Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
3


__ADS_3

sesuatu yang kita harapkan terkadang tidak sesuai dengan yang kita dapatkan. dalam kehidupan selalu di beri pilihan dan pilihan tersebut yang akan menuntun kita menuju masa depan.


"Apa syaratnya Pak?"


"Syaratnya Saya ingin Kamu menikah dengan Anak Saya dan berjanji tidak akan pernah berpisah sampai kapan pun dan apapun yang terjadi Kamu akan mempertahankan rumah tanggamu. Saya akan berikan semua kebutuhan dan fasilitas untuk Adikmu dan menjamin semuanya sampai Adikmu menikah."


Anisa sangat terkejut dengan syarat yang di berikan Tuan Kusuma. Bagaimana tidak terkejut, menikah tapi Anisa sendiri tidak mengenal lelaki yang akan menikah dengannya.


"Tapi Pak, Saya sama sekali tidak mengenal Anak Bapak dan lagi Saya tidak bisa menikah dengan lelaki yang tidak Saya cintai"


"kamu bisa bertemu dengan Anak Saya dulu dan setelah menikah pasti perlahan perasaan cinta itu bisa tumbuh, Kamu bisa membuka hatimu sedikit demi sedikit Anisa."


"saya mohon maaf Pak. Saya benar benar tidak bisa menerima pernikahan ini. Saya akan menyicil hutang Ayah Saya sampai lunas."


"Hutang Ayah Kamu itu sebanyak 2 Milyar Nisa, itu jumlah yang tidak sedikit."


"Beri Saya waktu Pak, Saya berjanji akan melunasinya."


Tuan Kusuma menghela napas. Dia berfikir bagaimana gadis itu bisa membayar uang sebanyak itu. sedangkan Dia bekerja saja tidak bisa mencukupi kebutuhannya dan Adiknya.


Jika Dia di beri sedikit waktu, pasti Dia tidak akan bisa melunasinya. Maafkan Saya Anisa, jika sekarang Saya terpaksa harus kejam. Saya yakin kamu gadis yang pantas untuk Anak Saya.


"Baiklah Anisa, Saya akan beri Kamu waktu 1 bulan. Tapi jika dalam satu bulan Kamu tidak bisa melunasi, maka seluruh keluarga Kamu akan ikut menanggung akibatnya."


"Apa Pak? Satu Bulan, bagaimana Saya bisa mencari uang sebanyak itu dalam waktu satu Bulan?" Ucap Nisa terkejut.


"Satu bulan lagi Saya akan datang menemui Kamu. Sekali lagi tolong pikirkan tawaran Saya, setidaknya demi kebahagiaan Adik Kamu juga."


"Saya permisi dulu Nona. Coba pikirkan baik- baik tawaran Tuan Besar. Nona tidak akan di rugikan, malah kehidupan Nona dan Adik Nona akan terjamin." Ucap Asisten Tuan Kusuma lalu pergi menyusul Atasannya.


Tuan Kusuma dan Asistennya pergi meninggalkan Anisa yang masih terduduk lemas. Mereka pergi meninggalkan Restoran menuju Mansion Tuan Kusuma.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Tuan Kusuma tersenyum. Dia yakin rencananya akan berhasil. Dia sangat mengharapkan Anisa bisa menjadi menantunya.


Setelah sampai di depan Mansion seorang penjaga membukakan pagar. Mobil pun memasuki halaman rumah. Seorang pelayan membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Tuan Kusuma.


"Apa Rey ada di rumah?"


"Ada Tuan Besar, Tuan Muda ada di kamarnya" Ucap Kepala pelayan.


"Suruh Rey datang ke ruang baca sekarang dan buatkan Saya kopi"


"Baik Tuan" Ucap Kepala pelayan menundukkan kepala lalu pergi menuju kamar Rey yang ada di lantai dua.


Tuan Kusuma memasuki Mansionnya dan langsung menuju ruang baca.


Pelayan berjalan menaiki tangga menuju kamar Rey.


Tok,,,tok,,,tok,,,,


"Permisi Tuan Muda, Tuan Besar memanggil Anda, Beliau menunggu Anda di ruang baca." Ucap kepala pelayan.


Pasti Ayah akan membahas soal pernikahan. Tidak bosan-bosannya memaksaku untuk menikah. Jika menikah dengan Angel, pasti sudah Aku lakukan sekarang.


Rey keluar dari kamarnya, Dia menuruni anak tangga dan pergi ke ruang baca untuk menemui Ayahnya. Rey membuka pintu dan langsung duduk di hadapan Ayahnya.


"Ada apa Ayah memanggil Rey?"


"Rey, Ayah sudah menemukan gadis yang cocok untukmu. Gadis itu sangat cantik dan baik, bulan depan Kamu akan menikah dengannya."


"Sudah berapa kali Rey bilang, Rey gak akan menikah dengan gadis pilihan ayah. Rey sangat mencintai Angel, kenapa Ayah gak pernah merestui hubungan Rey sama Angel Yah'?"


"Angel itu bukan gadis baik-baik Rey.Kamu sudah di butakan oleh cinta".

__ADS_1


"Rey gak perduli, Rey hanya akan menikah dengan Angel."


"Coba buka mata Kamu Rey, Kamu hanya sebagai ATM berjalan bagi Angel. Saat ini Kamu memiliki segalanya, tapi apa Kamu yakin Angel akan tetap mencintai Kamu kalau Kamu sudah gakmemiliki apa apa. Roda kehidupan terus berputar Rey. Ada kalanya Kita di atas, tapi kadang bisa di bawah. Ayah hanya ingin Kamu gak salah dalam memilih pasangan hidup. Ini semua demi kebaikan dan kebahagiaan Kamu Rey."


"Rey yakin Angel gadis yang terbaik untuk Rey." Ucap Rey tetap kekeh dengan keputusannya.


"Jika Kamu menolak pernikahan ini, Ayah akan menarik semua fasilitas Kamu dan mencabut nama Kamu dari ahli waris"


"Ayah gak bisa begitu, Rey ini Anak Ayah satu satunya. Bagaimana bisa Ayah memperlakukan Rey seperti itu"


"jika Kamu memang Anak Ayah, harusnya Kamu mau menuruti keinginan Ayah. Kita lihat, apakah Angel masih tetap bersamamu jika Kamu gak memiliki apa apa lagi."


"Terserah Ayah"


Dengan wajah kesalnya Rey pergi dan membanting pintu dengan keras membuat Tuan Kusuma terlonjak kaget. Rey benar benar kesal karna Ayahnya tidak pernah menerima Angel, gadis yang sangat di cintainya. Tetapi Ayahnya malah ingin menikahkannya dengan gadis yang tidak Dia tahu asal usulnya. Bahkan Rey belum penah melihatnya.


Tuan Kusuma memijat pelipisnya. Kepalanya terasa pusing, Dia tidak habis pikir dengan kelakuan Anaknya. Dia merasa telah gagal mendidik Anak semata wayangnya.


"Maafkan Ayah Rey, Ayah hanya ingin yang terbaik untukmu. Suatu saat pasti Kamu akan mengerti dengan keputusan Ayah. Ayah hanya ingin yang terbaik untukmu, agar suatu saat Ayah bisa tenang pergi meninggalkanmu dan menyusul Ibumu."


Tuan Kusuma mengambil sebuah foto dirinya dan Istrinya lalu mengusapnya dengan lembut.


"Andaikan Kamu masih hidup, Aku yakin Kamu bisa menjaga dan mendidiknya dengan baik. Maaf jika selama ini Aku lalai, Aku berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Anak Kita. Aku sudah menemukan gadis yang baik dan pekerja keras, Aku yakin gadis itu adalah yang terbaik untuk Anak Kita. Walaupun Aku juga memaksanya" Tuan Kusuma mendekap foto Keluarganya.


Tok..tok..tok..


"Permisi Tuan, ini kopi pesanan Tuan. Apa ada lagi yang Tuan butuhkan?" Ucap Kepala pelayan.


"Tidak terima kasih. Kamu boleh pergi."


" Baik Tuan, Saya permisi undur diri."Kepala pelayan pun menundukkan kepala lalu pergi meninggalkan ruang baca.

__ADS_1


terimakasih buat para readers... maaf ya kalau masih belepotan dalam penulisan dan penempatan kata katanya yang kurang pas,,, novel ini hasih perbaikan dari novel sebelumnya.. karna yang sebelumnya hanya mencapai 500 kata.. jadi mau aku buat sampai 1000 kata per BAB. semoga kalian suka dengan ceritanya,, jangan lupa like n vote ya,,, biar aku semangat terus buat nulis dan up tiap hari.. jangan lupa juga kritik dan sarannya ya gayz...


salam hangat dari aku,,,😍😍😍😘


__ADS_2