
Segala sesuatunya memang tidak mudah, tapi harus dijalani dengan kekuatanmu, jangan biarkan sesuatu hal yang menghentikan upayamu!
Aku mencintaimu sekaligus membencimu. Seharusnya dari semua orang di dunia, kamu tidak boleh mengkhianatiku, kamu adalah orang yang paling aku percayai.
*****
Aleesha masih termenung di depan jenazah Gaffar, suaminya. Pria itu terkena tembakan di kepala dan dadanya. Luka itu membuat Gaffar langsung tewas di tempat. Hanya sedikit orang yang mampu melakukan tembakan seperti itu jika bukan orang militer. Tembakan orang yang terlatih dan memang di ambil dari posisi yang tepat.
Rasa sakit ada di hatinya. Ia tidak bisa menyalahkan, Steven yang merupakan anak buahnya alias orang kepercayaannya tapi sat ini adalah pertemuan terakhir mereka sebelum suaminya dikuburkan besok pagi dengan upacara militer.
Cintanya pada pria ini sama besar dengan cita-citanya membereskan kekacauan yang dibuat pria ini juga. Ia tahu suaminya adalah pion yang ia korbankan untuk tujuan organisasii.
Aleesha sudah memprediksi bahwa suaminya pasti bisa membaca semua apa yang dirancangnya demi kemajuan organisasi Elang Hitam.
Tidak mungkin suaminya tidak mengetahui sepak terjangnya dan hanya menduga bahwa ia adalah pimpinan Diamond Grup sebuah perusahaan yang menyelubungi organisasi Elang hitam.
Hanya cinta dan tanggungjawab Gaffar yang besar padanya membuat suaminya ragu dalam melangkah dan mengambil tindakan pada organisasi Elang Hitam. Sesungguhnya ia pernah berharap bahwa ia berada di posisi yang dibalik. Dirinya yang saat ini terbujur kaku dan suaminya yang sedang menyesali kehilangan dirinya. Tapi keadaan menentukan sebaliknya.
"Seharusnya kau yang di posisiku ini, Bang!" Aku sangat mencintaimu sekaligus membencimu. Seharusnya dari semua orang di dunia, kamu tidak boleh mengkhianatiku, kamu adalah orang yang paling aku percayai. 'Bisik Aleesha pelan.
Ditatapnya pria yang terbujur kaku itu. "Aku akan menyusulmu segera,setelah misi berakhir !" Aleesha berkata dan mengecup kening suaminya lama.
Aleesha menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan hatinya. Ia tahu bahwa permainan ini harus diteruskan dan semua rasa sakit ini tidak boleh sia-sia.
Ada sedikit hal yang diprediksinya bahwa Handoyo tidak sesuai missi karena menyerahkan tugasnya pada Nadya dan diantara mereka ada hubungan terlarang diantara mereka. Kekacauan ini disebabkan oleh perasaan keduanya yang menghambat organisasi.
Rasa cinta bisa membuat keduanya melupakan tujuan awal dari organisasi. Mengapa juga mereka tidak menceritakan yang sesungguhnya padanya? Mengapa harus disembunyikan? Bukankah ia tidak melarang jika mereka berhubungan sebelum Nadia menikahi Pramoedya.
Seharusnya Handoyo melaporkan padanya mengenai langkah yang mereka pIlih dan jika direncanakan bersama tentu hasilnya tidak seperti ini. Misi dan perencanaan organisasi hanya bagian dari upaya untuk mencapai keberhasilan organisasi Elang Hitam untuk membereskan orang nomor satu di negara ini.
Ia perlu mengumpulkan kembali anak buahnya dan merancang kembali. Tapi ada hal lain yang harus dilakukan sebelum melakukan misi itu. Saat ini Steven sedang menunggunya di mobil dan akan mengantarnya untuk menjalankan langkah yang tidak dilakukan Nadia dengan benar.
Steven adalah orang kepercayaannya yang memang ditugaskan untuk menembak Gaffar jika memang suaminya menghambat misinya untuk membereskan tujuan organisasi. Dan benar saja, sehari sebelum eksekusi, Gaffar sudah mengingatkan Suhartono akan penyerangan yang mereka lakukan dan bahkan memilih menyelamatkan Pramoedya.
Dia tidak membenci Steven, tapi ia membenci idealisme Gaffar yang memang lebih suka mengorbankan dirinya sendiri untuk orang lain jika memang itu dianggap dirinya benar
__ADS_1
"Aku akan menyusulmu nanti, bang Gaffar... sekarang biar kubereskan pekerjaanku dulu, agar pengorbananmu tidak sia-sia." Bisik Aleesha dalam hatinya ketika ia meninggalkan ruangan suaminya diistirahatkan.
*****
Ruang perawatan Eksekutif Rumah Sakit Gatot Subroto.
Ruangan besar itu dijaga cukup ketat oleh sekelompok prajurit karena yang sedang dirawat di ruangan itu adalah keluarga Presiden. Istri dan anak perempuan Presiden, yaitu Tiara dan Icha. Di dalam ruangan besar itu ada dua kamar perawatan dan kamar yang lebih besar ditempati oleh Tiara.
Dokter yang bertugas duduk di depan ruangan Tiara dan itu bisa memantau secara langsung Tiara dan Icha. Belum lagi dua perawat yang setiap 15 menit sekali memantau kondisi pasien dan didata secara rinci.
Sesuai dengan tugas yang direkomendasikan maka dokter Pudjiwati bertugas stand bye dan ikut menjaga ruangan itu bergantian dengan dokter Stefani dan ditemani dua perawat wanita setiap sesinya.
Malam ini yang bertugas menjaga adalah dokter Pudjiwati sesuai dengan peraturan istana..Icha yang sudah memiliki keadaan lebih baik karena ia hanya terkena luka ringan, namun ia masih shock karena kejadian kemarin malam memilih mendampingi ibunya yang masih belum sadarkan diri.
Ada rasa bingung di hati icha, ketika melihat Pramoedya datang seorang diri menengok dan mendoakan Tiara, ibu tirinya meski Pramoedya masih terlihat sedih karena kehilangan Jendral Gaffar dan Nadia. Entah kemana Nadia, apakah ia terluka di luar sana, entahlah.
"Pram...
'Gimana keadaanmu Cha?
"Belum... kata papa, dia dijadikan jaminan oleh perusuh yang masuk istana semalam... aku kuatir padanya... dia sedang hamil dan setiap pagi dia harus minum susu buatanku, jika tidak anakku itu akan sakit."
"Dia pasti bisa menjaga dirinya."
"Ia sekarang berbeda semenjak hamil ,Cha... terkadang dia sangat lemah." Ujar Pramoedya lirih.
"Tenanglah... pasti papa akan mencari orang untuk menemukannya!"
Suara berisik di luar ruangan perawatan membuat keduanya menoleh ke arah luar ruangandan menerka siapa yang akan mengunjungi ibunya. Pramoedya dan icha keluar dan cukup terkejut ketika melihat bahwa yang datang adalah Aleesha, istri dari Jendral Gaffar yang sering membantunya selama ini.
"Tante... kenapa disini?" Saya akan menjaga Om Gaffar setelah ini.. mari kita temui Om Gaffar ke tempat istirahatnya "
"Pergilah dan temani om-mu dahulu, Pram ... Besok dia akan dikebumikan, tapi sebelumnya , aku ingin melihat keadaan mamamu!" Aleesha berkata dengan tenang.
Pramoedya mengangguk dan meninggalkan ruangan itu dengan cepat dan ia diikuti oleh dua orang pengawalnya. Sementara Icha memilih memasuki kamar perawatannya setelah melihat bahwa yang datang adalah Aleesha, orang yang merupakan kepercayaan dari keluarganya.
__ADS_1
Icha merasa tidak masalah meninggalkan ibunya yang masih belum sadarkan diri dan masih dalam perawatan dokter Pudjiwati.
"Dokter Pudji.... bisa saya melihat keadaan Ibu Tiara ? Saya ingin berbicara sebentar dengan beliau !"
"Tapi saat ini dia belum sadar bu, Tapi ibu bisa melihatnya sebentar karena memang beliau harus banyak istirahat dan sedang dalam masa pemulihan , mau saya temani ?" Dokter Pudji langsung menjelaskan kondisinya
"Tidak usah... saya yakin dia bisa mendengar apa yang saya ucapkan... saya cuma sebentar... oh iya saya tidak membawa senjata... tadi saya sudah diperiksa di depan oleh penjaga."
"Ah ... ibu bisa saja... mana mungkin ibu membawa senjata dan akan melakukan sesuatu yang membahayakan kondisi Ibu Tiara ... lagipula ibu adalah orang kepercayaan dari Ibu Tiara." Timpal Dokter Pudjiwati sambil membuka pintu kaca ruang perawatan Tiara dan mempersilahkan Aleesha masuk.
"Baiklah... terimakasih dokter Pudji."
Aleesha segera memasuki ruangan itu dan memperhatikan banyak kabel selang lalu lalang di sekitar tubuh Tiara. Ia tersenyum sinis.
"Tiara... aku mengunjungi kamu teman dan musuhku .... ini ada salam dari Yona, dia menantikanmu di surga sana ... oh iya aku bawakan serum yang akan meracuni otakmu!' Bisik Tiara pelan dan tangannnya mengelus pipi Tiara.
"Dua belas jam lagi serum ini akan bekerja dan itu akan membuat kekacauan di otakmu setelah itu kau pasti lebih memilih mati daripada kau cacat dan hanya bisa melihat apa yang akan kulakukan pada suamimu !" Bisik Tiara lagi dengan sangat pelan. "Serum ini buatan Jerman...dan belum diketemukan penawarnya !"
Jemari Aleesha yang menyembunyikan jarum kecil masuk ke balik pakaian rumah sakit yang dikenakan Tiara. Dan jarum itu kemudian ditancapkan kebagian perut Tiara yang tidak tertutup perban akibat luka banting dari Nadia. Ada beberapa bagian tubuh Tiara yang terluka parah dan diperban.
Aleesha tersenyum puas . Jarum kecil itu tidak berbekas dan tidak perlu ditutup alkohol karena tidak ada darah yang keluar. Hanya perlu kaca pembesar jika mau dicari penyebabnya dan itu tidak mudah diketemukan. Pasti bentrokan beberapa obat ikut membantu keberhasilannya.
Tiara bergerak sedikit akibat tusukan itu dan serum itu memasuki aliran darahnya. Tubuhnya seperti mengejang sebentar dan normal kembali. Sementara Aleesha tersenyum sinis memperhatikan tubuh wanita yang terbaring tidak berdaya.
"Selamat jalan Tiara, nanti kita bertemu setelah tugasku selesai !" Aleesha berkata dalam hati dan ia melangkah meninggalkan ruangan kaca itu. Sementara Dokter Pudjiwati sedang menikmati segelas kopi tersenyum pada Aleesha yang melambaikan tangan meninggalkan ruangan besar itu.
Tugas Dokter Pudjiwati masih terus berlangsung hingga pagi pukul 07.00 . Dorongan Kafein akan membuatnya terjaga sampai pagi. Setelah meneguk tiga kali , Dokter Pudji bersama perawatnya bertugas mengecek keadaan pasiennya dan nadi masih stabil , tekanan darah normal dan tidak ada yang mencurigakan.
Data kesehatan yang diambilnya masih sama dengan lima belas menit yang lalu. Proses pemulihan kemungkinan akan berlangsung lebih cepat jika keadaan selalu sama.
"Cepat pulih ya Bu Tiara...; kami semua mendoakan yang terbaik untuk kesehatan ibu... ayo semangat dan cepat sadar.. Pasti Presiden jika sudah tidak sibuk akan mengunjungi ibu... semangat !" Ujar Dokter Pudji dengan penuh semangat dan menepuk -nepuk lengan Tiara.
*****
Happy Reading Guys...
__ADS_1
Maafkan saya sekarang sering telat, karena di daerah tugas baruku sinyal agak sulit dan sering listrik padam. Jadi begitu dapat sinyal saya menulis... maklum pekerjaan utama terkadang membuat harus berkeliling Indonesia. Ingat cerita ini fiktif ya temans. Tetap jaga kesehatan dan semangat dalam menjalani hari. Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini? Thanks a lot ya