
Sepanjang perjalanan menuju lokasi pemotretan, baik Agatha maupun Fitria tidak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun.
Fitria terus saja memalingkan wajahnya ke arah jendela untuk menghindari kontak mata dengan Agatha. Rupanya Fitria masih sangat malu dengan kejadian tadi saat
dirinya merangkak seperti bayi.
Kruyuk.
Bisa-bisanya di suasana yang sehening itu, perut Fitria tiba-tiba saja bunyi sangat nyaring di telinga keduanya. Dengan perasaan malu bukan main, Fitria langsung menoleh ke arah Agatha ragu-ragu.
"Sorry, gue belum sempat sarapan tadi." Cicit Fitria dengan tangan yang melingkar di perutnya agar bunyi itu tidak datang kembali.
"Gue baru tahu kalau wanita sedang kelaparan, apa bunyinya senyaring itu?" Tanya Agatha sengaja menggoda Fitria.
"Kenapa harus dibahas, sih?" Protes Fitria enggan meladeni.
"Hahaha gue hanya ingin tahu saja." Ujar Agatha tertawa puas.
Sedangkan Fitria yang merasa kesal, kembali memalingkan wajahnya ke arah jendela dengan melipatkan kedua tangannya di dada.
Tidak ingin Fitria menahan lapar lebih lama, Agatha pun mengedarkan pandangannya ke sembarang arah untuk mencari restoran terdekat yang pada saat itu sudah buka.
Pada saat Agatha melihat sebuah restoran, Agatha langsung menghentikan mobilnya di halaman restoran itu.
Setelah keduanya turun dari mobil, Agatha memperhatikan langkah Fitria yang sedikit tertatih saat berjalan di depannya.
"Ada apa dengan kaki, lo?" Tanya Agatha menatap ke bawah.
"Nggak apa-apa, hanya terkilir saja." Jawab Fitria terus melanjutkan langkahnya hingga masuk ke dalam restoran itu.
Sedangkan Agatha yang berjalan di belakang Fitria dengan netra yang terus menatapnya tanpa henti, memperhatikan langkah Fitria yang sepertinya menahan sakit.
"Sini biar gue bantu." Ucap Agatha menawarkan bantuan dengan mengulurkan tangannya hendak memapah Fitria.
"Ng-nggak usah, gue bisa jalan sendiri." Tolak Fitria cepat.
Saat keduanya sudah duduk, Fitria langsung menyambar daftar menu yang berada di tangan seorang pelayan wanita yang baru saja tiba di meja yang mereka tempati saat ini, untuk melihat hidangan apa yang akan dia pesan untuk sarapan.
"Lo mau makan apa, Ta?" Tanya Fitria dengan netra yang sibuk melihat berbagai macam hidangan yang ada di daftar menu satu persatu.
"Nggak, gue sudah sarapan sebelum menjemput lo tadi." Jawab Agatha seadanya, yang disambut anggukkan kepala oleh Fitria.
__ADS_1
"Kalau begitu gue pesankan kopi buat lo, ya?"
"Nggak usah, gue sudah minum kopi." Ucap Agatha membuat Fitria mendengus kesal.
"Ya sudah kalau gitu." Fitra langsung menutup daftar menu itu, dan memanggil seorang pelayan wanita untuk memberitahu hidangan apa yang akan Fitria inginkan.
Tidak lama, hidangan yang Fitria pesan pun telah tiba. Fitria yang sudah menahan lapar sejak tadi, langsung menyambar makanan itu dengan lahap.
"Berapa hari lo nggak makan?" Tanya Agatha membuat Fitria sampai tersedak mendengarnya.
"Maksud lo apa? Apa cara makan gue serakus itu?" Tanya Fitria yang merasa tersinggung dengan pertanyaan yang baru saja diberikan oleh Agatha.
Sedangkan Agatha yang tidak ingin menjawab pertanyaan dari Fitria, hanya mengedikkan bahunya santai.
"Menyebalkan sekali!" Gerutu Fitria, lalu kembali melanjutkan sarapannya hingga selesai.
Setelah Fitria selesai sarapan, Agatha pun melanjutkan perjalannya kembali menuju lokasi pemotretan.
Sesampainya di sana, terlihat sudah ada dua orang laki-laki dan dua orang wanita yang tengah menunggu kedatangan keduanya.
Rupanya Arya dan Evi sengaja memilih pantai sebagai salah satu daftar lokasi untuk pemotretan prawedding Agatha dan Fitria, karena memang lokasi tersebut sangat indah dan begitu hits dikalangan milenial saat ini.
pemandangan pantai yang begitu memanjakan matanya itu. Benar-benar sangat menakjubkan! Batin Fitria.
"Selamat pagi, apakah benar ini Tuan Agatha dan Nona Fitria?" Tanya salah satu laki-laki di antara keempat orang tadi.
"Iya, benar." Jawab Agatha.
"Perkenalkan Tuan, saya Alex yang Nyonya Evi perintahkan untuk menjadi fotografer prawedding Tuan dan Nona." Ucap Alex
memperkenalkan diri.
"Sedangkan dia asisten saya, namanya Sam." Lanjutnya kembali dengan mengarahkan tangannya ke arah laki-laki yang disebut asistennya itu.
"Sava Vina dan Dona, yang Nyonya Evi perintahkan untuk menjadi MUA Tuan dan Nona." Ujar kedua wanita ikut memperkenalkan diri.
"Mohon kerja samanya." Kata Agatha setelah keempat orang tersebut telah selesai memperkenalkan dirinya masing-masing.
"Bagaimana jika Tuan dan Nona langsung mengganti pakaiannya sekarang di sebuah villa yang berada di sana yang sudah Nyonya Evi sediakan?" Tanya Vina kepada Agatha dan Fitria.
Karena Arya dan Evi tidak memberitahukan kepada Agatha maupun Fitria sebelumnya, keduanya pun langsung menoleh ke arah villa tersebut secara bersamaan.
__ADS_1
Ternyata Arya dan Evi benar-benar sudah
sangat matang merencanakan semuanya.
"Ayo Tuan, Nona. Ikut kami." Ajak Dona kepada keduanya agar mengikuti langkahnya menuju villa itu yang langsung disetujui oleh Agatha dan Fitria.
Saat mereka sudah sampai di Villa itu, Vina dan Dona pun langsung memberikan pakaian yang akan digunakan untuk pemotretan kepada Agatha dan Fitria. Kemudian, keduanya pun menerima pakaian itu dan langsung masuk ke dalam kamar yang berbeda untuk mengganti
pakaiannya masing-masing.
Ketika Fitria telah selesai mengganti pakaiannya, Fitria langsung di arahkan untuk duduk di sebuah kursi untuk di rias wajahnya oleh Vina, sedangkan Dona yang
bertugas untuk menata rambut Fitria, pun langsung mengerjakannya detik itu juga.
Sedangkan Agatha yang sudah selesai lebih dulu, memilih duduk di sebuah sofa yang berada du ruang tamu bersama Alex dan Sam yang tengah menunggu keduanya di sana.
Selama tiga puluh menit Agatha dan yang lainnya menunggu, Fitria pun keluar dengan mengenakan pakaian white dress dan wajah yang sudah dipoles hingga terlihat begitu flawless dengan rambut yang tergerai indah menambah kesan cantik dan
anggun pada diri wanita itu.
Tanpa disadari Agatha begitu terperangah
saat melihat pesona Fitria yang belum pernah Agatha lihat sebelumya. Agatha benar-benar seperti terhipnotis oleh kecantikan Fitria, netra Agatha seperti dibuat betah berlama-lama di sana.
"Apa kita bisa mulai pemotretannya sekarang, Tuan?" Tanya Alex yang berhasil
menyadarkan Agatha dari lamunannya.
"Euh? Ah, bisa!" Jawab Agatha berusaha mengumpulkan fokusnya kembali setelah Fitria berhasil memorakporandakan pikirannya.
"Kalau begitu kita langsung ke pantai saja sekarang untuk melakukan pemotretannya." Ucap Sam menimpali, yang sambut anggukkan kepala oleh Agatha sebagai jawaban setuju.
Kemudian Alex dan Sam, pun berjalan lebih dulu, lalu di susul oleh Vina dan Dona setelahnya menuju pantai yang jaraknya cukup dekat dan bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki.
Dengan langkah yang sedikit tertatih Fitria pun mengikuti langkah yang lainnya dari belakang yang disaksikan oleh Agatha yang masih berdiri di sana.
Entah ada angin apa, tiba-tiba saja Agatha menggendong Fitria ala bridal style tanpa permisi, lalu berjalan keluar menyusul yang
lainnya yang sudah berjalan cukup jauh dari keduanya.
"Eh, apa-apaan ini?" Ucap Fitria tersentak saat tubuhnya diangkat oleh Agatha.
__ADS_1