Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
157


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Sean baru saja tiba di apartemen nya yang berada tak jauh dari pusat kota Seoul, Apartemen yang memang sengaja dia beli beberapa bulan lalu. Padahal dia sudah memiliki Rumah, tapi dia tak bisa tinggal di sana karena Rumah itu telah Ia berikan pada Crystal dan kedua anaknya.


"Oh Astaga!" Teriak Sean sambil memegang dadanya, tubuhnya Ia sandarkan di dinding dekat pintu.


"Ahh Eomma." Ringis Sean, menatap Eomma nya yang tengah duduk di Sofa tak jauh dari tempat nya berada. "Kenapa Eomma bisa tau sandi apartemen ku?" tanya Sean tak percaya, dia mulai berjalan mendekat ke arah Eomma nya.


"Kenapa? Kau tak suka melihatku di sini?" sungut Eomma bernada sinis dengan kedua tangan ditautkan di bawah dadanya. Wajahnya menyiratkan kekesalan pada Sean dan pria itu menyadarinya.


"Apa Jack yang memberitahu Eomma?" Ujar Sean balik bertanya pada Eomma nya. Melihat Eomma nya yang diam saja, ternyata tebaknya memang benar Pria sialan itu yang memberikan informasi mengenai sandi apartemen miliknya.


"Ah," desah Sean menyandarkan kepalanya di sofa. "Dengan siapa Eomma ke sini?"


"Kau tak perlu tahu." Jawab Eomma nya dengan jutek.


""Eomma." Rengek Sean, menatap Eomma nya tak percaya.


"Sudah. Sudah. Sebaiknya kau bersihkan badan mu terlebih dahulu, setelah itu sarapanlah. Eomma tau kau belum sarapan setelah selesai bekerja, lagi pula CEO mana yang bekerja dari pagi hingga pagi lagi baru pulang." Omel Eomma nya menatap tak habis pikir Putra Bungsunya. "Lagi pula kenapa kau harus menelantarkan Istri dan kedua anak mu itu, dasar lelaki tak bertanggung jawab." Eomma Sean terus saja mengomeli putranya.


"Aaa..."

__ADS_1


"Jangan Bicara." Ujar Eomma Sean menyela perkataannya. "Biarkan Eomma bicara kali ini, suruh siapa kau berbuat seperti ini. Ah astaga, malangnya nasib menantu dan cucu-cucuku. Bagaimana bisa dia memiliki pria ini di sisinya, jika saja aku..."


Ah, Sean mulai merasa tak nyaman, dia pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi masuk ke dalam kamarnya.


Brukkk..


Pintu pun di tutup dengan kencang hingga menimbulkan suara yang cukup keras.


"Dasar Anak kurang ajar!" Teriak sang Eomma dari tempatnya tadi.


Sean menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur, dia pijit keningnya yang terasa pusing dengan lengannya.


"Aih, ****!" desis Sean sambil mengacak rambutnya kesal.


...****************...


Tring Tring Tring


Suara dentingan sendok menggema di ruangan makan di tengah-tengah suasana sunyi.

__ADS_1


Cleo melirik ke arah adiknya begitupun sang Adik, kedua mata mereka bertemu seakan saling bertanya 'Ada apa dengan Eomma mereka?'


"Oppa, kenapa sejak tadi Eomma melamun? Bahkan..."


"Sstt, diamlah. Sebaiknya kau ajak bicara Eomma." titah Cleo pada Adiknya.


"Eomma.." Panggil Ana, namun sejak tadi Crystal tak kunjung menyahut sibuk dengan dunia nya.


"Oppa bagaimana ini? Aku sedih melihat Eomma seperti itu." Ujar Ana pada Cleo.


Cleo menatap wajah adiknya, lalu beralih menatap Eomma nya. Dia mengambil nafas panjang, mengangkat tubuh nya untuk berdiri. Memutari meja bundar itu dan menghampiri Eomma nya, perlahan Cleo menepuk bahu Eomma nya.


"Eomma." Panggil Cleo setenang mungkin.


Crystal yang mulai tersadar menolehkan wajahnya pada Cleo, tatapannya terlihat sayu.


"Eomma, jangan memikirkan hal berat. Appa memang selalu sibuk, kami Bahkan sering tinggal bersama Nenek." Ujar Cleo mencoba membuat Eomma nya tak memikirkan hal yang buruk. Meski saat itu, sang Appa selalu menyempatkan untuk pulang dan menemui mereka.


"Benar Eomma, Ana janji tidak akan merengek soal Appa lagi." Ucap Ana sambil mengigit bibirnya menahan buliran air mata yang sudah menggenang di kedua matanya.

__ADS_1


Crystal menatap putrinya, melihat kedua wajah anaknya membuatnya tak bisa tidak bersedih. Dia menumpu kedua tangannya di kening, sambil berucap lirih. "Maafkan Eomma, maafkan Eomma."


__ADS_2