
Maaf dan memaafkan, dua hal yang terdengar biasa di telinga tapi tak mudah untuk dilakukan. Perlu keberanian, kedewasaan dan juga ketulusan untuk melakukannya.
*****
Warmen keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana pendek dan kaos yang telah disiapkan Anneke. Dia tersenyum bahwa Anneke masih membawakan pakaian milik Warmen ke kost Anneke. Ingin meledek sang istri namun bisa membuat suasana mereka yang baru berbaikan bisa berubah menjadi tidak menyenangkan. Pria itu hanya memperhatikan Anneke sedang duduk di depan meja kecil dan mencoret-coret sesuatu.
"Sayang.... lagi ngapain sih disitu?" Warmen berusaha menghampiri istrinya yang masih duduk dan berkonsentrasi dengan kerjaannya.
"Besok, aku akan belanja keperluan toko bang... ada beberapa stock barang yang sudah habis tapi sebelumnya aku besok akan ke toko dulu ya.... abang bisa kembali bekerja, dan kita...
"Sayangku Anneke,... besok abang akan mengantarmu ke toko, belanja atau apapun itu,dan sorenya kita sudah di kontrakan yang baru.... kalo gak dapat sore nanti.. kita tidur di hotel, pokonya abang tidak mau kita berpisah lagi.... abang tidak melarangmu bekerja, tapi abang tidak ingin kamu jauh dari abang.... jangan buat abang gila karena tidak melihatmu dan selalu mencemaskanmu, Ne," Sahut Warmen pelan.
"tapi Bang... Anne rasa Anne bisa mandiri tanpa abang .... Anne bisa ko menghidupi anak Anne..
"Anak Anne? Enak aja.... Anak kita , Anne!" .... Aku ayahnya dan akan tetap begitu selamanya, bagiku tidak ada istilah cerai, pokonya pantang untuk kita bercerai ,.... Anneke, kau ingat sebelum kita menikah.... abang tidak menyembunyikan apapun darimu termasuk soal istri, jadi katakan pada abang, apakah kesalahan abang terlalu fatal meninggalkanmu di malam itu dan tidak termaafkan hingga kamu minta bercerai?" Ujar Warmen sambil berjongkok di samping Anneke.
"Anne... Anne cuma takut membuat karir abang terhambat karena Anne bagian dari keluarga Setiono, dan abang akan meninggalkan Anne ketika bosan....
"Bah.... Sejahat itu kah aku di pandanganmu, sayang?" Seharusnya dari semua orang di dunia, kau yang paling mengenal abang, Ne.... terlebih di dalam rahimmu ada buah cinta kita... dia anak abang.... bukti cinta kita... dan akan selamanya begitu.... sekarang maukah kamu memaafkan abang?"
"Tapi bagaimana jika abang menyesal di kemudian hari dan menceraikan...
"Abang tidak pernah menyesal menikah denganmu, Abang sangat mencintaimu apapun yang terjadi, terlepas dari siapapun kamu, abang akan menjagamu ... ingatkah kamu dengan janji abang sebelum abang menikahimu?"
"Ya... abang tidak akan berbohong pada Anne?"
__ADS_1
"Tidak ada perceraian di antara kita....apapun yang terjadi kita harus bersama dan kamu yang akan mendampingiku selamanya, hingga maut yang memisahkan kita.
"Bagaimana dengan istri abang satunya... bagaimana jika dia mengetahui tentang aku dan anak kita , Bang?"
"Tenanglah sayangku.... dia sudah ada di luar negeri dan tenang disana... tak mungkin dia bisa mengganggumu!" Abang pastikan itu!" jadi abang katakan sejujurnya, Abang ingin kamu mendengarnya langsung dari mulut abang, dan ini baru saja abang ketahui, beberapa waktu yang lalu,.....Abang memang punya satu anak lelaki darinya, tapi itu tidak akan mengurangi rasa sayang Abang pada Anne dan anak yang ada di rahim Anne, Dia adalah bukti cinta kita, jadi abang mohon, jangan pernah berencana meninggalkan abang, abang bisa gila jika gak ada Anne, itu yang sejujurnya, Ne.... Jadi abang harap, jika yang abang lakukan dan melukai hatimu ataupun tidak sesuai dengan pemikiranmu... bisakah kita bicara dulu dan tidak langsung ditinggal pergi dulu seperti kemarin?'
"Baiklah bang.... maafkan Anne juga, Anne cuma takut abang menyesal menikahi Anne," Sahut Anne dengan mulai menangis pelan.
Anne khawatir suara tangisnya mulai didengar para tetangga kamar kostnya. Warmen memeluknya dan membiarkan Anne menangis di pelukannya.
"Kumohon ... percayalah padaku, Anne... aku tidak akan melepaskanmu untuk alasan apapun dan hanya kau yang paling tahu diriku.... aku bisa seperti ini dan sekuat ini, karena kamu, Ne... Jadi bagaimana bila kamu pergi meninggalkan abang?" Maafkan aku ya!'
"Iya bang.... Anne gak akan meninggalkan Abang lagi... tapi Anne masih mau tinggal di Depok , ya bang?"
"Baiklah.... besok sepulang belanja, kita cari kontrakan, abang tidak bisa jika kamu tinggal di sini, dan abang di rumah.... rasanya tidak enak tinggal di kost perempuan...abang tidak bisa seenaknya memasuki kamarmu.
Anneke tersenyum mendengar alasan Warmen. Sesungguhnya iapun merindukan suaminya, entah kenapa rasa marahnya pada pria ini mudah menguap. Semua terhempas dengan semua pelukan dan perkataan pria yang telah mencuri hatinya semenjak sekolah menengah pertama dulu.
Anneke lupa apa yang terjadi. Malam itu mereka tertidur sambil berpelukan, Rasa rindu dan kelelahan akibat saling mengeluarkan emosi dan amarah, membaut keduanya terbaring tak lama setelah percakapan mereka. Anneke tidak tahu bagaimana dia terbaring di ranjangnya bersama Warmen. Yang ia ingat adalah ia terus menangisi di dalam pelukan hangat milik suaminya.
Tidur malam yang selama ini merupakan mimpi buruk bagi keduanya seakan terbayar dalam semalam.
Yang ia sadari pagi ini, sebuah lengan yang kekar tengah memeluknya erat dan menjadikan dirinya guling. Kebiasaan Warmen ketika tidur tidak berubah. Anneke tersenyum hangat melihat suaminya yang masih terlelap. Dilepaskan tangannya dan ia harus segera mandi.
Baru saja Anneke berhasil melepaskan diri dari pelukan Warmen, Pria itu sudah menariknya kembali dan terjatuh berbaring di pelukan Warmen.
"Sudah kubilang , jangan pernah pergi dari hidupku lagi!"
__ADS_1
"bang... Anne cuma mau mandi... ini sudah pagi... Anne harus ke toko dan berbelanja barang.
"Jam berapa kita mau ke toko dan berbelanja?"
"Mungkin satu jam lagi... Jadi tadi habis mandi , Anne mau beli sarapan untuk kita, abang mau makan apa, nasi uduk atau lontong sayur, ntar Anne beliin di depan kost.
"Ntar saja, kita beli bersama, Aku masih ingin memeluk istriku dulu...
"Bang....
"Anne... kamu tahu gak setiap malam aku mengkhawatirkan kamu... apakah kamu bisa makan? apakah kamu baik-baik saja? bagaimana jika kamu terluka dan bagaimana jika kamu menangis karena abang tidak berhasil
menemukanmu? Bagaimana tidurmu? Apakah kamu pernah memikirkan aku di dalam tidurmu?" Aku hampir gila jika tidak melihat kamu, Ne...
"Abang khawatir sama Anne? Benarkah abang benar-benar khawatir sama Anne?'
"Rasanya seperti mau mati dan dadaku mau meledak menahan marah karena kebodohanku pergi di malam itu tanpa pamit padamu.... abang setiap malam memimpikan kamu dan selalu mengkhawatirkan kamu, Ne...
"Maafkan Anne , bang.... Anne gak tahu bahwa Abang sekhawatir itu pada Anne."
"Kamu itu penting bagiku , Ne.... kamu segalanya bagiku, jangan pernah lakukan ini pada Abang lagi ya!"
******
Happy Reading Guys. Maaf telat ya, lagi rempong banget, tapi doaku kalian semua sehat dan diberkati selalu. Love you All. Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini?"
__ADS_1