
Dipaksa Menikah Bagian 42
Oleh Sept
Rate 18 +
Sofi tetaplah seorang wanita, sekeras apapun hatinya kemarin membenci suaminya, jika pria itu bisa menyentuh tepat di hatinya, maka salju di kutub pun bisa mencair.
Untaian kata-kata Garda yang terdengar tulus itu, akhirnya membuat hati yang mengeras itu kini jadi lembek. Ia yang selalu meronta dan merutuk bila disentuh, kini malah terlihat nyaman dalam dekapan suaminya.
"Boleh aku bertanya?" ucap Sofi, masih dalam pelukan Garda.
"Hem."
Tangan pria itu mengusap kepala Sofi dengan lembut, sembari menunggu apa yang akan Sofi tanyakan padanya.
"Terus sekarang dia ... wanita itu, ke mana dia?" tanya Sofi penasaran.
"Kenapa kamu menanyakannya?"
"Apa aku tidak boleh bertanya?"
Garda beringsut, membetulkan posisi. Kemudian mulai menceritakan apa yang terjadi selama Sofi pergi.
Pria itu juga bercerita, ketika Amelia datang ia mulai bimbang. Ia pikir, rasa tertariknya pada istrinya itu hanya sebagai obsession belaka. Tapi, ketika Amelia datang dan Sofi menghilang. Di sana dia tahu, di sana dia mulai sadar. Siapa yang hatinya cintai. Siapa yang selama ini membuatnya ketar-ketir setiap hari.
Bukan Amelia, wanita dari masa lalu yang membuat hatinya bergemuru. Tapi Sofi, gadis nakallll yang hobby kabur.
Malam ini, Garda menceritakan semuanya. Bahkan bagaimana ia melakukan tes DNA untuk seorang anak yang katanya anaknya. Dan waktu Garda cerita di bagian tes DNA, Sofi langsung menarik diri.
"Itu artinya kamu sudah pernah main-main!" celetuk Sofi kesal. Mungkin juga merasa cemburu.
Ia mendorong bidang kekar di depannya. Barisan roti kotak-kotak itu tiba-tiba tidak lagi menggoda. Sofi cemburu pada masa lalu suaminya.
"Aku khilaf!"
Sofi tetap merengut.
__ADS_1
"Jangan marah lagi, aku jelasin." Garda mencobanya merayu. Bisa bahaya kalau kucing jinaknya menjadi singa kembali.
"Dengarkan aku baik-baik, aku tidak akan bohong padamu. Ini kisah kelamu, Sof. Meski aku tidak mau membahasnya. Tapi lebih baik kamu tahu dariku sendiri."
Garda kemudian menarik tangan Sofi, agar istrinya itu tidak jauh-jauh darinya.
"Kami berdua pulang dari pesta ulang tahun teman Amelia. Dan sepertinya ada salah satu teman Amelia yang menyukaiku!" ucap Garda PD.
Sofi langsung memasang muka sebal.
"Dengarkan dulu!" ujar Garda saat Sofi memilih mau turun dari ranjang.
Garda kemudian melanjutkan ceritanya.
"Malam itu, entah mengapa aku rasa ada yang salah dengan tubuhku setelah pulang dari acara pesta itu. Amelia mengantar ke apartment, dan saat terjadilah!"
Bukkkkk ....
Sofi langsung mendorong keras tubuh suaminya. Bisa-bisanya Garda bercerita seperti itu. Sofi jadi sangat marah.
"Astaga ... aku belum selesai. Dengarkan dulu!" Garda memeluk erat Sofi. Takut istrinya itu benar-benar marah.
"Tetap saja kamu sudah tidur dengannya!" balas Sofi marah-marah. Emosinya kembali naik drastis.
"Kalau bisa aku delete! Aku bersihin semua masa laluku, Sof! Ayolah ... aku juga tidak bisa mengubah masa lalu," ucap Garda memelas.
Sofi merajuk, ia merengut dan tidak mau bicara.
CUP ...
Garda langsung mengecupp bibir manyun tersebut.
"Udah, jangan dekat-dekat."
"Ish ... kamu cantik banget kalau marah."
Sofi langsung mendorong, tapi tidak ada efeknya. Semakin didorong, Garda malah semakin merapat. Semakin menepis, Garda malah semakin menyerangnya dengan banyak kecupann.
__ADS_1
"Istriku yang cantik, kamu paling cantik kalau cemburu seperti ini!" ucap Garda sembari memeluk erat Sofi.
"Lepasin! Enggap ... gak bisa napas!"
"Janji dulu, kalau nggak marah baru aku lepasin!"
"Huuuh!" Sofi yang kesal hanya menghela napas berat.
Cup cup cup ...
Melihat istrinya merajuk, Garda terus saja mengecupp Sofi sampai istrinya itu geli.
"Udah ... udah!"
"Janji dulu!" pinta Garda.
"Hemmm!"
"Hemmm apa?"
"Oke! Nggak marah!"
"Janji?"
"Huufffh!"
Garda terkekeh, melihat wajah kesal istrinya. Gemas, ia ciummmm saja bibir yang manyun itu. Ia kecup, ia sesap sampai Sofi mau membalasnya kembali.
Setelah beberapa kali sesapan, Garda menarik wajahnya. Ia tatap mata Sofi dalam-dalam.
"Percaya padaku!" pinta Garda lirih.
Sofi menelan ludah, kemudian mengangguk. Karena ia bisa melihat ketulusan dari sorot mata Garda malam itu.
Klik ...
Sofi kaget, tiba-tiba tangan suaminya kembali mematikan lampu.
__ADS_1
[Lagi?]
BERSAMBUNG