Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
27. Wanita yang dicinta.


__ADS_3

Tak ada yang  mampu menjamin mudah dalam menjaga hati, namun hal itu tak akan susah bagi mereka yang kuat dengan pendiriannya dan dijaga bersama.


 


*****


 


Anneke baru turun dari bis kota ketika ia melihat seorang wanita  yang berdiri di  sudut depan gerbang pagar rumahnya. Wanita itu berdiri dan seakan menatap dirinya yang sedang melangkah menuju rumah.  Siapakah wanita itu? Apakah wanita itu mengenalinya?  Kenapa begitu memperhatikan dirinya? Apakah wanita itu istri pertama bang Warmen?"  Ada rasa khawatir berkecamuk di hati Anneke. Mungkin hanya menumpang berteduh karena  ada pohon besar yang menaungi rumah mereka dan wanita itu sedang menunggu bis yang akan membawanya. Pikir Anneke kembali dan berusaha tenang.


Ketika Anneke membuka salah satu pintu pagar rumah itu, wanita yang berdiri di samping gerbang menyapanya. Anneke menoleh


"Bu Anneke? "  Maaf benarkah ini saya bertemu dengan bu Anneke?"


"Ya.. saya Anneke,  kamu siapa? Kenapa mencari saya?" Apakah kita saling mengenal?'


"Oh syukurlah... karena Pak Warmen menyuruh saya harus menjumpai ibu dan harus menunggu ibu pulang kuliah. Saya Dita bu, Saya adalah sekretaris bapak di kantor... emh bolehkah kita bicara di teras situ? Jika ibu tidak keberatan? "  Dita bertanya dengan tatapannya yang teduh dan menunjuk dua kursi  rotan di teras rumah.


Anneke memasuki teras dan mempersilahkan Dita duduk di salah satu kursi rotan.


"Sebentar ya... saya buatkan minuman dahulu ya mbak Dita, " Anneke tersenyum ramah.


"Gak usah repot- repot Bu Anneke, saya cuma sebentar.... saya diminta menyampaikan pesan saja dari Bapak Warmen, karena tadi Bapak telephon ke rumah tapi gak ada yang angkat dan bapak bilang pasti ibu belum pulang kuliah ," Dita menjelaskan kedatangannya pada Anneke dan akhirnya Anneke duduk di kursi rotan satunya.


" Ada apa ya mbak Dita? Biasanya Bapak tidak titip pesan apapun jika pulang malam... apakah malam ini dia tidak pulang?" Ada raut khawatir di wajah Anneke ketika bertanya pada Dita.


"Begini bu... tadi bapak ada klien penting dan harus segera ditangani  oleh Bapak  secara langsung... mungkin bapak akan ke luar kota selama 3 hari.... jadi Bapak  tadi menitipkan amplop ini dan berpesan agar waktu kontrol ke dokter kandungan menunggu Bapak pulang dari luar kota," Dita menyerahkan amplop coklat pada Anneke.


Anneke menerima amplop coklat dengan diam. Dibukanya Amplop coklat itu didepan Dita oleh Anneke. Ternyata hanya sejumlah uang tunai di dalamnya. Tidak ada pesan yang ditulis Bang Warmen  di dalam amplop itu. Tadi pagi memang Anneke bilang persediaan bahan makanan sudah habis di kulkas dan memang Warmen menjanjikan sore ini mereka akan berbelanja di pasar Sore Cempaka putih untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangga.


"Bu Anneke... tadi Pak Warmen bertanya, apakah ibu berani di rumah sendiri?" Saya gak papa ko tidur di sini menemani ibu dan menemani ibu berbelanja ke pasar ... nanti malam , saya bisa ko tidur di sofa... " Dita berkata dengan lembut karena melihat istri pimpinannya yang lebih muda usiannya dibandingkan dirinya.


"Rumah saya juga tidak jauh dari sini, saya akan ambil baju dulu dan kembali untuk menginap dan menemani ibu, bagaimana?" Bujuk Dita pada Anneke.


"Terimakasih mbak Dita... memang ini kali pertama saya di rumah ini sendiri... tapi saya berani ... terimakasih atas niat baiknya, " Ujar Anneke ramah.

__ADS_1


"Kalo begitu, saya pamit ya bu, " Ujar Dita dan diangguki oleh Anneke sambil mengantar Dita ke depan rumah. " Hati- hati mbak Dita dan terimakasih atas infonya.


 


 


 


*****


 


Warmen mengemudikan kendaraannya menuju pantai Anyer. Disampingnya duduk Melinda Dan Nicky yang sedang bernyanyi gembira mengikuti lagu yang diputar salah satu radio.  Pria kecil itu tampak bahagia dan meracau tidak jelas apa yang dikatakannya. Melinda membiarkan Nicky yang terkadang berdiri dan bergelayut di leher pria yang baru dikenalnya.


"Na... Na...na.... " Nicky berceloteh mengikuti irama yang diputar di radio.


Melinda meminta waktu kebersamaan selama 3 hari dengan  Warmen untuk memberikan moment yang indah untuk Nicky  dan permintaan itu disanggupi oleh Warmen. Pikir Warmen , seharusnya Anneke tidak  ada masalah dengankeputusannya ini . Karena ia pernah bilang bahwa ia memiliki istri dari sebelum ia menikahi Anneke.


Ada sedikit rasa bersalah di hati Warmen, karena ia tidak mengatakan secara langsung dan mengutus Dita menyampaikan pesan. Namun rasa ingin tahunya pada Nicky membuatnya mengabaikan perasaan itu  untuk Anneke.


"Ya... sebenarnya aku dulu pernah bilang padanya... aku sudah menikahimu... jadi dia sudah tahu posisinya bahwa dia istri keduaku.... kenapa kau tanya-tanya dia? " Katanya kau tidak mau tahu siapa yang kunikahi ... yang penting di hatiku cuma ada kau..." Sahut Warmen sambil tersenyum dan menatap Melinda. " Apa kau jadi cemburu pada istriku satunya?"  Kau juga tetap istriku, Mel, " Warmen berkata sambil tersenyum jahil.


"JIka kami berdua  saat ini ada bersamamu... mana yang kau pilih? Istri resmimu atau aku yang kau cinta? Melinda bertanya lagi dania memegang Nicky yang mulai bangkit dari duduknya dan beranjak mendekati Warmen yang masih mengemudi.


"Aku tidak bisa memilihnya... aku ingin memiliki keduanya.... bisakah kau tidak usah kembali ke Inggris, Mel?" Aku bisa menafkahi keduanya...  jika aku boleh meminta, aku tidak rela kau kembali ke Inggris dan mengejar karirmu disana... aku ingin kau menjadi istriku juga mel.... aku mencintai kau dan dia, " Warmen berkata sambil menatap Melinda.


"Kau gila dan serakah, Warmen... " Sahut Melinda cepat. " Jika dia tahu jawabanmu ... tentu dia akan marah,"


"Aku hanya bisa bercerita seperti ini denganmu saja, Mel.... aku mencintai dua wanita dan aku ingin memiliki keduanya.... terserah kamu bilang aku serakah... aku ingin kau dan dia hanya milikku...


"Aku mengabulkan permintaanmu ... kau hanya bisa memiliki aku dan dia selama 3 hari ini saja, Warmen...  selebihnya kembali ke dunia nyata.... kita  kembali di posisi kita masing-masing dan ingat pesanku... jaga Nicky dan lindungi Nicky seperti anakmu yang lain, Warmen!"  Melinda berkata dengan tegas dan menatap pria itu yang kemudian menoleh.


"Nicky memang anakku... seharusnya dia panggil aku, "Amang"... jangan " uncle" .. emangnya aku paman dia... ajarkan Nicky memanggilku "Amang" ya Mel?" Bujuk Warmen.


"Hi Nicky... You call him... Amang... Amang, " Melinda langsung mengajarkan NIcky untuk mengikutinya. (Hei, Nicky, kamu panggil dia... Amang... Amang)

__ADS_1


"Uncle ?" Sahut Nicky tidak rela karena harus memanggil berbeda pada pria yang sedang mengemudi itu. ( Paman...)


"No... Call him..."Amang...  Amang... Repeat me!"  Amang!" Melinda mengulang kembali  dan sambil menunjuk Warmen. ( Tidak... panggil dia Amang... Amang)"


"Aa...mang.... Amang..... " Nicky memanggil sambil menepuk hidung Warmen kembali. " Amang"


"Good boy," Sahut Warmen dengan bangga. Ditariknya kepala Nicky dan dikecupnya beberapa kali hingga membuat Nicky tertawa kembali.


Dua jam kemudian mobil memasuki sebuah  Villa di " Nuansa Putih Anyer"  Nicky begitu gembira dapat bermain di pantai dengan Warmen dan Melinda. Ombak yang menerpa dan menjatuhkan Nicky tidak membuatnya menangis hingga ketika makan malam satu ekor ikan bakar ukuran besar dihabiskannya sendirian.


Warmen menggendong Nicky yang tertidur di kursi pantai karena  kekenyangan dan kelelahan. Warmen  menciuminya berulang kali. Kamu juga anakku Nicky. Aku Bangga bisa memilikimu. Ketika tiba di Villa, Melinda membersihkan tubuh Nicky dan menggantikan baju tidur anak lelakinya yang kekenyangan  makan ikan bakar dan kecapean akibat sepanjang petang  bermain di pantai.


Selepas Mandi, Melinda menghampiri Warmen yang berbaring di sofa sambil menonton TV. Melinda sengaja membaringkan tubuhnya di atas tubuh Warmen dan menciumi lelaki itu. Warmen hanya ingin melihat apa yang akan dilakukan Melinda padanya.


"Warmen.... tiga hari ini... aku milikmu.... " Goda Melinda sambil mencium hidung Warmen seperti yang dilakukan Nicky seharian ini.  " Aku merindukanmu, Warmen... aku tahu, kamu juga merasakan yang sama denganku, kita puaskan tiga hari ini, sayangku!"


Melinda itu tidak hanya pintar dan sexy, tapi pandai membawa Warmen menuju puncak kenikmatan, hingga senjata pamungkas lelaki itu sudah berada di  dalam tubuh Melinda dan menghentaknya  dalam hasrat yang sedang mereka ciptakan.


"Akh... "desah Melinda puas.


"Mell.... bisakah kau tidak kembali ke Inggris? jadilah istriku saja.... aku ini pria yang mudah cemburu, dan aku ingin kau dan Nicky menjadi milikku... kau memang seharusnya adalah istriku, Mel!"


"Saat ini kamulah suamiku, Warmen... Kamulah cinta sejatiku dan Ayah kandung Nicky sesungguhnya, " Bisik Melinda yang masih dibawah kungkungan Warmen.


 


 


*****


 


Happy Reading Guys!"


Terimakasih telah membacanya, Bolehkah tinggalkan jejak disini?"

__ADS_1


__ADS_2