
Anisa tinggal di kontrakan bersama Adiknya. Semenjak meninggalnya kedua orang tuanya, Dia yang membiayai kehidupan dan biaya sekolah Adiknya. Anisa bekerja di sebuah restoran dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore gaji yang Nisa terima tidak begitu besar hanya mampu membayar kontrakan dan makan. Sedangkan untuk biaya sekolah Adiknya,Nisa mencari kerjaan sampingan.
"Dewi ayo bangun, cepat mandi mbak akan siapkan sarapan buat kamu",
Nisa membangunkan Dewi karna Dia akan berangkat sekolah.
Dewi langsung bangun dan bergegas mandi sedangkan Nisa membuat nasi goreng untuk Dewi sarapan.
"Ini sarapanmu Dewi."
Nisa menyerahkan sepiring nasi untuk Dewi.
" Kenapa cuma ada sepiring Mbak, sarapan buat Mbak mana?"
"Tadi Mbak sudah sarapan pas kamu mandi, udah cepat di makan nanti keburu dingin"
"Aku tidak mungkin memberi tahu Dewi kalau uang bulan ini sudah habis."
Nisa bergumam dalam hati dan berfikir untuk mencari kerjaan part time untuk menambah uang bulanan.
"Mbak, Aku berangkat sekolah dulu ya"
"Iya Dek', belajar yang rajin ya, hati hati di jalan"
Setelah Dewi berangkat sekolah, Nisa membereskan piring piring kotor dan merapikan kontrakannya, walaupun kontrakannya kecil hanya satu kamar, dapur dan kamar mandi tapi Nisa setiap hari selalu bersih-bersih.
Jam 7.30 Nisa bersiap untuk pergi ke restoran, karna jarak restoran yang lumayan cukup jauh Nisa harus berjalan kaki untuk menghemat biaya sehari-hari.
"Selamat pagi semuanya." Ucap Nisa dengan senyum manisnya.
"Pagi Nisa, Kamu cepat ganti baju, dari tadi Pak Manager nyariin Kamu tuh, Kamu cepat keruangannya gih." Ucap Santi salah satu pegawai yang bekerja di restoran itu.
"Oke Santi, setelah ganti baju Aku langsung ke ruangan Pak Manager"
Nisa membuka lokernya dan bergegas ganti baju seragam Restoran.
"Ada apa ya Pak Manager nyariin Aku, rasanya Aku gak melakukan kesalahan."
Tok,,,tok,,,tok,,,
"Silahkan masuk"
"Permisi Pak, tadi kata Santi Bapak nyariin Saya, ada apa ya Pak?"
"Iya silahkan duduk, dari tadi Saya nyariin kamu Nisa, jam 2 siang kita akan kedatangan tamu penting, Saya ingin kamu melayani mereka dengan baik. Karna akan menyangkut reputasi Restoran Kita."
"Baik Pak, Saya akan berusaha semaksimal mungkin"
"Maaf sebelumnya Pak, Saya ingin meminjam uang 300rb Pak, nanti langsung di potong saat Saya gajian Pak"
"Saya akan pertimbangkan dulu Nisa, karna Seminggu yang lalu Kamu sudah kasbon 700ribu"
"Baik Pak,, terima kasih.
__ADS_1
Saya permisi dulu".
"Semoga saja Aku mendapatkan pinjaman hari ini, kasihan Dewi kalau sampai gak makan."
Anisa sangat di sukai seluruh karyawan Restoran, karna Anisa sangat rajin dan selalu mengulurkan bantuan saat teman temannya butuh bantuan.
Hari ini Restoran sangat ramai, para pengunjung berdatangan tak henti henti. Membuat seluruh karyawan sibuk.
"Nisa, tolong layani meja no 5 ya"
Nisa langsung membawa catatan dan buku menu ke meja no 5.
"Silahkan Mbak, ini buku menunya."
Setelah melayani tamu, Nisa pergi ke toilet untuk mencuci wajahnya, pekerjaannya hari ini membuatnya sangat gerah dan lepek.
"Hari ini benar benar melelahkan, tapi Aku harus memikirkan bagaimana cara mendapat pekerjaan di jam malam. Jika Aku hanya bekerja di sini tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan Aku dan Dewi."
######
Di kantor Kusuma Corp,
Tuan Kusuma sedang menandatangani berkas berkas perusahaan di ruangannya.
Tok,,, tok,,, tok,,
"Silahkan masuk."
"Permisi Pak, ini berkas berkas keluarga Andi Widodo dan Istrinya Diana Pertiwi."
"Bagaimana keadaan kedua Anaknya?"
"Semenjak kedua Orang tuanya meninggal anak pertamanya yang bernama Anisa Pertiwi menjadi tulang punggung untuk membiayai kehidupan dan sekolah Adiknya.
Dia bekerja di sebuah restoran XX tetapi gaji yang dia terima sangat sedikit. Dia selalu melakukan peminjaman kepada Manager Restoran. Sekarang dia tinggal di kontrakan kecil dan kumuh.Semua harta benda sudah di sita oleh renternir tanpa sisa, Adiknya Tuan Andi tidak mau menampung dan membantu mereka. Anisa juga sudah tidak melanjutkan pendidikannya untuk berkuliah"
"Lalu bagaimana hutang Orang tuanya padaku sebanyak 2 Milyar, Saya tidak mungkin menagih Anaknya, bahkan mereka tidak memiliki apa apa."
"Tetapi Saya yakin Bapak akan menyukai Anak pertamanya. Menurut Saya gadis itu cocok untuk Tuan Muda."
"Benarkah? kalau begitu buat pertemuan dengannya di tempat kerjanya jam 2 siang, Saya ingin melihat seperti apa gadis itu"
"Baik Pak, Saya akan mengurus semuanya, kalau tidak ada lagi Saya permisi dulu Pak."
Tuan Kusuma hanya menjawab dengan mengangkat tangannya.
"Semoga saja gadis itu benar benar sesuai dengan yang Ku cari dan bisa mengubah Rey."senyum Tuan Kusuma mengembang. Dia benar benar berharap menemukan gadis yang cocok untuk anaknya. Dia ingin bisa melihat anaknya bahagia dan menggendong cucu sebelum Dia menutup usia.
Sekarang sudah pukul 1 siang, Tuan Kusuma dan Asistennya manaiki mobil mewah untuk pergi ke Restoran XX tempat Anisa bekerja.
Sepanjang perjalanan Tuan Kusuma memikirkan tentang rencana perjodohan ini.
Mobil memasuki area parkir, Asistennya membukakan pintu untuk Tuan Kusuma dan mempersilahkan turun.
__ADS_1
"Silahkan Pak."
"Saya sudah memesan ruangan VIP untuk Anda."
"Baiklah, terimakasih."
Mereka memasuki Restoran tersebut. Seorang pelayan datang menghampiri mereka, dan mengantar kan mereka ke ruang VIP yang sudah di pesan.
"Ini ruangan yang Anda pesan.
Silahkan masuk, nanti akan ada teman Saya yang datang melayani Anda."
Mereka masuk dan menunggu Anisa datang. Tuan Kusuma tidak sabar menunggu sosok gadis itu.
Tidak lama kemudian pintu terbuka dan masuklah sosok gadis yang di tunggu tunggu.
"Selamat siang. Bapak mau memesan apa?"
Nisa menyapa dan tersenyum ramah.
"Saya pesan 2 steak, 2 kentang goreng, dan 2 Orange jus."
"Saya nasi goreng dan jus Avocado."
Nisa mencatat pesanannya.
"Baiklah, tunggu 15 menit Saya akan mengantarkan pesanan Anda".
Nisa berlalu meninggalkan ruangan VIP tersebut.
Tuan Kusuma memandang Anisa hingga Anisa menghilang di balik pintu.
"Gadis barusan adalah Anisa Tuan, bagaimana menurut Anda?"
"Sepertinya Dia gadis baik, ramah dan murah senyum, Saya ingin berbincang bincang dulu dengannya"
15 menit kemudian Anisa datang membawa nampan berisi pesanan dan menatanya di meja secara perlahan.
"Silahkan menikmati. Saya permisi dulu, jika Anda membutuhkan sesuatu langsung tekan tombol yang ada di samping meja Anda."
"Apa nama Kamu Anisa?"
"Benar, Saya Anisa. Apa Bapak mengenal Saya?"
"Saya mengenal Orang tua Kamu, silahkan Kamu duduk dulu. Saya sudah memesankan makanan dan minuman untukmu. Ada yang ingin Saya bicarakan sama Kamu."
Nisa langsung duduk berhadapan dengan Tuan Kusuma.
"Bapak ingin berbicara apa?"
" Dulu sebelum Ayah Kamu meninggal, beliau melakukan pinjaman sebanyak 2 Milyar."
Anisa sangat terkejut, tangannya langsung bergetar.
__ADS_1
"Apa Pak? 2 Milyar. Ta tapi Saya tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membayarnya."
" Tidak Nisa, Kamu tidak usah takut. Saya tidak ingin menagih uang yang Ayah Kamu pinjam. Saya tau sekarang Kamu sudah tidak memiliki apa apa lagi. Saya akan menganggap hutang Ayah Kamu lunas, dan Saya juga akan membiayai sekolah Adik Kamu sampai Dia lulus Sarjana. Tapi dengan sebuah persyaratan".