Cintaku Cuma Satu

Cintaku Cuma Satu
30. Sad on Birthday


__ADS_3

"Aku harus merelakan kepergianmu bukan karena aku sudah  menyerah tapi  aku akhirnya mengerti bahwa ada hal yang memang tidak bisa dipaksakan."


 


 


*****


Handoyo baru turun dari pesawat bersama Udin dan mereka hanya menggunakan tas ransel di punggung karena tidak ingin terlalu lama berada di Bandara Soekarno Hatta. Mereka berjalan dalam diam menuju bis Damri di halte penumpang. Mereka  kemudian menaiki bis yang berbeda karena mereka menaruh mobil mereka masing-masing di lokasi penitipan kendaraan yang berbeda. Sunggur rapi dan tidak terlihat adanya keakraban di antara mereka meskipun mereka baru saja membereskan tugas mereka di Makasar.


Selepas mengambil mobil Handoyo di penitipan kendaraan di wilayah Blok M, Jakarta, Handoyo menjalankan kendaraannya menuju Cilegon. Ketika Handoyo  melewati salah satu gerai Ayam Goreng khas Amerika yakni "Kanada Fried Chicken" Handoyo teringat akan ucapan Jessy yang  saat itu sedang ngobrol dengan Jenny bahwa ia merindukan makan ayam goreng ini. Tidak ada restoran ini di Cilegon dan ia terpaksa hanya makan ayam goreng tenda  yang dijual malam hari.  Akhirnya Handoyo berhenti dan membelikan ayam goreng itu untuk Jessy dan Jenny di salon mereka.


Jessy dan Jenny pasti sangat gembira menerima ayam goreng ini, dan makin semangat mencuci rambutku dan membuatkan kopi untukku, Pikir Handoyo sambil tersenyum hangat di dalam mobil. Dilajukan mobilnya menuju Salon milik Jessy. Waktu masih pukul 5 sore ketika Handoyo tiba di salon. Tumben salon Jessy tutup dan tidak ada aktivitas. Handoyo menepikan mobilnya dan ia bergegas turun memasuki halaman salon.


Diketuknya pintu depan salon itu. Pada ketukan yang ke empat, pintu salonpun terbuka. Jenny yang membukanya dan langsung histeris menyapa Handoyo yang membawa tentengan berisi ayam goreng.


"Ih... mas Han, kemana saja? sudah hampir dua bulan gak mampir... pulang kampung ya?" Jenny bahagia sekali menyapa langganannya yang tiba-tiba muncul. " Pasti kangen kopi buatanku kan?" Atau mau gunting rambut ya? tuh rambut sudah agak gondrong... tapi sayang khusus hari ini Jessy  tidak mau bekerja... seharian dia cuma tuh duduk di situ dan melakukan hal yang gak jelas... " Cerocos Jenny tanpa di tanya oleh Handoyo  dan ia masih berdiri di dekat pintu.


"Kalin sudah makan? Aku bawa ayam goreng untuk kita makan ... "Ucapan Handoyo langsung terpotong teriakan Jenny yang cukup mengejutkan.


"Jesssssyyyyyyy... ada ayam goreng kesukaan kamu... Mas Handoyo bawain untuk kita makan.... ayo masuk-masuk mas Han... " Jenny menarik tangan Handoyo.


Handoyo membiarkan Jenny menarik tanganya dan membuatnya masuk ke dalam salon serta menutup pintu depan salon kembali. Setelah lama berteman dengan Jenny, ia memahami pria kemayu itu tidak bertingkah aneh padanya. Pria yang cukup baik dan pandangan Handoyopun menjadi berubah terhadap Jenny. Pria itu cukup loyal sebagai teman dan menyenangkan untuk diajak ngobrol.


Ketika Handoyo masuk, ia melihat Jessy sedang duduk di sofa sambil menonton TV dan di atas meja tergeletak beberapa cemilan dan minuman kaleng kemasan yang berasa manis.  Tampaknya seperti habis berpesta tapi kenapa wajah Jessy  terlihat pucat seperti sakit atau mungkin kurang tidur.  Tapi sorot mata itu berbeda seperti menangisi sesuatu.


"Kenapa Jess? Kamu sakit?" Tanya Handoyo pelan dan ia mengambil duduk di sofa depan Jessy duduk sambil nonton TV.


"Emh... gak... aku sedang  malas  bekerja saja dan  buka salon... jadi hari ini  aktifitas salon kami liburkan  dan menikmati seharian dengan ngobrol dan menonton TV... ternyata banyak acara TV yang menarik , " Jessy berkata santai sambil tersenyum dan mengalihkan mata pandanya yang menunjukkan dia baru habis menangis. Mata panda  itu terlihat cukup jelas bagi Handoyo.


Handoyo diam tidak membantah ucapan wanita itu. Pandangan Handoyo beralih memperhatikan Jenny mengambil piring dan meletakkan ayam goreng khas Amerika yang dibawa dari Handoyo di atas meja. Jessy yang semula terdiam menjadi tersenyum melihat ayam goreng itu dan segera ia mengambil piring  dan langsung diisi oleh paket nasi ayam dengan bahagia.


"Aku mau makan ayam goreng "Kanada Fried Chicken"... makasih ya mas Han..  kamu memang pelanggan terbaik yang aku punya.... ayo kita makan!"  Sudah lama sekali aku tidak pernah makan ayam ini!" Jessy berkata riang  dan langsung mengunyahnya dengan cepat.

__ADS_1


"Mas Han.... tahukah  jika hari ini Jessy ulang tahun, dan untung kamu datang bawa ayam kesukaannya... dia hanya baru makan pagi lho... itupun bubur ayam... untuk kamu datang deh!"  Sela Jenny yang memberikan piring pada Handoyo.


"Jessy ulang tahun?" Maaf aku tak tahu... harusnya aku kemari bawa kado ya?" Maaf... dan Selamat ulang tahun ya Jessy... semoga kamu sehat, bahagia dan sukses selalu di salonmu!"  Handoyo berkata tulus sambil memandang wanita yang sedang menggigit ayam goreng renyah itu.


"Makasih ya mas Handoyo.... setelah makan, aku bisa ko, gunting rambut kamu, " Sahut Jessy pelan.


"Lusa saja deh Jess... yang penting kita nikmati dan rayakan  hari ulang tahunmu... yuk kalian mau apa lagi? Ayo aku traktir... Bagaimana jika kita besok jalan-jalan ke Jakarta?" Main-main ke Ancol yuk?" Mau gak Jessy dan Jenny?"  Handoyo mengajak mereka berdua menikmati wisata sambil merayakan ulang tahun.


"Aku sih mau saja.... tapi ya mas Han, setiap Jessy ulang tahun ya begini,... dia akan seperti ini.. dia mengingat si "Bajingan " itu yang menghilang tanpa kabar.... Bajingan yang meninggalkan Jessy di hari pernikahannya dan tahukah mas Han... Bajingan yang sering membawakan ayam goreng....


"Jennnnn.... dia bukan bajingan... aku yang salah... aku yang mencintai pria yang salah, Jenn!" Aku masih sayang Al... salahkah Jessy? Jessy ingin ketemu Al sekali aja... habis itu Jessy boleh mati deh!" Teriak  Jessy.


Handoyo terkejut melihat Jessy yang berlinangan air mata dan masih memakan ayam goren itu. Rasanya ia kehilangan ***** makannya.


"Jess... sudahlah lepaskan dia... dia dulu cuma main-main padamu," Jenny berkata pelan dan menepuk pundak sahabatnya. "Percuma jika kamu masih menangisi Al... dia sedang bahagia bersama istrinya!" Sudahlah... masih ada pria lain yang akan mencintaimu, Jess... "Bujuk Jenny pelan.


Handoyo hanya diam memperhatikan tindakan mereka.  Akhirnya ia tak sabar dan berkata "Kau ada alamat pria itu, akan kucari dan kuseret dia kemari untuk menemuimu,Jes?"


"Sekarang kamunya makan dong... biar kita bisa makan lagi dengan bahagia karena tidak ada orang yang ulangtahun dan nyuruh orang lain untuk  makan sambil melihat orang menangis, "Seru Handoyo sambil tersenyum.


"Makasih ya mas Handoyo.... atas ayam gorengnya, kapan-kapan jika ada kesempatan, belikan lagi ya... ayam goreng ini!"  Jessy berkata sambil mengunyah ayam goreng itu.


"Kenapa kamu masih mau menemui pria yang menyakiti hatimu, Jess?" Tanya Handoyo.


"Aku cuma ingin tanya, pernahkah selama ini dia mencintaiku? Ataukah dia memang cuma kasihan padaku dan bermain-main seperti yang Jessy bilang... sehingga ia meninggalkanku di tengah pesta, mas Han? Salahkah aku ingin bertanya padanya?" Jessy berkata pelan.


"Kamu ingin aku membantumu untuk mencari pria itu?" Handoyo menawarkan bantuan pada Jessy dengan tulus.


"Terimakasih mas Han... biarkan saja... besok juga aku pasti lupa dan bahagia kembali.... maaf ya.. tadi aku membuat kalian semua repot... tapi ayam goreng ini enak sekali lho, Mas Han, "Seru Jessy dengan riang.


Mereka menghabiskan makanan dan ngobrol hingga pukul 19.30. Setelah dirasa cukup ngobrol dan menikmati Kopi, Handoyo dan Jenny berpamitan pulang. Jessy menutup pintu salon dan akhirnya ia memilih mandi untuk menyegarkan diri.


Ketika keluar dari kamar mandi, Jessy memastikan kembali pintu dan jendela-jendela sudah terkunci rapat. Ia memasuki kamarnya yang berada di bagian samping salon. Betapa terkejutnya Jessy ketika ia melihat di atas tempat tidurnya ada setangkai mawar dan sebuah kado .  Segera diambilnya mawar merah  itu dan ada sebuah tulisan kecil ditangkainya.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun Jessy, Maafkan aku - - Al.


Apakah Al  tadi kemari? Bagaimana ia meletakkan  bunga dan kado ini disini? Kenapa dia tidak menemuiku?  Aku tidak butuh hadiah apapun darinya...... Aku ingin melihatnya,   Atau dia ingin menyakitiku lagi? Belum cukupkah rasanya menyakiti aku.... Jessy pun menangis pilu di kamarnya.


" Al.... kamu jahat sekali!" Kamu gak pernah sayang aku... aku membencimu selalu dan selamanya... kamu jahat Al.. kamu tidak tahu betapa aku merindukanmu, Al... kenapa kamu gak mau menemuiku , Al?" Teriak Jessy sambil menangis makin kencang di kamarnya.


"Al... emang tidak sebegitu berharganya aku dimatamu... aku cuma perempuan murahan pasti dimatamu... kamu memilih meninggalkanku.... aku membencimu Al " Jessy berteriak  kembali sambil melempar kado itu ke tembok namun tangannya tetap memegang mawar merah itu. Ia masih menangis tersedu di kamarnya.


Di luar rumah, dibalik jendela kamar Jessy, Serorang pria menyandarkan tubuhnya dan terus mendengarkan teriakan Jessy dan telah memperkirakan kado darinya pasti di lempar. Ia pun menangis tanpa suara di samping jendela kamar Jessy.


"Maafkan aku, Jessy... Maafkan aku ... aku selalu menyayangi kamu,"  bisik pria itu pelan. "Tidurlah... aku menunggumu disini.... tolong berhentilah menangis , sayang!" Ujar pria itu masih menatap jendela yang tertutup itu.


Jessy masih terus menangis di dalam kamar tanpa mengetahui bahwa di luar ada pria yang ditangisinya dan mendengarkan semua tangis dan seruannya.


 


 


*****


Selamat membaca temans, semoga suka dengan karya keduaku ini... Bolehkah tinggalkan jejak di sini!" Terimakasih masih membacanya. Love you all..


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2