
Dipaksa Menikah Bagian 43
Oleh Sept
Rate 18 +
Matahari mulai menyapa, sinarnya terasa hangat ketika menyentuh wajah seorang pria yang tidur dengan lelap. Jendela kamar dibiarkan terbuka separuh oleh Sofi. Sedangkan ia sendiri, kini sedang menikmati pemandangan yang memanjakan mata tersebut.
Sofi menatap sosok yang kemarin masih ia benci, tapi sekarang sorot matanya sudah berubah teduh dan damai saat menyusuri details wajah suaminya, Garda Ragasha Rajasa.
"Mengapa kamu jadi sangat tampan?" gumam Sofi sambil menyentuh hidung mancung suaminya. Sudah mirip hidung orang India.
Garda tidur sangat nyenyak, hingga tidak merasakan saat Sofi bermain-main dengan wajahnya.
"Padahal, dulu aku sebal banget!" Sofi bicara sendiri sambil tersenyum kecut.
Tapi ketika ia melihat kelopak mata Garda bergerak-gerak, Sofi pun mundur sedikit.
"Sudah bangun?" tanya Sofi kemudian ketika melihat sang suami membuka mata. Garda mengerjap, mengusap wajahnya dan melirik nakas. Ada sebuah gelas di atas sana.
Sofi yang seolah tahu suaminya haus karena baru bangun tidur, ia pun beranjak dan mengambil minum untuk suaminya.
"Ini," Sofi mengulurkan segelas air mineral pada pria yang menatapnya heran.
[Jadi lembut begini?]
Meski heran, Garda sih semakin senang. Sikap Sofi yang semula meledak-ledak, kini manis sekali. Pagi ini Garda seperti mendapat berkah yang luar biasa.
"Makasih," ucap Garda.
"Mau kerja? Aku siapin bajunya ya?"
Dahi Garda langsung mengkerut. Ia kali ini heran. Sofi benar-benar berubah banyak pagi ini. Sampai ia merasa bahwa istrinya pasti sudah tertukar.
Plekkk
Garda meletakkan telapak tangannya tepak di dahi istrinya itu.
"Ish! Apa sih!"
"Kamu nggak demam, kan?"
Sofi menundukkan wajah, separuh malu. Pasti suaminya merasa aneh. Kenapa dia jadi lembut, manis dan perhatian seperti sekarang ini. Sampai-sampai dikira sakit.
"Aku baik-baik saja!" jawab Sofi sambil memperlihatkan gigi-gigi putihnya. Ia tersenyum malu-malu, membuat Garda ingin mengigitnya saja.
"Oh ....!" Garda hanya bisa bengong.
***
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Gadra sedang mandi. Dan Sofi menyiapkan semuanya. Sambil mengeluarkan baju-baju milik Garda, Sofi mengantur napas. Ia heran, kenapa jantungnya berdebar-debar.
"Mengapa jadi gugup? Biasanya juga nggak apa-apa. Pakai sihir apa sih?"
Sofi menutup mulut, menahan senyum. Seperti ABG yang sedang falling in love. Begitulah Sofi saat ini. Hanya gara-gara lobak semalam. Sofi sudah tersihir oleh pesona seorang Garda. Pria tampan, perkasa dan tentunya sangat pandai menyentuh hati Sofi sekarang. Buktinya, Sofi sudah klepek-klepek.
KLEK ...
Ia menoleh, dilihatnya Garda keluar dari kamar mandi cuma pakai handuk putih yang melilit di pinggang.
"Astaga!" batin Sofi.
Ia merutuk sendiri, kenapa jadi tambah mesummm begini. Sofi merasa ada yang salah pada dirinya.
"Mana bajunya, Sof?" tanya Garda yang mendekat ke arah arahnya.
"Oh ... I ... ini!" ucap Sofi gugup dengan jantung berdebar-debar. Siapa yang gak gagal fokus.
Mata Sofi terlanjur fokus pada bidang kekar dan berbulu tersebut. Apalagi masih ada tetesan air yang menambah kesegaran. Ya ampun, Sofi sepertinya sudah berhasil traveling mengitari dunia perlobakan.
"Makasih!" ucap Garda.
"Kamu mau lihat aku ganti, Sof?" tanya Garda saat melihat Sofi berdiri terpaku di depannya.
"Eh!" Buru-buru Sofi berbalik. Pipinya langsung merah karena merasa malu.
Ia lupa, di kamarnya nggak ada ruang ganti khusus seperti rumah Garda. Alhasil ia pun melangkah keluar, meninggalkan Garda yang mau ganti pakaian.
***
Di ruang makan, mama Hana menyapa Sofi yang baru keluar kamar.
"Baru bangun, Sofi? Mau Mama bikinkan apa, sayang?"
Sofi menggeleng, kemudian membuka kulkas. Mengambil minuman dingin sendiri.
"Nggak, Ma. Agak mual. Nggak mau makan dulu."
"Ya sudah, mana suamimu? Apa masih tidur?"
"Ada, udah bangun Ma. Tuh siap-siap mau kerja."
Sofi kemudian duduk, dan memperhatikan sang mama yang menyiapkan makanan bersama bibi.
"Oh iya, papa mana Ma?"
"Masih belom pulang. Tadi jogging sama temennya. Pagi-pagi sudah dijemput."
Tap tap tap
__ADS_1
Garda tiba-tiba muncul dan langsung duduk di sebelah Sofi. Lewat ekor matanya, mama Hana memperhatikan kedua mahluk tersebut. Sepertinya sudah baikan. Apalagi wajah keduanya terlihat sangat cerah.
Mama sih tidak heran, karena melihat Garda yang nampak sangat mencintai putrinya. Apalagi setelah kejadian kemarin. Mama jadi merasa lega, tidak lagi merasa bersalah karena menjodohkan Sofi dengan pria seperti Garda.
"Sarapan ya? Sudah Mama siapain."
Garda mengangguk pada mama mertuanya.
Mereka pun sarapan cuma berdua. Karena Sofi cuma ngemil dan minum jus manga.
Setelah sarapan, Sofi pun mengantar suaminya ke luar, ke depan teras rumahnya.
"Hati-hati," ucap Sofi saat suaminya mau berangkat kerja.
Garda nampak berpikir, kemudian mendekati Sofi. Ia berbisik di telinga istrinya.
"Ikut nggak? Kalau ikut aku tunggu!" bisik Garda.
Pipi Sofi langsung merona.
"Tunggu ya!"
Tap tap tap
Sofi langsung masuk ke dalam rumah. Ia bergegas ganti baju. Pakai dress selutut. Sofi kini berubah selera, ia sekarang menjadi mendadak girlie.
"Loh! Mau ke mana, kamu nggak boleh ke mana-mana?" tanya mama Hana yang kala itu sedang duduk santai. Ia panik, takut Sofi kabur.
"Emm ... mau pergi."
"Astaga Sofi! Jangan bikin Mama jantungan!"
Tap tap tap
Garda yang tadi menunggu di mobil, kembali masuk ke dalam rumah.
"Pergi sama Garda kok, Ma!" sela Garda yang melihat wajah mertuanya yang panik.
Mama Hana hanya bengong menatap putrinya. Kenapa Sofi menjadi sangat berubah dalam semalam? Mama merasa ini sangat jangal. BERSAMBUNG
Ini hanya perkara sebuah lobak, Ma. Jangan pusing mikirin dunia perlobakan.
*Percaya atau tidak. Kalau pasanganmu sedang marah-marah, lagi capek-capeknya. Banyak pikiran, banyak masalah. Atau sedang bersitegang. Selesaikan di atas kasur. Salurkan energi kalian ke sana. Paginya mungkin masalah akan masih ada. Tapi setidaknya, sedikit stress berkurang. *Unfaedah
Yuk, temenan sama kang gabut
Penulis halu. Heheh
Instagramm : Sept_September2020
__ADS_1
Semoga Kita semua sehat selalu, dimudahkan segala urusan, dan rejekinya mengalir deras. Aamiin ya Allah.