
Mungkinkah ada persahabatan antara pria dan wanita? " Cinta yang benar dapat mempererat persahabatan tapi cinta yang salah dapat menghancurkan persahabatan.
*****
Adiguna, Ujang dan Nadia sudah di dalam mobil menuju Jakarta di pagi buta itu. Mereka meninggalkan Alex dan Jessy di rumah itu untuk membereskan urusan dengan polisi dan masyarakat sekitar akibat kekacauan yang terjadi semalam. Sementara Warmen, Anneke dan Nicky dititipkan pada Jenny. Sebelumnya Adiguna memang sudah meminta Jenny untuk membantunya menyembunyikan keluarga Warmen yang memang akan bersaksi di pengadilan.
Awalnya Jenny menolak mentah-mentah dan marah pada Handoyo alias Adiguna, karena ia merasa tidak dianggap teman oleh Handoyo. Tetapi setelah mendengar alasan Handoyo yang masuk akal , akhirnya ia mau menyembuyikan keluarga Warmen selama satu bulan.
Saat mereka meninggalkan kota Cilegon, Nadia meminta berhenti di salah satu Warung telekomunikasi(Wartel) untuk menghubungi Steven. Ia harus meminta bantuan dan ijin sebelum menyerang kelompok Jeremy yang diduga bersembunyi di sebuah kapal pesiar dekat pulau Bidadari yang terletak di utara kota Jakarta.
Ujang dan Adiguna menunggu di dalam mobil, menanti Nadia yang sedang melaporkan di wartel. Mereka harus memilih area yang tidak mudah di lacak.
"Han... sebenarnya kau dan Nadia gimana sih?" Ujang bertanya sambil mulai menyalakan rokoknya.
"Maksudmu?' Handoyo melihat Ujang rekannya yang baru beberapa tahun di organisasi "Elang Hitam" .
"kudengar dari Steven, kalian sangat dekat tapi apakah kau mendengar bahwa nadia itu sudah dilamar oleh keluarga orang nomor 1 di negeri ini lho... kau gak masalah?"
"Dekat kan bukan berarti ada hubungan asmara... dia rekanku yang selalu support aku!" Kami mengerjakan beberapa proyek bersama , jadi kami dekat... aku tahu juga keluarga itu, bagiku tak masalah yang penting Nadia juga mau sama pria itu!"
"Bukannya kau juga bersaing dengannya, karena kau sekarang di angkat anak oleh Jendral Gaffar?' Ujang terus berkomentar. "Kau tahu Jendral Gaffar itu kepercayaan Jendral Suhartono!"
"Aku tahu... tapi kami berusaha tetap pada rel... kenapa kau berminat juga sama Nadia?"
"Dulu ketika awal Big Mama mengenalkan Nadia pertama kali ke organisasi, aku sempat mengejarnya, tetapi dia bilang dia kekasih dari mas Pram... entahlah mas Pram yang mana?" Tapi dari Steven , kudengar mas Pram itu anak bungsu Jendral Suhartono... tapi media televisi menyebut anak bungsu dari Jendral Suhartono itu perempuan... kurasa itu hanya gosip.
"Jadi Steven juga mengenal Pram? "Apakah Steven juga mengetahui masalah ini " Handoyo mulai tertarik karena mengetahui arah perbincangan itu mulai mengarah pada Pramoedya.
"Kurasa iya.... kau serius tidak menyukai Nadia?"
"Aku hanya mencintai istriku, Lidya... Lidya!" Bagiku hanya dia yang bisa kucintai."
"Tapi dia sudah lama mati, Han!" Carilah gantinya!" Banyak wanita yang mau menemani entah sebagai istri ataupun sebagai penghangat ranjangmu."
__ADS_1
"Mungkin bagimu dia mati, tapi tidak bagiku !"
"Terserahlah... tuh Nadia sudah keluar dari wartel... lupakan perbicangan kita yang tadi !" Ujang berusaha menentralkan suasana karena melihat Handoyo mulai tidak suka ketika ia membahas almarhumah istrinya itu.
Ketika Nadia memasuki mobil. Secercah senyumnya menunjukkan kabar baik bagi mereka. Handoyo dan Ujang sama-sama menanti perkataan Nadia.
"Kita selamat... Big mama mengirimkan orang untuk menggulung pasukan dari Jeremy itu... Mereka ada di sebuah Kapal Pesiar "Quick Emperor"... jadi kita diminta menunggu di Pulau Bidadari, tapi dilarang naik kapal yang dari Ancol... karena ada banyak pemeriksaan di gerbang Ancol ....
"Tunggu--tunggu kita akan naik kapal laut lagi... oh No, mending aku balik jaga Alex dan Warmen deh, Han... kalian saja yang membereskan pasukan itu.... Aku turun di depan, aku balik ke Cilegon." Sahut Ujang cepat dan ia mulai merapihkan tas ranselnya .
"hei... kenapa Jang?'
"Aku baru saja hampir tenggelam di proyek sebelum ini... traumaku naik kapal belum hilang... kumohon kalian dapat memaklumiku!"
"Baiklah... kalau begitu... kau jika sudah sampai rumah Alex, mintalah Jessy untuk mengantarmu ke tempat Jenny... sampaikan salamku untuknya, jika tidak, Jenny akan menghajarmu dan tak mengijinkan untuk melihat Warmen >"
"Oke... Thanks ya Handoyo dan Nadia... Kalian harus sukses, dan sampaikan pada Steven, aku harus kursus berenang dulu sebelum mengirimku lintas pulau."
Handoyo dan Nadia tertawa mendengar alasan Ujang. Setelah sampai di salah satu halte bis terdekat, mereka menurunkan Ujang dan mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta menuju tempat penyewaan kapal nelayan yang akan mengantarkan keduanya ke pulau Bidadari.
"Nad..."Handoyo bertanya dengan penuh keraguan.
Rasa penasarannya pada hubungan Nadia dengan Pramoedya ikut mempengaruhinya. Tapi ia bisa apa jika mereka saling mencintainya. JIka bukan Pramoedya, tentulah ia akan bersaing mendapatkan Nadia. Tapi Pramoedya sudah menyelamatkan dirinya dan menggantikannya berperan di keluarga itu. Rasanya tak adil jika ia mengganggu milik pria itu. Ia sudah berhutang banyak.
"Ya mas han.."
" Boleh aku bertanya agak pribadi? Tapi jika kau keberatan, kau boleh tidak menjawabnya. Gimana hubunganmu dengan mas Pram? Kau jadi menikahinya?" Karena kudengar dia telah melamarmu .
"kenapa ? " Kau tak suka aku menikahi mas Pram? " Nadia bertanya balik.
Sesungguhnya Nadia mengharapkan Handoyo mengatakan iya. tapi ternyata harapannya salah.Pria itu tidak pernah mencintainya. Dia hanya bersikap baik dan peduli padanya.
"Bukan begitu.... aku ingin kau menikahi pria yang kau cintai ... karena menikah bukan karena terpaksa, kalau kau benar-benar mencintainya... maka aku pastikan mendukungmu !"
__ADS_1
"hemm... terimakasih mas Han... apakah kau masih mengingat istrimu itu?"
"Ya ... aku tak kan pernah melupakannya, aku akan selalu mencintainya sampai kapanpun"
"Baguslah... aku ingin memiliki pria yang bisa mencintaiku sepertimu. Kuharap mas Pram bisa mencintaiku seperti dirimu mencintai istrimu," Ujar Nadia lirih.
Perjalanan mereka harus berhenti di salah satu pelabuhan kecil yang dikelola oleh masyarakat nelayan di pinggiran Jakarta utara. Setelah menitipkan mobil ke pemilik ka[al nelayan. Handoyo dan Nadia menaiki kapal bersama seorang nakhoda kapal kecil itu.
Kapal itu disewa untuk mengantar ke Pulau Bidadari, dan akan menjemput mereka pada hari ketiga. Bagi para nelayan. kapal mereka sering disewa oleh para pengantin baru. Sehingga tidak ada nelayan yang curiga dan bertanya-tanya pada mereka. Nakhoda akan menjemput Nadia dan handoyo tiga hari lagi pada pukul 15.00.
Tiba di Pulau Bidadari, mereka berdua segera Check in hotel yang memang satu-satunya dipulau itu. Pulau Bidadari tidak dihuni masyarakat umum tapi merupakan salah satu destinasi wisata.
Nadia yang memilih villa yang di atas laut. Handoyo tidak banyak berkomentar, ia hanya membawa barang dan menyetujui pemikiran Nadia. Bagi mereka kondisi pantai yang begitu sepi , dan hanya debur ombak yang kencang akan sangat menguntungkan dan tidak membuat banyak orang curiga akan kehadiran mereka, terutama jika besok sore steven menjemput mereka akan lebih mudah keluar dari depan kamar jika memilih villa yang di atas laut.
"Aku mandi duluan ya Mas Han " Nadia langsung membongkar kopernya.
"Ya... aku pesan makanan ya nad!"
'Oke..."Nadia segera memasuki kamar mandi dan membiarkan Handoyo memesan makan malam mereka.
Sebenarnya ini bukan kali pertama mereka tidur sekamar. Sudah beberapa kali mereka menjalankan proyek bersama, jadi tidak ada kecanggungan lagi di antara keduanya.
Ketika Nadia keluar kamar, dia hanya menggunakan handuk mandi dan keluar kamar. Handoyo yang lagi menonton televisi terkejut, melihat Nadia sangat berbeda seperti biasanya. Entah kenapa jantungnya berdetak kencang, rasanya ia harus segera keluar dari kamar itu dan membiarkan Nadia dengan aktifitasnya.
"Nad... aku keluar dulu!"
"Mau kemana mas Han? Aku ikut dong kalo mau jalan-jalan!" Nadia menghampiri Handoyo dengan gaun mandinya.
Handoyo bangkit dan membelakangi Nadia. Mengapa aku seperti ini? Bukankah aku bisa melihatnya seperti itu? Mengapa aku merasa kepanasan dan ingin menyentuhnya. Nadia memeluk Handoyo dari belakang.
"Bolehkah aku memelukmu sebentar saja , Mas han?"
*****
__ADS_1
Happy Reading Guys. Terimakasih telah membacanya dan bolehkah tinggalkan jejak kalian disini?"