
Sepahit apapun masa laluku, dia adalah orang yang terbaik di hidupku!"
*****
Jessy sedang menghentikan gerobak penjual lontong sayur yang lewat di depan salon miliknya ketika mobil hitam milik Handoyo parkir di samping pagar halaman salon. Pria itu tersenyum melihat kebingungan Jessy dan berkata pada penjual makanan itu untuk membuatkan satu piring yang sama dengan yang dipesan oleh Jessy.
"Ngapain masnya kesini pagi-pagi?" Jessy keheranan memandang pria yang hanya menggunakan kaos hitam dan celana pendek coklat melangkah memasuki halamannya.
Jessy yang tidak sabaran langsung berteriak "Mas, salon belum buka!" Ngapain ke situ?"
"Aku cuma mau numpang makan lontong sayur.... dan sepertinya akan enak kalo makan di depan salon kamu?" Handoyo berkata santai sambil melihat sekeliling dan lalu melangkah duduk di teras depan salon "Kemana teman anehmu?"
"Jenny maksudmu?' Ia tinggal di dekat sini... nanti mungkin jam 8 an dia datang? kenapa? Kemarin aja nolak-nolak di keramasin sama dia sekarang nanya-nanya?" Cerocos Jessy sambil membawa dua piring lontong sayur untuk dirinya dan Handoyo sarapan pagi.
Handoyo mengambil satu piring lontong sayur itu dan ia merasa sedikit aneh karena Jessy hanya meletakkan piring berisi makanan itu di atas meja di teras.
Wanita itu masuk ke dalam salon dan beberapa menit kemudian keluar dengan membawa dua gelas teh hangat untuk teman makan lontong sayur.
"Mas ini sebenarnya kenapa kemari pagi-pagi ?" Mau minta maaf sama temanku ya? Dia sebenarnya orang baik kok, cuma memang terkadang agak sedikit berlebihan.... tapi dia teman yang setia, kok.... dia selalu membantuku ... kasihan dia, keluarganya mengusir Jenny , makanya aku menerima dia bekerja disini dan untungnya dia terampil dan cepat belajar, banyak pelanggan yang suka akan pijitan jika di keramas ataupun di creambath oleh Jenny.
"Aku bukan cari dia kok......sebenarnya aku cuma lapar dan mau cari sarapan didekat sini, lalu kulihat didepan salonmu ada tukang lontong sayur dan kupikir sekalian saja makan disini...... oh iya aku mau keramas seperti kemarin....tapi jangan sama Jenny, sama kamu aja ya!" memang sebenarnya kerjaan Jenny itu yang bagian keramas ya?" Tanya Handoyo sambil terus mengunyah makanannya.
"Iya.... dia baik ko mas, jangan bersikap seperti kemarin ya, meskipun dia agak sedikit berbeda, kita harus tetap menghargainya... lihat dari sisi yang berbeda ya mas... sudah cukup penderitaan dia.
"Hemmm..... " Handoyo begitu habis langsung meminta tukang lontong sayur itu membuatkan seporsi lagi untuknya. "Kamu mau tambah gak?"
"Gak mas... makasih!" Jessy kagum melihat pria itu menghabiskan makanan dengan cepat dan masih menambah seporsi lagi. "Kamu lapar atau doyan mas.?"
"Lapar lah... dari kemarin sore aku gak makan...
__ADS_1
"Mas... aku gak tahu namamu... kita ini lucu lho mas.. sudah ngobrol ngalor ngidul tapi gak kenal.... kamu kan tahu namaku ... tempat tinggalku tapi aku tidak tahu apapun tentangmu... gak penting juga sih... tapi masa iya, kita berteman tidak tahu nama?"
"Handoyo.... kau bisa panggil aku mas Han!" Aku mau dikeramas seperti dua hari yang lalu ya Jess!"
"Ohhh.... kamu mau pulang kampung ya? Jadi biar istrimu senang... kalo kamu pulang pasti akan kelihatan ganteng kan?" Banyak pelangganku yang kerja di pabrik juga bilang kalo guntingan rambutku membuat mereka beda deh dari gunting di salon lainnya... iya kan, kamu mau pulkam?"
"Dua bulan lagi , mungkin aku pulang menengok istriku ... kamu tinggal di salon sini sendirian?" kemana keluargamu ?"
"Ya aku memang sendirian, terkadang kakakku datang melihatku, dia kerja di Jakarta ... Ayahku menjadi buruh di Arab sana..., ibuku sudah meninggal dua tahun yang lalu setelah kegagalan pesta pernikahanku...suamiku meninggalkanku tepat di hari perkawinan kami karena istrinya datang..... jadi entahlah statusku apa? Sudah sah menikah tapi suamiku pergi bersama istrinya yang pertama .... jadi orang bilang aku ini istri ke dua ... tapi aku tidak mau, dan katanya pernikahanku dibatalkan karena kami ditipu dia... akh sialnya aku.... kamu harus setia sama istri kamu, mas !" Sakit tau kalo ditipu!"
"Hemm... " Sahut Handoyo pendek."terus kamu gak pernah bertemu dengan pria yang menipumu setelah kejadian itu?"
"gak pernah.... sebenarnya aku ingin sekali bertemu sama dia..... dia pernah jadi orang terbaik di hidupku... dia yang mengajarku untuk mengambil sekolah keterampilan dan kursus salon ini dan dia juga yang membuatku bangga akan diriku dan berani membuka salon ini.... kesalahan dia cuma membohongiku bahwa ia punya istri dan dia juga membohongi istrinya. "Jessy bercerita pelan dan sambil memandang ke depan.
Tatapan Jessy kosong dan tak menyadari ketika tukang lontong sayur mengambil piring-piring itu dan menerima pembayaran uang lontong sayur dari Handoyo. Handoyo memperhatikan Jessy yang masih bengong dan menepuk pundaknya pelan.
"Jess... "Handoyo memanggil Jessy dan membuat wanita itu kembali sadar akan panggilannya.
"katanya punya indra ke enam... ko bisa ketipu gitu sih?" Bohong ya ?" Handoyo tersenyum memandang Jessy yang masih terlihat belum kembali ke dunia nyata.
"Aku tidak berbohong deh... gini deh.... mas Handoyo pikirkan sebuah barang yang penting dan bayangkan barang itu sekarang... aku akan menebaknya dengan tepat . Gimana?"
"Gimana kalo aku yang membohongimu dan kebetulan saja barang itu tertebak dengan tepat?"
"Bayangkannya yang spesifik deh... barang yang berharga dan mungkin saja itu rahasia... aku tidak mungkin juga ke rumah mas Han... aku bukan orang menganggur dan bukan juga seorang pencuri... tenang saja........sekarang mas Handoyo cukup duduk bersandar dan duduk tenang disini... kemudian bayangkan barang itu ... barang yang cukup berharga dan barang itu tolong di letakkan di suatu tempat.... "Jessy berkata pelan namun sangat tegas.
Handoyo awalnya menatap Jessy dengan ragu, kemudian Jessy memegang lengan kekar Handoyo. Pria itu memejamkan matanya ...... dan tiba-tiba Handoyo mengingat ia sedang membawa senjata pedang panjang dan topeng cepot yang baru dicuci di sungai Ogan beberapa hari yang lalu. Kedua benda itu dibawa oleh Handoyo dan dimasukkan ke dalam kotak kayu di dalam mobil Jeep yang baru disemprot oleh udin. Handoyo langsung duduk di kursi tengah mobil itu dan tertidur kelelahan.
Hening sesaat....
__ADS_1
Handoyo kemudian membuka matanya dan merasa lengannya dipegang oleh Jessy. Ia memandang Jessy yang sedang intens menatapnya. Wanita itu tersenyum manis sekali di mata Handoyo.
" Sekarang dengarkan aku.... kau tidak perlu menjawabnya, simpan saja semua didalam hatimu, apa yang kulihat di dalam pikiranmu.... aku melihat dirimu yang habis berenang dari sebuah sungai... dan kamu membawa sebuah pedang yang panjang dan sebuah benda berwarna merah, aku tidak melihat dengan jelas benda itu.... kedua benda itu mas Han simpan di dalam kotak kayu di dalam mobil warna hijau... aku tidak tahu jenis jenis mobilnya.... tapi aku pastikan warnanya hijau, bagaimana? " BIsakah mas Handoyo percaya pada kemampuanku?" Jessy berkata dengan tenang.
Mereka saling bertatapan tajam dan Handoyo memandang Jessy dengan tatapan kagum. "Kenapa kau ingin menemui pria yang menipumu itu?" Apakah ia pernah menidurimu dan kau ingin ia bertanggungjawab atas kesalahannya?" Kau ingin seseorang menghajar dan membalaskan sakit hatimu?"
Jessy menggeleng. "Aku hanya ingin bertanya padanya... pernahkah ia mencintaiku selama kami bersama ataukah pernahkah dia melakukan sesuatu untukku dengan tulus ataukah seperti yang orang-orang bilang... dia hanya menginginkan tanah di daerah ini.... " Jessy berkata dengan mata berkaca-kaca.
"hah.... kamu gila dan bodoh, Jessy!" Handoyo geleng-geleng kepala mendengarkan jawaban Jessy di luar logika dia.
"Aku memang gila dan bodoh... aku kalo sudah sayang sama orang itu susah... kau pikir aku bisa sekuat ini gak pake proses.... dulu aku gak pake logika ketika bersama dia ... itu yang dikatakan ibuku ketika dia meninggalkanku .. padahal ibuku sudah menentangnya dan berkata tidak mungkin ada pernikahan karena dia bukan jodohku.... dan akibatnya ibuku sakit sampai meninggal.... hua...... hua...... " Jessy menangis kencang.
Handoyo bingung melihat Jessy yang menangis dengan histeris, Hingga sebuah suara menegurnya dan membuat Handoyo menoleh ke sumber suara.
Pria kemayu itu sudah datang dan berjalan menghampiri Jessy.
"hei... pria brengsek... sudah bikin mbak Jessy luka , sekarang kamu bikin dia menangis..." Teriak Jenny yang baru datang langsung menghardik Handoyo. Jenny langsung menghampiri Jessy dan memeluknya erat dan membiarkan Jessy menangis di pelukannya.
"Katakan padaku Jess... Apa yang dilakukan pria ini padamu....biar gini-gini aku masih bisa menghajarnya!" Jenny masih memeluk Jessy yang sedang menangis tersedu.
"Bukan dia... aku hanya merasa bersalah pada ibuku.... sekarang dia mau dikeramas Jenn!" bisakah....
"Ihh... sori ya... aku gak mau sentuh kepala dia... kamu aja Jess!" Jenny melepaskan Jessy dari pelukannya dan masuk ke dalam salon meninggalkan Handoyo yang masih kebingungan.
"maaf ... aku gak bermaksud berkata kasar... maafkan aku ya , Jess!"
"Iya gak papa.
"Tapi kamu aja yang keramasin ya, Jess ?"
__ADS_1
*****
Happy Reading Guys.... terimakasih telah berbaik hati membacanya dan bolehkan tinggalkan jejak disini! Thanks a lot!