Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
124. Jebakan


__ADS_3

"Kenapa kita malah keluar lagi, Mas? Sebentar lagi 'kan pesawat akan take off. Kalau kita sampai ketinggalan bagaimana?" Protes Safira ketika Daffa sudah membawa Safira keluar kembali dari pesawat itu.


"Kita akan pulang, sayang." Sahut Daffa dengan terus berjalan menggandeng tangan Safira.


"Loh, kok pulang, Mas? Bukankah kita akan berangkat babymoon bersama Fitria dan Agatha?"


"Tidak sayang, aku tidak ingin waktu babymoon kita diganggu oleh orang lain. Mungkin, begitu juga dengan yang Agatha rasakan." Di sisi lain, Fitria yang tengah


duduk begitu gelisah, pun tidak lepas


dari perhatian Agatha yang duduk di


sampingnya.


"Kenapa?" Tanya Agatha kepada Fitria.


"Gue mau buang air kecil." Jawab Fitria dengan raut wajah tidak nyaman.


"Ya sudah sana ke toilet, kenapa malah diam saja?"


"Iya, gue ke toilet dulu, ya." Ucap Fitria sebelum bangun dari tempat duduknya.


Sebelum Fitria berjalan ke arah toilet yang berada di dalam pesawat, Fitria mengedarkan pandangannya ke arah kursi yang sebelumnya Daffa katakan akan duduk di sana bersama Safira.


Saat Fitria tidak menemukan ke duanya berada di sana, Fitria terus celingukan ke sembarang arah untuk mencari keberadaan pasangan itu.


"Bukankah lo mengatakan ingin pergi ke toilet? Kenapa malah berdiri di situ?" Tanya Agatha ketika mendapati Fitria tengah kebingungan.


"iya, ini gue mau ke sana." Jawab Fitria lalu pergi menunaikan


hajatnya.


Saat Fitria telah keluar dari toilet dan hendak kembali duduk, Fitria tidak henti-hentinya mengedarkan pandangannya kembali untuk mencari Daffa dan Safira.


Tidak ada kecurigaan di hati Fitria sedikit pun, Fitria mengira bahwa keduanya


bertukar tempat duduk dengan penumpang lain, meskipun kemungkinannya sangat kecil.


Ketika Fitria benar-benar tidak menemukan keduanya, Fitria memutuskan untuk duduk di kursinya kembali karena tiga menit lagi


pesawat akan take off.


Tiba-tiba saja sebuah notifikasi masuk ke ponsel milik Fitria. Dengan cepat Fitria pun langsung membukanya.


"Selamat bersenang-senang, Fit. Kami tunggu kabar baik dari kalian." Tulis Daffa pada pesan itu, membuat Fitria membelalakkan matanya sempurna saat membacanya.

__ADS_1


"Sialan, jadi gue dikadalin!" Desah Fitria kesal.


Agatha yang tidak sengaja mendengar itu, pun lantas bertanya kepada wanita yang saat ini sudah sah menjadi istrinya itu.


"Ada apa?" Tanyanya.


"Ah, ng-nggak apa-apa." Jawab Fitria kikuk.


"Berarti selama lima hari ke depan gue terus bersama Agatha? Hanya berdua? Kira-kira apa yang akan gue dan dia lakukan selama lima hari ke depan di sana? Arrgghh...Membayangkannya saja kepala gue sudah pening." Monolog Fitria menatap ke arah laki-laki yang berada


di sampingnya itu.


Semuanya benar-benar di luar dugaan Fitria, karena sebelumnya Fitria sudah membuat rencana akan menghabiskan waktu honeymoon-nya dengan berjalan-jalan bersama Safira di sana agar bisa menghindar dari Agatha.


Namun karena Daffa dan Safira sudah meninggalkannya, Fitria mau tidak mau harus pasrah dengan apa yang akan terjadi setelah ini.


"Oh iya, di mana tempat duduk Daffa dan Fira? Kok gue belum melihatnya? Apakah mereka duduk di kursi belakang?" Tanya Agatha saat menyadari sedari tadi tidak melihat pasangan itu.


"Mereka sudah pulang." Jawab Fitria kesal.


"Pulang kemana? Bukankah mereka tadi masuk bersama kita?" Tanya Agatha kembali.


"Sebelum take off ternyata mereka keluar kembali dan meninggalkan kita di sini." Ucap Fitria memaparkan yang disambut


"Bisa-bisanya Daffa mengerjai gue begini, padahal gue mau menghabiskan liburan ini bersama Fira! Benar-benar menyebalkan."


Gerutu Fitria yang masih kesal.


"Bisa nggak sih jadi manusia jangan suka marah-marah terus?" cap Agatha membuat Fitria melirik ke arahnya sesaat.


"Gimana gue nggak marah coba, Daffa seenaknya saja meninggalkan kita seperti ini."


Pletak.


"Awww..." Cicit Fitria meringis kesakitan saat keningnya di sentil oleh Agatha meskipun tidak begitu keras.


"Diam dan tenanglah, mereka juga ingin menikmati waktu kebersamaannya. Berhentilah menjadi pengganggu." Kata Agatha menasehati, lalu memasangkan


earphone miliknya pada telinga Fitria.


Membuat wanita yang biasa dijuluki sebagai singa betina, pun terkesiap saat mendapati perlakuan itu.


"Kenapa melihat gue seperti itu?" Tanya Agatha ketika Fitria terus menatapnya tanpa mengatakan sepatah kata apa pun.


Sedangkan Fitria yang mendapati pertanyaan itu hanya menggelengkan kepalanya seraya mengusap keningnya yang baru saja mendapati sentilan dari Agatha.

__ADS_1


"Bahaya, ada apa dengan perasaan gue sebenarnya? Kenapa gue sangat senang mendapati perlakuan manis dari dia?" Monolog Fitria terus menatap ke arah Agatha dari samping.


Selama di perjalanan pulang sampai di kediamannya, Safira hanya diam memikirkan bagaimana perasaan Fitria ketika tahu ternyata dikerjai oleh suaminya itu.


Sebelum keduanya turun, Daffa melihat ke arah Safira yang terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri sedari tadi.


"Apakah kamu masih memikirkan Fitria, sayang?" Tanya Daffa seraya menangkap wajah Safira yang semula terus menatap ke arah jendela dengan menggunakan kedua tangannya.


"Aku sangat mengkhawatirkannya, Mas.


Bagaimana jika Fitria merasa tidak nyaman selama di sana tanpa kita?" Jawab Safira kembali bertanya dengan menghela napasnya pelan.


"Kamu tidak perlu khawatir sayang, di sana ada Agatha yang akan menjaga Fitria." Jawab Daffa agar Safira berhenti menaruh khawatir kepada teman baiknya itu.


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, sayang. Tapi bukan berarti kita harus menuruti permintaan Fitria itu kan? Sebagai teman yang baik, harusnya kita membuat hubungan mereka semakin dekat, meskipun Fitria tidak menyukainya. Kita tahu bahwa pernikahan Fitria dan Agatha bukan di landasi dasar cinta, tapi


karena perjodohan. Aku berharap sepulang mereka dari honeymoon nanti hubungan keduanya semakin dekat." Ujar Daffa memotong ucapan Safira.


Mendengar alasan dibalik rencana yang di berikan oleh Daffa, Safira pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban mengerti. Setelah itu, keduanya pun turun dari mobil dan masuk ke dalam


rumah.


Selama beberapa jam perjalanan di dalam pesawat, Fitria tidur dengan sangat pulas. Namun saat fitria mulai terbangun dari tidurnya, Fitria tersentak kaget saat melihat jaket Agatha sudah menyelimutinya.


Sedangkan Agatha yang melihat Fitria sudah bangun, pun melirik ke arahnya sesaat.


"Kenapa jaket lo ada di gue, Ta?" Tanya Fitria.


"Tadi gue lihat lo kedinginan, karena gue malas meminta selimut kepada Pramugari, di tambah gue merasa agak gerah. Jadi lebih baik jaket itu gue pakaikan saja untuk


selimut lo tadi." Jawab Agatha yang langsung dimengerti oleh Fitria.


Saat Fitria ingin membenarkan posisi duduknya, tiba-tiba tangan Fitria terasa keram sebelah akibat tidak sengaja tertekan saat tidur.


"Ssshhhh..." Desis Fitria kesakitan.


"Kenapa?" Tanya Agatha sedikit khawatir.


"Tangan gue keram banget."


"Sini gue bantu." Ucap Agatha meraih tangan Fitria berusaha untuk membantunya.


Fitria merasakan tangan Agatha begitu sangat dingin ketika meraih tangannya. Sesaat Fitria pun bergeming.


"Tangan dia sangat dingin. Apa dia berbohong soal gerah tadi? Dan sengaja memberikan jaketnya agar gue nggak kedinginan saat tidur?" Tanya Fitria dalam hati seraya menatap Agatha lekat.

__ADS_1


__ADS_2