Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
62. Dicintai atau Mencintai


__ADS_3

Saat seseorang mencintaimu dengan tulus hati , mereka tak selalu harus  mengatakannya tapi sesungguhnya kamu akan tahu dari cara mereka memperlakukan orang yang dicintainya dan berusaha membuatmu selalu merasa bahagia dan nyaman denganmu!"


 


******


 


 


Jessy akhirnya tiba di hotel " Sinar Asia" yang memang letaknya di seberang RS tempat Alex dan Ballawa di rawat.  Hotel ini merupakan pilihan strategis bagi Jessy dan Jenny. Terlebih Pengacara Alex yakni Dede juga memesan kamar di hotel yang sama untuk 3 hari mendatang ketika Alex akan diinterogasi.


Malam ini Jenny yang bertugas menjaga Alex di ruang perawatan meski pria itu awalnya menolak ditemani Jenny dengan beberapa alasan, dia bisa sendiri, biar Jessy ada yang menjaga di hotel dan yang paling utama adalah jika ada masalah ada perawat yang bisa membantunya.


Namun Jenny bersikukul menolak semua perkataan Alex  karena sesungguhnya ia takut tidak ada saksi mata jika Alex disakiti kembali, mengingat musuh Alex adalah seorang polisi. Dan Alex sedang tidak bisa melawan karena lukanya. Sedikit berlebihan tapi membuat Alex tidak bisa menolak kebaikan Jenny.


Akibatnya Alex membiarkan Jenny ikut menjaganya malam itu. Jenny sebenarnya adalah orang yang baik hati cuma karena terperangkap di tubuh yang tidak sesuai dengan keinginannya membuat masyarakat suka berfikir yang berbeda tentangnya. Alex berusaha memahami pria yang sering bersikap kemayu itu dan berusaha menganggapnya sebagai teman baik seperti terhadap teman pria lainnya.


Malam semakin larut ketika Jessy selesai mandi dan berbaring di kamar hotel. Sesungguhnya tubuh dan hati Jessy sangat  lelah. Jessy Ingin melihat Ballawa tapi keadaan tidak memungkinkan mengingat keluarga besar Ballawa pasti sudah datang dan dia tidak bisa melihat pria itu yang telah selesai dioperasi. Bagaimana keadaannya? Apakah dia baik-baik saja? Tapi rasanya tidak mungkin dia menghampiri tanpa terlihat anggota polisi ataupun keluarga besar Ballawa. Belum cukup sakitkah hatinya dilukai oleh keluarga itu?


Jessy menarik nafas dengan  sedikit keras. Ia tahu bahwa Ballawa adalah masa lalu. Terlebih Jessy sudah akan menikahi Alex. Bagaimana jika pria itu mengetahui tindakannya menemui pria lain dibelakangnya.  Aku tidak boleh menyakiti pria yang sudah berusaha baik padanya. Jessy juga tidak mengetahui alasan apa yang harus diberikan Alex jika sesungguhnya ia ingin melihat Ballawa.


Lelahnya tubuh dan kamar yang nyaman akhirnya membuat Jessy dapat tertidur. Dalam tidurnya Jessy bermimpi bertemu dengan ibunya yang sudah lama meninggal. Dalam mimpinya ia bertemu ibunya dan sedang mengobrol hangat dengan sang ibu. Pembicaraan itu terjadi di meja makan ketika ia hampir menikah dengan Ballawa


"Bu... kenapa sih ibu pernah tidak merestui Al melamarku?"


"Ibu ,merasa dia bukan jodohmu, Jess.... sudah kulihat banyak pedang di depanmu jika kamu bersamanya, Jess!"


"Akh itu kan cuma mimpi ibu.... dan mimpi itu tidak beneran bu...


"Kalau ibu boleh memberikan saran terakhir untuk kamu , lebih baik kamu menunda pernikahanmu dengan Al... kenallah pria itu lebih dekat dan belajarlah untuk melihat dari sudut lainnya, kenapa dia tidak ingin kamu mengetahui keluarga besarnya di  Kalimatan sana....  selain itu kadar cintamu itu, ibu rasa  lebih banyak  untuk Al daripada pria itu kepadamu Jess... masih banyak  hal lain yang di pikirannya,  Jess... lebih baik kamu itu  dicintai daripada kamu yang mencintai terlalu dalam...


"Ibu Salah... Al mencintaiku dengan tulus dan selalu menjagaku...


"Baiklah semoga ibu yang salah... Ibu berharap tidak ada yang menghambat pernikahan kalian nanti... karena ibu selalu merasa ibu tidak bisa melihat pernikahanmu... apakah umur ibu yang pendek ya, Jess?"


"Akh... ibu... ibu akan baik-baik saja dan tetap sehat sampai melihatku menikah dengan Al...bu.... ibu.....


"Ibu....

__ADS_1


Hening!


Ibu yang langsung menghilang di pandangan Jessy , membuat wanita itu terjaga dari tidurnya. Jessy menangis karena mengingat mimpinya tadi. Ucapan ibu sebelum gagalnya pernikahan Jessy dengan Al, membuat hati Jessy kembali sakit.


Ibu ternyata ibu yang benar. Bisik Jessy di dalam hatinya. Kalau pernikahan dengan Al itu akhirnya tidak pernah terjadi. Maafkan Jessy yang menyebabkan Ibu merasa malu akibat pilihan Jessy. Mungkin jika sekarang ibu mengenal Alex, ibu akan bahagia dan suka akan pria yang lebih dewasa dan selalu menjaganya.


Dengan Alex, Jessy hanya tinggal menyambut uluran tangannya dan ibu juga pasti suka Alex. Lebih mudah bersama orang yang mencintaimu daripada bersama pria yang pura-pura mencintaimu!'  Aku akan belajar mencintaimu, Alex.


 


 


***


 


Pagi hari, Jessy sudah bersiap siap bergantian menjaga Alex dan membawa sarapan pagi untuk dimakan bersama Jenny.  Sesuai dengan kesepakatan awal bahwa Jenny tidak akan pergi meninggalkan ruangan Alex sampai Jessy datang dan menggantikan tugasnya hingga malam tiba.


Gedung perawatan  Alex  berada di bangsal C, sedangkan gedung perawatan Ballawa berada di bangsal A. Letak Bangsal A yang berada di bagian depan dari rumah sakit  sehingga memaksa setiap pengunjung   harus melewati bangsal A ntuk menuju bangsal C, kecuali mau memutar melalui taman belakang .


Jessy berusaha menghindari melewati bangsal A itu. Melewati taman belakang bangsal A  adalah salah satu pilihan terbaik bagi Jessy yang tidak ingin melihat keluarga Ballawa ataupun para polisi yang bertugas menjaga Ballawa.


Menata hati dan memantapkannya  untuk tidak melihat Ballawa merupakan pilihan yang sulit bagi Jessy. Belum lagi kemungkinan untuk bertemu dengan keluarga Ballawa akan membuat hatinya semakin sakit.  Jessy  juga mengetahui dengan jelas bahwa ruangan Ballawa dijaga polisi dan beberapa polisi kemarin yang menjemputnya juga sudah mengenalnya sehingga ia merasa tidak nyaman jika tidak bertegur sapa.


Hal yang terasa indah dan menggembirakan setelah beberapa hari dirasa mendung di hati Jessy.  Di  beberapa kursi taman juga ada juga yang diduduki pasien ataupun keluarganya. Ada suasana yang berbeda daripada melewati bangsal depan yang terkesan serius dan penuh ketegangan.


Sedikit kegembiraan hadir di hati Jessy dan membuat langkahnya semakin ringan. Jessy tidak mengetahui bahwa di salah satu sudut jendela  kamar rumah sakit di Bangsal A, ada sepasang mata yang melihatnya  dengan tajam. Pria itu terpaku di ranjanganya  dan terus memandang Jessy yang melangkah dengan gembira.


Pria itu terus menatap jendelanya hingga Jessy menghilang dari pandangannya.  Ingin berteriak tapi rasanya sudah tidak dapat dilakukan. Lidahnya kaku dan hanya matanya yang masih dapat melihat.


Baiklah, Ballawa harus menyerah. siapakah dia bagi Jessy sekarang? Ada jurang dan halangan besar untuk mereka. Ingin berteriak memanggil nama Jessy yang dirindukannya  tapi ada Briana, sang istri  yang duduk di kursi di samping ranjang sedang mengupas buah apel untuknya.


Maafkan aku, Jessy!" Bisik hatinya.


Ballawa melirik  wanita yang berada  disampingnya dan sedang tersenyum hangat. Bisakah aku belajar mencintainya?" Bisakah aku menganggapnya sebagai wanita dan bukan gadis kecil yang harus kujaga. Briana dan Jessy ,  Aku memang penjahatnya bukan orang lain. Ballawa menarik nafas dan mengeluarkannya dengan keras.


Sedikit ngilu makin terasa di sekujur tubuh Ballawa . Kenapa harus ada cinta yang rumit ini? Kenapa harus ada batasan untuk memiliki ? Tidak inginkah kau melihatku, Jessy? Apakah hanya aku yang merasakan sakit hati ini!"


"kakak.... Kakak Al , kenapa? Apakah terasa sakit?" Briana mendekati Al sambil menyerahkan potongan apel itu ke mulutnya dan membuatnya menggigit apel itu perlahan.

__ADS_1


"Aku cuma bosan dan ingin keluar.... tapi gak bisa melakukan apapun... maafkan aku!'


"kak... kata dokter , hari ini obat nyerinya tidak boleh diberikan lagi untuk kakak, .... jadi pasti akan nyeri terasa di tubuh kakak tapi itu akan membuat kakak merasakan pemulihan dengan lebih cepat.


"Bri.... jika aku akhirnya dipenjara dan dikeluarkan dari kepolisian... kamu bagaimana?"


"Bagaimana apanya? Aku akan tetap mendampingi kakak selamanya...." Sahut Briana dengan tersenyum hangat.


 


 


 


 


 


*****


 


 


Happy reading Guys. Terimakasih telah berbaik hati membaca novel "Cintaku cuma satu"


Boleh kah  tinggalkan jejak kalian disini?"   Thanks a lot ya.... love you.


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2