Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
121. Malam Pertama


__ADS_3

Setelah melakukan ijab kabul dan berbagai macam rangkaian acara pernikahan lainnya vang telah selesai dilaksanakan, kini semua tamu undangan pun nampak sudah


meninggalkan hotel itu, begitu juga dengan keluarga besar Arya dan Bayu. Sedangkan Agatha dan Fitria masih berada di sana.


Karena Agatha dan Fitria bingung akan bermalam di rumah Arya atau Bayu, keduanya pun memutuskan untuk bermalam di hotel itu untuk malam ini.


Tidak seperti biasanya Fitria yang selalu banyak berbicara, malam ini wanita itu justru banyak diam tak mengeluarkan suara berisiknya yang menurut Agatha sangat menyebalkan.


Di kamar hotel yang bernuansa putih, dengan bunga mawar merah yang menghiasi ruangan itu. Fitria yang baru saja selesai membersihkan sisa make up pada wajahnya, pun memilih duduk di sisi ranjang dengan berpura-pura sibuk memainkan ponselnya.


Sedangkan Agatha yang memilih duduk di sofa yang jaraknya tidak begitu jauh dari ranjang itu, pun juga sibuk dengan gawainya sendiri seperti Fitria saat ini.


"Apa lo nggak lapar, Ta?" Tanya Fitria basa-basi berusaha membuka obrolan.


"Nggak, baru satu jam yang lalu kita makan. Apa lo lupa?" Jawab Agatha balik bertanya.


"Ah, iya. Gue lupa hehe." Ucap Fitria menahan malu.


"Dasar bod*h, apa nggak bisa memberi pertanyaan yang lebih bermutu sedikit? Benar-benar sangat memalukan!" Monolog Fitria dalam hati merutuki dirinya sendiri seraya memukul kepalanya pelan.


"Kenapa dengan kepala, lo?" Tanya Agatha berjalan mendekat ke arah Fitria, rupanya sedari tadi Agatha memperhatikan Fitria yang tengah memukuli kepalanya sendiri.


Saat langkah Agatha sudah sampai di hadapan Fitria, Agatha pun menempelkan tangannya di dahi Fitria untuk mengecek suhu tubuh wanita yang baru saja menjadi istri sahnya itu.


"Nggak panas." Kata Agatha setelah menempelkan tangannya di dahi Fitria.


Tiba-tiba, Agatha mendekatkan wajahnya ke arah Fitria dan menatap lekat wajah istrinya itu.


DEG.


Jantung Fitria tiba-tiba berpacu begitu cepat ketika jarak keduanya benar-benar sangat dekat.


"Apa yang akan dia lakukan? Jangan-jangan dia akan... Aduh,. mana gue belum sikat gigi tadi." Monolog Fitria dalam hati seraya memejamkan matanya.


"Badan lo nggak panas, tapi kenapa kepala lo sakit? Apa baru saja kepala lo terbentur sesuatu? Namun jika gue lihat, di dahi lo nggak ada benjolan sama sekali." Ucap Agatha lalu memundurkan wajahnya kembali.


Sesaat Fitria membuka matanya kembali dan memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Sial, benar-benar memalukan!" Gerutu Fitria saat prediksinya meleset.


"Daripada lo terus duduk seperti itu,. lebilh baik lo mandi saja sana, Fit. Gue juga mau mandi." Ujar Agatha setelah kembali duduk di sofa.

__ADS_1


Mendengar ucapan Agatha, Fitria langsung meraih sebuah bantal dan langsung memeluknya.


"A-apa yang akan lo lakukan? Ingat ya, kita baru saja menikah, jadi jangan macam-macam. Lagi pula gue nggak mau mandi bareng sama lo!" Kata Fitria hingga membuat Agatha mengerutkan keningnya.


"Apa yang lo pikirkan? Gue mengatakan mau mandi, bukan berarti gue mau nandi bareng samalo, Fit. Astaga... Pikiran lo--"


BUGH.


Belum sempat Agatha menyelesaikan ucapannya, Fitria sudah melemparkan bantal yang semula dia peluk ke arah laki-laki yang baru saja menjadi suaminya itu.


"Diam!" Ucap Fitria tengah menahan malu ketika dugaannya salah untuk kedua kalinya.


"Hahaha... Malu nggak, malu nggak, malu lah, masa nggak!" Goda Agatha tertawa puas.


"Berisik!" Dengus Fitria kesal, lalu bangkit dari posisinya saat ini, dan menyambar handuk serta baju ganti miliknya.


Tanpa menghiraukan Agatha yang saat itu tengah mentertawakannya, Fitria terus


berjalan ke arah kamar mandi tanpa melihat ke arah Agatha sedikit pun.


Ketika Fitria sudah masuk ke dalam kamar mandi, Fitria langsung menutupi wajahnya dengan menggunakan kedua tangannya


karena perasaan malu yang tengah menyelimuti dirinya sejak tadi.


"Kira-kira apa yang Agatha pikirkan tentang gue tadi, ya? Apa Agatha mengira bahwa gue wanita mesum? Haissh! Menyebalkan sekali jika sampai dia berpikir seperti itu!"


Di sisi lain, Agatha yang mulai merebahkan dirinya di atas sofa, dengan netra yang melihat ke arah ranjang seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Apa pernikahan ini bisa bertahan lama? Apa gue dan Fitria bisa memberikan cinta satu sama lain ?" Monolog Agatha dengan terus menatap ke arah ranjang itu.


Sedangkan Fitria yang kini sudah memulai aktivitas mandinya, tiba-tiba saja menghentikannya sejenak saat sesuatu muncul kembali di pikirannya.


"Malam ini gue sudah sah menjadi istrinya, itu berarti gue harus siap jika Agatha meminta-" Monolog Fitria menghentikan ucapannya, dan langsung membekap mulutnya sendiri menggunakan kedua


tangannya.


"Nggak, nggak! Apa yang gue pikirkan, sih!" Lanjut Fitria kembali dengan mengipas-ngipaskan kedua tangannya ke arah wajahnya yang tiba-tiba merasa panas.


"Padahal gue lagi mandi, tapi kenapa rasanya gerah banget sih."


Fitria pun melanjutkan mandinya kembali hingga selesai.

__ADS_1


Setelah Fitria baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama tidur, Fitria pun berjalan ke arah ranjang dan


kembali duduk di sana dengan perasaan yang tiba-tiba saja gugup.


"Lo sedang membangun proyek, atau mandi? Kenapa lama sekali." Celetuk Agatha membuat Fitria yang semula tengah merasa canggung, pun langsung menatap ke arahnya kesal.


"Wajarlah gue lama, gue juga perlu membersihkan diri dengan baik" Sahut Fitria.


"Ck, bilang saja kalau lo merasa gugup ketika berada dalam satu ruangan dengan gue kan?"


"Kenapa dia bisa tahu?" Tanya Fitria dalam hati.


"Lo pasti bingung kenapa gue bisa tahu isi hati lo kan?" Tanya Agatha berjalan ke arah Fitria dan menarik tangan istrinya lembut.


"M-mau kemana?" Tanya Fitria mengikuti langkah Agatha.


Sedangkan Agatha yang masih menggenggam tangan Fitria, pun langsung mendudukkannya di atas sofa, dan memberikannya sebuah cermin nilik Fitria yang sebelumnya Agatha ambil di atas nakas.


"Perhatikan wajah lo baik-baik, bagaimana wajah lo saat ini?" Tanya Agatha mengarahkan cermin itu ke wajah Fitria.


Dengan polosnya Fitria pun mengikuti ucapan Agatha begitu saja.


"Bi-biasa saja!" Jawab Fitria menyembunyikan kegugupannya.


"Ya sudah, gue mau mandi dulu."


Kata Agatha langsung bangkit dari posisinya saat ini, dan berjalan ke arah kamar mandi.


Setelah Agatha telah masuk ke dalam kamar mandi, Fitria pun kembali duduk di sisi ranjang dan meraih ponselnya yang diletakkan di atas nakas. Kemudian Fitria pun langsung mengetik sesuatu pada


benda pipih miliknya.


"Fir, jangan lupa dengan permintaan gue tempo hari ya." Tulis Fitria sebelum dikirimkan kepada Safira melalui pesan.


Selama lima menit Agatha di dalam kamar mandi, kini Agatha pun keluar dengan bertelanjang dada. Membuat Fitria membelalakkan matanya sempurna saat melihatnya.


"Aaaaa..." Teriak Fitria, seraya melemparkan sebuah bantal ke arah Agatha.


Berharap laki-laki itu segera memakai pakaiannya. Tidak ingin melihat Agatha yang tengah bertelanjang dada lebih lama,


Fitria pun langsung masuk ke dalam

__ADS_1


selimut.


"Bisa stres gue kalau lama-lama begini." Monolog Fitria.


__ADS_2