Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
EGO


__ADS_3

Dipaksa Menikah Bagian 36


Oleh Sept


Rate 18 +


Sofi diam, ia nampak memikirkan sesuatu. Namun, tidak mau mengatakan apapun. Diam adalah cara Sofi menghadapi Garda. Itu adalah salah satu bentuk amarahnya para pria yang kini duduk menatapnya tersebut.


Keduanya diam seperti patung. Sofi benar-benar mengunci mulutnya sangat rapat. Entah mengapa, rasanya begitu jengkel saat satu ruangan dengan suaminya itu.


"Tolong jaga anakku ..." ucap Garda tiba-tiba. Mata pria itu kini mengarah pada perut Sofi yang tertutup kain tebal tanpa motive.


Sofi seketika tersadar, ya kini ia sedang mengandung anak pria tersebut. Seolah kalah oleh keadaan, Sofi terlihat pasrah. Mau kabur juga percuma, tubuhnya sedang tidak berdaya. Dan kenyataan ia hamil juga cukup membuatnya shock.


Kenapa harus hamil, Sofi merutuk keras dalam hati. Setiap kehamilan selalu membawa kebahagian, tapi tidak baginya. Kehadiran bayi dalam perut Sofi cukup membuat wanita itu dilema.


Sesaat kemudian, seseorang masuk dengan membawa makanan.


Garda langsung mengambil makanan itu. Ia ingin Sofi makan. Karena wajah Sofi terlihat sangat tirus. Kabur sebulan ini sepertinya membuat berat badan istrinya itu banyak berkurang.


"Makan, ya?" Garda sudah siap-siap ingin menyuapi Sofi. Tapi wanita itu langsung menggeleng.


Garda menghela napas. Pria tersebut kemudian menaruh tempat makan di tempatnya lagi.


"Baiklah kalau kamu gak mau makan, teruskan saja!"


Garda beranjak, ia memilih keluar. Dari pada ia emosi di dalam sana. Bersikap manis dan lembut bukanlah gayanya.


Beberapa saat kemudian


Sofi masih melamun, kemudian ia tertidur kembali. Matanya serasa mengantuk, entah karena obat atau tubuhnya yang terasa lelah.


***

__ADS_1


Sofi terhenyak, ketika tangannya terasa dingin. Rupanya selama ia tidur, Garda mengusap tangannya dengan handuk basah.


"Hentikan!" pintanya lirih sambil menarik lengannya.


Lagi-lagi Garda menahan kesal. Ia hanya bisa megikuti mau istrinya itu. Tidak bisa sekeras kemarin dan hari-hari sebelumnya, Garda takut akan mengancam keselamatan benihnya dalam rahim istrinya tersebut. Alhasil, apa mau Sofi, Garda pun menurut. Meski hatinya sangat kesal.


***


Malamnya Sofi tidak bisa tidur, mungkin karena siang tadi ia tidur sangat lama. Sudah pukul 11 malam, tapi matanya masih terjaga.


Dilihatnya bed tepat di sampingnya, Garda sudah tidur. Terdengar dari suara dengkuran pria tersebut. Bosan, ia hanya menatap langit-langit kamar ruang perawatan.


Sofi juga sebenarnya kepikiran, sepertinya besok pagi mereka akan meninggalkan tempat ini.


***


Kuku ruyuk ... auuu ... ukkk


Sofi seketika membuka mata ketika mendengar suara ayam berkokok. Semalam ia tidak bisa tidur, dan tiba-tiba saja sudah pagi. Masih mengerjap, ia menatap sekeliling.


"Di mana dia?"


KLEK


Seseorang masuk dan menutup pintu kembali.


"Sudah bangun?" tanya pria yang baru masuk. Sudah berpakaian rapi dan wanginya cukup menyegarkan. Sepertinya Garda sudah mandi dan siap pulang.


"Mau diseka apa ...?"


Garda belum selesai bicara, tapi Sofi langsung menggeleng.


"Aku akan mandi sendiri!" sela Sofi cepat. Ia berusaha turun dari ranjang, tapi Garda dengan siap menangkap tubuhnya.

__ADS_1


"Kamu yakin?"


Sofi hanya melengos. Hamil membuatnya tambah sebal saja sama suaminya itu.


Sambil memegang kantong infus, Sofi masuk ke dalam kamar mandi.


"Aku bantu, ya?"


Mendengar tawaran dari suaminya, Sofi langsung melirik tajam.


[ASTAGA ... kenapa Sofi jadi sangat galak? Bukannya harusnya aku yang marah?]


Garda bersandar di depan pintu, menunggu Sofi. Barangkali istrinya itu butuh ini dan itu.


Beberapa saat kemudian


Sofi sudah muncul, dengan wajah masih basah. Dengan sabar pula Garda mendekat dan mengusap wajah Sofi dengan kain handuk bersih.


"Aku bisa sendiri!" cetus Sofi galak.


Dan Garda hanya memegangi kepalanya. Mungkin pusing melihat Sofi yang membuatnya jengkel tapi ia tidak bisa bebas marah dan meluapkan emosinya seperti biasanya.


Garda kalah dengan Sofi yang biasanya dengan mudah ia tindas. Ia kalah banyak karena Sofi memegang kendali. Karena Sofi hamil buah hatinya. BERSAMBUNG


Kalau menyangkut anak, pria kekar pun bisa jadi hello Kitty. Bisa jadi wanita manis dengan gincu dan bedak yang memenuhi pipi. (Hanya yang paham yang tahu! Hehehhe) Info unfaedah.


Cuss kenalan sama Sept


IG Sept_September2020


Terima kasih supportnyaaaa. Jempolnya digoyang yaaaa hihihih....


Jangan lupa 2 minggu lagi pengumuman give away! Semoga menang.

__ADS_1



__ADS_2