
Rosa buru-buru keluar setelah mendengar suara mobil berhenti di depan rumahnya, rupanya Rosa sudah menunggu kedatangan Agatha setelah putranya itu mengatakan ingin datang ke rumahnya setelah dia mengirimkan pesan.
"Ssst... Jangan berisik, Fitria baru saja tidur." Ucap Rosa ketika Agatha baru saja turun dari mobilnya dan hendak menanyakan Fitria.
Agatha yang langsung mengerti pun langsung masuk ke dalam rumah Rosa dengan mengurungkan pertanyaannya yang ingin dia berikan.
"Bagaimana bisa Fitria berada di sini, Mah?" Tanya Agatha setelah duduk di sofa.
"Mamah melihat dia berada di depan toko saat Mamah kembali ke sana untuk memasang gembok rolling door tadi. Karena dia mengatakan akan menginap di hotel setelah mengantarkan Mamah, makanya Mamah mengajaknya menginap di sini. Tapi Ta, sepertinya dia sedang
ada masalah." Ujar Rosa menceritakan.
"Iya Mah, sepertinya begitu. Sebelumnya pun Om Arya menghubungiku dan menanyakan keberadaan Fitria." Ucap Agatha memaparkan.
"Jadi maksudmu Fiitria sedang kabur dari rumah?" Tanya Rosa yang disambut anggukkan kepala oleh Agatha.
"Ya ampun, kalau begitu cepat hubungi orang tuanya Ta. Dan katakan jika Fitria berada di rumah Mamah. Pasti saat ini mereka sedang mencemaskannya." Titah Rosa yang langsung dilaksanakan oleh Agatha.
Sesuai dengan perintah Rosa, Agatha pun mengirimkan pesan kepada Arya.
"Apakah keadaan dia baik-baik saja, Mah?" Tanya Agatha setelah mengirimkan pesan.
"Tenang saja, keadaan dia baik-baik saja, Ta. Apakah kamu tahu alasan mengapa dia pergi dari rumah?" Tanya Rosa balik bertanya.
"Entahlah, tapi, sepertinya karena pernikahan itu." Jawab Agatha membuat Rosa semakin penasaran.
"Maksudnya, pernikahan kalian?" Tanya Rosa kembali memastikan bahwa dugaannya tidak salah.
"Iya Mah, Papah dan Om Arya merencanakan pernikahan yang akan dilangsungkan bulan depan." Ujar Agatha membuat Rosa tersentak kaget mendengarnya.
"Kenapa Papahmu tidak berbicara dulu kepada Mamah? Apa dia lupa, kalau Mamah itu Ibumu?" Sahut Rosa kesal.
"Mungkin Papah belum sempat, Mah. Lagi pula mereka membicarakan pernikahan ini baru Sore tadi."
"Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu mau menerinma pernikahan itu? Jika kamu tidak ingin menerimanya, biar Mamah yang akan berbicara dengan Papahmu." Kata
Rosa yang siap membela Agatha melawan Bayu.
"Aku tidak akan menolak pernikahan ini, Mah. Karena aku tidak ingin meninggalkan Mamah sendirian di sini" Gumam Agatha
dalam hati.
"Tentu saja aku akan menerimanya, Mah." Jawab Agatha setelah bergeming sesaat.
"Apakah kamu terpaksa menerimanya?" Tanya Rosa menginterogasi.
"Tidak, apa Mamah tidak melihat bahwa usiaku sudah cukup matang? Lagi pula, apakah Mamah tidak ingin menimang cucu?" Jawab Agatha meyakinkan Rosa agar mempercayainya.
"Hahaha tentu saja Mamah ingin. Aduh, Mamah jadi tidak sabar ingin segera menimang cucu darimu, Ta."
"Berjanjilah kepadaku, jangan sakit lagi ya Mah. Agar Mamah bisa menimang anakku nanti." Ujar Agatha membuat Rosa terharu
mendengarnya.
__ADS_1
"Pasti Ta, mendengar ini saja sudah membuat Mamah jadi semangat lagi untuk menjaga kesehatan, karena Mamah ingin
bermain bersama cucu Mamah di masa depan." Kata Rosa dengan netra yang sudah berkaca-kaca.
Sementara Agatha yang mendengar ucapan dari Rosa hanya termenung. Kali ini tidak ada lagi alasan bagi Agatha untuk tidak menerima perjodohan itu.
Bukan karena Agatha yang tidak ingin jauh
dari Rosa saja, tetapi alasan lainnya karena Agatha tidak ingin mengecewakan Rosa yang sudah menaruh harap pada pernikahannya bersama Fitria.
Kali ini Agatha benar-benar berjanji akan belajar membuka hati untuk Fitria, dan menerima semua takdirnya.
Sedangkan di sisi lain, Fitria yang ternyata belum tidur begitu pulas sempat terbangun karena mendengar percakapan dari Rosa dan Agatha, meskipun percakapan keduanya sangat pelan tetapi begitu jelas
terdengar di telinga Fitria.
Fitria termenung saat mendengar
percakapan antara anak dan Ibu itu, belum lagi ucapan Rosa yang membahas tentang harapannya, benar-benar membuat Fitria menjadi bimbang.
Setelah Agatha selesai berbincang dengan Rosa, Agatha memutuskan untuk pulang. Namun, tiba-tiba saja hujan turun begitu
deras. Melihat walktu yang semakin larut, Agatha pun menyambar kunci mobilnya di atas meja dan bersiap untuk pulang.
"Hujannya sangat deras, Ta. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di sini saja?" Ucap Rosa mengkhawatirkan Agatha.
"Mamah tidak perlu cemas, lagi pula aku kan menggunakan mobil."
"Tetap saja, Ta. Bagaimana jika jalanannya licin? Aduh, sudahlah Ta, lebih baik kamu menginap di sini saja. Jangan buat Mamah kepikiran." Desak Rosa agar Agatha tetap tinggal.
"Tidak, kata Mamah tidak, ya tidak! Mamah tidak ingin terjadi apa-apa denganmu di jalan, apalagi ini sudah larut malam," Ucap Rosa berjalan ke arah pintu, dan
menguncinya.
"Lihat, Mamah sudah menguncinya. Kamu tidak akan bisa lari. Lebih baik kamu tetap di sini dan tidurlah." Titah Rosa.
"Baiklah, aku akan menginap di sini malam ini." Kata Agatha yang memilih pasrah.
Keesokan harinya, saat Fitria baru saja bangun dari tidurnya, rupanya wanita itu lupa jika tadi malam dia menginap di kediaman Rosa.
Fitria yang masih dalam keadaan setengah sadar berjalan keluar kamar dengan mata yang masih belum terbuka sempurna, dan
rambut yang masih berantakan tak beraturan khas orang yang baru saja bangun tidur.
Sesaat, Fitria menghentikan langkahnya, dan mengedarkan pandangannya ke sembarang arah ketika dirinya baru sadar jika itu bukan rumah orang tuanya.
Saat Fitria melihat ke arah meja makan
yang saat itu sudah ada dua orang yang tengah sarapan di sana, betapa terkejutnya Fitria saat melihat Agatha yang tengah menatap ke arahnya yang saat ini berpenampilan sangat kacau.
"Aaaaaaaaa." Teriak Fitria menutupi wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya.
Setelah itu Fitria pun langsung berlari masuk ke dalam kamarnya kembali.
__ADS_1
"Sejak kapan Agatha ada di sini Jangan jangan semalam dia menginap di sini juga?" Monolog Fitria setelah masuk ke dalam kamar.
"Bagaimana caranya gue ke kamar mandi? Nggalk mungkin kan gue ke sana dalam keadaan kacau seperti ini? Apalagi di sana ada Agatha." Sambungnya kembali.
Setelah itu Fitria pun mengintip dari celah pintu untuk mencari jalan lain agar bisa ke kamar mandi tanpa melewati Agatha yang tengah sarapan di ruang makan.
Namun sialnya, Agatha malah melihat Fitria, membuat wanita itu semakin malu
sendiri dengan tingkahnya.
"Ngapain lo ngintip kayak gitu? Apa mata lo ingin bintitan?" Tanya Agatha yang disambut gelak tawa oleh Rosa.
"'Siapa yang ngintip?" Tanya Fitria keluar dari kamarnya dengan menoleh ke sembarang arah berpura-pura mencari siapa yang dimaksud dari Agatha.
"Mau sampai kapan lo berdiri seperti itu? Apa lo tidak ingin mandi? Jangan sampai ruangan ini terkontaminasi oleh bau dari tubuh lo itu." Ucap Agatha membuat Fitria
masuk ke dalam kamarnya kembali.
Melihat Fitria kembali masuk, Rosa pun berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil handuk baru dan juga baju ganti untuk Fitria pakai, kemudian Rosa pun memberikannya kepada Fitria yang saat itu masih berada di dalam kamar yang semalam di tempati oleh Fitria.
"Kamu bisa gunakan ini, Fit. Lalu setelah itu kita sarapan bersama." Ujar Rosa setelah memberikan handuk dan pakaian ganti untuk Fitria.
"Makasih, Tante." Ucap Fitria menerima handuk dan pakaian itu.
Setelah Rosa telah keluar dari kamarnya, Fitria pun ikut keluar dan langsung berlari menuju kamar mandi menutupi wajahnya dengan menggunakan handuk.
Sedangkan Agatha hanya menggelengkan kepalanya heran saat melihat tingkah Fitria yang menurutnya tidak biasa. Ini pertama
kalinya Agatha melihat tingkah Fitria yang menurutnya aneh. Apa semua wanita seperti itu jika baru bangun tidur? Pikir Agatha.
Setelah selesai mandi, Fitria langsung bergabung bersama Rosa dan Agatha di meja makan untuk sarapan bersama.
Tanpa memperdulikan Agatha yang saat ini tengah menatapnya sejak tadi, Fitria terus menikmati sarapannya tanpa mengatakan apa pun.
"Apa lo sudah menghubungi Om Arya?" Tanya Agatha membuat Fitria menatap ke arahnya tajam.
Sesaat Fitria pun langsung menendang aki
Agatha dari bawah meja untuk membungkam mulut laki-laki tampan
itu.
"Aaaww, kenapa lo menendang kaki gue?" Bentak Agatha kesal.
Sontak Fitria pun langsung memberikan isyarat kepada Agatha agar berhenti membahas masalahnya di depan Rosa.
"Mamah gue sudah tahu, jadi gak perlu lagi lo menutupinya dari Mamah." Ucap Agatha kembali setelah melihat ke arah Rosa.
Sedangkan Fitria yang mendengar itu pun langsung membulatkan matanya sempurna, Fitria tidak ingin kalau Rosa sampai tahu alasan dia pergi dari rumah
semalam karena tidak ingin menikah dengan Agatha dalam waktu dekat.
Fitria takut jika Rosa merasa sakit hati karena mengira Fitria telah mempermainkan anaknya. Padahal itu jelas tidak sama sekali, apalagi setelah Fitria mendengar percakapan antara Rosa dengan Agatha semalam.
__ADS_1
Itu benar-benar membuat Fitria semakin yakin untuk melangkah ke depan bersama Agatha. Bukan hanya demi Arya dan Bayu, melainkan demi Rosa.