Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
PERGI


__ADS_3

Dipaksa Menikah Bagian 29


Oleh Sept


Rate 18 +


"Cari dia sampai ketemu!" sentak Garda marah pada seluruh anak buahnya.


Pria itu terlihat frustasi ketika Sofi sudah menghilang 2 x 24 jam. Sudah dua hari ini Sofi tidak ketahuan di mana rimbanya. Saat ia datang ke rumah orang tuanya, mereka terlihat cemas. Mengapa Sofi bisa menghilang tiba-tiba.


Baik mama dan papa Sofi sudah lapor polisi, tetapi tidak dengan Garda. Pria itu lebih percaya pada anak buahnya. Meskipun hasilnya sama sekali tidak ada.


BRUAKKK


Garda menendang kaki kursi yang ada di depannya.


"Kalian tidak becuss! Mencari satu wanita saja tidak bisa!" teriak Garda yang hanya bisa marah-marah. Perginya Sofi membuat pria itu mengalami stress berat.


Apalagi, seorang anak kecil terus saja merengek padanya.


"Kalian! Tinggalkan ruangan ini!" ujarnya pada anak buahnya.


Semua pun pergi, dan Amelia masuk. Wanita itu kemudian mencoba memegang tangan Garda. Namun, pria itu menepis.


"Mas ... kenapa kamu seperti ini?"


"Tolong tinggalkan aku sendirian," ucapnya dingin.


"Kenapa? Apa karena gadis itu?" tanya Amelia miris.


"Dia istriku sekarang!" tukas Garda sinis.


"Lalu ... bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan Messy?"


Garda mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian berbalik dan menatap Amelia yang juga menatapnya penuh harap. Ia cengkram lengan wanita itu, wanita yang wajahnya hampir sama dengan Sofi.

__ADS_1


"Kau yakin dia anakku?"


SETTT ....


Amelia beringsut, ia kemudian melepaskan tangan Garda yang ada di pundaknnya.


"Kamu meragukanku?" tanya Amelia dengan tatapan nanar.


"Lalu kamu pikir aku bisa percaya begitu saja? Tiba-tiba kamu menghilang beberapa tahun lalu, dan sekarang hadir dengan seorang anak? Bagaimana aku tidak gilaa dengan semua ini?" ujar Garda setengah berteriak. Sepertinya ia benar-benar stress berat.


"Lakukan test DNA!" titah Amelia dengan wajah marah. Ia marah karena anaknya diragukan.


"Oke! Kita akan segera melakukan hal itu!" sambut Garda. Seketika Amelia terlihat panik.


"Baiklah! Jangan menyesal nantinya!" tukas Amelia untuk menutupi rasa gugupnya. Wanita itu kemudian buru-buru keluar.


Setelah keluar dari ruangan Garda, ia kemudian bersandar di dinding dan mengepalkan tangannya.


"Dia milikku! Kamu hanya wanita yang kebetulan mirip denganku!"


Flashback On


Di sebuah tempat makan, tertutup dan tidak begitu ramai. Terlihat Sofi duduk dengan menahan kemarahan.


"Dia tidak mencintaimu dengan tulus," ucap Amelia tenang.


"Kamu tahu? Kenapa dia menikahimu?" pancing Amelia lagi.


"Dia hanya melihatku pada dirimu. Dia terobsesi pada wajahmu yang begitu mirip denganku saat aku muda dulu. Tapi tidak apa-apa ... meski kamu lebih muda. Karena aku punya Messy. Ya ... Messy adalah anak kami. Jadi, aku mohon. Menghilanglah dari kami."


Tangan Sofi sudah mengepal, ia marah sekali. Marah dengan pernyataan wanita di depannya itu. Sofi marah karena ia merasa perkataan Amelia benar. Ia marah karena Amelia sepertinya mengatakan sebuah fakta.


Sikap Garda padanya selama ini memang seperti tidak ada perasaan sama sekali. Pria itu memperlakukan dirinya tanpa hati. Kasar dan dingin.


"Jangan kuatir! Saya tidak akan menjadi bayang-bayang lagi!"

__ADS_1


"Baguslah, kalau kamu tahu diri," celetuk Amelia. Wajahnya cantik, namanya juga cantik, tapi sifat wanita itu jauh dari kata cantik.


Sofi yang kesal, marah, benci dan kecewa, ia langsung beranjak. Ia tarik tas yang ada di kursi dan meninggalkan tempat itu dengan emosi yang menguasai hatinya.


Flashback End


***


Perternakan Kuda


Di salah satu tempat yang sepi, di sebuah perternakan milik paman Juna. Terlihat Sofi sedang melamun, menatap kuda-kuda berlari dengan kencang.


Sudah dua hari ia kabur dan menghilang tanpa kabar. Dan tidak punya tempat tujuan, hingga ia menemui Juna yang babak belur karena dihajar suaminya.


Tidak mau bertemu Garda, yang sudah melukai hatinya. Karena menjadikan ia hanya sebagai bayang-bayang semata, Sofi memilih kabur yang jauh.


Bersama Juna, tapi dengan rasa yang berbeda. Ia terlihat murung saat menuju perternakan. Sofi yang riang berubah muram. Bahkan kehadiran Juna sama sekali tidak bisa mengobati luka hatinya.


"Sof!" panggil Juna yang mendekat dan berdiri di samping Sofi yang memperhatikan kuda-kuda di depannya.


"Ayo masuk, anginnya kencang."


"Tidak. Aku cuma mau sendiri."


Juna menghela napas panjang, Sofinya sudah berubah. Bukan lagi Sofi yang sama.


"Naik lah!" Juna berjongkok, minta Sofi naik di atas punggungnya. Bukannya naik, Sofi malah memalingkan wajah dan melangkah menjauhi Juna. Ia berjalan di semak-semak. Menutup matanya, dan bayangan wajah Garda tiba-tiba membuatnya goyah.


"Pria brengsekkk!" BERSAMBUNG



Senengnyaaa tembus 100M Makasi semuanya. Gak sabar pengen peluk versi cetaknya. Ada yang mau?


Just info : Maaf ya, agak lola upnya. Karena repot di dunia nyata. Hehehhe... Makasih banyakkkk supportnyaaaa

__ADS_1


__ADS_2