Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
125. Kado Dari Daffa dan Safira


__ADS_3

Setelah memakan waktu sepuluh jam perjalan dari Jakarta ke Maldives, Fitria dan Agatha pun telah sampai di negara yang dikenal sebagai salah satu negara romantis di dunia. Tidak jarang membuat para pasangan muda yang memilih Maldives sebagai tujuan honeymoon mereka.


Sesampainya Agatha dan Fitria di hotel yang sudah Daffa siapkan sebelumnya untuk mereka, Agatha pun langsung menaruh barang bawaan miliknya dan juga Fitria di salah satu sudut kamar hotel yang


begitu luxury itu.


Entah suasana hotel itu yang berbeda dengan hotel lainnya, atau karena Agatha dan Fitria yang sama-sama tengah merasakan kecanggungan di antara keduanya.


Baik Agatha maupun Fitria benar-benar tidak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Fitria yang bingung ingin membuka obrolan, pun memilih berdiri dari posisinya saat ini dan berjalan ke arah jendela hotel yang langsung menghadap ke arah pantai.


Rupanya Daffa sengaja memilih hotel itu agar menambah suasana romantis untuk keduanya selama honeymoon di sana. Dengan harapan, agar Agatha dan Fitria bisa memanfaatkan momen itu dengan baik dan hubungan keduanya bisa lebih dekat lagi.


"Waaah.. Pemandangannya indah sekali." Kata Fitria menatap ke arah luar dari balik jendela.


Meskipun saat itu langit sudah gelap, namun keindahan suasana di pantai masih


bisa terlihat dengan bantuan cahaya dari lampu-lampu yang menghiasi sekitaran pantai itu.


Agatha yang penasaran, pun berjalan mendekat ke arah Fitria untuk ikut melihat pemandangan yang telah berhasil membuat wanita itu terkesima saat melihatnya.


"Daffa memang pintar memilih tempat, ya." Ucap Agatha ikut menatap ke arah pantai dari balik jendela.


Sesaat, Fitria langsung menoleh ke arah Agatha ketika laki-laki tampan itu menyebut nama Daffa.


"Hmm... Tapi tetap saja gue masih kesal kalau mengingat kejadian siang tadi." Sahut fitria menekuk wajahnya.


"Sudah gue katakan, jangan suka marah marah jadi manusia." Ucap Agatha setelah mencubit pipi Fitria.


"Iya, iya. Sakit tahu!" Desah Fitria kesal seraya mengusap pipinya yang baru saja mendapati cubitan dari Agatha di sana.


"Gue mandi duluan, ya." Sambung Fitria kembali hendak berjalan ke arah koper miliknya.


Namun, belum sempat Fitria melangkah, tiba-tiba saja kaki Fitria tersandung oleh kakinya sendiri saat akan memutar tubuhnya itu.


Dengan sigap, Agatha pun langsung meraih lengan fitria dan menariknya agar istrinya itu tidak jatuh.


BRUK.


Sepertinya tarikan Agatha terlalu keras, sehingga membuat bibir keduanya bertemu secara tiba-tiba.


Seketika Fitria langsung membelalakkan matanya sempurna saat bibirnya mengenai bibir Agatha, bibir keduanya seperti terkunci di sana, Agatha dan Fitria hanya bisa saling menatap dan terhanyut oleh


pikirannya masing-masing.

__ADS_1


TING NONG.


Selama sepuluh detik posisi itu bertahan, tiba-tiba suara bel pun terdengar, membuat keduanya buru-buru menjauhkan dirinya satu sama lain.


"Ekhem." Agatha menetralkan dirinya agar kecanggungan itu hilang.


"Biar gue yang membukanya." ucap Agatha dan Fitria bersamaan.


Keduanya pun sama-sama menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal ketika mengatakan hal yang serupa.


"Silahkan." Ucap Fitria kembali, mempersilahkan Agatha agar membuka pintunya.


Agatha pun menganggukkan kepalanya, lalu berjalan ke arah pintu. Sedangkan Fitria yang masih berdiri di sana, pun langsung


mengipaskan kedua tangannya ke arah wajahnya yang nampak begitu


gugup.


"Aduh, kenapa kamar ini tiba-tiba sangat panas, sih?" Monolog Fitria menetralkan kegugupannya.


Tidak lama, Agatha kembali membawa satu buket bunga mawar dan sebuah kado berwarna putih tengah berjalan ke arahnya.


"Dari siapa?" Tanya Fitria heran, pasalnya keduanya baru saja sampai di hotel itu, tidak mungkin jika Agatha yang memesan bunga dan kado itu.


"Katanya sih dari, Mr. Daffa." jawab Agatha menyerahkan bunga dan kado itu kepada Fitria.


Saat Fitria melihat ada sebuah pesan di kertas berukuran kecil yang terdapat di buket bunga itu, Fitria pun langsung meraih kertas itu dan membacanya.


"Hadiah kecil untuk kalian berdua. Selamat menikmati honeymoon-nya. Semoga


unboxingnya menyenangkan." Tulis Daffa pada pesan yang terdapat di buket bunga itu.


Seketika wajah Fitria langsung merah padam setelah membaca pesan yang membuatnya malu sendiri.


"Kenapa?" Tanya Agatha ketika menangkap ekspresi tidak biasa dari Fitria.


Agatha pun meraih kertas yang masih berada di tangan Fitria, untuk mengetahui apa isi dari pesan itu hingga membuat Fitria jadi salah tingkah.


"Ja-jangan, Ta!" Protes Fitria saat Agatha akan membaca pesan dari Daffa.


Fitria hanya bisa pasrah ketika Agatha sudah berhasil membaca pesan itu. Kemudian Agatha pun menatap ke arahnya seraya memberikan kertas itu kembali.


"Mungkin yang Daffa maksud itu unboxing kado ini, 'kan?" Tanya Agatha berpura-pura tidak mengerti maksud dari isi pesan Daffa.

__ADS_1


"Ka-kamu benar!" Ucap Fitria merasa terselamatkan dengan pertanyaan yang Agatha berikan.


"Syukurlah dia tidak mengerti isi dari pesan itu." Gumam Fit Fitria dalam hati.


"Kalau begitu kita unboxing sekarang saja kado ini." Ucap Fitria tanpa sadar menarik tangan Agatha dan membawanya ke sofa.


Saat Fitria baru sadar dengan tindakannya, Fitria langsung buru-buru melepaskan tangan Agatha detik itu juga.


"Sorry." Gumam Fitri lirih dengan hati yang terus saja merutuki dirinya sendiri akibat tindakan cerobohnya.


"Bagaimana jika Agatha semakin membenci gue?" Batin Fitria menerka.


Fitria pun langsung membuka kado dari Daffa. Sesaat, keduanya saling menatap ketika melihat isi di dalam kotak berwarna putih itu.


GLUK.


Agatha dan Fitria menelan salivanya kasar secara bersamaan saat mendapati begitu banyak obat kuat di dalam kotak berwarna putih itu.


Entah Daffa sengaja menggoda Agatha dan Fitria, atau memang Daffa memberi sinyal kepada keduanya agar segera melakukan hubungan selayaknya suami istri selama honeymoon mereka.


"G-gue mandi duluan, ya. Sudah gerah banget soalnya." Kata Fitria yang ingin cepat-cepat menghindar dari situasi yang menegangkan itu.


"I-iya, gue akan mandi juga setelah lo selesai." Sahut Agatha merasa gugup seperti Fitria.


Tidak ingin berlama-lama di sana, Fitria langsung mengambil pakaian dan handuknya di dalam koper miliknya yang Agatha letakan di sudut kamar.


Saat Fitria hendak pergi ke kamar mandi, Fitria mengurungkan niatnya sejenak saat melihat tote bag yang diberikan oleh Safira saat di bandara siang tadi. Fitria pikir kado berwarna merah muda itu berisi parfum


untuknya.


"Lihat, Ta. Gue sampai lupa membuka kado dari Fira." Ucap Fitria berjalan mendekat ke arah Agatha seraya membawa tote bag berisi kado berwarna merah muda.


"Apa lo bisa menebak isi dari kado itu?" Tanya Agatha berusaha mencairkan suasana.


"Feeling gue sih parfum." Jawab Fitria sebelum membukanya.


Dengan sangat hati-hati, Fitria pun mulai membuka kado itu.


"Apa ini?" Tanya Fitria mengerutkan keningnya samar ketika bukan parfum yang dia dapatkan, melainkan sebuah kain berwarna merah di dalam kado yang diberikan oleh Safira.


Fitria pun mulai meraih kain itu dari dalam kotak dan membukanya lebar. Lagi-lagi Agatha dan Fitria dibuat terkejut saat melihat isi kado yang terdapat sebuah lingerie mini berwarna merah dengan model yang sangat transparan di depan matanya.


Daffa dan Safira benar-benar kompak membuat Agatha dan Fitria senam jantung di hari pertama honeymoon-nya.

__ADS_1


__ADS_2