Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
Terbuka


__ADS_3

Dipaksa Menikah Bagian 22


Oleh Sept


Rate 18 +


Merasa sangat bosan, Sofi yang mendadak jenuh, tiba-tiba menyusuri area villa. Ia ingin mencari sesuatu. Kebetulan ada sebuah kamar yang menarik perhatiannya.


Kepo dan penasaran membuatnya langsung masuk. Ia pun melangkah ke dalam sana, kebetulan tidak dikunci.


KLEK


Pelan-pelan ia membuka pintu, begitu masuk matanya tertuju pada sebuah lukisan yang membuat matanya terbelalak. Ia terkejut seperti melihat penampakan. Bulu-bulu halusnya berdiri ketika menatap lukisan itu.


"Apa ini?" Ia mulai bertanya-tanya, begitu banyak potret dirinya di dalam kamar itu. Hampir seluruh dinding kamar itu menyimpan lukisan yang mirip dirinya.


Sedangkan di luar sana, Bibi penjaga villa menatap dengan tatapan aneh pada ruangan yang sengaja ia buka kuncinya beberapa saat lalu.


Sementara itu, di dalam ruangan, Sofi masih bergidik. Ia menatap semua potret yang mirip dirinya. Karena itu bukanlah dia. Sofi sedikit mundur, ia merasa ada sesuatu yang salah dengan lukisan itu.


[Siapa dia? Mengapa Garda menyimpan banyak gambar wanita yang mirip denganku?]


Semakin penasaran, ia mencari-cari sesuatu untuk petunjuk. Akhirnya, ia tahu alasan Garda menikahinya. Di tangannya kini ada beberapa lembar foto, sepertinya masa muda suaminya dengan seorang gadis yang sangat mirip dirinya.


Entah mengapa, tiba-tiba ia merasa cemburu. Dalam gambar itu, ia dapat melihat wajah suaminya yang hangat dan ada cinta di mata pria tersebut. Tapi, bila dengan dirinya, mengapa pria itu begitu berbeda? Hanya memaksakan kehendaknya.


Sofi juga cemburu, ia merasa sebagai pelampiasan saja. Hanya karena wajah mereka sama, mungkin itu sebabnya Garda sangat terobsesi dan tertarik pada dirinya.


[Lalu kemana perginya wanita yang ada di gambar?]


Tap tap tap,


Bibi penjaga villa datang. Wanita itu tiba-tiba saja mengunci pintu dari luar.

__ADS_1


Sofi jelas panik, karena pintunya dikunci. Saat ia melangkah, kakinya malah tersangkut sebuah label. Alhasil ia oleh dan jatuh. Apesnyaa lagi, kepalanya malah membentur pingiran meja. Seketika, wanita itu pun pingsan.


Beberapa jam kemudian. Hari sudah petang, ruangan sangat gelap. Dan tangan Sofi bergerak-gerak. Perlahan matanya terbuka, tapi hanya gelap. Ia tidak bisa melihat apapun.


Wanita itu mencoba bangun, tapi kepalanya terasa berat, apalagi ruangan sangat gelap. Tiba-tiba saja ia ketakutan. Sofi akhirnya merangkak dan meringkuk di sudut ruangan sambil memeluk tubuhnya sendiri.


Sedangkan di ruang tamu yang letaknya sangat jauh dari ruang rahasia tersebut, Garda memarahi semua para bodyguard yang ia suruh menjaga rumah. Ia marah karena pulang-pulang tidak ada Sofi di dalam villa.


Namun, para pengawal dan semua bodyguard yakin. Bahwa nyonya muda mereka masih ada di dalam villa. Karena mereka berjaga 24 jam bergantian non stop.


Mustahil bagi nyonya muda mereka untuk lepas dari pengawasan. Tidak yakin dengan keterangan para pengawal. Pria itu memeriksa semua CCTV. Benar, tidak ada tanda-tanda Sofi keluar dari Villa.


Garda pun menyuruh para pengawal memeriksa semua tempat sekali lagi. Dan semua langsung kembali berpencar mencari Sofi, sang Nyonya muda.


Sementara itu, Garda masuk ke dalam kamar kembali, melihat ponsel Sofi, ia kemudian berjalan dengan terburu-buru.


"Bik!" panggil Garda.


"Ambilkan saya kunci ruangan itu!"


Tanpa menyebut kamar yang mana, Bibi langsung berbalik tubuhnya. Ia pun mengambilkan apa yang tuannya mau.


"Ini Tuan!"


Bibi kemudian pergi setelah mengulurkan kunci pada Garda. Saat berbalik, wajahnya mengeras.


Entah felling atau apapun itu, setelah memeriksa CCTV bahwa istrinya tidak pernah meninggalkan villa. Maka ia berspekulasi bahwa istrinya ada di dalam sana.


DUARRR ...


Tiba-tiba petir mengelegar, di luar rupanya hujan deras. Seketika lampu padam.


Garda melanjutkan langkanya, ia pun merogoh saku. Dengan bantuan senter dari ponsel, ia melanjutkan langkah kakinya menuju ruang rahasia.

__ADS_1


Sedangkan dalam ruangan yang gelap, Sofi semakin meringkuk di sudut ruangan. Ia sebenarnya phobia dengan kegelapan. Apalagi petir mengelegar berkali-kali. Karena rasa takut yang berlebihan, ia malah menangis sambil memeluk kedua lututnya.


KLEK


Seseorang membuka pintu ruang tersebut, mengarahkan cahaya ponselnya ke seluruh arah secara bergantian. Disapunya semua isi ruang tersebut, ia baru berhenti tak kala mendapati Sofi yang meringkuk di sudut ruangan.


"Sofi!"


Mendengar namanya disebut, Sofi yang memang sedang ketakutan, begitu ada orang, ia langsung berdiri dan memeluk tubuh pria di depannya. Ia yakin itu suaminya, ia hafal betul lewat suaranya.


Perempuan itu melingkarkan tangannya dengan rapat, terlihat kalau ia memang ketakutan. Sedangkan Garda yang mendapat pelukan tiba-tiba merasakan sensasi yang berbeda. Ada deru jantung yang memburu.


Ada keheningan di tengah keadaan yang gelap gulita. Sedetik kemudian Sofi sadar, ia pun melepas pelukannya. Tiba-tiba ia malah merasa canggung. Baru juga pelukan mereka terlepas, Garda mendadak merengkuh pinggang Sofi.


Pria itu perlahan dengan satu tangan menyentuh dagu Sofi. Cukup lama ia memegangnya, tidak ada cahaya. Ia tidak bisa melihat wajah dan ekspresi wanita yang sangat ia cintai itu.


Tapi ada sesuatu yang bergemuru. Ia merasakan detak jantung Sofi yang menempel pada tubuh bidangnya sekarang.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Garda kemudian melepas tangannya. Ia menengelamkan wajah Sofi dalam pelukannya.


Seolah ingingin memastikan, apa detak jantung itu untuk dirinya. Karena jantungnya saat ini juga sana. Berdetak cukup kencang seolah ada yang sedang mengejar.


JEBRETTT


Seketika itu juga lampu menyala, keduanya saling menatap dan masih berpelukan. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Garda menurunkan wajahnya. Dan sofi malam memejamkan kedua matanya. Jelas Garda heran untuk sesaat.


Ingin memastikan, Garda pun merendahkan wajahnya lagi. Hingga sampai bibir mereka menempel sempurna. Hanya menempel Seolah menunggu, Garda sedang menanti apakah istrinya memperbolehkan masuk. Menciium wanita itu tanpa perlawanan.


Perlahan dengan mata yang masih tertutup, Sofi membuka bibirnya. Dan Garda dapat merasakan bibir manis itu yang semakin terbuka. BERSAMBUNG


IG : Sept_September2020


__ADS_1


__ADS_2