukan suaminya.


*****

__ADS_1


Happy Reading Guys.


Terimakasih telah membacanya dan bolehkah kalian tinggalkan jejak kalian disini! Thanks a lot.


__ADS_2