Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
44. Looking for you


__ADS_3

Mungkin bahuku tidak selalu ada untukmu, tapi kupastikan kamu selalu ada di hati dan pikiranku dan aku ingin kamu selalu baik-baik saja.


*****


 


Warmen kembali ke rumahnya dan waktu masih menunjukkan pukul 18.25. Tidak ada penampakan Anneke di rumah itu. Warmen berfikir Anneke masih kuliah dan akan pulang sebentar lagi.


Dibukanya pintu rumah dan dilihatnya sekeliling rumah yang sudah dua hari tidak dikunjunginya karena harus mendampingi Handoyo secara marathon di kepolisian dan menghadiri sejumlah konferensi pers yang diminta oleh pihak kepolisian untuk memberi pendampingan hukum untuk calon tersangka dan informasi pada masyarakat agar menghentikan demonstrasi di depan kantor markas besar RI.


Rumah itu dalam keadaan gelap karena Anneke belum pulang dan Warmen menyalakan lampu ruang tamu dan ruang tengah.  Warmen menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu dan menarik dasinya hingga terlepas.


Kepalanya sedikit pening, mata memerah karena tidak tidur kemarin malam tapi harus bekerja keras dan saat ini ia belum makan malam. Rasa mual lebih mendominasi, tapi ditahannya sambil menunggu Anneke pulang. Ia merindukan wanita itu.


Kepala  makin berat dan membuat Warmen membaringkan kepalanya di sofa dan terlelap disana. Hampir dua jam berlalu,ketika Warmen terbangun mendengar suara dering telepon yang membuatnya membuka matanya dan memaksanya bangkit menuju ruang kerjanya.


"Ne.... Anne....   .. Ne , belum pulang ya? " Warmen memanggil lirih sambil menatap berkeliling bahwa di rumah itu tidak ada siapapun.


Tidak ada jawaban dan ia menuju ruang krrja untuk mengangkat telepon. Dan ketika Warmen  memasuki ruangan kerjanya, panggilan itu terputus.  Ditariknya nafasnya perlahan dan Warmen menuju kamar untuk  mandi dan berganti pakaian.


Dibukanya pintu kamar itu, semua dalam keadaan rapih dan ada sebuah kertas di atas tempat tidur. Oh.. No... Anneke.


Deg...


Warmen baru merasa cemas dan khawatir ketika melihat kertas itu tergeletak di atas ranjang. Segera diambilnya surat itu dan memang tulisan tangan Anneke.


 


 


\====


 


Untuk : Bang Warmen


Maafkan Anneke, harus pergi tanpa pamit.

__ADS_1


Tapi mungkin abang tidakk akan kehilangan Anne, karena abang terbiasa tidak ada Anne di hidup abang.


Abang sering tidak pulang tanpa khabar, meski ada telephone di rumah.Hidup bagi Abang adalah pekerjaan dan uang. Abang punya cita-cita yang tinggi dan akan semakin terkenal dengan mendampingi orang itu.


Apakah semua harus Anne ketahui dari televisi Bang? Tak ada satu katapun dari Abang untuk memikirkan perasaan Anneke yang ayahnya meninggal dengan cara yang sadis oleh tangan orang itu ?"


Anne mau belajar melupakan abang, terlebih setelah abang menjadi pengacara "Cepot Berdarah"


Biar Bagaimanapun yang menjadi salah satu korban adalah Ayah Anne dan keluarga Anne.... mungkin ini maksud Abang dulu, bahwa Anne akan menyesal menikahi abang?'


Ya benar, Bang ! sekarang Anne menyesal memaksa abang menikahi Anne.


Maaf Anne memilih pergi dari hidup Abang. Biarkan Anne membesarkan anak dalam kandungan ini sendiri dengan tidak ada dendam pada keluarga Anne.


Terimakasih telah menjaga Anne, semoga Abang bahagia dengan cita-cita abang!"


 


Anneke


\======


 


Warmen menggaruk rambutnya dengan kasar. Ia benar-benar melupakan Anneke ketika menghampiri Handoyo  yang ditahan di markas besar berdasarkan berita yang ditontonnya di televisi.


Malam itu Warmen sedang menonton televisi di rumah dan cukup terkejut menonton berita penangkapan Handoyo, Berita yang disiarkan televisi nasional membuatnya tidak berpikir panjang dan melupakan Anneke.


Akibatnya Warmen langsung bergegas berganti pakaian dan langsung pergi tanpa pamit pada Anneke yang sedang menyiapkan makan malam.  Malam itu ia langsung menangani kasus Handoyo, hingga keesokan harinya masih berada di kantor polisi dan tidak memberikan kabar apapun pada Anneke. Wajarlah jika wanita itu marah dan pergi dari kehidupannya. Terlebih yang ditanganinya adalah orang yang melukai keluarga intinya.


Pasti Anneke mengetahui berita dirinya sebagai pengacara Handoyo dari televisi. Bodoh, Kau Warmen!' Sudah seperti ini baru menyadari istrinya hilang dan meninggalkannya. Oh Anneke, maafkan aku!"


Aku memang sayang kamu, tapi aku pikir kamu tahu, memang aku membenci ayah dan kakakmu. Bukankah kau sudah mengetahuinya dari awal. "Teriak Warmen di kamar itu sendirian. Bingung, Shock, kesal dan merasa kehilangan Anneke bercampur jadi satu di pikirannya.


"Ne... harusnya kamu tunggu aku dulu.... aku pasti menjelaskannya...kemana aku harus mencarimu, Ne?"


Warmen melihat lemari pakaian dan ia segera bangkit dari ranjangnya  untuk membuka lemari kayu itu.  Lemari itu sering dirapihkan Anneke dan  berisi  pakaian milik mereka berdua. Tapi sekarang lemari itu hanya  berisi pakaiannya, dan beberapa baris dimana biasanya diletakkan pakaian milik Anneke telah kosong.

__ADS_1


Kaki Warmen mendadak lemas, Anneke benar-benar meninggalkannya. Sesal sangat memenuhi hati Warmen.


"Aaarrrrggghhhhhhh, " Warmen berteriak sambil mengacak rambutnya kembali. Warmen bergegas mengganti pakaian dan akan berkeliling kota mencari istrinya,bahkan bila perlu malam ini juga ia mencarinya ke Bandung.


"Aku takkan bisa tanpa kamu, Anneke.... Maafkan aku !'  Warmen berkata sambil menyesali betapa bodohnya menyia-nyiakan wanita yang teramat mencintainya.


. "Aku takkan biarkan kamu pergi, Anne!"


Kemana aku mencarimu Anneke?  Sejak kapan kamu pergi, Ne? Ahh... aku tak tahu satupun teman Anneke di kampus.  Bodoh dan tidak peduli sama sekali, aku!" Apakah dia berada di rumah salah satu temannya ataukah dia kembali ke Bandung?"  Warmen mengendarai mobilnya dan mengarahkannya ke Bandung. dan bila tidak ada disana, besok ia akan berkeliling kampus mencari istrinya.


Warmen melajukan kendaraan itu dengan sangat cepat menuju kota kembang. Ia tidak peduli pada jalanan yang padat menuju kota itu. Anneke harus ditemukan. Pikirannya hanya Anneke yang sedang marah dan mungkin menangis sambil membawa anaknya. Oh... No... bagaimana jika saat ini mereka sedang kelaparan? Apakah Anneke membawa uang untuk mereka makan?'


Apakah wanita itu sudah makan?' Biasanya tiap dia sedang tidak mood, maka itu berpengaruh pada ***** makannya. Oh Tuhan... aku menyakiti dua orang sekaligus. bagaimana jika dia tidak mau makan dan membahayakan kandungannya.


"maafkan aku, Anne....


Langit kota Bandung semakin gelap ketika Warmen tiba di depan rumah kecil milik Anneke. Rumah itu dari luar seperti tidak ada penghuni. Semua gelap dan sepi.


Warmen memandang pintu gerbang kecil yang digembok dari luar. Apakah Anneke tidak ada disini?"  Diambilnya kunci cadangan yang pernah diberikan Anneke dulu. dan diletakan di dashbord mobilnya.


Warmen turun dan dibukanya pintu gerbang  yang digembok.  Kemudian ia melangkah ke bagian pintu bagian dalam rumah itu. Segera dinyalakan lampu rumah itu.


Kosong. Rumah itu benar-benar kosong dan sepi. Semuanya masih sama rapih seperti beberapa waktu yang lalu mereka berkunjung dan menginap di rumab itu. Lelah menghampiri tubuh Warmen dan ia jatuh tergeletak di sofa milik Anneke di Bandung.


Warmen  masih merutuki kebodohannya. sesungguhnya ia lelah dan lapar. Tapi keinginan untuk menemukan istri dan anaknya membuatnya bangkit kembali dan bersiap menuju kota Jakarta.


Kemana aku mencarimu Anneke?"


 


 


*****


 


Happy Reading temans. Bolehkan tinggalkan jejak di sini?  Thanks a lot atas supportnya ya!" Love you all

__ADS_1


 


 


__ADS_2