Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
49. Biar saya yang mengantar istri saya


__ADS_3

Cinta itu tidak hanya sekedar diucapkan dan mampu mendengarkan, melainkan diperlukan saling  memahami. satu sama  lain, Cinta itu  tak sekedar berjanji, melainkan juga membuktikan arti sebuah cinta.


*****


 


 


Toko Alat tulis dan fotocopi "Tiga Sahabat" masih ramai dikunjungi pembeli meski waktu sudah menunjukkan pukul 20.05. Toko ini letaknya persis di depan Kampus Universitas Indonesia, sehingga memang menyediakan berbagai alat tulis , penjilidan, pencetakan dan fotocopi yang memang keperluan mahasiswa di Depok.


Anneke sedang merapihkan berkas-berkas nota dan menuliskan beberapa barang yang sudah menipis di toko sehingga besok ia harus melakukan pembelian barang-barang di Jakarta Kota. Ada cukup banyak yang memang harus dibelanjakan besok. Tak berapa lama kedua sahabat Anneke, yakni Devon dan Lirasati datang dan menghampirinya  dan duduk di depannya.


Awalnya orang tua Devon memang membeli sebuah ruko di depan kampus dan hanya dijadikan tempat tinggal dan basecamp dirinya dan teman-teman sekampusnya menunggu jam kuliah dan bersantai.


Namun pikirannya bergeser setelah mendapat mata kuliah "Pengantar Bisnis" membuat mereka bertiga yang memang sangat akrab mulai berfikir untuk memanfaatkan peluang yang ada karena sulitnya memfotocopi beberapa buku dan penjilidan laporan karena harus ke Depok timur.


Akhirnya Lirasati dan Anneke yang mengisi berbagai perlengkapan toko dengan menyewa 2 mesin fotocopi dan berbagai perlengkapan alat tulis untuk dijual dan itu menjadikan toko itu semakin ramai meski baru dibuka belum satu bulan.


"Ne,... tadi Pak Untung, nanyain, dokumen dia sudah dicetak dan dijilid belum? Biar besok pagi katanya sebelum dia mengajar, dia mampir untuk ambil? " Tanya Devon sambil mencari tumpukan dokumen yang sudah dimasukan dalam plastik dan ditempel kertas bernama pemilik dokumen.


"Sudah von... ada di tumpukan situ,  kemarin Pak Untung  bilang mau ambil pagi ini tapi mungkin kelupaan atau gak sempat pagi ini  ...  jadi mungkin dokumenitu itu  ada di paling bawah karena hari ini banyak juga yang titip untuk dicopi dan diambil besok,..


"oh... iya, ada nih .... besok kalo dia lupa, aku bawain aja deh... Lira, besok kamu ada kuliah gak?" Jadi kamu yang temanin Anneke belanja, kalo pagi kan biasanya  kamu kosong? " Devon memastikan pada Lira yang sedang menyajikan makan malam mereka di atas piring-piring.


"Aku besok ada kuliah pagi, Ne... gimana? Kuliah sore yang biasanya dipindah ke pagi , Apakah  kita belanjanya sore aja Ne?"  Tanya Lira sambil menatap Anneke yang tampak serius sedang menghitung uang penjualan.


"kalian tenang saja, aku bisa berbelanja sendiri...kalian konsen kuliah dulu, sehingga nanti ketika aku cuti bersalin, kalian baru ijin pas aku lahiran .. jadi toko ada yang jaga," Sahut Anneke santai. "Aku bisa berbelanja dan naik kereta von, ntar barang minta dikirim ke toko sekalian aku cari produk-produk yang baru di kota... kata beberapa mahasiswa ada model ordner dan atk baru.


"Baiklah," Sahut Devon sambil mulai membuka piring berisi nasi goreng yang disediakan oleh Lirasati.


Devon dan Lirasati mulai menikmati makanan  berupa

__ADS_1


"Ne... kamu sudah lihat berita hari ini?" Tanya Devon pelan dan ia kembali mengunyah makanan sambil melirik wanita hamil yang masih sibuk bekerja."


Eh, Anne....kamu makan dulu dong!" kerja mulu... ntar makanan jadi gak enak sudah gak hangat!' Seru Lirasati.


"Iya Tanggung..... aku belum nonton TV , memang  TV  di dekat rak depan selalu menyala tapi karena toko hari ini ramai aku gak terlalu mendengar suara televisi dan tadi banyak yang minta jilid, jadi aku sibuk menjilid banyak dokumen... ada berita  apa Von?"


"Itu... Pak Warmen mundur jadi pengacara si Cepot....katanya mereka berbeda pendapat soal penanganan kasus itu... maaf aku hanya bermaksud memberitahukan info terbaru di televisi  yang sedang terjadi,... maaf membuatmu sedih..." Sahut Devon pelan yang melihat Anneke akhirnya menunduk dan mengelus perutnya.


"Gak papa von... aku sudah mulai terbiasa ko... aku pasti bisa menjaga anak ini dan tahun depan aku akan terus kuliah sehingga bisa membayar babysitter... dan sukur-sukur kita sudah bisa membayar manager toko ya, jika kita semua sudah bisa lebih konsentrasi  untuk kuliah," Ujar Anneke dengan lebih tenang.


"Tapi Ne,... aku kasihan lho lihat wajah Pak Warmen tadi di televisi pas lagi di pendopo kampus nyelesaikan tugas... wajahnya kusut dan sepertinya dia mulai agak brewok dan tidak terurus gitu," Sahut Lirasati.


"Biar saja... sekarang kita konsen saja untuk membesarkan toko kita dan satu hal yang menjadi tujuan utama kita adalah membuat kita semua lulus dengan nilai yang membanggakan, meski nanti aku lulus yang paling akhir.... kita harus yakin bahwa kita semua bisa lebih sukses dari bang Warmen... " Ujar Anneke tegas dan menatap kedua sahabatnya dengan penuh keyakinan.


"Baiklah jika itu keputusanmu, ne... aku akan dukung kamu dan kita akan bantu juga menjaga dan membesarkan anak kamu, ya... kan von? " Lirasati berkata pasti dan meminta dukungan Devon.


"Ya... aku setuju.... jangan khawatir ne!" Kamu semua akan support kamu!' Sahut Devon yang membuat Anneke merasa tenang.


Para pengamat itu berada di mobil sedan hitam  milik Warmen yang terparkir tidak jauh dari depan toko. Kedua pria itu sedang mengamati keadaan toko yang cukup besar dan letaknya strategis di depan kampus dan di sebelahnya terdapat warung makan sehingga terkadang para mahasiswa ketika menunggu tugas untuk difotokopi ataupun di jilid , mereka menikmati di ruko sebelahnya.


"Kamu yakin Anneke bener-bener ada di ruko itu!" Ujar Warmen sambil menatap ke ruko Tiga Sahabat.


" Iya bang..... Jadi Anneke  bekerja bersama teman-temannya di sini, Bang Warmen... aku sudah memperhatikan seminggu ini dan ini foto-fotonya hasil pengamatannya,... pria yang ini namanya Devon, yang merupakan pemilik toko dan satunya yang wanita bernama Lirasati.... mereka bertiga bersahabat sangat akrab, semenjak awal kuliah disinidan bentar lagi toko akan tutup pada pukul 9 malam.... setelah itu Lirasati akan pulang di jemput oleh sopir keluarganya dan Anneke akan berjalan kaki pulang ke kost yang letaknya tidak jauh  hanya masuk gang itu , Bang.... dan biasanya Devon yang mengantar pulang, " Ujar Thomas sambil menunjukkan sejumlah foto kepada Warmen.


Warmen memperhatikan dengan detail foto-foto yang diberikan oleh Thomas. Benar-benar Anneke yang dicarinya. Wanita itu sepertinya dalam keadaan baik-baik saja dan dia selalu ditemani oleh teman baiknya. Anneke yang tertawa dan tampak sedang berjalan dengan pria yang diduga bernama Devon. Warmen tidak suka memperhatikan kedekatan keduanya.


Thomas adalah  detektif swasta yang ditugaskan oleh Warmen untuk melacak keberadaan istrinya. Selama Warmen mengurus Nicky di Inggris, Warmen selalu menanyakan hasil penyelidikan yang dilakukan Thomas. Pria itu hanya  mengatakan bahwa kabar baik sedang menunggu dan meminta Warmen segera menemuinya di dekat kampus UI.


Waktu menunjukkan pukul 21.00 dan toko fotokopi itu sedang dipersiapkan akan tutup. Sebuah mobil kojam hitam berhenti di depan toko. Mobil itu milik keluarga Lirasati yang memang diperuntukkan menjemput Lira setiap hari di toko.


"Devon dan Anneke, Aku pulang duluan ya!' Sampai besok ya, Anneke  dan Devon " Lirasati berkata sambil berlari menuju mobilnya.

__ADS_1


"hati-hati lir... "Teriak Anneke sambil melambaikan tangannya pada Lirasati yang memasuki mobil dan akhirnya mobil itu berjalan meninggalkan toko.


Sementara Devon mengunci ruko karena ia terbiasa mengantar Anneke ke kost-an yang letaknya tidak jauh dari toko. Sesungguhnya Anneke merasa tidak nyaman bila setiap malam, Devon mengantarnya pulang ke kost. Namun Devon pandai menciptakan alasan yang masuk akal dan membuat Anneke akhirnya selalu  membiarkan diantar Devon dengan motornya.


"Von.. malam ini , kamu gak usah antar aku... kan dekat ini kost aku!" Jangan khawatir, aku gak bakalan kenapa-kenapa dan ini  jalanan masih ramai ko," Bujuk Anneke pada Devon


"Gak papa , Ne... aku antarin kamu pulang ya.... kan besok kamu juga belanja banyak, gak baik bawa uang banyak, jalan kaki ke kost dan kamu  besok masih harus belanja barang untuk ...


"Devon, tidak perlu repot mengantar Anneke.... biar saya yang mengantar  istri saya pulang dan kemanapun dia ingin pergi," Sahut Warmen yang sudah berdiri tidak jauh dari tempat Devon dan Anneke berdiri di depan pintu toko.


Refleks keduanya menoleh ke arah sumber suara dan Anneke langsung terbelalak kaget melihat kehadiran pria yang kini menatap marah pada Devon.


 


 


*****


 


 


 


Happy Reading Temans.... maaf agak terlambat up, karena lagi menumpuk kerjaan di kantor tapi kuharap kalian semua baik-baik saja! Terimakasih telah berbaik hati membaca dan meninggalkan jejak disini.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2