
Dipaksa Menikah Bagian 31
Oleh Sept
Rate 18 +
POV Sofi
"BERHENTI!" teriak pria berpakaian serba hitam dengan earphone di telinganya.
Jantungku hampir saja mau meledak, rasanya kakiku langsung lemas, tapi aku berusaha berlari. Kami berlari kencang sambil bergandengan tangan. Juna sepertinya tidak ingin aku tertangkap lagi.
Kami berdua seolah dejavu, ini sama seperti saat aku kabur dulu. Ya, hari itu ... hari di mana Garda mengerahkan semua anak buah mengejar kami berdua. Sepertinya, pria pemaksa itu melakukan hal yang sama.
Berkali-kali aku merutuk sikapku sendiri. Mengapa harus mengesek kartu ATM. Hal ini hanya membuat suamiku bisa mengendus tempatku bersembunyi sebulan ini.
"Sofi, belok sana!"
Aku tersentak ketika Juna menarik tanganku kencang. Mungkin agar aku ikut ke arah ke mana dia berlari.
Kami masuk dalam kerumunan calon penumpang. Dan aku melihat pria itu tidak lagi mengikuti kami. Mungkin lari kami terlalu kencang. Atau karena tempat ini yang ramai, hingga anak buah Garda tidak bisa menemukan kami.
Sambil mengambil napas dengan pelan-pelan, karena kami berdua dibuat ngos-ngosan. Aku ambil botol minuman mineral. Aku ulurkan pada Juna.
"Minumlah!" titahku pada pria yang selalu menemaniku kabur tersebut.
Bahkan suamiku sudah berkali-kali menghajar pemuda ini. Entahlah, dia tidak marah padaku. Sikapnya membuat aku kadang tidak enak. Dia terluka karena ulahku.
Maka dari itu, aku bertekat kuat. Hari ini kami harus lolos.
"Ganti pakaianmu, jangan di toilet. Pasti mereka sedang memeriksa semua toilet. Lihat! Di sana! Ganti di sana!" ucap Juna sambil menarik tanganku.
Kami berjalan menuju bilik besar, sebagai pemisah kafe satu dengan yang lainnya.
"Ambil barang yang penting. Tinggalkan koper ini di sini! Cepat pakai baju yang lain!" seru Juna dengan melihat sekeliling.
__ADS_1
"Maaf, mau pesan apa?" tanya penjaga cafe.
Juna mendekati wanita itu, kemudian memberikan beberapa lembar uang warna merah. Juna berbisik, tapi aku tidak bisa mendengar.
Tiba-tiba, perempuan itu malah berbalik. Ia membuka lemari kecil dan mengeluarkan sebuah kain segi empat.
"Pakai ini saja," wanita itu mengulurkan kain tersebut padaku.
Aku menatapnya sebentar. Dan aku lihat Juna. Juna hanya mengangguk. Alhasil, aku mulai penyamaran lagi agar lolos dari kejaran suamiku.
Aku yakin, Garda tidak akan mengenaliku. Aku yang masih deg-degan karena kejar-kejaran. Menatap pantulan diriku sendiri lewat dinding kaca di depan cafe.
"Terima kasih," ucapku pada wanita tersebut.
Kami berdua pun berjalan kembali. Mencari tiket dadakan. Dan syukurlah, ada 3 kursi yang tersisa. Itu pun karena ada rombongan yang membatalkan penerbangan mereka. Aku bersyukur, ternyata keberuntungan masih ada di pihakku.
Penampilanku saat ini jauh berbeda dari sebelumnya, aku harap pengawal tidak menyadari. Ya, pasti mereka tidak mengira. Pakaian yang aku pakai sangat tertutup.
***
Aku masih was was, meski kini sudah duduk di bangku penumpang. Tidak masalah kelas ekonomi. Bagiku penting sekali meninggalkan tempat ini.
Ia meletakkan telapak tangannya di atas tanganku. Rupanya, kami sama-sama takut. Karena tangan kami sama-sama dingin.
"Kau sangat takut, Sof?"
Aku hanya tersenyum getir mendengar pertanyaan Juna. Bagaimana tidak takut. Petualanganku kabur kali ini benar-benar spot jantung.
"Jun!" aku mendesis.
Pura-pura aku tidur sambil setengah menundukkan pandangan, aku lihat pria yang sepertinya anak buah Garda. Pakaian mereka seragam, membuatku menebak. Mungkin dia adalah salah satu diantara mereka.
Beberapa saat kemudian, aku dengar suara berisik di ujung sana. Aku menutup mata, sambil tetap merunduk.
Terdengar suara pramugari menenangkan seseorang. Suara keributan semakin terdengar jelas.
__ADS_1
"Sof, tetap tenang!" bisik Juna.
Aku makin panik.
"Bukan dia, kan ... Jun?"
"Jangan bicara, tetap diam saja," bisik Juna kali ini suaranya sangat pelan. Membuat jantungku serasa berhenti berdetak.
Tap tap tap
Suara sol sepatu yang terdengar, tiba-tiba membuatku gelisah. Derap langkah itu, membuatku harus menahan napas.
[Bukan ... pasti bukan dia!]
Hatiku terus berdoa, semoga bukan dia.
"TURUN!"
BERSAMBUNG
Nasib Sofi gimana ya gaes? Heheheh
Yuk kenalan sama author
IG : Sept_September2020
__ADS_1
Fb : Sept September
Terima kasih supportnyaaaa ... lope lope hehhehe.