Dipaksa Menikah

Dipaksa Menikah
150


__ADS_3

"Bagaimana kondisi mu di Amerika Hyung? Sudah lama tidak mendengar kabar dari mu." Tanya Sean memulai obrolan, sesaat mereka tiba di Cafe Deket rumah sakit.


"Cukup baik, anak dan Istri ku juga sangat mudah beradaptasi dengan orang-orang di sana." Jawab Kai tersenyum cerah.


"hn, syukurlah aku pikir Hyung belum bisa melupakan Crsytal." gumam Sean tersenyum kecil, mengingat bagaimana dulu mereka perang dingin mengenai Crystal.


"Yah, itu bukan hal mudah tentunya. Tapi, aku senang dengan kesabaran Istriku Jenni."


"Jika jadi Kakak Ipar, aku tidak akan menunggu mu." Ucap Sean mencibir Hyung nya.


"Heh." Desis Kai. "Aku pun, jika jadi Crystal tentu tidak akan mengabaikan pria tampan seperti diriku." Balas Kai dengan menyombongkan diri.


Kedua nya saling bertatap, tak berselang lama kemudian keduanya saling tertawa.


Wajah Sean yang sejak tiba di New Zealand bermuka masam, kini mulai sumringah setelah banyak bercakap dengan Hyung nya.


"Tapi yah setidaknya Crystal tidak memilih pria lain dan memilih adik ku, di banding pria lain."


"Ceh, kenapa kau berkata seperti itu Hyung?" tanya Sean merasa geli dengan perkataan yang baru saja dia dengar.


"Tentu saja! Aku dan Eomma pasti tak akan rela kehilangan Crystal yang sangat berharga." Ujar Kai. "Apalagi Eomma, dia pasti akan menangis karena idola dan menantu nya akan pergi jauh." Lanjutnya.


"Aish, memang tak ada yang menyayangi diriku di keluarga ini." Ujar Sean terlihat kesal.


Kai terkekeh mendengar celetukan adiknya. "Hahaha, adikku juga lucu dan manis." Ujar Kai, mengelus Surai Sean.


"Aku bukan anak kecil lagi Hyung." Ujar Kai, menepis tangan Kai dengan cepat. "saat ini aku sudah memiliki dua anak dan perusahaan besar." sambungnya membanggakan diri.


Drt.. Drt..Drt.


Suara Handphone berbunyi menghentikan obrolan adik Kaka itu.


"Itu suara ponsel siapa?" tanya Kai.


"Sepertinya suara ponselmu" jawab Sean.


Kai langsung merogoh saku jas nya. "Astaga, hahahaha padahal memang ponselku." Gumam Kai sambil tertawa dengan kebodohannya.


"Astaga." Sean menepuk jidatnya, Hyung nya memang sedikit yah begitulah.

__ADS_1


"Istriku?" Bisik Kai, saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Dia langsung menekan tombol hijau di layar ponselnya dan langsung menunjukkan wajah sang Istri di layar ponsel itu.


"Hallo Sayang." Sapa Kai menatap senang Istrinya yang menghubungi dirinya melalui Vidio Call.


"Hai Baby, kau sedang bersama Sean?" tanya Jenni.


"Oh, Sean. Tentu, aku sedang bersantai bersama adikku." Jawab Kai. "Kenapa Sayang?" tanya Kai.


"my two nephews, ingin berbicara dengan nya." Jawab Jenni langsung menunjukkan wajah Ana yang tengah bermain.


"Hallo my uncle, di mana Appa? Ana ingin berbicara." Seru Ana terlihat bersemangat.


Kai terkekeh, melihat keponakan perempuannya yang sungguh menggemaskan. "Tentu sayang, kau bisa berbicara dengan Appa mu." Timpal Kai, langsung menyerahkan ponselnya pada Sean.


"Hallo my sweet daughter, apa kau baik-baik saja?" Sapa Sean pada putrinya.


"Appa!" Pekik Ana dengan suara yang cukup keras.


"Hahahaha.." Sean sedikit tertawa, sudah terbayangkan bagaimana reaksi langsung putrinya ketika seperti ini.


"Jahat sekali Appa baru datang, hueh." Ujar Ana memanyunkan bibirnya tak suka.


"Sorry Baby, kau pasti merasa sedih. Besok aunty Jenni akan mengantarmu ke rumah sakit menemui Appa dan Eomma, hn?"


"Promise, sayang." Timpal Sean ikut menunjukkan jari kelingkingnya.


Ana tersenyum lebar karena mengetahui sudah bisa bertemu dengan kedua orang tua nya, dia tak sabar ingin segera berganti hari.


"Hm, Sayang. Appa ingin berbicara dengan Oppa mu." Ucap Sean,


"Tentu, aku akan memberikan ponselnya pada Oppa." Seru Ana berjalan mendekati Cleo yang tengah sibuk menulis.


Di layar, Sean melihat wajah Putra nya yang menatapnya dalam diam.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Sean, menatap sendu Putranya.


"Tentu Appa, aku baik-baik saja dan aku sudah melaksanakan tugas mu untuk menjaga Ana dan Eomma." Ujar Cleo.


"Good Job Cleo, Appa senang mendengarnya. Maafkan Appa karena datang terlambat, kau bisa lega bukan Appa sudah datang?" Tanya Sean sambil terkekeh.

__ADS_1


"Hn, Aku senang Appa sayang dan juga operasi Eomma berhasil." Ucap Cleo tersenyum haru.


"Jaga adik mu, hn? Besok datanglah bersama Aunty Jenni ke Rumah sakit."


"Baik, Appa." Jawab Cleo


"Kalo begitu, kembalikan lagi ponselnya pada Aunty." Titah Sean pada putrinya.


"Hm." Timpal Cleo singkat, dia langsung menyerahkan ponsel itu pada Aunty nya.


Jenni menerima ponsel miliknya. "Thanks Boy." Ujar Jenni sambil mengelus Surai Cleo, "lanjutkan kembali belajarmu."


"Oke Aunty." Jawab Cleo, kembali melanjutkan belajar nya yang sempat tertunda.


"Hallo Sean, gimana kabarmu?" Tanya Jenni.


"Sudah lebih baik Kaka Ipar." Jawab Sean sambil tersenyum. "Kata Hyung, donor jantung Crystal semua ini berkat bantuan Kaka Ipar. Sayang sangat berterimakasih untuk semuanya." lanjutnya.


"Hey, jangan berkata dengan wajah menyedihkan sepeti itu. Aku senang bisa membantu mu dan juga Crystal, jika saja aku tahu lebih awal mungkin kalian sudah..."


"Tidak apa Ka, sudah seperti ini saja aku sangat bersyukur." Ucap Sean memotong ucapan Jenni.


Jenni menarik nafas nya dalam, melihat Sean yang seperti ini mengingatkan dirinya pada Sifat suaminya. Jadi yah, mereka memang tak terbantahkan.


"Baik-baiklah, untuk itu kamu harus menjaga mereka dengan baik. Tuhan telah memberikan banyak kesempatan, jangan di sia-siakan lagi." Ujar Jenni menohok hati Sean.


"Omongan cukup pedas, tapi masa lalu itu memang kesalahanku." Timpal Sean.


"Istriku memang pintar." Bisik Kai yang menahan tawa nya karena ucapan tajam Istirnya pada Sean.


Sean menatap Hyung nya dengan tajam, gak Istri gak suami dua-dua nya sama. "Baiklah Ka, sepertinya kau perlu berbicara dengan Hyung karena sejak tadi dia selalu menebar senyum pada gadis-gadis di sini."


"APA?" Pekik Jenni dengan suara nyaringnya.


Sean langsung memberikan ponselnya pada Kai dengan menahan senyum.


"T-ttunggu, apa yang kau katakan Sean!" Seru Kai dengan tuduhan tak berdasar adiknya.


Setelah memberikan handphone pada Kai, Sena langsung kabur meninggalkan Hyung nya sambil tertawa.

__ADS_1


"KAI COBA JELASKAN APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN DI SANA!"


"Astaga, adik laknat itu kenapa dia selalu menyusahkan diriku." bisik Kai, tak berani menunjukkan wajahnya pada Jenni.


__ADS_2