Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
70. Porsi Makan Bertambah


__ADS_3

"Bukannya aku tidak membolehkan sayang, tapi aku hanya tidak ingin kamu sakit lagi. " Ucap Daffa lembut.


Tidak mendapatkan respon apa apa dari Safira, Daffa pun menghela napas nya panjang.


"Baiklah, kita akan makan di pinggir jalan. " Kata Daffa yang akhir nya menuruti keinginan Safira. Safira pun dengan cepat


membuka selimut nya seraya mengusap air mata nya.


"Benarkah? Terima kasih banyak mas!" Ucap Safira dengan menghamburkan pelukan nya ke arah Daffa.


Daffa yang heran dengan tingkah istri nya yang di anggap nya tidak biasa itu pun hanya menggeleng gelengkan kepala nya saja.


"Tunggu sebentar ya mas, aku akan mengganti pakaian dulu." Ucap Safira yang beranjak dari ranjang nya.


"Iya sayang. " Ucap Daffa.


Mobil milik Daffa pun mulai melaju menyusuri jalan yang terdapat pedagang kaki lima di sana dengan kecepatan sedang.


"Mas, kita makan nasi goreng saja bagaimana?" Tanya Safira yang sibuk memperhatikan gerobak makanan satu persatu.


"Terserah kamu saja sayang."


"Kalau begitu berhenti di sana ya mas."


Daffa pun memarkirkan mobil nya yang tidak jauh dari gerobak nasi goreng yang Safira inginkan.


"Mas, ayo turun. "Ajak Safira dengan tidak sabar.


"lya sayang. " Saut Daffa lembut.


Tidak lama Safira dan Daffa pun turun dari mobil nya dan langsung menghampiri penjual nasi goreng tersebut.


"Pak, nasi goreng nya dua ya. Yang satu pedas, dan yang satu nya lagi sedang." Ucap Safira kepada penjual nasi goreng.


"Iya nona, tunggu sebentar ya." Jawab pedagang nasi goreng.


"Sayang, kamu yakin ingin makan di sini? " Bisik Daffa kepada Safira.


"lya mas, tentu saja!" Jawab Safira penuh semangat.


Tidak ingin membuat Safira kecewa, Daffa pun memilih bungkam dan mengikuti apa yang Safira inginkan.


Setelah sepuluh menit Safira dan Daffa menunggu, kini nasi goreng yang sebelum nya Safira pesan pun telah tiba.


"Bismillah." Ucap Safira yang mulai menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut nya.


Sedangkan Daffa hanya melihat ke arah Safira tanpa memakan nasi goreng milik nya.


"Kok nasi gorengnya gak dimakan mas? " Tanya Safira yang sadar kalau Daffa sedari tadi tidak menyentuh nasi goreng nya.


"Ah iya, sayang. Baru saja aku mau memakan nya," Jawab Daffa ragu ragu.


"Bismillah." Lanjut Daffa kembali dengan menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut nya.

__ADS_1


"Bagaimana mas? Enak kan? Pelan pelan Daffa pun mulai mengunyah nasi goreng yang sudah masuk ke dalam mulut nya, nanmun tiba tiba aroma nasi goreng membuat perut Daffa menjadi mual, sehingga Daffa pun berlari mencari tempat


untuk memuntahkan nasi goreng yang baru saja dia makan.


"Mas Daffa gak papa? " Tanya Safira cemas dengan mengikuti Daffa dari belakang.


"Aku gak papa sayang, tapi.. Seperti nya aku tidak bisa memakan nasi goreng itu." Jawab Daffa.


"Ya sudah, biar aku saja nanti yang memakan nya mas, sekarang duduk lagi yuk."


"Apa kamu yakin ingin menghabiskan semua nasi goreng itu?" Tanya Daffa tidak percaya.


"Iya mas, kebetulan perutku sangat lapar."


"Itu dua piring loh sayang, apa kamu yakin?"


"Iya mas Daffa, aku tahu."


"Tapi kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menghabiskan semuanya sayang."


"Tenang saja mas, jika tidak habis aku akan membungkus nya dan membawa nya pulang."


Saat Safira dan Daffa sudah duduk kembali, Safira pun kembali melanjutkan aktivitas makan nya yang sempat terhenti hingga nasi goreng di piring milik nya habis tak tersisa.


"Alhamdulillah." Ucap Safira ketika perut nya sudah terasa kenyang.


"Apa kamu sudah kenyang sayang? Jika sudah, lebih baik kita segera pulang. Aku tidak kuat berlama lama berada di sini, karena aroma dari nasi goreng sangat


"Tunggu sebentar mas, "Pak. boleh minta tolong bungkuskan nasi goreng ini?" Tanya


Safira kepada pedagang nasi goreng.


"Bisa nona, tunggu sebentar ya. Saya akan bungkuskan nasi gorengnya."


"Sayang, untuk apa dibungkus segala? Aku bisa membelikanmu nasi goreng yang baru. "


"Mas, kita tidak boleh mubazir. Di luar sana masih banyak orang yang kekurangan makan. Lagi pula apa salah nya jika nasi goreng nya di bungkus? "


"Tapi aku sempat memakan nasi goreng itu sayang, meskipun baru"


"Tidak masalah mas." Ucap Safira.


"Apa perutmu belum kenyang?" Celetuk Daffa tiba tiba.


"Untuk saat ini belum mas, tapi seperti nya sebentar lagi lapar hehehe."


Mendapati banyak hal aneh pada istrinya hari ini, Daffa pun menempelkan tangan nya pada dahi Safira untuk mengecek suhu


tubuhnya.


"Tidak panas. " Kata Daffa setelah mengecek suhu tubuh Safira menggunakan tangan nya.


"Apa aku terlihat sedang sakit mas?" Tanya Safira tidak mengerti.

__ADS_1


"Tidak, hanya saja kamu berbeda dari hari hari biasa nya sayang.


"Berbeda bagaimana?"


"Porsi makanmu menjadi sangat banyak."


BUGH


"Aww, kok aku di pukul sih sayang? Apa aku mengatakan hal yang salah? "


"Jadi maksud mas Daffa, aku rakus? " Selidik Safira dengan memicingkan mata nya.


"Bu-bukan seperti itu sayang sungguh!


"Benarkah? " Tanya Safira.


"Iya sayang.


"Apa mas Daffa tidak ingin makan sesuatu?" Tanya Safira kepada Daffa yang belum memakan apa pun kecuali mie instan sore tadi.


"Aku sedang tidak ingin memakan apa pun sayang"


Disela sela obrolan antara Daffa dan Safira, tiba tiba seorang pedagang nasi goreng datang membuat obrolan kedua nya terhenti.


"Nona, ini nasi goreng nya. " Ucap pedagang nasi goreng seraya memberikan satu bungkus nasi goreng yang Safira minta bungkuskan sebelum nya.


"Terimakasih banyak, ini pak uang nya. " Saut Daffa memberi uang untuk membayar.


"Tuan, ini kembalian nya."


"Ambil saja pak. " Pungkas Daffa lalu pergi menuju mobil milik nya yang terparkir tidak jauh dari sana.


Saat Daffa dan Safira sudah masuk ke dalam mobil, Daffa pun mulai melajukan mobil nya membelah jalan raya.


Namun di tengah tengah perjalan, Daffa sempat memikirkan sesuatu yang ingin dia makan. Berkali-kali Daffa pun menelan


salivanya ketika memikirkan makanan itu.


"Sayang, kita mampir ke supermarket dulu, ya? "


"Iya mas. "Jawab Safira


***


"sebanyak ini mas? Satu atau dua buah


saja kan cukup." Ucap Safira.


"Ini tidak banyak kok sayang, hanya delapan buah saja," Kata Daffa.


"Apa kamu ingin membeli sesuatu sayang?" Lanjut Daffa kembali.


"Tidak mas."Baiklah, kalau gitu kita langsung ke kasir saja. Aku sudah tidak sabar untuk memakan nanas ini saat tiba di rumah. " Ucap Daffa seraya mendorong keranjang belanjaan nya.

__ADS_1


__ADS_2