Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
7


__ADS_3

Di rumah sakit hanya tertinggal Dewi dan Anisa saja. Bibinya langsung pulang setelah Tuan Kusuma dan Rey pergi.


"Mbak... Apa benar mbak mau menikah?


Apa mbak mencintai mas Rey? Aku tidak mau mbak menikah karna terpaksa. Aku tau bagaimana sifat bibi. Pasti bibi yang memaksa mbak kan?"


"Kamu jangan mikir yang macem-macem dek. Mbak menikah bukan karna terpaksa. Dulu mereka sudah meminang mbak. Tapi mbak masih mikir-mikir dulu. Dan sekarang baru mbak terima lamaran mereka."


Ya Tuhan... Jangan sampai Dewi tahu kalau aku menikah karna membayar hutang ayah. Aku tidak ingin dia bersedih. Aku harus kuat.


Ceeklek...


Pintu ruangan Dewi terbuka dan dua orang perawat masuk.


"Permisi. Waktu operasi sudah tiba. Kami akan membawa pasien ke ruang ICU." Kata salah satu perawat.


"Baiklah suster."


Perawat mulai mendorong brangkar Dewi menuju ruang operasi. Sepanjang jalan Nisa terus menggenggam tangan dewi dengan erat. Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya.


"Dek... Kamu yang kuat ya. Kamu harus sembuh. Hanya kamu yang mbak punya sekarang. Kamu adalah penyemangatku."


"Mbak... Jangan sedih lagi. Aku akan sembuh dan terus nemenin mbak. Mbak do'akan saja semoga operasiku lancar ya."


"Mbak akan selalu do'akan yang terbaik untuk kamu dek."


"Kita sudah sampai. Kami akan membawa pasien masuk. Harap Nona menunggu di ruang tunggu." Ucap perawat yang mendorong brangkar Dewi.


"Baik sus'. Tolong jaga adik saya."


"Kami akan melakukan yang terbaik."


Genggaman tangan Anisa mulai terlepas dan pintu ruang Operasi ditutup. Lampu ruang ICU menyala tanda operasi di mulai. Anisa duduk di kursi ruang tunggu. Dia menyeka air matanya yang sudah mengalir deras.


Ya Tuhan.. tolong selamatkan adikku. Angkatlah segala penyakitnya. Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya. Hanya dia yang kumiliki sekarang. Dia adalah penyemangatku. Amiin...


Waktu terus berlalu. Sudah dua jam Anisa menunggu. Tidak lama seorang Dokter keluar dan Anisa segera menghampirinya.


"Bagaimana operasinya dok?


Apa adik saya baik-baik saja?"


"Nona tenang saja. Operasinya berjalan lancar. Sekarang pasien masih belum sadar karna pengaruh obat bius."jelas dokter yang melakukan operasi.


"Syukurlah...


Apa saya bisa melihat adik saya dok?"

__ADS_1


"Nanti setelah pasien dibawa ke kamarnya baru bisa di besuk."


"Baiklah dokter. Terima kasih."


"Sama-sama Nona. Kalau begitu saya permisi."


"Silahkan dokter"


Dokter pergi meninggalkan Anisa di depan pintu ruang ICU. Senyum Anisa mulai mengembang. Raut kebahagiaan terlihat di wajahnya. Air mata bahagia sudah mengalir deras.


Terima kasih Tuhan karna Engkau telah mengabulkan do'aku. Engkau telah menyelamatkan adikku.


****


Di mansion keluarga Kusuma.


Rey baru sampai dan memarkirkan mobilnya di garasi. Dia baru pulang jam 10 malam setelah lembur menyelesaikan tugasnya di kantor.


"Ayah... Ayah... "


Panggil Rey yang keliling mencari ayahnya..


Apa ayah sudah tidur. Ini kan sudah jam 10 malam.


" Ya sudahlah. Besok saja aku bicara dengan ayah. Aku juga sudah sangat lelah karna pekerjaan kantor yang menumpuk."


Rey langsung melangkahkan kakinya manaiki tangga dan menuju kamarnya.


"Walaupun aku tidak suka dengan gadis pilihan ayah. Setidaknya gadis itu tidak jelek-jelek banget. Ya... Lumayan lah.


Aarrgghh... Buat apa aku mikirin dia. Dasar gadis rubah."


Rey menggeleng-gelengkan kepala untuk menepis pikirannya yang kacau. Dia langsung memeluk gulingnya dan tertidur lelap.


Keesokan paginya Rey menemui ayahnya di sebuah gazebo yang di kelilingi sebuah pemandangan indah. Ada pohon buah-buahan, beberapa tanaman obat, tanaman bunga mendiang Nyonya Kusuma yang selalu di rawat tukang kebun dan ada danau buatan yang sangat indah untuk di pandang.


"Ayah...." Sapa Rey


"Oh kamu Rey. Ada apa? Kamu tidak kekantor?" Tanya ayahnya yang masih memegang koran yang dibacanya.


"Sebentar lagi Rey ke kantor. Ada yang ingin Rey bicarakan pada ayah."


"Kamu ingin bicara apa Rey? Kalau kamu ingin membahas untuk membatalkan pernikahanmu, itu hanya akan sia-sia saja. Karna ayah tidak akan pernah membatalkan pernikahanmu bulan depan."


" Ayah sudah seperti dukun saja menebak apa yang ku pikirkan. Untung saja salah, jadi ayah tidak jadi dukun." Rey tertawa karna telah meledek ayahnya.


"Kamu tuh ya. Pagi-pagi udah ngeledekin ayah. Kesambet setan apa kamu, tumben-tumbenan bisa ketawa begini."

__ADS_1


"Begini ayah... Rey ingin pernikahannya di percepat saja. Bagaimana kalau lusa?"


"Haahh... Ayah tidak salah dengar kan?"


Tuan Kusuma menempelkan tangannya ke dahi Rey.


"Ayah apa-apaan sih. Aku tidak sakit ayah. Aku sedang serius."


"Badan kamu tidak panas Rey. Ayah hanya kaget saja, kemaren kamu tidak mau dijodohkan. Sekarang minta cepat-cepat di nikahkan." Tuan Kusuma mengelus dagunya dengan ekspresi bingung yang dibuat-buat.


"Sudahlah ayah, jangan meledek begitu. Aku sudah menyuruh bayu untuk mengurusnya. Lusa aku akan menikahi gadis itu. Tapi aku mau acaranya tidak perlu meriah. Aku hanya mau dihadiri keluarga saja." Jelas Rey


"Baiklah. Tidak masalah buat ayah asal kamu mau menerima pernikahan ini. Ayah hanya ingin yang terbaik untukmu nak." Tuan Kusuma langsung memeluk Rey.


"Kalau begitu aku akan pergi ke rumah sakit untuk memberitahu gadis itu." Ucap Rey


"Baiklah. Ayah juga akan menghubungi keluarga Anisa untuk mempercepat penikahannya."


"Oke... Rey langsung berangkat ayah."


"Hati-hati di jalan nak"


"Siap ayah" Rey melangkahkan kakinya meninggalkan gazebo.


Tuan Kusuma merasa lega sekarang. Dia senang karna Rey mau menerima perjodohan ini. Bahkan ingin mempercepat resepsinya.


"Syukurlah... Akhirnya Rey mau mengikuti apa yang kukatakan. Semoga dia juga tidak melanjutkan hubungannya dengan Angel. Kasihan Anisa jika setelah menikah, dia melihat suaminya masih memiliki hubungan dengan wanita lain."


Semoga rumah tangga anakku kelak, selalu bahagia dan harmonis. Selalu bersama dalam suka maupun duka. Aamiin...


"Sebaiknya aku menghubungi keluarga Anisa untuk mempercepat pernikahan Anisa dan Rey. Memang lebih cepat lebih baik. Agar Angel tidak mengganggu Rey lagi. Tapi aku sangat bingung, kenapa anak itu ingin mempercepat pernikahannya. Apa ada masalah sama hubungannya dengan Angel.


Yaahh.. Semoga saja dia sudah memutuskan hubungannya dengan Angel."


Tuan Kusuma mengambil handphonenya dan langsung menghubungi bibi Anisa.


("Halo... selamat pagi Nyonya.")sapa Tuan Kusuma di telepon.


("Pagi Tuan... Maaf ada apa ya pagi-pagi menelpon?)


(" Maaf kalau saya mengganggu pagi-pagi. Saya hanya ingin memberi tahu kalau resepsi pernikahan Rey dan Anisa akan di gelar besok lusa. Semua sudah di atur sama anak buahnya Rey. Jadi nanti Nyonya sekeluarga bisa langsung datang ke lokasi resepsinya.")


("Tidak sama sekali mengganggu Tuan.


Baiklah... nanti kirimkan saja alamatnya. Kami sekeluarga pasti akan datang.")


("Kalau begitu saya tutup teleponnya.")

__ADS_1


(" Baik Tuan. Terima kasih.")


Selesai menelpon bibi Anisa, Tuan Kusuma masuk kedalam mansion untuk beristirahat.


__ADS_2